NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 ++

Kenapa ngehindar dari aku, Sin?"

Sumpah demi apapun suara itu yang sejak kemarin ia hindari sekarang malah ada dihadapannya, cowok itu bersidekap dada, mencoba mendekat namun Sintia terus mundur. Tadi setelah ngopi sebentar dengan Arga, Sintia memang langsung balik ke kampus. Karena sebentar lagi kelas mau mulai. Tubuh Sintia terbentur tembok. Ia baru sadar tidak bisa mundur lagi.

"K—kak tolong aku mau ke kelas," ucapnya ketakutan.

Jefry terkekeh ia ingin menyentuh kepala gadis itu namun, Sintia berhasil menghindar. "Kenapa sih? Masih canggung sama kejadian kemarin?"

Sintia melihat kanan kiri untung tidak ada orang. "Stop! Aku gak mau kakak bahas itu lagi. Anggep aja itu nggak ada!"

Jefry menggeleng ia berbisik ditelinga Sintia. "Kalo aku nganggep itu kenangan manis kita gimana? Btw bibir kamu manis," ucapnya menggoda. Sintia segera menjauh, ia cepat-cepat pergi dari sana meninggalkan kakak kelasnya itu. Jefry membuang rokoknya ke sembarang tempat kemudian menelpon seseorang.

"Sekarang. Kirim foto itu ke pacarnya Sintia."

Sintia berjalan tapi terus melihat ke belakang, ia bertabrakan dengan Ara yang tampak meneteng beberapa buku dari perpustakaan.

"Sorry, Ra. Aku gak lihat ada kamu."

"Emang ada apa sih lihat ke belakang mulu. Ada hantu?" tanyanya, Sintia menggeleng.

Ia duduk dengan nafas ngos-ngosan, gadis itu mengeluarkan ponsel yang sejak tadi berbunyi terus menerus. Ada telpon masuk dari Arga.

"Halo?"

Arga menghela nafas berkali-kali seperti sedang menahan amarah.

"Aku tunggu nanti di parkiran kampus pulang kuliah."

Tut. Telfon langsung diputus sebelum Sintia menjawab apa-apa. Ia tidak ambil pusing sebab Arga selalu begitu.

Begitu selesai mata kuliah, Sintia pergi ke parkiran dimana Arga tadi meminta tentu tidak dengan Ara karena gadis itu sudah lebih dulu pulang. Ingin istirahat.

Arga disana, matanya tajam menatap ke arah Sintia. Gadis itu mengetahui kalo Arga sedang tidak baik-baik saja.

"Kamu kenapa?"

Arga yang ditanya begitu hanya diam. Ia menyuruh Sintia masuk ke mobil.

"Ada hal penting yang kamu mau sampein?" tanyanya lagi.

"Ada hubungan apa kamu sama cowok itu?" Nada Arga tidak seperti biasa. Pria itu terlihat sekali menahan amarah.

"Cowok yang mana?"

"Yang sering jalan sama kamu, Sintia!"

"Ak—aku...."

Arga menunjukkan foto dimana ia dan Jefry sedang berciuman. Siapa yang mengirimi Arga foto itu?

"Ga, aku bisa jelasin. Ini nggak seperti yang kelihatan. Dia nyium aku tapi aku gak bales."

Arga tersenyum getir, ia benci sebuah pengkhianatan. Dan menurutnya Sintia sudah mengkhianati kepercayaan yang ia kasih. "Tapi kamu terlihat menikmati," komentarnya.

"Nggak, Arga. Plis kamu percaya sama aku kan?"

Sintia mulai menangis, ia bingung harus menjelaskan seperti apa pada Arga, cowok itu terlanjur salah paham. "Dulu Mamanya Ara juga selingkuh berawal dari ciuman juga."

Sintia merasa tersindir, cewek itu maju beberapa senti hingga wajah mereka terlalu dekat. "Kalo kamu butuh bukti aku bisa kasih bukti itu."

Dan entah siapa yang mulai dulu, mereka berdua kini sudah dalam kegiatan 'ciuman'. Mereka berdua terlalu larut dalam adegan itu. Sintia mendorong pelan dada Arga, gadis itu kehabisan nafas. Arga terlalu brutal untuk sekedar ciuman.

Baru sedetik Sintia menjauhkan tubuhnya, Arga kembali menarik gadis itu mendekat. Ia mencium kembali bibir Sintia tapi kali ini lebih menuntun, lebih lembut. Ia sesekali menyesap bibir gadis itu. Sintia dengan malu-malu membalasnya. Sekitar 10 menit lamanya mereka berdua saling balas cium. Sampai ponsel Arga bergetar barulah pria itu menjauhkan wajahnya.

Agak sedikit kesal, ia mengangkat telpon.

"Ada apa?"

Suara diseberang terlihat mengejek. "Abis ngapain lo? Ngos-ngosan begitu?"

"Bukan urusan lo. Ada apa?"

"Yaelah, Ga. Lo balik ke kantor nggak? Kalo nggak gue beresin nih kekacauan lo tadi."

"Ngga. Gue langsung pulang."

Arga langsung mematikan sambungan telponnya, ia beralih menatap Sintia, gadis itu sedang menatap ke luar.

"Langsung pulang atau kamu mau makan dulu?"

Pertanyaan itu langsung membuat Sintia menoleh, ia lantas menggeleng. "Pulang aja."

Arga mengiyakan, ia mengantar Sintia pulang.

****

Sintia menyentuh bibirnya yang bengkak akibat ulah Arga tadi, ia mengompres dengan es batu. Mama yang melihat spontan meledek. "Abis diapain Arga itu?"

Sintia menghentakkan kakinya. "Ih, Mama!"

"Lagian itu kenapa bisa bengkak begitu."

Mama tertawa geli.

Sintia mengerucutkan bibir sudah sejam ia kompres namun tak kunjung kembali seperti semula—masih bengkak.

Ia sampai searching di google "gimana cara menghilangkan bibir bengkak karena habis ciuman" malah muncul yang aneh-aneh.

Arga benar-benar sebrutal itu. Namanya juga duda lebih berpengalaman ketimbang Sintia.

****

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!