NovelToon NovelToon
Istri Pelampiasan Tuan Dirga

Istri Pelampiasan Tuan Dirga

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

Amira yang membutuhkan uang untuk operasi ibunya, terpaksa menyetujui permintaan Celine, untuk menjadi istri kedua suaminya, Dirga.

Celine memang lebih terobsesi dengan pekerjaan, dibandingkan rumah tangganya, dan ingin sepenuhnya melepas peran sebagai seorang istri demi mencapai puncak karir. Celine pun menjebak Dirga, agar mau menikahi Amira.

Seiring berjalannya waktu, Dirga dan Amira mulai timbul benih-benih cinta. Namun, di saat itu juga, Dirga mengetahui jika pernikahan tersebut hanyalah sebatas jebakan. Lantas, bagaimana kelanjutan hubungan mereka bertiga? Bisakah Amira meyakinkan Dirga jika perasaannya benar-benar tulus? Lalu, bagaimana dengan Celine? Apakah dia rela melepaskan Dirga sepenuhnya untuk Amira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Tampan

Amira mengangguk kecil.

“Iya, Bu.”

Celine meraih tasnya.

“Aku antar kamu ya?”

Amira buru-buru menggeleng.

“Nggak usah, Bu.”

Celine menatapnya, ragu.

“Kenapa?”

Amira tersenyum kecil, mencoba terdengar normal.

“Aku mau beli sesuatu dulu buat ibu, buah atau apa gitu.”

Celine diam sebentar, lalu mengangguk pelan.

“Oke, kalau gitu hati-hati.”

Amira mengangguk. Dia berjalan keluar dari cafe itu dengan langkah pelan. Bel kecil di pintu berbunyi lagi saat dia melewatinya.

Di luar, udara sore menyambut. Namun Amira merasa, beban di pundaknya sekarang jauh lebih berat dari saat dia masuk tadi.

Amira menyusuri jalanan dengan langkah lemas. Trotoar terasa panjang, padahal jarak cafe dengan rumah sakit, tidak seberapa.

Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu, tapi Amira tidak benar-benar melihat apa pun. Matanya kosong, pikirannya terus berputar tanpa henti.

Dia merasa saat ini hidupnya seperti roller coaster. Semua berubah terlalu cepat, dan juga terlalu tiba-tiba.

Beberapa hari lalu, dia hanya karyawan F&B yang pulang malam, dan seringkali dibuat cemas karena penyakit yang diderita ibunya.

Sekarang ibunya selamat setelah melewati operasi besar, dan seorang dosen yang tidak dia kenal, meminta hal yang bahkan tidak pernah Amira bayangkan dalam hidupnya. Jadi istri orang lain.

Jujur saja, dalam lubuk hatinya, dia ingin menolak. Namun, hutang budi menjeratnya pada suatu keadaan yang begitu rumit.

Amira menelan ludah, dadanya sesak. Kepalanya rasanya hampir pecah.

“Ya Allah,” bisiknya pelan, sambil terus berjalan.

Dia mencoba menenangkan diri dengan alasan sederhana, yang penting ibu selamat dulu. Namun, tetap saja, rasanya begitu berat.

Bayangan itu muncul lagi. Bayangan tentang seorang pria bernama Dirga, suami Celine. Pria yang bahkan belum pernah Amira lihat wajahnya.

Amira berhenti. Langkahnya terhenti di depan sebuah yang menjual aneka jus dan minuman segar. Lampunya terang, etalasenya penuh buah-buahan, tapi yang paling menarik perhatian Amira justru deretan botol jus dingin yang tampak menggoda.

Amira menatapnya beberapa detik. Dia tadinya ingin membelikan buah untuk ibunya. Namun, dia ingat kondisi ibunya yang masih lemah, masih sulit mengunyah, masih harus pelan-pelan menerima makanan. Akhirnya Amira menghela napas dan masuk.

Bel kecil berbunyi. Pelayan menoleh.

“Mau pesan apa, Kak?”

Amira menatap menu, lalu menjawab dengan suara pelan.

“Jus alpukat, sama jus jeruk.”

Pelayan mengangguk. “Yang ukuran besar?”

Amira mengangguk. Sambil menunggu, Amira menatap lantai. Tangannya meremas tali tasnya.

Di kepalanya, suara Celine terngiang lagi, ‘Kalau kamu udah siap, kamu bisa hubungi aku.’

Amira menutup mata sebentar. Bibirnya bergetar. Dia tidak tahu kapan akan siap. Atau apakah dia tidak akan pernah siap.

Tak berapa lama, pelayan menyerahkan dua botol jus yang sudah dimasukkan ke dalam paper bag.

“Ini Kak pesanannya.”

Amira mengangguk pelan. “Makasih.”

Dia menerima kantong itu, lalu membalikkan tubuh dengan pikiran yang masih kosong, dan di detik itu, tiba-tiba ....

Bruk.

Amira bertabrakan dengan seseorang yang baru saja masuk. Kantong di tangannya terhuyung. Salah satu botol jatuh. Keduanya sama-sama tersentak.

“Ah—maaf!”

