NovelToon NovelToon
Pangeran Kedua Jadi Kultivator Yang Tak Tertandingi

Pangeran Kedua Jadi Kultivator Yang Tak Tertandingi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Pangeran
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Neon Pena

Apa yang menyebabkan seseorang Putra Kedua sang Raja menjadi sang Kultivator yang paling hebat?
____
So Guys! ini kisahlah kisah Qinar sang Kultivator kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neon Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Malam di Gunung Sandaran selalu membawa sunyi yang menekan, tapi malam ini terasa berbeda. Api unggun di depan gubuk kecil kami menari-nari, memantulkan bayangan panjang Ki Kusumo yang sedang asyik mengasah belati karatan miliknya. Suara gesekan batu asah dan logam—sret... sret...—adalah satu-satunya bunyi yang membelah keheningan.

Aku duduk di seberangnya, menatap api yang meliuk. Tubuhku yang baru saja mencapai Level 3 terasa sangat prima. Getaran energi di sumsum tulangku membuatku tidak lagi merasakan dinginnya angin malam yang menusuk. Namun, di dalam dadaku, ada kekosongan yang tidak bisa diisi oleh Kultivasi setinggi apa pun.

"Ki," panggilku pelan.

"Hmm?" sahutnya tanpa menoleh. Dia masih fokus pada mata belatinya.

"Tadi kau bilang... orang-orang yang membuangku adalah mereka yang takut pada cahayaku," aku menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian yang sudah kupendam bertahun-tahun. "Siapa mereka? Dan yang paling penting... siapa ayahku sebenarnya?"

Gerakan tangan Ki Kusumo terhenti seketika. Batu asah itu terlepas dari genggamannya dan jatuh ke tanah dengan bunyi puk yang pelan. Suasana mendadak menjadi sangat dingin, jauh lebih dingin daripada air terjun es yang pernah menghantamku.

"Makan ubimu, Qinar. Besok ujianmu akan lebih berat," jawabnya datar, kembali memungut batu asahnya.

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Ki!" suaraku meninggi. Aku berdiri, membuat api unggun di depan kami bergejolak karena tekanan Qi yang tak sengaja kulepaskan. "Aku sudah delapan tahun. Aku sudah menahan es, menangkap petir, dan meminum racun ular! Aku bukan lagi bocah ingusan yang bisa kau bohongi dengan cerita dongeng!"

Ki Kusumo perlahan mengangkat kepalanya. Matanya yang biasanya jenaka dan penuh ejekan, kini tampak sangat tua dan lelah. Ada kerutan yang sangat dalam di keningnya, seolah dia sedang memikul beban seluruh gunung ini di pundaknya.

"Tahu tentang dia tidak akan membuatmu kenyang, Qinar. Itu hanya akan membuat hatimu penuh dengan racun yang tidak bisa disembuhkan oleh Kultivasi mana pun," ucapnya dengan suara serak.

"Aku berhak tahu!" aku melangkah maju, mendekati api. "Kenapa dia membuangku? Apa aku selemah itu sampai dia malu memilikiku? Ataukah aku hanya sebuah kesalahan yang ingin dia hapus dari hidupnya?"

Ki Kusumo mendengus, sebuah tawa getir keluar dari mulutnya. "Lemah? Kesalahan? Hahaha... Qinar, kau tidak tahu apa-apa. Dunia di luar sana jauh lebih kotor dari lubang ular yang kau tempati kemarin."

Beliau meletakkan belatinya, lalu menatap tanda merah di pergelangan tanganku. "Ayahmu... dia adalah pria yang menganggap dunia ini adalah papan catur miliknya. Baginya, perasaan adalah beban, dan keluarga adalah pion yang bisa dikorbankan demi kemenangan besar."

"Jadi dia membuangku karena aku tidak berguna baginya?" tanyaku, tenggorokanku terasa tercekat.

"Dia membuangmu karena kau adalah satu-satunya variabel yang tidak bisa dia kendalikan," jawab Ki Kusumo misterius. Beliau kembali menunduk, menatap api unggun yang mulai mengecil. "Jangan tanya namanya. Jangan tanya di mana dia berada. Saat ini, jika kau menyebut namanya di depan orang yang salah, langit akan runtuh menimpamu."

"Kenapa kau begitu takut, Ki? Bukankah kau bilang aku ini monster kecil yang sedang tumbuh?"

Ki Kusumo berdiri, menepuk-nepuk debu di celananya. Beliau berjalan mendekat dan memegang kedua pundakku. Kekuatannya terasa begitu besar hingga aku tidak bisa bergerak sedikit pun.

"Dengar baik-baik, Qinar. Aku diam bukan karena aku takut padanya. Aku diam karena aku menyayangimu," ucapnya dengan nada yang sangat serius, membuatku terpaku. "Kekuatanmu sekarang memang hebat untuk ukuran anak delapan tahun, tapi di depannya, kau masih seperti kunang-kunang di depan matahari. Jika kau tahu siapa dia sekarang, kau hanya akan lari menuju kematianmu sendiri."

Aku menunduk, mengepalkan tangan hingga kuku-kukuku menusuk telapak tangan. Rasa penasaran ini membakar jiwaku lebih hebat dari api unggun mana pun.

"Lalu kapan? Kapan kau akan memberitahuku?" tanyaku lirih.

"Saat kau sudah bisa membelah gunung ini dengan satu serangan. Saat kau tidak lagi butuh perlindungan dari kakek tua sepertiku," Ki Kusumo berbalik, berjalan menuju pintu gubuk. "Sekarang tidurlah. Simpan amarahmu itu. Besok, kita akan mulai Ujian Keempat. Ujian yang akan menguji apakah hatimu sekeras kulitmu, ataukah kau masih bocah cengeng yang merindukan pelukan ayah."

Beliau masuk ke dalam gubuk dan menutup pintu dengan suara brak yang keras.

Aku kembali duduk sendirian di depan api yang perlahan padam. Aku menatap tanda merah di tanganku yang berdenyut pelan. Ayah. Seorang pria yang menganggap dunia sebagai papan catur. Seorang pria yang ditakuti oleh langit.

"Siapa pun kau..." bisikku ke arah kegelapan hutan. "Kau membuat kesalahan besar dengan membuangku. Karena suatu hari nanti, pion yang kau buang ini akan kembali untuk menghancurkan seluruh papan caturmu."

Malam itu, aku tidak bisa tidur. Aku terus membayangkan sosok pria berjubah megah dalam mimpiku. Pria yang memunggungi cahaya dan meninggalkanku dalam gelap. Aku tidak tahu namanya, aku tidak tahu wajahnya, tapi aku tahu satu hal: darahnya mengalir di nadiku, dan suatu hari nanti, darah itu akan menuntut keadilan.

Di bawah naungan bintang-bintang Gunung Sandaran, seorang bocah berusia delapan tahun baru saja menemukan tujuan hidupnya yang sebenarnya. Bukan untuk menjadi kuat demi Kultivasi, tapi untuk menjadi kuat demi sebuah jawaban.

1
Sport One
salah fokus🤣 sama kalimat ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!