Yuexin, seorang gadis dari dunia modern yang di abaikan okeh keluarga kandung nya demi sang anak angkat, ia harus mengalami nasib sial. Dirinya mati karena sengaja di dorong oleh saudara angkat nya, bukan nya mati jiwa nya terlempar ke zaman kuno dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis miskin yang tidak memiliki keluarga.
lanjut bac yuk ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 9
Yuexin melihat - lihat bangunan strategis mana yang akan ia beli, ia melihat sebuah bangunan tiga lantai yang cukup besar namun memberikan kesan sederhana. Pemilik bangunan tersebut menawarkan harga dan dengan sekali sebut Yuexin menyetujui nya. 400 tael dengan bangunan tiga lantai yang cukup besar dan memiliki sumur di belakang bangunan, terdapat halaman yang agak luas juga di bagian belakang bangunan cocok untuk menjadi tempat para koki beristirahat.
Yuexin akan membuat meja dan kursi santai di halaman belakang untuk para koki nantinya. Yuexin juga menawarkan Tan Bowen untuk menjaga kedai makan di malam hari. Di lantai tiga akan di buat dua kamar tidur untuk Tan Bowen dan juga adik - adik nya. Rumah mereka ternyata bukan milik mereka, tanah tersebut bisa saja minta kembali oleh sang pemilik.
Setelah selesai Yuexin berencana jalan menuju hutan, sudah lama sekali ia tidak pergi ke hutan, ekonomi desa Tiansheng sudah mulai membaik. Namun mereka bingung ingin memulai sesuatu dari mana.
Yuexin juga telah membuat bibit buah - buahan seperti ceri, anggur, pir, strawbery dan juga semangka. Dan fenomena lain pun terjadi, di desa Tiansheng memiliki danau kecil yang cukup indah di antara jalan desa. Danau tersebut terbentuk begitu saja dalam semalam.
Di dalam hutan Yuexin mencari sesuatu yang baru, siapa tahu ia menemukan harta karun di hutan. Mata Yuexin menangkap sebuah kacang kedelai yang tumbuh dengan subur di sela - sela rerumputan.
"Kakak bantu aku mencabut tanaman ini semua ". Li Xiaoshun hanya setuju saja ia akan melakukan apa pun yang adik nya pinta.
Di sela - sela mencabut kacang kedelai, seekor ulat kecil berwarna putih terjatuh tepat di atas tangan Yuexin.
"Huaa... Tolong " Yuexin berteriak melihat ulat kecil itu yang setia menempel di tangan nya.
Li Xiaoshun yang melihat mendatangi Yuexin lalu tertawa melihat adik nya yang takut dengan seekor ulat kecil.
"Hahahah kau penakut sekali ". Ejek Li Xiaoshun.
"Kakak cepat tolong aku ! "
"Baiklah " Li Xiaoshun mengambil ulat itu kemudian membuang nya ke sembarang arah. Yuexin melihat segerombolan ulat itu di antara pohon murbei.
Ulat - ulat tersebut bergerombol di seluruh pohon murbei sehingga pohon murbei tersebut di isi oleh ulat - ulat, Yuexin melihat ulat itu dari dekat dengan takut - takut. Ia pun meminta Li Xiaoshun untuk mengambil serat - serat putih yang ada di daun murbei.
Yuexin memegang serat itu lalu memperhatikan nya dengan baik, mata nya tampak berbinar melihat ulat yang ternyata adalah ulat sutra.
"Serat sutra ! ". Yuexin menjelaskan kepada Li Xiaoshun ia berencana untuk membuka toko kain sutra tersendiri. Li Xiaoshun setuju, Yuexin membawa kacang kedelai nya dan di jadikan satu kemudian ia meminta Li Xiaoshun untuk membawa semua ulat itu dan juga pohon murbei yang sudah terlapisi serat - serat sutra.
Sesampainya di rumah Li Xiaoshun menanam lagi pohon murbei tersebut dn membuat beberapa anak pohon murbei yang banyak dan meletakan ulat sutra secara berpencar. Tentunya semua berjalan mulus karena Yuexin menyiram pohon murbei tersebut dengan mata air surgawi.
Sementara Yuexin ia sedang mencuci dan mengupas kulit kacang kedelai, kemudian ia mengolahnya menjadi susu kedelai yang di beri irisan jahe merah. Yuexin juga ingin membuat tahu sutra yang di ajarkan oleh nenek nya waktu di zaman modern.
