NovelToon NovelToon
Sang Mempelai Pengganti

Sang Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Hanya satu hari sebelum hari pernikahan, Bayu Andarsono harus kehilangan sang mempelai dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Annisa, belahan jiwanya. Keluarga besar dari kedua pihak tidak bisa menanggung malu, maka dengan keputusan tanpa perasaan mempelai wanita diganti, Andin, adik kandung Annisa. Bayu dan Andin menikah tanpa cinta, keduanya membuat kontrak hitam di atas putih. Andin setuju karena hatinya sudah dimiliki Bian Wijaya, kekasihnya yang setia. Bayu pun tak keberatan, sebab baginya, Andin hanyalah pengganti sementara. Namun, dibalik kehidupan pernikahan yang dingin, misteri mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Bayu Andarsono bukanlah pria biasa. Ia adalah Alpha dari klan werewolf tertua di Tanah Jawa. Semakin lama kehidupan pernikahan antara Bayu dan Andin, semakin kuat pula ikatan gaib yang tak terlihat. Benarkah gadis yang ia anggap hanya pengganti itu sebenarnya adalah Mate sejati yang ditakdirkan oleh Bulan untuknya? Bisakah pernikahan palsu itu berubah menjadi ikatan a

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akad di Atas Luka

Masjid Agung itu tampak begitu megah dibawah cahaya fajar yang malu-malu. Bayu berdiri kaku didepan masjid, sudah lengkap dengan baju pengantinnya. Mata lelaki itu tidak berpaling dari tempat ibadah di depan. Baginya, kini masjid yang megah itu seperti pengadilan yang siap menjatuhkan vonis seumur hidup untuknya.

Saat melangkah masuk, kakinya dapat merasakan sensasi Lantai marmer yang dingin, mengirimkan getaran menggigil samar hingga ke sumsum tulang belakangnya.

Di dalam, masjid sudah didekorasi sangat indah. Penuh bunga melati kesukaan Annisa. Aromanya tercium semerbak, seperti menebarkan aroma suci pernikahan. Yang aromanya mirip dengan bunga melati yang ia taburkan di pusara Annisa kemarin sore.

Tidak perlu menunggu lama, Bayu segera menuju posisinya, ia duduk bersila di depan meja kayu kecil. Dihadapannya, ayah Annisa sudah menunggu, dibelakangnya para saksi duduk, ekspresi mereka terlihat sangat canggung.

Lalu, datanglah sang mempelai wanita, Andin. Gadis itu berjalan dengan kepala tertunduk. Langkah kakinya kecil-kecil. Ia dipandu oleh ibunya juga ibu mertuanya.

Saat gadis itu perlahan duduk disamping Bayu, aroma parfum melati yang kuat menguar dari tubuhnya. Jenis parfum yang sama, kesukaan Annisa. Bayu harus mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja agar tidak gemetar.

"Saudara Bayu bin Andarsono," suara ayah Andin, pak Hendro memecah kesunyian, bergema di langit-langit masjid yang tinggi. "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan..."

Lelaki paruh baya itu sempat menjeda, melirik secarik kertas di depannya. Sebuah koreksi nama yang baru saja dilakukan beberapa jam lalu.

"...dengan Andindita Kirana binti Hendro Ahmad, dengan mas kawin berupa set perhiasan berlian dan logam mulia 100 gram dibayar tunai."

Darah Bayi terasa berhenti mengalir. Bibirnya terasa berat untuk menyebut nama Andin. Satu nama yang akan mengubah statusnya untuk selamanya. Atau 2 tahun. Di matanya yang lelah, bayangan Annisa tiba-tiba muncul di samping ayahnya. Gadis itu berdiri di sana, mengenakan gaun yang sama dengan yang dipakai Andin sekarang, tersenyum dengan cara yang sangat menyakitkan.

“Sebut namanya, Mas. Dan lepaskan aku,” Annisa bersuara, yang hanya ia sendiri yang mendengar.

Bayu menarik napas panjang, paru-parunya terasa perih. Ia lalu menjabat tangan ayah Annisa, calon mertua yang seharusnya menjadi bapak bagi istrinya yang telah tiada. Genggaman tangan Pak Hendro sangat dingin, seolah lelaki itu pun sebenarnya tak sanggup melakukan ini.

"Saya terima nikah dan kawinnya..." Bayu berhenti sejenak. Suaranya tercekat di tenggorokan. "...Andindita Kirana binti Hendro Ahmad dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

"Sah?"

"Sah!"

Kata itu dijatuhkan seperti palu hakim. Bayu memejamkan mata rapat-rapat. Air mata setetes jatuh tanpa bisa ia cegah. Bukan tangis bahagia, melainkan karena ia merasa baru saja secara resmi mengubur cintanya pada Annisa untuk kedua kalinya.

