NovelToon NovelToon
Menikah Karena Wasiat Kakek

Menikah Karena Wasiat Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Adam yang sejak awal menolak pernikahan, berusaha sekuat tenaga menghindari perjodohan yang telah diwasiatkan sang kakek. Perempuan yang ditentukan itu bernama Hawa Aluna, sosok yang sama sekali tak pernah ia inginkan dalam hidupnya. Demi membatalkan wasiat tersebut, Adam nekat melakukan langkah licik: ia menjodohkan Hawa dengan adiknya sendiri, Harun.
Namun keputusan itu justru menjadi awal petaka. Wasiat sang kakek dilanggar, dan akibatnya berbalik menghantam Adam tanpa ampun. Tak ada lagi jalan untuk lari. Demi menghindari malapetaka yang lebih besar, Adam akhirnya terpaksa menikahi Hawa Aluna.
Sayangnya, pernikahan itu berdiri di atas keterpaksaan dan luka. Adam menikah tanpa cinta, sementara Hawa pun sama sekali tidak menaruh rasa padanya. Dua hati yang kosong dipersatukan dalam satu ikatan suci, menyisakan pertanyaan besar tentang bagaimana nasib rumah tangga mereka ke depan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketenangan Adam bersama Hawa

“Ini, Mas, buburnya,” ucap Hawa lembut sambil meletakkan satu mangkuk bubur yang masih mengepul hangat di hadapan Adam.

Aroma gurihnya segera menyebar di udara, berpadu dengan wangi kaldu yang menenangkan. Uap tipis itu melayang perlahan, Adam menelan ludah, perutnya terasa lapar, nafsu makannya telah kembali.

“Sudah empat hari aku tidak makan secara normal,” kata Adam pelan, suaranya sedikit serak. Ia mengangkat wajahnya, menatap Hawa dengan senyum tipis. "Bubur ini membuatku sangat berselera.”

“Syukurlah,” jawab Hawa sambil tersenyum kecil. Senyum itu sederhana, tanpa dibuat-buat, namun entah mengapa mampu membuat dada Adam terasa hangat.

“Makanlah, Mas. Hawa mau beberes dapur dulu ya,” lanjutnya sebelum beranjak pergi.

Adam hanya mengangguk pelan. Pandangannya mengikuti langkah Hawa menuju wastafel cucian piring. Ia kemudian mencoba meraih sendok bubur di hadapannya. Namun gerakannya terhenti.

Perban tebal yang membungkus tangannya membuat jemarinya kaku dan sulit digerakkan. Sendok itu bergetar ringan, nyaris terlepas dari genggamannya. Adam menghela napas pelan, rasa frustrasi menyelinap di dadanya. Ia menunduk, menatap tangannya sendiri dengan perasaan tak berdaya.

"...aku selemah ini…" gumamnya menggerutu.

“Loh, kenapa tidak dimakan, Mas?” suara Hawa tiba-tiba terdengar.

Adam terkejut. Ia tidak menyadari Hawa sudah kembali. Perlahan, Adam menegakkan wajahnya. Sepasang matanya yang lelah menatap Hawa, ada raut ragu bercampur malu di sana. Seolah ingin meminta bantuan, namun egonya menahannya.

Hawa menangkap tatapan itu. Tanpa perlu kata-kata, ia langsung mengerti.

“Mas… kalau tidak keberatan,” ucapnya lembut sambil meraih sendok dari tangan Adam, “biar Hawa bantu, ya.”

Adam terdiam sejenak. Jantungnya berdetak lebih cepat saat Hawa duduk di sisinya, Ia akhirnya mengangguk kecil, pasrah.

Hawa menyendok bubur itu perlahan, meniupnya dengan hati-hati sebelum mendekatkannya ke bibir Adam. Setiap gerakannya begitu telaten dan penuh perhatian, seolah Adam adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat suapan pertama menyentuh bibirnya, Ada rasa nyaman yang perlahan mengalir ke dadanya.

