NovelToon NovelToon
Antagonis Pria Itu Milikku!

Antagonis Pria Itu Milikku!

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:167.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Fasha mengamuk setelah membaca sebuah novel, bukan karena ceritanya buruk, tapi karena tokoh antagonis pria yang ia sukai, mati mengenaskan tanpa keadilan.

Tak disangka, Fasha malah mendapati dirinya telah bertransmigrasi ke dalam novel itu, tepat di tubuh gadis yang akan segera kehilangan suara… dan dijual sebagai istri pada pria yang sama.
Untuk mengubah takdir, Fasha hanya punya satu tujuan yaitu menyelamatkan Sander dari kematian tragisnya—meski itu berarti harus menikah dengannya terlebih dulu.

Karena kali ini, penjahat itu… adalah suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - Kamu tahu Siapa Namaku?

Sander membawa bros pemberian Fasha ke kamar yang bersebrangan dengan milik Fasha, kemudian ia mengambil sebuah kotak beludru, meletakkan bros itu dengan hati-hati di dalamnya, lalu menulis 'RUANG BELAJAR' pada selembar karton keras dan menempelkannya di pintu.

“Chris, besok suruh toko penjahit mengirimkan beberapa pakaian untuk Fasha. Pastikan ukurannya pas.”

“Baik. Apakah saya perlu membeli yang modelnya lucu?”

“Terserah.. Apa saja boleh..”

Jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 7.45. Biasanya, pada jam segini ia sudah menyelesaikan empat proyek. Namun kini, Sander hanya menatap tumpukan dokumen di hadapannya, perasaan gelisah perlahan merambat di dadanya.

Suara kertas yang dibalik terdengar semakin keras, seolah menegur ritme hidupnya yang mulai berantakan.

“Kakak… cepat ke sini…”

Suara Fasha terdengar samar, seperti terhalang dinding kaca. Sander berhenti membaca, mengernyit, lalu berdiri.

Di atas tempat tidur, tampak gumpalan bergerak di balik selimut.

“Kakak…”

Nada itu seperti tangisan yang dipaksakan.

“Hm?”

“Aku… aku terjebak…”

Tadi Fasha berniat merapikan selimut yang kusut. Tapi seluruh tubuhnya masih terasa nyeri, sehingga tak cukup kuat untuk melakukannya, ia malah merangkak masuk ke dalam selimut, lalu menyadari bahwa ia tak bisa keluar karna selimut itu memiliki ritsleting yang entah bagaimana tertutup dari luar.

Sander yang masuk hanya menatap ritsleting yang tertutup rapat itu beberapa detik sebelum berkata datar,

“Fasha, siapa yang mengajarimu menutup ritsleting dari dalam?”

“Hah?” Wajah Fasha memerah. Ia tergagap, tak tahu harus menjawab apa.

'Bukan… bukan begitu… aku tidak sebodoh itu… aku juga tidak tahu kenapa ritsletingnya bisa tertutup'

Ia ingin berpura-pura bodoh, tapi juga tak ingin dianggap benar-benar bodoh. Ia sendiri tak tahu kapan ritsleting itu tertutup.

Udara dingin masuk ketika Sander membuka ritsleting. Fasha perlahan merangkak keluar. Begitu kepalanya muncul, ia menatap Sander dengan wajah memelas.

“Kak… sebenarnya aku lagi main petak umpet sama kakak.”

“Oh.”

Pakaian Fasha berantakan, memperlihatkan kulit pucat dan bekas kemerahan yang masih jelas di tubuhnya.

“Ganti baju dan turunlah untuk makan malam.”

Tanpa sengaja, Fasha melirik jam tangan Sander. Ia tahu, Sander selalu makan tepat pukul delapan.

Namun sekarang sudah lewat dari waktu tersebut.

'Mungkin… karena tadi menolong aku.'

Uap masih mengepul dari hidangan di meja. Pengurus rumah pasti baru saja pergi.

“Fasha, dua hari ini kamu harus makan makanan yang hambar.”

“Baik…”

Bubur millet itu hangat, dengan lapisan tipis krim dan aroma lembut. Fasha menyuapnya perlahan, sesekali melirik ke arah Sander.

