NovelToon NovelToon
EUFORIA

EUFORIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Chicklit / Berondong / Tamat
Popularitas:355.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tuti Alawiyah

Usia pantas menikah, adalah masa-masa terberat yang di alami gadis Berusia Dua puluh sembilan tahun itu.
Bahkan sudah lima tahun ia mengalami tekanan-tekanan seputar pernikahan hingga akhirnya ia di cap sebagai perawan tua.

Namun, gadis berwibawa tinggi itu hanya akan menikah ketika jodohnya sudah tiba😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memikirkan Anisa

 

Huahhhhhh....

lenguhku panjang saat sudah sadar dari Tidur lelapku.

Ku Raih gadget yang ku taruh di nakas saat akan tidur tadi malam. sayangnya aku tidak bisa menjangkaunya.

Aku tidak bisa bergerak lantaran Ali memelukku Erat.

“Mas... Mas! Bangun.. Sudah Subuh” Aku membangunkan Ali dengan menepuk-nepuk tangan yang ia gunakan untuk memelukku.

Ali membuka matanya. seperti baru sadar apa yang ia lakukan. Ali langsung refleks Melepaskan pelukannya dan berbalik Arah dariku.

Aku berjalan ke kamar Mandi, saat sudah terlepas dari Genggamannya.

Mandi dan berwudhu... kulaksanakan semua kegiatan Rutin waktu Subuh seperti biasanya.

Aku keluar dari kamar mandi.. masih dengan kepala tertutup. Setelah menikah. Aku belum pernah menampakkan Auratku kepada Ali. termasuk Rambut.. Dia selalu melihatku mengenakan Hijab.. kecualiwaktu tidur Tadi.

Dan Ali pasti Tidak sadar akan hal itu.

Ali tidak akan mau melihatku jika Akau tidak memakai hijab ku. Aku tidak mengerti apa yang ada dipikirannya. Padahal aku ini adalah istri Syahnya. Tapi tidak apalah, Aku akan selalu menuruti perintahnya asalkan dia nyaman di sampingku.

Ali sudah selesai mandi. Aku juga sudah Rapi dengan mukenah putihku.

Kami menggelar Sejadah bersama dan shalat Subuh berjamaah untuk pertama kalinya.

Aku merasa senang Bisa akur begini. meski Ali selalu mendiamkamku. Aku menyalami tangannya. tidak seperti beberapa hari yang lalu, saat dia tidak mau menerima uluran tanganku.

Sekarang Ali membolehkan Aku menyalamnya saat sudah selesai Doa sesudah shalat.

Aku sangat senang akan hal itu.

Tentu saja. itu adalah perkembangan yang Baik untuk hubungan kami.

Pagi Hari.

Aku membantu Ibu memasak di dapur. sedangkan Bibi Mun membersihkan Rumah.

“Ayah akan pulang Hari ini. Apa kalian harus pulang pagi-pagi sekali?” Tanya ibu. tidak rela kami meninggalakan rumah ini.

“Mas Ali Harus ke rumah sakit Bu. Dia harus bekerja. banyak pasien yang harus ia tangani” Tuturku, memberi pengertian untuk ibu.

“Baiklah.. Ibu mengerti” Ujar ibu.

“Nisa.. Apa kalian Sudah merencanakan tentang Anak. Apa Ali sudah tidak sabar memilikinya” Ucap ibu. membuat aku sontak batuk beberapa kali.

“Bu... Kalau masalah itu. Mas Ali belum pernah menyinggung Anisah. Anisah juga belum terlalu memikirkannya. Jika Allah memang memberi Anugrah itu. Aku... akan terimanya dengan sepenuh hati. begitu juga dengan Mas Ali..... Dia Pasti akan sangat bersyukur dengan ke hadiran anugrah itu” Jawabku penuh harap.

Ku pandang Lelaki yang berstatus Suami ku itu. Dia tampak sibuk memainkan Gadgetnya di temani Kopi Buatan ku.

