Bai Qing membuka mata dan mendapati bahawa dirinya telah kembali ke sebulan sebelum bencana alam dan kiamat datang,saat ia berfikir untuk mengumpulkan persediaan malah ia mendapatkan sistem Ruang Super market tanpa batas,setelah sebulan ia mendapati dirinya hamil dan sekarang bukan hanya dia perlu makan tapi bayi yang ia kandung saat ini juga memerlukan nya.
Perkenalan nya dengan beberapa teman membuat kehidupan nya dikehidupan kali ini berubah,apa dirinya bisa bertahan hidup di kehidupan kali ini yang telah banyak berubah dari kehidupan terakhir kali?Siapa saja teman yang bersama dengannya menghadapi dunia yang telah berubah ini?
Di tengah-tengah kiamat akan kah ia dapat membesarkan bayinya dengan baik?sistem kiamat Ruang Super Market akankah dapat membawa keberuntungan buatnya?
Jangan lupa untuk Like dan komentar Author ya..(θ‿θ)
Yuk penasan lanjut ya Like and komentar Author selalu jika mahu Author terus update..hanya itu pinta Author..maaf jika ada tersalah ketik makl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuhajar@24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
Saat di mobil Cheng Ya terus menerus terdiam membuat Dai Hua Bin sedikit Khawatir ia pikir Cheng Ya tertidur maka ia menatap ke samping ia dapat melihat air mata yang keluar dari samping mata Cheng ya saat itu.
Dengan nada lembut ia mengusap pelan samping mata Cheng ya dengan satu jarinya yang kasar namun penuh kehangatan.
"kenapa?kau bisa saja membiarkan aku dijalanan..biarkan aku sendirian,tidak peduli pada ku..Hiks..Hiks"jelas Cheng Ya akhirnya tidak mampu menahan tangis nya lagi Kerna sedikit kehangatan dari Dai Hua Bin telah membuat luka di dalam dirinya kembali timbul dan runtuh detik itu juga..
"Hiks..Hiks..kenapa mereka membenci ku..ayah..Gege.. mereka..Hiks.."jelas Cheng Ya penuh tangis lagi ia memeluk lengan kekar Dai Hua Bin yang saat itu hanya mampu memberikan kata-kata yang penuh kehangatan.
"Nona Cheng..apa anda ingin kembali ke rumah anda..?"soal Dai Hua Bin penuh kelembutan dan kehangatan membuat tangis Cheng Ya terhenti serta merta.
"aku ingin kembali ke Villa itu..Bos Dai.."jelas Cheng Ya membuat Dai Hua Bin langsung mengerti maksud Villa yang ia katakan mengarah pada Villa yang pernah mereka tempati sejak malam itu.
"Baik..berpegangan yang erat kita akan segera kembali.."jelas Dai Hua Bin meleset cepat menuju Villa mereka yang cukup jauh dan terpencil memiliki akses keselamatan lengkap anti gempa dan alarm yang membantu mereka untuk mengetahui saat penceroboh masuk.
Walau villa itu terlihat sederhana tetapi sangat canggih dan pertahanan nya luar biasa mungkin akan sangat berguna di kiamat nanti jika ada Bai Qing itu yang akan mungkin dipikirkannya.
....
Saat tiba di Villa sederhana miliknya langsung mengendong Cheng Ya yang setengah Sadar itu langsung memeluk leher Dai Hua Bin dengan nyaman sekali.
"enmm..kau tahu ayah dan gege ku tak pernah memeluk ku sehangat ini..kau tahu aku sering sendirian dan kesepian sejak kecik..Hiks"jelas Cheng ya berkata pilu ia akan mula menangis lagi padahal saat ia Sadar ia sangat pemberani dan keras kepala tidak terliahta penakut apalagi menangis tetapi saat ia mabuk ia terlihat begitu sensitif dan rapuh.
Hal ini membuat jauh di lubuk hati Dai Hua Bin merasa sangat tidak nyaman jika harus membiarkan Cheng Ya berlarutan dalam kesedihannya tanpa ada yang menemani
"tidak apa jika tidak ada yang nemanin kamu,cukup aku disini setelah ini jangan segan untuk mencarinya saat kamu butuh kan"bisik Dai Hua Bin ia memasuki kamar samping dan meletakkan tubuh Cheng Ya di ranjang dengan hati-hati,
Sesaat ia akan pergi,pelukan di lehernya semakin erat. Cheng Ya langsung tak berniat untuk melepaskannya. Jadi dengan tenaga dan kekuatan ia menarik Dari Hua Bin hingga jatuh ke ranjang yang sama dengannya.
"kau tahu..ramai yang bilang melakukan olahraga di ranjang itu sangat menyenangkan..makanya aku ingin cintanya dengan mu"bisik Cheng Ya di kuping telinga Dari Hua Bin yang wajahnya langsung memerha hampir saja ia akan melakukan sesuatu hal yang akan membuat gadis ini menyesal.
"Nona Cheng..kita tidak bisa melebihi batas..jika tidak saat anda Sadar nanti anda akan menyesalinya"jelas Dai HuaBin dengan nada tak tertahankan.
Bersambung...
Please Like dan komentar Author ya Tunggu di next chapter ya guys Makasih ( ꈍᴗꈍ)