Sander makan dengan gerakan rapi dan cepat. Dua roti kukus kecil masih tersisa di piringnya—jelas disiapkan untuk Fasha.

Jam menunjukkan pukul 8.20, waktu biasanya semua sudah dibersihkan.

Fasha menggigit rotinya, perasaan bersalah menyelinap di dadanya.

'Aku pasti sudah membuat rutinitasnya berantakan… tapi tubuh ini lelet banget!'

Namun Sander tidak menegurnya. Jadi Fasha melanjutkan makan dengan kecepatannya sendiri.

“Kak… di rumah aku nggak perlu makan cepat, ya?” katanya pelan.

“Kalau di sana, aku harus makan cepet banget… kalau nggak, nggak kebagian. Terus perutku sakit.”

Ia menunjuk perutnya, wajahnya tampak sedih.

“Kakak, di sini… sakit nggak?”

Sander sudah lama menderita maag akibat telat makan atau bahkan melewatkan waktu makan, itu juga yang membuatnya harus selalu mengikuti jadwal yang sudah di tentukan.

“Tidak.” jawab Sander dengan datar, padahal Fasha sudah hafal sifat Sander melalui buku yang ia baca.

“Kak… lain kali makan pelan-pelan aja. Di sini nggak ada yang marah, nggak ada yang mukul. Kalau udah kenyang… pasti rasanya senang.”

Suasana hati Sander memang sedang buruk. Rutinitas yang kacau membuatnya tidak nyaman.

Ia menjawab singkat, lalu berdiri dan memasukkan piring ke mesin pencuci piring.

“Fasha, siapa yang mengajarimu memanggil dengan sebutan aneh begitu?”

'Di panggil suami nggak mau, sekarang manggil kakak juga protes..'

“Kak… aku nggak ngerti.”

“Kamu tahu siapa namaku?”

“Iya… Sander… Sanderioz Carter.”

Nama itu diucapkannya dengan hati-hati. Nama yang sudah ia bisikkan berkali-kali dalam hatinya, tapi ketika benar-benar mengatakannya di depan orangnya, terasa canggung dan bergetar.

1
Erna Masliana
tamat??? masalah kan belum beres, proyek belum diluncurkan.. masalah tanah juga belum.. identitas Fasha asli belum terbongkar secara gamblang di depan Sander.. Sander dan Fasha belum bersatu sebagai keluarga yang bahagia
Erna Masliana
rasakan
Erna Masliana
bunuh aja s George bakar 😡
Erna Masliana
dia nyari gratisan
Erna Masliana
kurang harusnya selain di penjara digebukin juga terutama anaknya tuh.. malah lolos kabur lagi
Erna Masliana
kesayangan mu tolol masih kekeuh mau jadiin dia pemimpin perusahaan?? yang ada hancur perusahaan.. bangkrut
Erna Masliana
sengaja..lagi 💪
Nunung Elasari
Mudah2an ada karakter laki2 lain, saingan sanders🤣
Andriyati
kalian yg gak sadar diri,, di mata sander dan orang lain kalian lebih menjengkelkan,, seenak nya aja
Puch🍒❄
jujur kecewa sih knp endnya harus gini banget ini salah 1 cerita yg aku tunggu2 updet nya loohhhh tp endingnya mengecewakan banget🥺😭 ini sih bukan ending tp ngegantung ceritanya gk ada kejelasan sama sekali ih gk like deh aku😭👊
@Biru791
maksa bgttt udahan nyaa ihhhh
Ari Peny
wah kok end 😭😭😭
Lynn_: Maaf ya kak, memang dipaksakan end karna retensi dari awal kecil.. Terimakasih sudah membaca🙏☺️
total 1 replies
Fahreziy
👣👣👣👣
sya
masa cuma 10cm cuma bisa liat rahang. gw aja 152 beda 20cm lebih bisa nyampe telinga cowok gw yang 170an lebih
@Biru791
ihhhh ayo dongsss uppp
Nur Hayati
kak kapan up.. sayang sudah mulai terbuka misterinya jangan ke putus... selesaikan kak
@Biru791
ihh kapan up jngan di lupain dongsss kgn fashaa
SYBHSSMN
kok udh gk pernah uptade thorrr🤔
@Biru791
thour ayo dong up yg ini jangan d lupain
@Biru791
kapan lah up lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!