Amira refleks menahan kantong tersebut dengan dua tangan. Pria itu juga spontan meraih sisi paper bag, menahannya agar tidak jatuh.

Amira mendongak, dan seketika, Amira tertegun. Pria itu begitu tampan.

Bukan tampan yang dibuat-buat. Tapi tampan yang terasa dewasa, rapi, bersih, dan punya aura tenang yang langsung menekan suasana sekitar. Matanya tajam, tapi tidak menyeramkan, dan suaranya hangat.

“Maaf, kamu nggak apa-apa?”

Amira masih terpaku. Baru saat pria itu melirik ke paper bag di tangannya, Amira tersadar. Jusnya ada yang jatuh.

Pria itu langsung berkata, “Jusnya jatuh ya?”

Amira buru-buru menggeleng. “Nggak, apa-apa aman kok, yang penting ga pecah.”

Namun pria itu tetap terlihat khawatir.

“Aku ganti ya, sebentar aku pesan dulu."

Amira cepat-cepat memotong, gugup.

“Nggak perlu! Aman kok, Mas. Beneran.”

Pria itu menatap Amira beberapa detik. Seolah memastikan Amira tidak terluka, tidak marah.

Lalu dia mengangguk kecil.

“Oke, baiklah”

Amira menelan ludah. Jantungnya berdetak aneh, entah karena kaget. Entah karena wajah pria tampan itu terlalu dekat.

Pria itu tersenyum tipis.

“Kamu keliatannya buru-buru?”

Amira mengangguk pelan. “Iya, aku mau balik ke rumah sakit.”

Mendengar itu, pria itu tampak sedikit berubah. Sorot matanya melembut.

“Rumah sakit?” ulangnya pelan.

Amira mengangguk lagi, lalu memeluk paper bag itu lebih erat. Pria itu menatap Amira sebentar, lalu berkata, lebih pelan, seolah tidak ingin menyinggung.

“Orang tua kamu?” tanyanya.

Amira terdiam. Lalu akhirnya menjawab jujur, suaranya kecil.

“Ibu saya, baru operasi.”

Pria itu terdiam sesaat. Lalu dia mengangguk pelan.

“Semoga cepat pulih,” katanya tulus.

Amira tersenyum tipis.

“Makasih, Mas.”

Pria itu menatapnya sekali lagi, lalu melangkah ke samping, memberi jalan.

“Silakan,” ucapnya.

Amira mengangguk, lalu berjalan keluar. Namun, saat langkahnya menjauh, Amira tidak bisa menahan diri untuk menoleh sekali.

Pria itu masih berdiri di dekat menu, menatap daftar jus, dengan wajah yang tetap tenang. Amira menelan ludah.

Amira berjalan keluar sambil memeluk paper bag itu erat. Langkahnya cepat, tapi bukan karena buru-buru. Lebih karena ingin menjauh dari rasa aneh yang barusan muncul di dadanya. Dia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri.

"Jangan bodoh, Mira. Kamu bukan Amira yang dulu. Bukan Amira yang hidupnya bebas, yang boleh tertarik pada siapa pun."

Amira menelan ludah.

“Fokus,” gumamnya lagi.

Dia memaksa matanya lurus ke depan. Tidak menoleh lagi. Tidak memikirkan wajah pria tadi. Tidak memikirkan senyumnya, dan tidak memikirkan suaranya.

Sedangkan di dalam toko jus itu. Pria tersebut masih berdiri di depan menu. Dia memesan beberapa botol sekaligus, suaranya santai, seolah ini hal biasa.

“Yang itu tiga, yang itu lima, yang alpukat juga tiga.”

Pelayan mengangguk cepat. Pria itu menatap botol-botol di etalase, lalu tersenyum tipis pada dirinya sendiri.

“Celine pasti seneng, kalau banyak stok jus di rumah.”

1
falea sezi
siap siap. gigit jari lu celine. saumi. di. kasih ke madu siap2 gigit jari. lu
Airene Roseanne
yp
falea sezi
honeymoon ma amira aja Dirga biar cpet dapetin bayi tp awas lu nyakitin amira
falea sezi
awas aja klo. suami. mu oleng km. ngamuk dih
falea sezi
bini kayak celine di cerai aja aneh bgt malah fokus krja g fokus suami jangan jangan dia mandul
falea sezi
celine egois lu g mau layanin suami malah nyalahin Amira istri. tolol ya elu ini nanti suami lebih cinta istri muda kapok deh lu gigit jari
falea sezi
kasian amat amira
Susi Ermayana
kamu waras celine..?
kalau sakit ya pergi kedokter.
atau minum obat lah.
lakik di kasih orang...
kalau lakik mu dah nyaman sama yg lain. nanti kamu yang merasa paling tersakiti..
padahal kamu sendiri yang main api.
paling nanti celine bakal nyesel....trus dia balik nyalakan mira.. yang bilang pelakor lah.
awas jangan sampek kamu masok lubang yang kau galih sendiri...
..
Aniza
lanjut thooor,klo lebih mntingin karir tuk apa kmu nikah celin?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!