NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Cinta

"Sayang, kamu adalah hidupku. Aku tak bisa tanpa adanya dirimu." kata Arjuna lalu kembali mencium Fiana.

Ciuman mereka adalah bentuk kerinduan mereka yang begitu dalam.

Arjuna mengangkat tubuh Fiana dan melangkah ke arah salah satu gazebo yang ada di sana.

Mereka berdua lupa dengan keadaan yang ada di sekeliling. Kerinduan itu berubah menjadi gairah yang tak bisa tertahankan.

Fiana tak menolak saat Arjuna mengajaknya bercinta. Di dalam Gazebo yang sedikit gelap itu, Fiana melingkarkan tangannya di leher Arjuna saat mereka melakukan penyatuan dalam pelukan apa koala.

Hasrat itu begitu kuat mengikat mereka sehingga keduanya pun mencapai puncak secara bersama-sama.

Arjuna mengecup dahi Fiana sebelum akhirnya menurunkan tubuh istrinya itu secara perlahan.

"Maafkan aku yang tak bisa menahan diriku, sayang." bisik Arjuna. Ia mengenakan lagi celana jeans-nya.

Fiana tersenyum. Napasnya masih tersengal-sengal. "Jangan minta maaf. Karena aku menginginkan kamu juga."

Arjuna memeluk istrinya kembali. "Rasanya tak puas memelukmu seperti ini."

Fiana memejamkan matanya dalam pelukan Arjuna.

Dari jauh terdengar suara mobil. Ternyata itu mobil Tita. Mereka pun keluar dari gazebo yang ada.

"Ayo pulang, Fi. Aku nggak mau berurusan dengan Jerry." ajak Tita.

Fiana mengangguk.

"Kamu pulang saja bersama Tita. Aku nanti naik taxi." ujar Arjuna.

Fiana mengangguk. Sebelum ia naik ke dalam mobil, keduanya kembali berpelukan. Arjuna kembali mencium bibir Fiana sebelum akhirnya melepaskan kekasihnya itu untuk pergi.

"Sepertinya kalian sudah berbaikan." kata Tita sambil tersenyum.

"Ya. Aku tak bisa membohongi perasaanku. Aku mencintainya."

Tita hanya bisa menarik napas panjang dan menghembuskan secara perlahan. "Aku takut kisah kalian akan berakhir tragis."

"Aku tidak tahu, Ta. Aku mencintainya. Hanya itu yang aku tahu." Fiana menunduk sedih.

Mobil Tita kembali memasuki halaman rumah keluarga Adams. untungnya Jerry belum ada. Namun Reyna sudah menunggu Fiana.

"Nona, dari mana saja?" tanya Reyna sambil mengikuti langkah Fiana yang menaiki tangga.

"Aku jalan-jalan dengan Tita." jawab Fiana.

Reyna terus mengikuti gadis itu sampai ia memasuki kamarnya.

"Nona, aku berharap agar kamu tak bertemu dengan Arjuna lagi."

Fiana menatap pengasuhnya. "Aku tak bisa membencinya walaupun aku ingin sekali membencinya."

Reyna nampak khawatir. Namun ia juga mengerti dengan rasa cinta yang dimiliki oleh pasangan muda itu.

"Tak ada yang akan mengerti kisah diantara kalian."

Fiana menatap pengasuhnya dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku yakin aunty Rere pasti akan mengerti."

"Anakku, jangan beri aku sesuatu beban yang tak bisa ku pikul."

Fiana membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia memeluk bantal guling nya. "Aku sedih karena kakakku. Namun aku juga sedih jika tak bisa memeluk suamiku."

Reyna menepuk lembut tangan Fiana. Ia mematikan lampu kamar sebelum akhirnya meninggalkan kamar Fiana.

***********

"Apapun yang akan terjadi, aku tidak ingin Arjuna bebas. Dia harus dihukum." kata Jerry saat pengacara keluarga Adams, menyampaikan kemungkinan Arjuna akan bebas.

"Tuan, bukti rekaman CCTV yang sudah disita oleh polisi menunjukan dengan jelas kalau tuan Jordy yang memang menembak lebih dulu." kata Simon sang pengacara.

"Carilah alasan lain untuk membuat si Arjuna membusuk di penjara. Kalau dia tidak di penjara maka aku akan mencari cara untuk membunuhnya juga."

"Kak, sampai kapan dendam ini akan terus berlangsung? Berapa banyak lagi nyawa yang harus hilang?" tanya Fiana.

"Diam kamu! Tinggal di Amerika selama 7 tahun sudah membuatmu tak ada hati untuk keluarga ini." kata Jerry sambil menatap adiknya tajam.

"Makanya aku lebih suka tinggal di Amerika karena aku merasa tenang ada di sana." ujar Fiana kaku segera meninggalkan ruang tamu. Wulan langsung menyusul langkah putrinya.

"Nak, jangan bicara seperti itu pada kakakmu. Sekarang dia menjadi pengganti Jordy. Dia harus menjaga kehormatan keluarga ini."

Fiana menatap mamanya. "Ma, apakah mama merasa damai dengan cara hidup seperti ini? Mungkin sudah ratusan tahun keluarga kita saling bermusuhan. Akar masalahnya apa? Kenapa kita tak bisa duduk bersama untuk menciptakan damai? Hanya karena gengsi, kita membiarkan orang-orang yang kita sayangi akhirnya saling membunuh."

Wulan menangis. "Kita hanya kaum perempuan, nak. Kita tak bisa menentukan segalanya."

"Aku mau kembali ke Amerika. Aku tidak mau tinggal di sini." ujar Fiana lalu segera meninggalkan mamanya. Ia berjalan menuju ke taman belakang. Lalu kemudian ia mengambil ponselnya dan menelepon Arjuna.

