NovelToon NovelToon
Setelah Aku Pergi

Setelah Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:103.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eys Resa

Follow IG othor @ersa_eysresa

Anasera Naraya dan Enzie Radeva, adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun tepat di hari pernikahan, sebuah tragedi terjadi. Pesta pernikahan yang meriah berubah menjadi acara pemakaman. Tapi meskipun begitu, pernikahan antara Ana dan Enzie tetap di laksanakan.

Namun, kebahagiaan pernikahan yang diimpikan oleh Ana tidak pernah terjadi. Karena bukan kebahagiaan yang dia dapatkan, tapi neraka rumah tangga yang ia terima. Cinta Enzie kepada Ana berubah menjadi benci di waktu sama.

Sebenarnya apa yang terjadi di hari pernikahan mereka?
Apakah Ana akan tetap bertahan dengan pernikahannya atau menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit Lega

Ana akhirnya mengangguk menerima maaf dari Enzi, dia mencoba memberikan kesempatan kepada Enzi. Mungkin setelah ini Enzi akan berubah. Dalam hati, Ana akan memberikan dua kali kesempatan kepada Enzi. Jika Enzi melakukan tiga kali kesalahan lagi, dia akan benar-benar meninggalkan Enzi.

Hari itu Enzi benar-benar merawat Ana dengan baik. Sikapnya juga sudah berubah seperti yang dulu, lembut dan baik kepada Ana. Ana merasa bahagia melihat sikap Enzi yang semakin membaik kepadanya.

"Hari ini kamu pulang ya, kan sudah lebih baik. " kata Enzi.

Ana mengangguk, dengan memaksakan senyumnya. " Iya aku juga sudah tidak betah lama-lama di rumah sakit. Aku tidak suka bau rumah sakit ini."

Enzi tersenyum dengan menggenggam tangan Ana. Pria itu benar-benar berubah sangat lembut, dan membuat hati Ana menghangat, mungkin dengan kejadian ini menjadikan pelajaran untuk Enzi. Ana berharap Enzi suaminya tidak berubah lagi dan bersikap sama seperti saat ini.

Saat mereka sedang berbincang, Enzi menerima panggilan telepon dari Arvin dan membahas pekerjaan. Ana hanya memperhatikan dari brangkarnya sambil menonton televisi. Setelah selesai membahas pekerajaan Enzi mendekati Ana dan kembali duduk disampingnya.

"Sayang, nanti kita pulang agak sorean ya, nunggu Arvin jemput. " katanya.

Ana hanya mengangguk, ternyata selain membahas pekerjaan dia juga meminta Arvin menjemput mereka.

Benar saja sore harinya Arvin menjemput Enzi dan Ana di rumah sakit, keadaan Ana benar-benar sudah lebih baik walau luka memar di tubuh Ana masih terlihat. Mungkin butuh waktu beberapa hari agar memar itu menghilang dengan obat yang diberikan dokter kepadanya.

Sampai di rumah Bi Darmi menyambut kedatangan Ana dengan penuh haru. Dia merasa bahagia melihat keadaan Ana sudah membaik.

"Alhamdulillah mbak Ana sudah membaik, bibi khawatir banget, mbak. "

"Iya, bi. " jawab Ana memberikan senyuman kepada Bi Darmi seolah mengatakan kalau dia sudah baik-baik saja.

"Bi, Antarkan Ana ke kamar, biar dia istirahat dulu. " sela Enzi ditengah obrolan mereka.

"Baik, mas. "

Bi Darmi pun segera membawa Ana ke kamarnya meninggalkan Enzi dan Arvin yang masih membicarakan sesuatu di ruang tamu.

"Kamu sudah baikan dengan Ana? " tanya Arvin penasaran, karena sejak diperjalanan tadi dia melihat sikap Enzi dan Ana sudah lembut seperti dulu.

"Bukan urusanmu, " jawab Enzi ketus.

"Ayolah, bro, kalau kalian baikan, aku juga ikut senang melihat nya. Kalau kamu bersikap kasar kepada Ana aku juga ikut khawatir. " kata Arvin.

"Khawatir? kamu suka sama istriku? " Enzi terlihat emosi mendengar ucapan Arvin.

