NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa / Aksi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.

​Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.

​Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!

​Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.

​Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi

​Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!

​"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluar dari Kematian, Evolusi Sejati

Bab 21: Keluar dari Kematian, Evolusi Sejati

​Di luar Gurun Barat Daya, badai pasir raksasa yang semula menderu gila perlahan-lahan mulai mereda. Angin gurun yang bertiup kini hanya menyisakan desau halus yang menerbangkan butiran debu di atas hamparan pasir yang sunyi.

​Zuum!

​Tiba-tiba, udara di atas sebuah bukit pasir bergetar hebat. Sebuah pilar cahaya perak tipis meledak dari ruang hampa, memuntahkan sesosok tubuh anggun sebelum akhirnya padam dan hancur menjadi serpihan cahaya yang lenyap ditelan angin.

​Ye Qingyue mendarat di atas pasir yang panas. Gaun biru langitnya yang semula suci kini ternoda oleh debu makam, dan beberapa bagian kainnya robek akibat sayatan sabit esnya sendiri. Namun, sang Dewi tidak memedulikan penampilannya. Kunci emas di genggaman tangannya terjatuh begitu saja ke atas pasir.

​Mata periknya yang indah menatap kosong ke arah pusat gurun, tempat di mana badai pasir berbentuk jam pasir tadi kini telah amblas sepenuhnya ke dalam tanah, menyisakan sebuah kawah runtuhan raksasa yang teramat luas.

​Deg! Deg! Deg!

​Di dalam dadanya, ikatan Simbiosis Jiwa berdenyut dengan rasa sakit yang begitu pekat dan menyiksa. Rasa sakit itu bukan miliknya, melainkan pantulan dari sisa-sisa kesadaran Lin Huang di bawah sana yang sedang dihancurkan oleh jutaan ton runtuhan batu dan panggangan magma. Jiwa pemuda itu meredup dengan sangat cepat, berada di ambang kepunahan total.

​"Lin Huang..." Ye Qingyue berbisik parau.

​Sepasang mata periknya yang biasanya memancarkan dinginnya hukum alam, kini berkaca-kaca memantulkan cahaya matahari gurun. Untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun sejak dia bertahta di Alam Atas, air mata bening menetes di pipi porselennya. Rasa bersalah, amarah, dan sebuah perasaan asing yang teramat dalam berkecamuk di dadanya. Pria fana yang selalu dia sebut lancang itu, pria bermuka tebal yang baru beberapa hari mengikat takdir dengannya, baru saja membuang satu-satunya kesempatan hidup demi mendorongnya keluar dari neraka.

​"Kenapa... kenapa kau melakukan tindakan sebodoh itu?!" Ye Qingyue mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. Dia berniat melesat kembali ke kawah runtuhan itu untuk menggali tanah dengan tangan telanjangnya, meskipun dia tahu itu adalah tindakan yang sia-sia bagi kekuatannya yang sekarang.

​Sementara itu, jauh di kedalaman ratusan meter di bawah perut gurun.

​Di dalam kegelapan mutlak, tubuh Lin Huang terjepit di antara dua bongkahan granit raksasa yang membara akibat aliran magma. Kulit perunggu keemasannya yang baru saja mencapai ranah kesempurnaan kini retak-retak hebat, mengeluarkan darah emas segar yang langsung menguap karena hawa panas. Tulang-tulangnya patah di banyak tempat, dan napasnya sudah terhenti. Secara klinis, dia telah mati.

​Namun, tepat saat kesadaran terakhir Lin Huang hampir lenyap ditelan kegelapan abadi, tato jam pasir hitam di pergelangan tangan kirinya tiba-tiba memancarkan pendaran cahaya keemasan yang teramat suci dan purba—sebuah warna yang belum pernah muncul sebelumnya.

​BZZZZT!

​Sebuah suara digital yang tidak lagi terdengar mekanis, melainkan agung bagai suara lonceng dewa, bergema langsung di inti jiwanya yang sekarat.

​[Protokol Tersembunyi 'Tanda Batas Batil' Diaktifkan!]

[Mekanisme Deteksi: Tindakan 'Pengorbanan Mutlak' dari pengguna telah melampaui batas egoisme sistem. Keteguhan hati anti-hero selaras dengan esensi penciptaan awal pusaka.]

[Sistem memicu hadiah tersembunyi tingkat tertinggi: Kebangkitan Darah Dewa Kuno!]

[Memulai Restrukturisasi Tubuh Fisik: Menghancurkan Fondasi Fana, Membuka Tubuh Dewa!]

​BOOOMMM!!!

​Setitik darah berwarna emas murni yang memancarkan tekanan kosmik tiba-tiba muncul dari pusat tato jam pasir, lalu menembak masuk ke dalam jantung Lin Huang yang telah berhenti berdetak.