"Sayang, aku sejak tadi menunggumu untuk menelepon. Semalam kamu tak dimarahi kakakmu kan?" terdengar suara Arjuna yang khawatir.

"Semuanya aman. Hanya saja, pagi ini pengacara keluargaku datang dan menyampaikan bahwa kemungkinan kamu tak akan dihukum. Kakakku marah. Ia bersumpah akan membunuhmu. Aku takut jika harus terjadi pertumpahan darah lagi."

"Sayang, kamu tenang, ya."

"Arjuna, aku ingin ketemu denganmu."

"Aku juga sayang. Begini saja, aku punya apartemen di mall BellSwiss. Kamu tahu kan bagian atas mall itu ada apartemennya? Kita ketemu di sana saja. Boleh?"

"Baiklah. Aku bersiap-siap dulu."

Fiana segera menemui Reyna. Ia tak bisa keluar tanpa ada pengawalnya itu.

"Nona mau ketemu tuan Arjuna?"

"Ya."

"Nona, jangan ambil resiko."

"Aunty Rere, please tolong aku untuk ketemu dengan suamiku."

"Sayang, cinta itu sudah membutakan hatimu." Reyna hanya bisa memeluk Fiana lalu segera menyiapkan diri untuk pergi ke luar bersama nonanya itu.

1 jam kemudian, Reyna dan Fiana sampai di mall BellSwiss. Keduanya langsung menuju ke lantai 7, tempat apartemen itu berada.

Unit nomor 705, adalah unit milik Arjuna. Lelaki itu sendiri yang membukakan pintu.

"Nona, jangan lebih dari 2 jam ya?" ujar Reyna sebelum pergi.

Arjuna dan Fiana langsung berpelukan saat keduanya masuk ke dalam apartemen.

Keduanya juga langsung berciuman dengan penuh kerinduan.

"Sayang, cobalah untuk tak bertikai dengan kakakku lagi." kata Fiana saat keduanya dudik bersama si sofa ruang tamu. Fiana bersandar di dada Arjuna.

"Baiklah, sayang. Demi kamu, aku akan berusaha untuk tak berkelahi dengan Jerry." kata Arjuna sambil mengusap lengan istrinya.

"Aku lelah dengan permusuhan ini. Aku ingin kembali ke Amerika." ujar Fiana.

"Ayo kita pergi ke Amerika secara bersama. Aku bisa mencari pekerjaan di sana."

Fiana tersenyum. "Kamu mau ikut?" tanyanya lalu membalikan tubuhnya dan menatap suaminya itu.

"Ya, sayang. Aku ingin hidup damai bersamamu."

"Aku tak butuh kemewahan. Kita akan tinggal di rumah kecil. Aku akan bekerja juga supaya bisa menopang pendapatan keluarga kita."

Arjuna membelai wajah istrinya. "Kamu tak perlu bekerja, sayang. Aku bisa mencukupkan semua kebutuhan keluarga kita."

Fiana duduk di pangkuan suaminya. Ia melingkarkan tangannya di leher Arjuna. "Jika vonis untukmu sudah diputuskan, aku akan menunggumu di sana, sayang. Aku mungkin akan pergi lebih dulu."

Arjuna mengangguk. "Aku tak sabar menunggu hari itu, sayang." Arjuna menunduk lalu mencium bibir istrinya.

Keduanya larut dalam ciuman panas yang membuat tubuh mereka terasa panas. Arjuna langsung bangun tanpa melepaskan pelukannya. Perlahan ia melangkah menuju ke kamar.

Dua insan yang sedang dimabuk cinta itu kembali bergumul di atas ranjang. Mereka masih muda dan baru sama-sama merasakan indahnya sentuhan fisik.

************

"Rasanya aku tak ingin melepaskan mu, sayang." kata Arjuna sambil memeluk istrinya. Mereka masih sama-sama polos. Entah sudah berapa ronde yang mereka lalui. Yang pasti mereka ingin memanfaatkan waktu bersama ini.

"Sayang, aku harus pergi. Ini sudah lebih dari 2 jam." Fiana melepaskan tangan Arjuna yang memeluk pinggangnya. Ia turun dari ranjang dan segera melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

"Haruskah kamu pergi?" tanya Arjuna saat melihat Fiana yang sudah selesai mandi. Perempuan itu kembali mengenakan gaun yang dipakainya saat datang tadi.

"Ya, sayang. Nanti kita akan ketemu lagi." kata Fiana. Arjuna pun turun dari ranjang. Ia kemudian mengenakan celananya kembali. Dipeluknya Fiana yang sudah selesai berpakaian.

"Sayang, aku tak ingin melepaskan mu."

Faina mengecup pipi Arjuna. "Nanti aku telepon kamu ya?"

Fiana dan Arjuna melangkah bersama menuju ke pintu keluar. Saat pintu di buka nampak Reyna sudah menunggu di sana.

"See you ...!" pamit Fiana sebelum keluar dari pintu. Ia segera menggandeng tangan Reyna.

Saat mereka akan memasuki lift, nampak Maura, mamanya Arjuna keluar dari sana. Mereka pun saling bertatapan.

**********

Nah ...apa yang akan terjadi?

1
Liina Anjani Malick
okeh udh kebuka sedikit" ... jelo ish gelo fiana masih idup tp wajah nya berubah.. kira" gmn pertemuan fiana n bang jun ya😔
tintiin21
makin seru.... 😍😍😍😍
Maria Kibtiyah
siapa diana siapa gadis yg di oeprasi ahk bikin pusing
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Edgar penuh dgn misteri dan pak Roman kirain tulus membantu Juna🥺
tintiin21
waduh non stop... 😅😅😅😅😅
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!