Untuk sesaat, dunia terasa begitu sunyi. Hanya ada mereka berdua, detak jantung Adam mulai tak beraturan, tapi ia masih mengabaikannya.

Suapan demi suapan terus memasuki rongga mulut Adam hingga mangkuk itu akhirnya kosong.

“Alhamdulillah sudah habis, Mas” ucap Hawa sambil menyuapkan sendokan terakhir, lalu memberikan segelas air dengan sedotan.

“Terima kasih,” ujar Adam tulus.

Hawa hanya tersenyum manis, membuat Adam menatapnya sedikit lebih lama dari yang seharusnya.

“Oh iya,” Adam memecah keheningan, “apa kamu tahu soal wasiat perjodohan antara kedua kakek kita?”

Hawa terdiam sejenak sebelum menjawab, “Hawa tidak begitu mengerti, Mas. Kakek hanya berpesan kalau aku harus menikah dengan salah satu cucu Kakek Sulaiman.”

“Oh… begitu,” gumam Adam menangguk.

"Berarti dia belum tahu… kalau perjodohan itu sebenarnya tertuju untukku," batin Adam.

"Sebenarnya perjodohan itu tertuju kepadaku, tapi aku menolaknya, aku minta maaf, beberapa hari ini, kakek sering menghantuiku membuat aku ketakutan di dalam mimpi! Sekali lagi aku minta maaf Hawa!" ucap Adam pasrah.

"Tidak apa-apa Mas, mungkin jodoh Hawa adalah Mas Harun!" ucapnya wanita itu bisa menerima takdir yang telah terjadi.

Adam mengangguk pelan.

“Selama masa pemulihan ini,” ucap Adam kemudian, “aku akan membayar berapa pun yang kamu minta.”

Hawa menggeleng pelan. “Enggak apa-apa, Mas. Hawa sudah terbiasa merawat pasien sakit atau korban kecelakaan. Lagipula, Mas Harun sudah berpesan agar Hawa merawat Mas Adam sampai sembuh.”

Setelah itu, Hawa kembali memapah Adam menuju kamarnya. Ia memastikan Adam berbaring dengan nyaman sebelum akhirnya meninggalkannya sendiri.

Tak lama kemudian, lampu kamar tiba-tiba berkedip-kedip.

Adam tersentak. Spontan ia terduduk, napasnya memburu. Matanya liar menatap langit-langit kamar. Ketakutan lama kembali menyeruak, membuat dahinya basah oleh keringat dingin.

"Tidak… jangan lagi..., dimana Hawa!"

“Dreett!”

Ponsel Adam bergetar di atas bufet di samping kasur. Dengan tubuh yang masih terbalut perban, Adam berusaha meraihnya. Namun topangan tubuhnya tidak kuat. Tubuhnya oleng, hampir terjatuh.

“Mas Adam!” teriak Hawa panik sambil berlari masuk.

Hawa berhasil menahan tubuh Adam tepat waktu. Keduanya saling menatap dari jarak yang begitu dekat. Napas Adam masih terengah, namun tatapannya justru terpaku pada wajah Hawa. Sentuhan tangan Hawa di lengannya terasa hangat, menenangkan.

Jantung Adam berdesir lembut.

Tak ada siapa-siapa di sana. Suasana begitu hening.

Hawa buru-buru mendorong Adam agar kembali duduk di kasur, lalu mengambil ponselnya.

“Adam!” suara seorang wanita terdengar di seberang.

“Iya, Ma,” jawab Adam sambil mengusap dahinya yang masih berkeringat. Rasa takut Adam dan kehadiran Hawa, bercampur menjadi satu.

“Bagaimana kondisimu, Nak? Maaf Mama tidak bisa datang. Besok Mama harus berangkat umrah.”

“Adam sehat, Ma. Tidak ada masalah. Mama hati-hati di sana, jaga kesehatan.”

