NovelToon NovelToon
BODYGUARD DENGAN MATA LANGIT

BODYGUARD DENGAN MATA LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kultivasi Modern / Mata Batin
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Blue79

Calvin Arson hanyalah pemuda miskin yang hidup dari berjualan di pinggir jalan. Suatu hari, ia menemukan sebongkah batu giok aneh yang mengubah seluruh takdirnya. Dari situlah ia memperoleh kemampuan untuk melihat menembus segala hal, serta "bonus" tak terduga: seorang iblis wanita legendaris yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Sejak saat itu, dunia tidak lagi memiliki rahasia di mata Calvin Arson.

Menilai batu giok? Cukup satu lirikan.

Membaca lawan dan kecantikan wanita? Tidak ada yang bisa disembunyikan.

Dari penjaja kaki lima, ia naik kelas menjadi pengawal para wanita bangsawan dan sosialita. Namun, di tengah kemewahan dan godaan, Calvin Arson tetap bersikap santai dan blak-blakan:

"Aku dibayar untuk melindungi, bukan untuk menjadi pelayan pribadi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Calvin berkata, “Begini saja. Soal jadi sapi dan kuda lupakan saja. Kalau batu ini benar-benar menghasilkan harta, biarkan aku bebas memilih dua batu mentah dari tokomu. Bagaimana?”

Regina sama sekali tidak percaya batu itu bisa menghasilkan sesuatu, lalu berkata, “Baik. Tapi, bagaimana kalau tidak keluar apa-apa?”

“Mana mungkin tidak keluar. Ini pemotongan pertamaku. Kalau tidak keluar, aku akan mengakuimu sebagai ibuku.”

“Pergi sana! Aku tidak mau punya anak setua dan sejelek kamu. Kalau tidak keluar apa-apa, kau harus bekerja jadi tukang serabutan di sini selama sebulan.”

“Deal!”

Batu mentah yang dipilih Calvin tidak besar. Termasuk kulit batunya, ukurannya hanya sebesar kepala manusia. Namun, melalui penglihatannya, ia tahu bahwa isi batu itu dua pertiga penuh oleh giok. Ia berkali-kali mengingatkan tukang potong agar berhati-hati. Baru dua menit berlalu, warna hijau langsung muncul di bawah mesin penggosok.

“Keluar! Benar-benar keluar! Ini lonjakan besar! Warna hijaunya, tingkat kejenuhannya, ini mungkin kelas es!” seru tukang potong dengan wajah penuh kegembiraan.

Regina sangat terkejut dan menyesal. Ia tidak menyangka batu kecil yang bentuknya tak jelas itu benar-benar mengeluarkan giok. Beberapa orang lain juga merasa tak percaya. Namun, kejutan sebenarnya baru dimulai.

Seiring proses penggosokan berlanjut, giok di dalamnya semakin terlihat jelas. Napas orang-orang di sekeliling pun makin berat. Orang pertama yang berseru adalah Vivian, “Ya Tuhan, Calvin, kali ini kau benar-benar akan kaya! Ini bukan kelas es, ini jelas kelas kaca! Kaca tua murni! Ini harta langka!”

Lebih dari satu jam kemudian, seluruh giok akhirnya terpotong sempurna. Warnanya lembut, teksturnya halus dan murni, ukurannya sebesar kepala anak kecil; sangat indah dan bobotnya pun luar biasa. Semua orang terbelalak, napas mereka terengah, bahkan beberapa mata memerah karena keserakahan yang tak disembunyikan. Hanya Calvin sendiri yang masih kebingungan karena sama sekali tidak memahami nilai sebenarnya.

Ini adalah giok kaisar kelas kaca tua yang sesungguhnya, tingkatan tertinggi dan paling mulia di antara semua giok; raja dari segala giok. Di seluruh Pasar Giok Rumbai Merah, belum tentu setahun sekali muncul batu sebesar ini. Beberapa tahun lalu, satu set kalung giok kaca tua pernah terjual hingga 120 miliar. Dengan harga giok yang terus naik, batu sebesar ini setidaknya bisa dibuat menjadi lima set serupa.

Regina benar-benar terpukul. Ia tidak pernah menyangka bahwa di tokonya sendiri tersimpan harta sebesar ini, dan kini hilang hanya dengan taruhan tiga juta. Rasanya seperti dagingnya dikoyak dan darahnya diisap.

Vivian terdiam cukup lama sebelum akhirnya berkata, “Calvin, juallah batu ini kepadaku. Aku tawar lima miliar. Aku ingin menjadikannya harta penopang toko. Tapi, danaku tidak sepenuhnya likuid; aku bisa membayarnya secara bertahap.”

Lima miliar.

Jantung Calvin berdegup hebat dan darah hidungnya menyembur keluar. Ia terlalu bersemangat. Namun, dua menit kemudian, ia mengucapkan kalimat yang membuat semua orang mengira ia sudah gila.

“Tidak perlu. Kalau kau menyukainya, aku berikan padamu.”

Semua orang tertegun. Lima miliar rupiah diberikan begitu saja?

Vivian akhirnya berkata, “Calvin, jangan bercanda. Barang semahal ini tidak bisa diberikan begitu saja. Aku pun tidak berani menerimanya.”

Saat itu, Raditya tiba-tiba berkata, “Calvin, Vivian, sebaiknya kita pergi sekarang. Kalau tidak, kita tidak akan bisa pergi.”

Melihat sorot mata penuh keserakahan di sekitar, Calvin langsung paham. Ia meraih giok itu dan memasukkannya ke dalam ransel. “Pergi!”

Namun, semuanya sudah terlambat.

Tiga mobil melaju kencang dan berhenti mendadak di depan toko. Lebih dari sepuluh orang turun, dipimpin oleh suami Regina, George. Begitu masuk, George menampar seorang pelayan wanita hingga bibirnya berdarah. Ia berteriak, “Bukankah aku sudah bilang taruhan batu sudah dihentikan? Batu-batu ini adalah barang berharga toko!”

Lalu ia berkata kepada Calvin, “Maaf, pelayan baru tidak paham aturan. Batu-batu itu tidak dijual. Semua batu yang kalian ambil atau potong harus dikembalikan. Uang kalian akan kami ganti dua kali lipat.”

Vivian mengerutkan kening. “Bos George, berbisnis tidak bisa begini. Dalam taruhan batu, untung dan rugi sudah biasa. Kalau menang lalu dibatalkan, siapa yang mau beli di tokomu lagi?”

George menyeringai dingin. “Ini kesalahan internal. Kami minta maaf dan memberi kompensasi. Tapi, barang harus ditinggal.”

Calvin menggeleng pelan. “Kalau aku tetap ingin membawanya pergi?”

George tertawa sinis. “Manusia mati demi harta. Kalau kau memaksa, saudara-saudaraku tidak akan setuju.”

Calvin menghela napas panjang. “Radit, apakah akhir-akhir ini dahiku terlihat membawa sial? Kenapa rasanya tiap hari harus berkelahi?”

Raditya menjawab, “Jika kau tidak memukul orang, orang akan memukulmu.”

“Benar,” kata Calvin. Sambil berbicara, ia mengeluarkan penggaris takdir dan melemparkannya kepada Raditya. “Pinjamkan benda ini padamu dulu. Lindungi Vivian. Sisanya, serahkan padaku.”

1
Jujun Adnin
yang banyak
Lasimin Lasimin
bagus
Jujun Adnin
lagi
MU Uwais
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!