​Begitu darah dewa itu menyatu, jantung Lin Huang berdenyut kembali dengan satu hentakan yang begitu kuat hingga menciptakan gelombang kejut murni yang meretakkan dua bongkahan granit raksasa yang menjepitnya.

​Dug-dug!

​Aliran energi emas murni mengalir deras bagai air bah menembus setiap meridian tubuhnya. Tulang-tulangnya yang patah menyatu kembali dalam sekejap, tumbuh menjadi lebih padat dan berkilau seperti batu permata dewa. Sel-sel dagingnya yang terbakar beregenerasi dengan kecepatan yang tidak masuk akal, melahirkan lapisan kulit baru yang tidak lagi berwarna perunggu keemasan fana, melainkan warna emas transparan yang agung dan bersih dari segala noda duniawi.

​Fisik barunya telah lahir—Fisik Dewa Kuno (Fase Awal)! Sebuah ketahanan fisik yang bahkan sanggup mengabaikan suhu magma dan tekanan bumi secara mutlak.

​Brak!

​Lin Huang membuka matanya yang kini memancarkan pendaran cahaya merah keemasan yang menyala tajam di kegelapan. Kesadaran ilahi dari Ranah Fondasi Jiwa Tingkat 1 miliknya melesat keluar, menembus jutaan ton tanah dan langsung mengunci posisi Ye Qingyue di atas gurun.

​"Aku sudah bilang... aku tidak akan mati semudah itu, Dewi," Lin Huang menyeringai liar di bawah reruntuhan.

​Dia mengepalkan tangan kanan emas transparannya, lalu memukul lurus ke arah langit-langit tanah di atasnya.

​"Teknik Pedang Pembelah Langit—Pembalasan Dewa!"

​BOOOOOOMMMM!!!!!

​Di atas permukaan gurun, tepat di tengah kawah runtuhan yang sunyi, Ye Qingyue tiba-tiba tersentak saat merasakan getaran gempa yang teramat dahsyat dari bawah kaki.

​Detik berikutnya, sebuah ledakan pilar cahaya emas murni berdiameter sepuluh meter merobek permukaan gurun, menembak lurus membelah langit siang yang terik. Jutaan ton pasir dan batu terlempar terbang ke udara saat sesosok tubuh tegap melesat keluar dari dalam ledakan cahaya tersebut, meluncur jatuh dengan anggun dan mendarat di atas bukit pasir tepat beberapa meter di depan Ye Qingyue.

​Srak.

​Lin Huang berdiri dengan santai, membiarkan angin gurun menerpa tubuh atasnya yang kini telanjang dada dan memancarkan pendaran cahaya emas transparan yang teramat agung. Wajah tebal penuh kelancangan khasnya telah kembali, lengkap dengan seringai nakal yang ditunjukkannya pada sang Dewi.

​"Bagaimana, Dewi Ye? Apakah kau menangis karena mengira suamimu ini sudah mati?" Lin Huang mengusap hidungnya, terkekeh nakal.

​Ye Qingyue terpaku, mata periknya menatap tidak percaya pada sosok Lin Huang yang tidak hanya hidup, tetapi kini memancarkan tekanan fisik yang bahkan membuatnya merasa tertekan secara insting. Melihat kelancangan pemuda itu yang kembali seperti biasa, rasa cemas di dadanya seketika menguap, berganti menjadi luapan emosi yang hangat dan campur aduk.

​Tanpa memedulikan gengsinya lagi, Ye Qingyue melangkah cepat mendekat, lalu memukul dada bidang Lin Huang dengan tangan indahnya yang bergetar. "Kau... manusia gila bajingan! Kau sengaja ingin membuatku jantungan, hah?!"

​Lin Huang tertawa lepas, menangkap tangan lembut sang Dewi dan menggenggamnya erat. "Heh, petualangan kita baru saja dimulai, Qingyue."

​BZZZZT!

​Tato di tangan Lin Huang kembali bergetar, memunculkan rangkaian teks hijau aman yang bersih.

​[Mode Kematian Berantai: Selesai Sempurna!]

[Evaluasi Arka Makam Dewa Kuno: SSS (Sempurna).]

[Status Baru: Sinkronisasi Takdir dengan Dewi Ye Qingyue meningkat ke tingkat 'Ikatan Jiwa Sejati'.]

[Misi Utama Berikutnya Diaktifkan: Bergeraklah menuju Ibu Kota Kekaisaran Awan Merah untuk merampas 'Pusaka Langit Kedua'!]

​Lin Huang menatap teks tersebut, lalu mendongak menatap kaki cakrawala yang membentang ke arah pusat kekaisaran. Babak baru yang jauh lebih besar di dunia luar telah menanti giliran mereka untuk diacak-acak.

1
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰
Tanto Casper
bagus sekali...lanjut thor
Danzo28: "Terima kasih banyak ya dukungannya! Pasti lanjut terus, pantengin terus ya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!