Follow IG @autumn_autumn94
Prisa Azalea anak kuliah semester akhir harus melakukan hal yang tak masuk akal dan terjebak dengan pernikahan kontrak bersama pria asing demi uang agar bisa menyelesaikan kuliahnya.
"Baiklah Alea, ini cuma setahun lo pasti bisa," batin Azalea, saat berada di depan penghulu.
Mau tau kelanjutan kisahnya ikuti terus keseruan cerita, "Nikah Kontrak Dengan Pria Asing"
happy reading semoga ada yang suka dengan karya ini.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diya widiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maldives
Setelah selesai makan siang Gio pun menggiring Alea untuk ikut dengannya masuk ke kamar.
Alea hanya bisa menuruti semua keinginan sang Bule kw.
Gio menuntunya duduk di kasur king sizenya, Giopun ikut duduk di samping Alea.
“Bisakah kamu tak memakai hijab jika sedang di dalam kamar saat bersamaku, aku menyukaimu seperti itu,” ujar Gio.
Gio mulai membantu Alea membuka hijabnya rambut panjang terurai pun menghiasi wajah cantik Alea.
“Bolehkah aku bertanya sesuatu kak?”
“Hm ... tentu.” Gio membaringkan tubuhnya dan menarik Alea kedalam pelukanya.
Aroma maskulin miliknha itu tercium oleh Alea, rasanya sangat menenangkan ketika berada di dalam dekapan bule Kwnya.
“Berapa umur kakak sekarang?”
Alea terlihat penasaran kali ini
“Menurutmu?” Gio mengernyitkan dahinya.
“Ih ... aku bertanya kenapa malah balik tanya sih Kak?” Alea mendengus kesal.
Cup.
Satu kecupan mendarat di bibir ranum Alea.
“26 tahun ini,” jawab Gio singkat.
Alea masih terpaku dengan serangan yang diberikan Gio secara tiba-tiba, pasalnya pria itu selalu saja membuat Alea salah tingkah dengan setiap ulah nya yang tiba-tiba.
“Kenapa?”
“Em ... tidak ada, Aku hanya heran saja awalnya aku kira laki-laki yang dimaksud Sisilia, waktu menawarkan pernikahan kontrak adalah pria tua gendut dan juga botak,” lirih Alea.
“Ha ... ha ... benarkah? jangan suka menilai seseorang dengan penampilanya saja. Siapa tau yang tua lebih perkasa,” celetuk Gio.
Gio mengambil sebuah kartu dari dompetnya.
“ini ... pakailah untuk keperluanmu selama setahun kontrak pernikahan kita, aku akan membiayai semua kuliahmu dan juga menafkahimu setiap bulannya, di dalamnya sudah terisi saldo 20 juta dan akan aku transfer setiap bulan ke rekening ini,” jelas Gio.
“Tidakkah ini terlalu berlebihan kak?” Alea sedikit terkejut
“Selama kamu menjadi istriku dalam kontrak yang berlaku, aku wajib menafkahimu sesuai surat perjanjian yang sudah kita sepakati. Terimalah jangan suka menolak rezeki,” perintah nya
“Baiklah aku akan menyimpanya.”
“Jangan hanya disimpan, tapi gunakanlah sweatheart, jika habis aku akan mengisinya lagi,” kata gio sambil tersenyum.
Alea hanya mengangguk menandakan ia mengerti.
“Sebenarnya apa pekerjaan kakak, tidakkah kakak terlalu boros dan menghambur-hamburkan uang?”
“Hanya mengelola beberapa perusahaan kecil saja,” jawab Gio enteng seolah merendah di hadapan Alea.
“Tak mungkin jika perusahaan kecil,” gumam alea
“Bersiap-siaplah malam ini kita akan berangkat untuk berbulan madu, Aku tak ingin ada penolakan lagi. menurutlah Sweathearth!”
“Baiklah aku akan bersiap-siap.”