“Syukurlah,” ucap Rani lega. “Mama sudah minta tolong Hawa supaya merawat kamu sampai sembuh.”

“Iya, Ma. Doakan Adam,” jawabnya lirih.

“Kata Harun, kamu sering mengigau soal Kakek?”

Adam terdiam sesaat. “Oh… itu cuma mimpi, Ma. Mungkin karena rindu.”

“Baiklah, Nak. Mama akan terus mendoakanmu.”

Sambungan telepon terputus.

Adam menurunkan ponselnya perlahan. Pandangannya kembali tertuju pada Hawa yang masih berdiri di dekatnya, sosok yang entah bagaimana mulai memberi rasa aman di tengah ketakutannya hingga tidak ingin jauh dari Hawa.

Malam hari tiba…

Lampu-lampu kota berpendar samar dari balik jendela. Hawa berdiri di sana, menggenggam ponselnya. Angin malam menyelinap lewat celah jendela yang sedikit terbuka, membawa udara dingin yang membuat dadanya terasa kosong.

Di seberang sana, suara Harun terdengar lelah.

Dari balik jendela kamar terlihat Hawa menelpon Harun.

"Hawa, aku belum bisa pulang, bahkan besok aku harus berangkat ke Australia untuk mengantikan sesaat posisi Adam!" ucap Harun.

"Baiklah Mas!" jawab Harun, wajahnya sedikit murung.

"Kamu enggak marah kan?" tanya Harun.

"Enggak Mas, Hawa bisa memahaminya!"

 "Terima kasih, tolong rawat Mas Adam dengan baik ya!"

"Baiklah Mas, kamu jaga kesehatan!"

"Makasih sayang!"

"Trup!"

Hawa kembali melamun.

Ia berdiri di dekat jendela, menatap bintang-bintang yang berpendar di langit malam.

Cahaya rembulan jatuh lembut di wajahnya, memperjelas sorot mata yang tampak kosong.

Angin malam menyentuh kulitnya, namun dingin itu tak sebanding dengan sepi yang bersarang di dadanya.

Sejak menikah dengan Harun, belum sekalipun ia disentuh.

“Aaa!!!”

Suara jeritan kecil itu memecah keheningan malam.

Hawa sontak tersentak. Tanpa sempat berpikir panjang, ia berlari menuju kamar Adam.

Pintu kamar dibukanya dengan tergesa, napasnya masih terengah saat pandangannya menangkap sosok Adam yang menggeliat di atas ranjang.

“Mas Adam!” serunya panik.

Adam terlihat gelisah. Tubuhnya berkeringat dingin, napasnya tersengal, wajahnya pucat pasi. Tangannya bergerak tak beraturan, seolah berusaha meraih sesuatu yang tak terlihat.

“Jangan… jangan... aku…” gumam Adam terbata, matanya masih terpejam rapat.

Hawa mendekat, duduk di sisi ranjang, lalu memegang bahu Adam dengan lembut.

“Mas, bangun… ini cuma mimpi. Mas Adam aman.”

Namun Adam justru mencengkeram pergelangan tangan Hawa dengan kuat.

Genggaman itu membuat Hawa terkejut, tapi ia tak berusaha melepaskan diri.

“Hawa… jangan pergi…” suara Adam bergetar, nyaris terdengar seperti rintihan.

Nama itu membuat jantung Hawa berdegup keras.

“Iya… aku di sini,” jawab Hawa lirih, berusaha menenangkan. “Aku enggak ke mana-mana.”

Ia mengusap pelan kening Adam, menyeka keringat yang membasahi wajah lelaki itu.

Perlahan, napas Adam mulai teratur, cengkeramannya melemah, namun tangannya tetap menggenggam jemari Hawa.

Adam membuka mata perlahan.

Tatapan mereka bertemu dalam jarak yang terlalu dekat. Ada kebingungan, ketakutan… dan sesuatu yang lebih dalam di mata Adam.

