NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:583
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 – KISAH KUNO YANG TERUNGKAP DAN PERANGKATAN BARU

Perjalanan pulang dari Gunung Berkabut terasa jauh lebih singkat dan penuh kedamaian. Tangan Nam Ling dan Liya tetap saling menggenggam erat, seolah tak ingin kehilangan sentuhan satu sama lain. Cahaya pagi yang menyinari jalan mereka membuat setiap rerumputan dan bunga liar di sepanjang jalan terlihat lebih hidup, seolah merespons energi baru yang mengalir dalam tubuh keduanya. Ketika mereka muncul dari hutan yang lebat, mereka terkejut melihat seluruh anggota Aliansi Cahaya Sejati sudah menunggu di tepi jalan dengan wajah penuh kekhawatiran yang kini berubah menjadi lega dan kagum.

“Kamu kembali!” teriak Yue Xin dengan suara ceria, berlari cepat ke arah mereka sambil membawa sebuah ember air hangat dan kain bersih. “Kita sudah khawatir kamu berdua terlalu lama di sana!”

Tetua Orion mendekat dengan langkah yang tenang, matanya penuh rasa kagum saat merasakan energi baru yang mengelilingi Nam Ling dan Liya. “Aku bisa merasakannya – kekuatan kuno yang luar biasa. Sepertinya perjalananmu tidak sia-sia, anak muda.”

Nyai Laksmi juga datang mendekat, wajahnya penuh senyum puas. “Kalian telah membuktikan bahwa cinta dan kepercayaan adalah kunci untuk mengendalikan kekuatan terbesar di dunia ini. Sekarang kita perlu mengetahui apa yang sebenarnya kalian temukan di sana.”

Mereka semua berkumpul di aula utama markas Sekte Liya, di mana api kayu menyala hangat di tungku besar di tengah ruangan. Nam Ling dan Liya mulai menceritakan semua yang terjadi di Candi Keseimbangan Dua Alam – mulai dari munculnya roh penjaga candi, ujian yang mereka lalui, hingga bagaimana Energi Nol menyatu dengan tubuh mereka berdua. Ketika mereka menunjukkan bagaimana energi itu bisa dikeluarkan dengan bersama-sama, sebuah cahaya ungu keemasan menyala lembut di antara kedua tangan mereka yang menyatu, membuat seluruh ruangan terlihat lebih hangat dan penuh makna.

“Sangat luar biasa,” bisik Arjuna yang kini telah menjadi salah satu pembimbing utama dalam aliansi. “Konon Energi Nol adalah kekuatan yang digunakan oleh para dewa pada zaman kuno untuk menciptakan dunia ini. Namun aku tidak pernah menyangka bahwa kekuatan itu benar-benar ada dan bisa dikuasai oleh manusia.”

Elara yang sedang duduk dekat dengan mereka mengangguk perlahan. “Peta kuno yang kita miliki sebenarnya menyebutkan tentang candi itu, tapi tidak ada yang berani mendekatinya karena cerita tentang kutukan yang mengerikan. Namun sekarang aku mengerti – kutukan itu bukanlah hukuman, melainkan perlindungan agar hanya orang yang layak yang bisa mengakses kekuatan itu.”

Saat diskusi semakin mendalam, Nyai Laksmi berdiri perlahan dan menuju ke sebuah rak buku tua di sudut ruangan. Ia mengambil sebuah buku kulit tebal yang tampak sangat kuno, dengan lencana logam yang sudah berkarat di sampulnya. “Saat kalian berdua pergi ke Gunung Berkabut, aku menemukan buku ini di perpustakaan rahasia yang baru saja kita buka. Buku ini menceritakan tentang kerajaan kuno yang pernah menjaga Energi Nol.”

Dengan hati-hati, Nyai Laksmi membuka buku itu dan mulai membacakan dengan suara yang jelas dan penuh perhatian: “Pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan bernama Aetheria yang hidup damai di atas tanah yang sekarang kita tempati. Raja dan Ratu kerajaan itu adalah pasangan yang dicintai oleh semua rakyatnya – mereka memiliki kekuatan yang seimbang dan hati yang selalu berpikir tentang kesejahteraan rakyat. Namun ketika sebuah kekuatan gelap yang berasal dari dimensi lain mulai mengancam untuk menghancurkan dunia, mereka terpaksa menggunakan Energi Nol untuk melawannya. Mereka berhasil mengalahkan kekuatan gelap itu, namun kekuatan yang mereka gunakan terlalu besar sehingga menyebabkan kerajaan mereka hancur dan hilang dalam kabut waktu.”

Semua orang mendengarkan dengan penuh perhatian. Nam Ling melihat ke arah Liya, dan mereka saling memahami bahwa mereka mungkin adalah kelanjutan dari kisah kuno itu – pasangan yang dipilih untuk menjaga kekuatan yang sama agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

“Buku ini juga mengatakan bahwa kekuatan gelap itu tidak sepenuhnya hilang,” lanjut Nyai Laksmi dengan suara yang sedikit lebih serius. “Ia hanya tertidur dalam kedalaman alam semesta, menunggu saat yang tepat untuk bangkit kembali. Dan saat itu tiba, hanya pasangan yang memiliki Energi Nol yang bisa menghentikannya.”

Suasana menjadi sedikit berat setelah itu. Namun Nam Ling berdiri dengan tegas, tangannya masih menggenggam tangan Liya. “Kita tidak akan takut. Kita telah memiliki aliansi yang kuat, teman-teman yang bisa dipercaya, dan kekuatan yang cukup untuk melindungi dunia ini. Yang penting adalah kita selalu siap dan tidak pernah melupakan tujuan kita – menjaga kedamaian dan kebaikan.”