"Hey, come on, kita bertiga sudah temenan dari lama lho, nggak mungkin juga aku menyukai Ana. Aku cuma khawatir kepadanya kalau kamu sampai menyakiti Ana, hanya itu. Dia sudah nggak punya siapa-siapa, dia cuma punya kamu sebagai sandaran. " jelas Arvin.

"Aku juga sudah nggak punya siapa-siapa lagi. " jawab Enzi dengan dingin.

"Karena itu, kalian bisa melengkapi satu sama lain. "

Arvin seolah memberikan solusi kepada Enzi dan Ana, karena mereka berdua sudah tidak memiliki siapapun jadi mereka bisa saling melengkapi dan mengisi kekurangan satu sama lain.

"Aku sarankan, kamu tidak usah ikut campur dengan masalah keluarga ku. Aku tau apa yang harus aku lakukan tentang rumah tanggaku. " kata Enzi Acuh seolah tidak mau mendengar ucapan sahabatnya itu.

"Terserah, aku pulang dulu. "

Arvin segera meninggalkan rumah Enzi, dia sudah tidak tau lagi harus bersikap seperti apa kepada sahabatnya itu. Tapi dia berharap Enzi benar-benar sudah berubah dan bersikap baik lagi kepada Ana seperti dulu. Dia harap, Enzi sudah sadar tentang semua kesalah pahaman yang mengotori pikirannya selama ini.

Di kamarnya, Ana sedang berbicara dengan Bi Darmi. Bi Darmi bertanya apa yang terjadi di rumah sakit, apakah Enzi masih menyakitinya atau tidak. Bi Darmi terlihat sangat khawatir saat itu.

"Tenang saja bi, Mas Enzi bersikap baik kok padaku. Dia nggak ngapa-ngapain aku. Semoga saja mas Enzi benar-benar sudah berubah dan menyadari kesalahannya. " kata Ana menenangkan bi Darmi agar tidak khawatir lagi.

"Syukurlah kalau begitu, mbak." Bi Darmi terlihat lega mendengar ucapan Ana, Lalu mengambil sesuatu dari sakunya.

"Mbak, ini ponsel mbak Ana, tadi bibi temukan di gudang saat bersih-bersih. Tadi bibi bersih-bersih gudang, bahkan bibi meminta mamang mengganti lampu gudang agar menyala. " kata Bi Darmi sambil menyerahkan ponsel kepada Ana. "Sejak tadi pagi banyak panggilan masuk, mbak. Tapi bibi nggak berani angkat. "

"Terima kasih, bi. "

Setelah menyerahkan ponsel Ana, bi Darmi segera pamitan ke dapur karena harus memasak makan malam untuk mereka.

Ana mengecek ponselnya dan melihat siapa saja yang menghubungi nya dan pesan dari siapa saja yang masuk. Ternyata banyak sekali panggilan dan pesan masuk dari rekan kerja dan juga atasannya, dan ada satu lagi nomor tak di kenal masuk dalam panggilan tak terjawab, dan satu pesan dari nomor itu juga.

"Hai An, ini aku Fabian. "

Hanya itu pesan yang ditulis oleh nomor tak di kenal. Ana tersenyum dan menyimpan nomor ponsel Fabian ke dalam kontaknya tanpa membalas pesan dari sahabatnya itu.

Tak lama Enzi masuk ke kamar dan duduk di ujung ranjang menatap Ana dengan lembut. Tatapan yang di rindukan Ana selama beberapa hari ini, dia berharap Enzinya benar-benar kembali.

"Kamu mandi dulu, ya. Setelah itu kita makan malam." kata Enzi dengan lembut.

Ana hanya mengangguk dan dibantu Enzi turun dari ranjang untuk segera membersihkan dirinya.

Saat makan malam, meja makan sudah terhidang beberapa makanan sederhana yang sudah di masak oleh Bi Darmi. Ana dan Enzi segera makan dengan lahap menikmati makanan di hadapan mereka.

"Bi Marni mana, bi? " tanya Enzi kepada Bi Darmi yang menyiapkan minuman untuk mereka berdua.

"Oh, Marni, bibi suruh pulang dulu, mas. Bibi merasa nggak enak soalnya nggak ada mas, sama mbak di rumah. Nanti kalau memang Marni di terima kerja di sini, biar bibi yang menghubunginya. " Ujar Bi Darmi.