“Aku dikejar awan hitam…” bisik Adam dengan tubuh menggigil.

Hawa menelan ludah. “Mas, itu hanya mimpi buruk.”

Adam tak menjawab. Pandangannya justru menelusuri wajah Hawa, seolah memastikan perempuan di hadapannya benar-benar ada. Sesuatu bergetar di dadanya, hangat, menenangkan, dan membuatnya takut kehilangan.

“Kalau kamu enggak ada… aku enggak tahu harus bagaimana,” ucap Adam pelan.

Kalimat itu menusuk hati Hawa.

Hawa paham seharusnya ia menjaga jarak. Ia tahu posisinya. Namun malam itu, di kamar yang sunyi, Hawa memilih bertahan demi kesehatan Adam.

“Aku di sini sampai Mas tenang,” kata Hawa hingga Adam kembali tertidur.

1
ρυтяσ✨
hah... siapa lelaki Raisa itu??? ayah biologis dalam kandungan'y🤔🤔
Hatinya memang harus di kasih pencerahan kalo Raisa hanya memanfaatkan diri'y saja
☠ᵏᵋᶜᶟGalangᵇᵃʰᵃ❀∂я
halaah2 raisa pinternya

yg jadi korban mahluk kita yo gus, haseeem
🍁𝑴𝒂𝒎 2𝑹ᵇᵃˢᵉ🍁
Adam harus segera bertindak selidiki serius dong Raisa kasih ke si Harun bodoh itu
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
dh muncul tuh laki" yg ngehamilin Raisa. emang Harun yg paling ogeb keknya. kebiasaan apa" taunya beres. tinggal enaknya. gitu jadinya. otaknya entah kemana. sampai" dikadalin sama perempuan pun dia gk pernah tau. mungkin itu karma juga buat Harun karena sudah mencurangi Hawa dulu. akhirnya gantian dicurangi habis"an. kudu dijauhkan dari Raisa nih si Harun, biar gk kebablasan nyungsepnya. kasih wanita sewaan yg spek Hawa ada gk tuhh, biar gk tantrum mulu 🤣🤣🤣🏃🏃🏃
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ : sepanjang jln kenangan 🤣
total 3 replies
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
benar kn firasat si Adam..
ternyata si Raisa lebih dari pemain 👊👊👊
kasihan Harun laki² bodoh🥺🥺
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
penasaran sama lakinya, ini siapa yaaa
bukan seseorang yg dekat dengan Hawa atau Adam kann...🤔
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
iya kayanya enak ke club wa menghilangkan beban di pundak 🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
itu yg kamu bilamg wanita baik2 Harun...🤦‍♀️
bodoh kamu Runn
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
haruunn harunnn cinta membuatmu buataa 🤦‍♀️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
halaah diamin aja sih Run, akting doang itu Raisa jangan terpengaruh..
dia tuh ingin mnguasai perusahaan di sumatera kamu harus hati2
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
nih cowok selingkuhan Raisa kayaknya kacung si Raisa juga manut banget 😂
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
saking labilnya dibilang anak ya sama Adam 🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
kompor, ular berbisaa
knpa sih Runn kmu ga jauh2 dari Raisa, gmpang bngt kamu terpengaruh bujuk rayunya
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
cieee yg takut yaaa 🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
mencurigakann nihh..
jangan2 emamg udah dibeli nih dan Bunda Rani jg tau
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
karena Adam punya andil di rumah sakit itu,Wa...klo dia macam2 bisa dilengserkan malah dianya 😂
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
rumah sakitnya ga dibeli sama Adam kann🤭🤭
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
lah makin yakin klo rumah sakit itu milik Adam nih 🤭
🅝🅤🅡🅨ᵇᵃˢᵉ🍻
ayo dam. kirim dong ke harus kalo raisaaa bener3 resek.. dan itu bukan anak harun
🅝🅤🅡🅨ᵇᵃˢᵉ🍻
waah gendeng benerr ini raisaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!