“Nisa... Kau benar. Anak adalah titipan oleh Allah. Jika Kalian sudah mendapatkannya, berarti Allah sudah mempercayai kalian untuk memilikinya.

Ibu selalu mendoakan yang terbaik untukmu Nak”

Pagi Itu sangat Damai. Kami sarapan bersama meski Ayah belum pulang pagi ini. beliau Rencananya pulang setelah sore. di waktu itu.. Aku dan Ali sudah tidak ada di rumah ini lagi.

Selesai sarapan. Aku dan Ali Pamit kepada Ibu.. Ini masih sangat pagi.. Hana saja belum berangkat ke sekolah.

Ali menyetir dengan Tenangnya. menikmati Jalanan Kota yang Masih belum Ramai Kendaraan.

Ali tidak bicara, Aku pun tidak memiliki Argument untuk ku Perdengarkan kepadanya.

Di dalam mobil hanya ada Alunan Lagu Menemani kediaman kami berdua.

Beberapa menit, kami sampai di rumah. Ali mengangkat Koper yang ku bawa Kemarin ke Rumah Ibu.

Tanpa basa-basi Ia meletakkannya di dalam kamar ku.

“Mas Akan pergi sekarang? Apa aku perlu membantumu sesuatu” Kataku, Sambil merapikan Kemejanya.

“Tidak perlu! Aku Akan pergi Sekarang..”

“Iya... Hati-hati Di jalan Mas”

Ali pergi ke rumah sakit sekarang. sedangkan aku, Aku ingin pergi mengunjungi Butikku hari ini.

Aku bergegas mengganti pakaianku. melajukan mobil, beradu dengan kecepatan standar menuju

************

.

Di Ruangan pribadinya, Ali duduk di kursi putarnya sambil menempelkan Kepalanya kebantalan kursi itu.

Pria itu Menggeleng-gelengkan kepalanya Perlahan.

Aishhhh.. kenapa aku sampai memeluknya tadi malam.

Anisa... kau mengganggu pikiranku.

Ali tidak bisa Fokus Pada Kerjaannya. Teringat, bahkan terbayang-bayang wajah istri di dalam ingatannya.

“Sialan! Bagaimana bisa aku melanjutkan semua ini. Anisa, Anisa, Anisa! Itu saja Yang keluar Dari Pikiranku”

Ali keluar dari Ruangannya. Hari ini Jadwalnya Cukup sampai disini saja.

Ali melajukan mobilnya Dari Rumah sakit Menuju Kantor Reno.

Sahabat yang akan selalu menemaninya.

“Bos. Dokter Ali ingin Berjumpa dengan Anda”

Ujar Sekertaris Reno Bernama Tiara.

“Persilahlan Dia masuk. kalau Dokter Ali datang, jangan biarkan beliau menunggu terlalu lama ya” Ujar Reno.

“Baik Bos!” Balas Tiara.

Ali masuk kedalam Ruangan Reno. Bercengkrama Huru Ria bersama sahabatnya itu.

“Hai Ren” Sapa Ali saat sudah Duduk di depan Reno.

“Hai Bro... Angin apa yang membawamu kemari”

“Aku Ingin bersilaturahmi Apa tidak boleh. Kalau begitu Aku keluar saja” Ali mengambil ancang-ancang untuk keluar.

“Ho ho. Kenapa Dokter Ali sangat Baperan Begini” Reno menggoda.

“Hahaha.. Aku Rindu Pada mu Reno”

“Dokter.... Rindu Anda Di tolak Mentah-mentah”

“Ayolah Bos Reno. Sahabatmu ini Ingin Jalan-jalan Bersama” Ali menggoda.

“Ajak Saja Anisa kalau kau ingin jalan-jalan. Kenapa mengajak Aku. Kamu tidak takut Di gosipi Gay nanti” Reno Berdiri mengambil sesuatu di lacinya.