Liya berdiri bersamanya, wajahnya penuh keyakinan. “Nam Ling benar. Kita tidak akan pernah lagi hidup dalam ketakutan atau isolasi. Bersama kita bisa menghadapi apa pun yang datang.”

Pada hari berikutnya, keputusan dibuat untuk mengirimkan tim-tim penyelidikan ke berbagai wilayah yang tercatat di peta kuno. Setiap tim akan terdiri dari anggota dari berbagai sekte, sehingga mereka bisa saling belajar dan membantu satu sama lain. Nam Ling dan Liya akan memimpin tim utama yang akan menjelajahi wilayah paling misterius dan berbahaya – wilayah yang disebut “Lembah Bayangan Abadi” yang terletak di ujung paling selatan benua.

Persiapan perjalanan memakan waktu seminggu penuh. Setiap anggota tim diberikan perlengkapan khusus yang dibuat dari bahan alam yang mampu menetralkan energi negatif, serta ramuan penyembuh yang dibuat dari kombinasi ramuan terbaik dari semua sekte. Nam Ling dan Liya sendiri menghabiskan waktu mereka untuk berlatih mengendalikan Energi Nol bersama-sama, belajar bagaimana cara mengeluarkannya dengan tepat dan tidak menyakiti orang tak bersalah di sekitarnya.

Salah satu malam sebelum keberangkatan, ketika bulan sedang bersinar terang di atas langit, Nam Ling dan Liya pergi berjalan ke tepi sungai yang damai di belakang markas. Mereka duduk di atas batu besar yang hangat karena sinar matahari siang hari, menyaksikan bagaimana air sungai mengalir dengan tenang di bawah sinar bulan.

“Kau tidak takut?” tanya Liya dengan suara lembut, menyandarkan kepalanya pada bahu Nam Ling. “Perjalanan kita akan sangat berbahaya, dan kita tidak tahu apa yang akan kita temui di sana.”

Nam Ling mencium dahinya dengan lembut. “Aku tidak takut karena aku tahu aku akan selalu ada di sisimu, dan kamu akan selalu ada di sisiku. Kita telah melewati banyak hal bersama, dan aku tahu bahwa tidak ada yang bisa menghentikan kita jika kita bersama-sama.”

Liya tersenyum manis, lalu mengangkat wajahnya untuk menatap mata Nam Ling. Di sinar bulan yang lembut, wajahnya terlihat sangat cantik dengan bibir yang sedikit terbuka dan mata yang penuh cinta. Tanpa berpikir panjang, Nam Ling menariknya lebih dekat dan menciumnya dengan lembut namun penuh makna. Ciuman itu terasa seperti api yang hangat dan es yang menyegarkan sekaligus – perpaduan sempurna dari kekuatan mereka berdua.

Ketika mereka berpisah, Liya berkata dengan suara pelan namun tegas: “Nam Ling, aku ingin kamu tahu bahwa apa pun yang terjadi nanti, aku tidak akan pernah menyesal telah memilih jalan ini bersama kamu. Kamu adalah cinta hidupku, dan aku akan selalu mencintaimu.”

Nam Ling mengangguk dengan mata yang penuh perasaan. “Aku juga akan selalu mencintaimu, Liya. Sampai akhir hayatku dan bahkan setelahnya.”

Pada pagi hari yang telah ditentukan, seluruh markas sekte dipenuhi dengan suasana yang penuh semangat dan sedikit kesedihan karena akan berpisah untuk sementara waktu. Keluarga dan teman-teman datang untuk mengantar mereka, membawa makanan dan doa untuk keselamatan mereka. Yue Xin datang membawa sebuah kotak kecil yang dihiasi dengan bunga kertas.

“Ini untuk kamu berdua,” katanya dengan suara sedikit bergetar karena ingin menangis. “Ini adalah amulet yang aku buat sendiri dari akar pohon sakura yang sudah berusia ratusan tahun. Akan selalu melindungi kamu dari bahaya.”

Nam Ling menerima dengan rasa hormat yang mendalam, lalu memakaikannya di leher Liya, sementara Liya memakaikan yang satunya lagi di leher Nam Ling. Mereka berpelukan erat dengan Yue Xin, berjanji untuk kembali dengan selamat.

Setelah semua persiapan selesai, tim perjalanan mulai bergerak dengan langkah yang mantap dan penuh keyakinan. Nam Ling dan Liya berjalan di depan barisan, tangan mereka tetap saling menggenggam erat. Di belakang mereka adalah anggota tim yang berasal dari berbagai latar belakang namun memiliki tujuan yang sama – menjelajahi wilayah yang belum pernah ditembus dan melindungi dunia dari bahaya yang mungkin ada di sana.

Sinar matahari pagi menyinari jalan mereka, membuat jalan tanah yang berliku-liku terlihat lebih jelas. Udara segar dan sepoi-sepoi membawa aroma bunga liar dan dedaunan kering. Mereka tahu bahwa perjalanan yang akan ditempuh sangat panjang dan penuh dengan tantangan yang tidak terduga. Namun dengan kekuatan yang mereka miliki, cinta yang menghubungkan hati mereka, dan dukungan dari semua orang yang mereka cintai, mereka merasa siap menghadapi apa pun yang akan datang.

Di kejauhan, di balik bukit dan hutan yang luas, terdapat bayangan gunung-gunung yang menjulang tinggi dengan puncak yang tertutup salju putih bersih. Itu adalah arah tujuan mereka – Lembah Bayangan Abadi yang menyimpan banyak misteri dan mungkin juga kunci untuk masa depan

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!