Andin diperintahkan untuk mendekat guna mencium tangan suaminya. Dengan gugup, gadis itu perlahan mendekat. Saat tangan kecilnya yang halus menyentuh telapak tangan sang suami, Bayu tersentak. Bukan karena tangan Andin yang terasa sangat dingin dan sedikit lembap, tetapi karena ada aliran listrik kecil yang menyengat. Ketika Andin menunduk dan mencium tangannya, Bayu merasakan seluruh tubuhnya terasa hangat. Untuk beberapa detik, ia terpaku. Saat sadar dari keterkejutannya, ia mendengar isak tangis yang sangat lirih, nyaris tak terdengar oleh orang lain. Isak itu keluar dari bibir gadis didepannya, Andin.

Setelahnya, giliran Bayu menyentuh kening Andin untuk membacakan doa. Saat ia memegang ubun-ubun sang istri, keduanya saling bertatapan untuk pertama kalinya sebagai suami istri.

Mata Andin yang berwarna coklat kehitaman terlihat besar dan jernih, juga masih ada sisa-sisa duka disana. Untuk sesaat, pasangan pengantin baru itu saling menyelami satu sama lain.

Didalam lubuk hati terdalamnya, Bayu merasa marah sekaligus frustasi. Marah karena telah menyeret gadis muda ini ke dalam neraka pernikahan ini. Dan frustasi karena tidak mampu berbuat apapun untuk menyelamatkan mereka berdua.

"Maafkan aku," bisik lelaki itu sangat pelan, hanya untuk didengar oleh Andin.

Andin tidak menjawab. Ia hanya menunduk kembali, membiarkan kerudung putihnya menutupi wajahnya yang hancur.

Resepsi diadakan secara tertutup namun tetap mewah, tepat di aula samping masjid. Tidak ada musik orkestra yang meriah, hanya denting piano yang memainkan nada-nada melankolis. Para tamu yang datang bersalaman dengan wajah yang bingung. Mereka ingin mengucapkan selamat, namun kata-kata itu terasa tidak pantas diucapkan di tengah suasana berkabung.

Bayu berdiri di pelaminan bagaikan patung lilin. Ia menyalami ratusan tangan tanpa benar-benar melihat siapa yang ia salami. Pikirannya melayang pada rencana bulan madu ke Swiss yang sudah ia pesan untuk Annisa. Tiket itu masih ada di laci mejanya. Sekarang, tiket itu hanyalah tumpukan kertas sampah.

Andin, di sampingnya, beberapa kali hampir terjatuh karena kelelahan fisik dan mental. Gadis itu hanya makan beberapa suap sejak kemarin. Saat seorang kerabat memuji betapa cantiknya ia dalam balutan gaun itu, Andin hanya mampu memaksakan senyum manis yang tampak dibuat-buat.

Di tengah acara, Bayu melihat kakeknya sedang berbincang dengan sang ayah. Dua orang itu kelihatan puas. Sebab kehormatan keluarga terselamatkan, janji masa lalu tertunaikan juga yang terpenting kontrak bisnis tetap berjalan. Bagi mereka, pion telah diganti dan papan catur tetap stabil. Bayu merasakan kemarahan yang membuncah di dadanya, namun tak punya tenaga untuk memberontak.

Malam harinya, saat mereka tiba di rumah besar keluarga Andarsono, rumah yang seharusnya menjadi sarang cinta Bayu dan Annisa, suasana sunyi senyap.

Para pelayan sudah menyiapkan kamar pengantin yang penuh dengan bunga mawar merah.

Bayu berdiri di ambang pintu kamar, menatap tumpukan kado yang belum dibuka. Ia menoleh ke arah Andin yang berdiri kaku di koridor, masih dengan gaun pengantinnya yang mulai kotor di bagian bawah.

"Andin," panggil Bayu datar. "Kau bisa tidur di kamar sebelah. Aku tidak akan memaksamu melakukan apa pun. Pernikahan ini memang sudah sah dimata agama dan hukum, namun kita tetaplah hanya dua orang asing yang dipaksa berbagi atap oleh orang-orang tua yang egois."

Andin menatap Bayu dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada rasa syukur, namun juga rasa pedih yang mendalam. "Terima kasih, Mas. Aku... Akan memakai kamar itu." Gadis itu melangkah menuju kamar sebelah, meninggalkan Bayu sendirian di kamar pengantin yang megah, berteman sunyi bersahabat sepi.

Malam itu, untuk pertama kalinya sebagai suami istri, mereka tidur terpisah oleh dinding beton dan jutaan kenangan tentang satu orang yang sama, yaitu sang gadis sehangat mentari, Annisa.

1
merdi Yanto
villain nya mulai nampak
merdi Yanto
Mana Update nya thor
merdi Yanto
kisah manusia serigala yang fresh banget
merdi Yanto
semangat Update thor🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. Semangat terus ya buat novelnya.

btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya. hanya tekan profile, terima kasih 🤭/Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!