"Oh, ya sudah. Hubungi saja Bi Marni, datang besok dan mulai kerja sama bibi." kata Enzi dengan tenang sambil menikmati makannya.

"Baik, mas. Nanti bibi akan hubungi Marni supaya besok dia datang kesini untuk bekerja. " Bi Darmi merasa sangat senang mendengar ucapan Enzi, dan bisa melihat perubahan Enzi, mungkin pria itu merasa menyesal setelah apa yang terjadi kemarin.

"Mulai sekarang Ana nggak akan memegang pekerjaan rumah, karena dia adalah nyonya di rumah ini. Tapi kamu juga tidak boleh bekerja di luar, sayang. Nikmati saja kerja keras dari suamimu ini. " kata Enzi dengan senyumnya yang lembut sambil menggenggam tangan Ana.

"A... Apa? "

1
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
happy endings 😍😍😍
Heni Setiyaningsih
pria dewasa tapi kayak remaja labil 😲
Heni Setiyaningsih: gitu kok bisa jadi pemimpin perusahaan
total 1 replies
Marina Tarigan
good very good happy ending
Marina Tarigan
kok jadi penghianat Lisa lamu ydk tahu hidup Enzi secara nyata fia hancur ke ttk terendah hidupny a enxi. sangat 2 menderita kamu nerulah demi cintamu dia sdh mati rasa yg namanya cinta
Marina Tarigan
aidan tdk akan diambil paksa oleh Enzi biarkan dia memeluk anaknya demi anakmu dan enzi walaupun dia meninghal dlm penuh pemyesalan supsya kamu juga tdk merada bersalah seumur hidupmu okuti perkayaan suamimu
Marina Tarigan
bisrkan enzi memeluk anaknya yg terachir zana enzi tdk mengambil anakmu biar enzi puas memeluk anaknya senelum hifupnya berschir kebenarsm tdk bisa ditutupi selamanys demi Aidan juga
Marina Tarigan
memang kesalahanmu sangat fstal enji biatkan anakmu bersama ibunya dan ayahnya percayalah sesdh besar nanti dia akan mencari kebenaran Sera bukan istrimu dia tdk mungkin kembali pfmu dia sdh punya kelusrga sendiri
Marina Tarigan
oo rupanya afa udang dibalik kelamnu ya kamu mencintai enji hati2 nak kupikir dari bab2 terdahulu kamu super segalanya jgn tambah masallah ikuti alurnya jgn maksa kehendak enji belum pernah melihat kamu sebagai wanita
Marina Tarigan
yg terpenting Enzi sdh tahu bahwa Aidan adalah darah dagingnya tapi jgn dipaksa merebutnya bisrkan dia dewada dan Ana itu tdk bisa kembali pd Enzi karena sdh cerai
Marina Tarigan
gimanapun Enzi berhak darah dagingnya walau bagaimanapun lama kelamaan pasti terkuak memang Ana walau bagaimanapun tdk bisa balik sm Enki ksrena putusan perceraian dari pengadilan sah
Marina Tarigan
semoga kamu akan baik dan sembuh total Enzi kita sebensrnya kasihan sm kamu perbuatanmu dulu diluar nalar sm Anna yg kamu cintai sebensrnya semuanya menyakiti nya lahir batin semoga kamu dpt wanita seperti Ana lagi bukan wsnita jalang seperti Amel
Marina Tarigan
kok ana meninggal sih
Marina Tarigan
ana patuh lah sm Drakula dgn taktik yg jitu utk apa melawan tekat sdh bulat
Marina Tarigan
begitu dong jgn mau disakiti terus pergi jsuh
Marina Tarigan
lanjut enzi suka2mu terserah kamu saja
Marina Tarigan
berkinisambungan thour jgn bolak nalik terus kekerasan yg nerulang 2 itu tdk baik
Marina Tarigan
model kaya Amel semua pelacur mau menggaet prria berduit jgn kau lampiaskan pd idtrimu biadap
Marina Tarigan
jgn mau ditindas Ana kau juga bisa hixup semdiri
Marina Tarigan
semoga Ana cepat terlepas dari psikopat dadakan itu pafuka Enzi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!