“Anisah.. Tidak... Tidak! sudah cukup tentang Anisah” Ali tertunduk lesu.

“Memangnya apa yang salah dengan Anisa”

Reno mendekati sahabatnya.

“Tidak ada yang salah dengan Anisah. Hanya saja... Aku yang bermasalah”

Ali terus menganghap hina dirinya.

“Li.... Kau terlalu merendah. Kau tidak salah. Aku percaya kau Pria yang Baik” Ujar Reno menyemangati Temannya.

“Aku jahat! Apa kau masih ingat peristiwa itu. Kau juga saksi di hari pernikahanku Dan Riana” Ali Semakin Kacau.

“Riana Riana Riana! Itu saja yang ada di pikiranmu. Peristiwa itu sudah lama sekali. Dan Setelah kalian menikah Riana langsung meninggalkan mu bukan. Apa kau tidak cutiga dengan semua itu”

“Tapi Riana memgandung Anak Ku” Ali memegangi kepalanya sambil menunduk.

“Kenapa kau sangat yakin itu adalah Anakmu! Kau sendiri adalah saksi betapa Bebasnya pergaulan Rio dan Riana. Bisa Saja Rio yang melakukan itu dan menjebakmu Agar Kau yang menanggung Beban Itu”

“Rio Sangat mencintai Riana. Dia tidak mungkin menjebakmu untuk Kekasihnya"

“Itulah Kau. Selalu Saja begitu. Sudah berapa kali kita membahas ini. Anak Riana Bukanlah Anakmu”

“Entahlah Ren! tapi aku sering bermimpi Bertemu seorang Anak laki-laki yang memanggilku Papa” Ali Mengangkat kepalanya menatap Reno.

”Itu hanya mimpi, Tidak ada hubungannya dengan Itu semua. Aku akan membantumu. membongkar semua Rahasia Riana” ujar Reno

Ali hanya terdiam, Tentang Riana Dia tidak terlalu ambil pusing lagi. Masalah yang ia pikirkan sekarang adalah Istrinya. Bagaimana caranya mencerikan Anisah yang tidak bersalah sama sekali.

“Fitri sepupuku Akan menikah seminggu lagi. Datanglah.. Bawa Anisah bersamamu..Istrimu teman baik sepupuku” Ujar Reno. memberikan sebuah undangan yang di tujukan kepada Ali.

“Baik.. Aku akan datang” Ujar Ali. menerima undangan Dari Fitri itu.

BERSAMBUNG.....

Hai Teman-teman.. Selamat HUT RI ke 75 thn.

Dirgahayu republik Indonesia Ke 75 Tahun.

Jayalah Negeriku.. bangkitlah Bangsaku...

INDONESIA KU TERCINTA.

1
Aliya Jazila
dasar laki2 pecundang sich ali
Aliya Jazila
Anisa benar2 istri solehah
Aliya Jazila
dokter gx ada ahlak.visual nisa semapai tapi ceritanya mungil
Mar Mars
byk yg kurang faham kata2 nya.tpi suka juga baca sebab minat
Xyylva Xyylva
lanjut thor season 2 penasaran sama kisah cinta fitri dan raka sama rio raina thor
Yani Aulia
Louis anaknya Rio bukan anak Ali...saya yakin
Gemini girl
ud baca SMP sejauh ini msh banyak typony
Liliani latif
jejak..
Ti_Wi
terimakasih kk
Ti_Wi
🥰🥰🥰
NiaRamdan5
terimakasih thor
NiaRamdan5
terimakasih kk
NiaRamdan5
suka
Nona gangster
terimakasih sudah memberikan bacaan yang bermanfaat menurutku. sehat selalu Thor🤩
Nona gangster
Suka tot
Nona gangster
yuhuu
Nona gangster
semangat Thor
Nona gangster
🤣
Nona gangster
Hana Reno 🤣
Nona gangster
jodohnya aja Hana ma Reno thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!