NovelToon NovelToon
Datanglah Padaku

Datanglah Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: vennyrosmalia

Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.

Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.

Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10

Vania sangat menikmati pergi berbelanja dengan teman barunya Liliana. Resa dan Selly juga bermain di playground anak sehingga Vania juga Liliana bisa pergi membeli keperluan sekolah tanpa drama dari keduanya yang terus ingin bermain di playground.

"Oh, jadi kamu pindah kesini karena suami di pindah tugaskan ke perusahaan yang ada di Negara ini?" tanya Liliana dan di angguki oleh Vania.

"Awalnya aku ragu tinggal disini, tapi selama ada suami dan anakku aku akan berusaha nyaman disini." jelas Vania mengungkapkan keraguannya.

Entah kenapa Vania bisa begitu banyak bercerita pada Liliana daripada dengan suaminya sendiri. Vania sedikit merasa lega setelah banyak sekali berbagi keluh kesah mengenai pengasuhan Resa dengan Liliana.

"Ya memang yang jadi penguat kita di rumah hanya suami dan anak. Apalagi suami, dia harus jadi support sistem terbesar dalam diri kita, benar kan?"

Vania diam saja, pasalnya Satria tidak sampai seperti itu padanya. Memang Satria memenuhi tanggung jawabnya dengan memberikan kehidupan yang layak pada mereka, tapi Satria sangat minim perhatian dan waktu untuk anak dan istrinya.

"Vania, kenapa diam saja?" tegur Liliana saat Vania malah melamun.

"Hah, i iya begitu." jawab Vania ragu.

Liliana menyipitkan kedua matanya tanda curiga dengan ekspresi Vania.

"Ke kenapa kamu menatapku begitu?" gugup Vania.

"Tidak, aku berfikir kamu sepertinya menyembunyikan sesuatu di rumah tanggamu. Tapi aku gak akan maksa kalau kamu tidak mau bercerita ko." tutur Lilian sambil tersenyum.

Vania pun tersenyum, Vania merasa sangat cocok berteman dengan Liliana. Padahal mereka baru saja bertemu disini.

"Makasih ya, aku senang bisa berbagi banyak cerita denganmu." ungkap Vania.

.

.

ALX Company.

Sebuah mobil mewah berwarna hitam terparkir di lobby perusahaan. Security yang berjaga dengan sigap membantu membuka pintu kemudi.

"Selamat siang Tuan." sapa security itu.

"Tolong parkirkan." titah Pria dengan tubuh tinggi tegap dengan pakaian serba hitam lengkap dengan kaca mata hitam yang dipakainya.

Pria itu berjalan dengan penuh karisma. Beberapa orang yang ada di lobby pun terus menatap ke arahnya.

"Tolong hubungi Nathan dan kabarkan kedatanganku." ucap Pria itu setelah sampai di meja resepsionis.

"Maaf, apakah Tuan sudah membuat janji dengan Tuan Nathan?" tanya resepsionis cantik bername tag Lisa.

Pria itu terkekeh. Dengan perlahan dia membuka kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.

"Nona Lisa bisa katakan jika Daniel Shawn yang datang." ucapnya dengan senyum yang membuat Lisa begitu terpesona.

"Ba baik Tuan." jawab Lisa kikuk.

Setelah menghubungi sekretaris Nathan, Lisa meminta Tuan Daniel menunggu di ruang tunggu VVIP.

Bram dengan langkah tergesa keluar dari lift untuk menjemput tamu sekaligus sahabat baik Nathan yang dikabarkan sudah menunggu di lobby.

"Tuan Bram." sapa Lisa saat melihat Bram.

"Dimana dia?"

Lisa segera memberitahukan dimana Daniel menunggu.

"Ck, kenapa lama sekali. Dari dulu kau selalu lamban." gerutu Daniel saat melihat kedatangan Bram.