Yuexin bisa melakukan semuanya karena dari kecil hingga beranjak dewasa ia di ajarkan oleh nenek nya sesuatu yang tidak di ajarkan oleh orang lain.
Yuexin menutup adonan tahu sutra milik nya dengan kain putih bersih lalu ia timpa dengan batu berat. Semua yang ia lakukan tidak luput dari mata ayah dan ibu. Yuexin memotong ubi jalar menjadi kecil - kecil sementara Li Xiaoshun bertugas menghidupkan api.
Yuexin menggoreng ubi tersebut lalu ia membuat gula caramel. Setelah ubi goreng tersebut matang Yuexin mencampurkan ubi jalar goreng tersebut dengan gula caramel yang sudah ia buat. Yuexin memisah - misahkan ubi tersebut agar tidak menempel satu sama lain.
Setelah ubi tersebut mengeras secara sempurna, Yuexin membawa ubi tersebut ke meja depan bersama susu kedelai hangat.
"Ayah lihat sepanjang hari ini kalian terlihat sibuk ". ucap Li Xiulan sambil meminum susu kedelai yang di tuang oleh Yuexin ke dalam cangkirnya.
Mereka tidak lagi heran dengan makanan yang bernama aneh buatan Yuexin, rasa manis yang pas khas kedelai bercampur jadi satu dengan jahe merah yang menghangatkan tubuh.
"Aku akan menjual susu kedelai dan juga ubi ini setelah kedai makan ku buka ". ucap Yuexin yang memakan ubi buatan nya.
"Nak beritahu ibu apa yang bisa ayah dan ibu lakukan untuk membantumu". ucap Chang Sao.
"Ibu tidak perlu melakukan apa pun, ibu dan ayah cukup di rumah saja beristirahat dengan baik ". balas Yuexin dan Li Xiaoshun setuju.
"Ayah berasa tidak berguna jika tidak bisa membantu - ".
"Baiklah - baiklah kalau begitu aku mau ayah menanam semua bibit - bibit sayur yang ada disana " tunjuk Yuexin ke arah semua bibit sayuran dan juga buah buahan.
"Aku sudah membeli tanah yang ada di sebelah rumah kita untuk memulai bertani dan aku minta ayah dan ibu untuk menyiram semua tanaman itu dengan air yang ada di wadah sana ya. Soalnya air itu sudah aku beri pupuk ". ucap Yuexin membuat alasan.
"Baik - baik " ayah dan ibu dengan semangat jika tidak di beri pekerjaan kedua orang tuanya selalu memasang wajah sedih dan berucap menyedihkan yang di buat - buat.
...----------------...
Di kediaman Bai.
Kepala hakim Bai di nyatakan sembuh dari racun yang ia derita selama beberapa bulan ini. Kepala hakim Bai hanya perlu beristirahat beberapa hari untuk memulihkan diri.
"Nona Bai, kalau boleh tahu dari mana anda mendapatkan mata air surgawi itu ? ".
'Apa ? Ma - mata air surgawi ? Dia memberikan ku barang berharga itu ? apakah dia sudah gila ? 'batin Bai shuyao.
"Aku mendapatkan nya dari orang dermawan yang tidak bisa aku beritahu namanya kepada anda tabib " ucap Bai shuyao.
"Haha hamba bisa mengerti, semua benda - benda yang anda bawa tak ternilai harganya. Semua barang ini sangat mahal, sungguh keluarga Bai di berkati oleh dewa " ucap tabib tersebut lalu pamit untuk undur diri.
"Nak sebenarnya siapa yang memberikan semua itu, mata air surgawi bahkan beberapa tetes air nya saja sudah bernilai pulang keping emas apalagi ini tiga botol porselen besar. Sungguh keluarga kita tidak akan sanggup untuk membayarnya ". ucap kepala hakim Bai.
"Namanya Yuexin ayah " Bai shuyao menceritakan semuanya sampai ia bertemu dengan Yuexin. Putri Zhao Fenyue yang mendengar semuanya ikut terkejut mendengarnya.
Bai shuyao dan Zhao Fenyue adalah sahabat baik dari kecil, begitu pula dengan mendiang istri hakim Bai dan ratu Sanjia.
"Jika kau bertemu dengan nya lagi bawalah dia untuk menemui ayah, ayah akan berterimakasih kepadanya ". ucap kepala hakim Bai yang di jawab anggukan oleh Bai shuyao.
tp lw badan nduth gx bisa tuh😁😁😁