"Maaf Tuan, silahkan. Tuan Nathan sudah menunggu." Ucap Bram tanpa menjawab sindiran yang di lontarkan Daniel padanya.

"Kau ini, jangan terlalu kaku denganku. Atau aku bisa mengulik kehidupanmu." goda Daniel sambil menaik turunkan kedua alisnya.

Bram memutar kedua bola matanya dengan malas melihat tingkah Daniel yang berbanding terbalik dengan penampilannya yang terlihat dingin.

.

.

Setelah mengantar Daniel ke ruangan Nathan, Bram pun keluar dari ruangan itu karena tidak di izinkan terlibat pembicaraan oleh Nathan.

Sepeninggal Bram, Daniel dan Nathan mulai membicarakan misi mencari informasi istri dari suami Irene adiknya.

"Aku kan sudah minta dari dulu agar Irene kau izinkan jadi istriku, Lihat sekarang nasibnya karena laranganmu padaku mendekati Irene." cerocos Daniel mengungkit masa lalu.

Ya Daniel Shawn sahabat karib Nathan sangat tertarik pada adik dari sahabatnya itu. Tapi dengan tegas Nathan tidak mau merestui hanya karena Daniel seorang playboy.

Nathan tidak merespon saat Daniel mengungkit restunya yang tak kunjung diberikan hingga berakhir Irene jatuh cinta pada suami orang.

"Aku memintamu kesini bukan untuk membahas masa lalu, sekarang dengarkan aku baik-baik."

Nathan menjelaskan tugas yang akan diberikan pada Daniel untuk mengorek informasi sedetail mungkin tentang istri dari Satria.

Dia juga mengatakan jika Daddy nya ikut andil untuk menyembunyikan identitas wanita itu. Daniel yang mendengarkan hanya mangut-mangut.

"Kau paham tidak niel?" kesal Nathan saat sahabatnya ini seperti tidak merespon perkataannya.

"Ck, kalau kau meragukan kemampuanku untuk apa menghubungiku." cecar Daniel menyerang.

Nathan memijat keningnya karena merasa pusing dengan permasalahan adiknya ini. Tapi Nathan harus melakukan ini demi masa depan Irene juga calon keponakannya nanti.

"Ya aku tahu kau tidak mungkin mengecewakanku." ucap Nathan yang mengalah.

Memang dia harus meminta bantuan Daniel untuk melakukakan ini, karena untuk urusan seperti ini Nathan yakin Daniel bisa melakukannya meskipun ada kekuasaan Daddynya yang ikut bermain.

"Baiklah, secepatnya aku akan menghubungimu untuk hasilnya. Jangan lupa tips nya." ucap Daniel sebelum berlalu pergi.

.

.

Sementara itu di lain tempat.

Satria dan Irene baru saja selesai memeriksakan kandungan di rumah sakit. Irene terus mengembangkan senyumannya saat melihat hasil USG calon anak mereka.

"Apa sebahagia itu?" tanya Satria sambil mengelus kepala Irene.

Sejak keluar dari ruang pemeriksaan, istrinya itu tidak berhenti tersenyum sambil menatap gambar calon anak mereka yang baru menginjak usia 3 bulan.

"Sangat, aku sangat bahagia Sayang." jawab Irene melirik sejenak pada Satria dan kembali menatap gambar anaknya.

Satria terkekeh melihat tingkah Irene yang menggemaskan baginya. Memiliki Irene di sisinya sekarang semakin membuat hidup Satria sempurna. Tapi hal itu hanya bertahan sejenak ketika Satria juga teringat dengan Vania dan Resa.

"Maafkan pengkhianatanku ini Vania." ucap Satria dalam hati.

......................

Tolong berikan jejak like atau komentarnya ya pembaca setia.. Dukungan kalian bisa jadi penyemangat author dalam membuat cerita novel ini.

Terima kasih

1
Indah Tuk Di Kenang
sakitya thorrr liat satria bahagia 😭😭semangat up therusss thorrr👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!