**
Malam pun tiba, semua barang sudah Alea kemas dalam satu koper. Entahlah katanya ia akan pergi berlibur namun entah Kemana pria itu akan membawanya.
Sekarang Alea hanya bisa pasrah menuruti kemanapun Gio membawanya. Sesuai kontrak yang tertulis.
Perjalanan dari rumah ke bandara memerlukan waktu 15 menit, dilanjutkan perjalanan menggunakan jet pribadi milik Gio.
“Jet pribadi!” batin Alea. Ia terpaku sesikit heran. “sekaya apasih orang ini sampai menghambur uangnya untuk kesenangan pribadi seperti ini?”
“Ayo naik! apa perlu aku gendong sweatheart?”
“Tidak terimakasih. kakiku masih kuat untuk berjalan bahkan sepuluh kilometer,” sungut Alea.
“Baiklah-baik ... lihat saja nanti di sana, akan ku buat kamu kesulitan berjalan,” ujar Gio sambil tersenyum menggoda.
“Jangan bicara yang tidak-tidak. itu sama sekali nggak lucu,” sahut Alea.
“Kita lihat saja nanti!” Kata Gio sambil menaikkan satu alisnya.
Mereka memasuki kabin jet pribadi milik Gio. Disana Alea memposisikan duduk dengan nyaman begitupun dengan Gio.
“Sweatheart kamu mau sesuatu untuk makan malam kita?” tawar Gio
“Terserah saja aku makan semua asalkan makanan halal,” balas Alea.
“Baiklah, sepertinya istriku bukan type wanita cerewet,” ujar Gio
Gio memanggil pramugari dan memesan beberapa hidangan dan minuman melalui sambungan telpon yang ada di kabin tersebut.
Tak berselang beberapa saat makanan pun tiba, dibawakan oleh pramugari dengan pakaian yang seperti kekurangan bahan menurut Alea.
Setelah menaruh makanan tersebut sang pramugari cantik itupun meninggalkan mereka sambil sedikit menggoda Gio.
Namun sepertinya usahanya gagal, pasalnya Gio bukanlah lelaki yang suka bermain-main dengan banyak perempuan.
Hanya dengan Azalea saja sudah cukup.
“Kak!”
“Yes ... swetty,” jawab Gio.
“Apakah kamu tidak menggaji pramugarimu dengan cukup uang?” tanya Alea.
“huh ... maksud kamu?” tampaknya Gio merasa bingung dengan maksud Alea. “Kenapa memangnya sweatheart?”
“Lihat saja pakaianya, seperti kekurangan bahan saja, aku hanya merasa kasian saja di ruangan sedingin ini pasti dia kedinginan.” Alea mendengus kesal.
“Ha ... ha ... ha ..., kamu ada-ada saja baiklah nanti akan ku suruh dia mengganti bajunya jika kamu tak nyaman,” kata Gio sambil tertawa renyah
Mereka menikmati makanan dengan tenang tanpa ada percakapan lagi.
“Tidurlah sweatheart, aku akan membangunkanmu jika sudah sampai nanti, sepertinya kamu sangat lelah!” kata Gio melihat Alea sedari tadi menguap .
“ ... ”
Alea tak menjawab dan langsung memposisikan diri untuk tidur karna memang sedari tadi ia sangat mengantuk bahkan saat Gio mengajaknya mengobrol ia juga tak menjawab karna kurang fokus.
Setelah melewat penerbangan selama kurang lebih lima jam merekapun sampai di Maldives atau sebagian orang menyebutnga dengan Maladewa.
Melihat Alea yang masih terlelap tidurpun, Gio tak tega membangunkan istrinya tersebut, ia memutuskan untuk menggendong istrinya ke mobil. Bahkan sampai resort hingga ke kamarnya Alea masih tak bangun juga.
Dengan perlahan Gio membaringkan tubuh sang istri ke kasur king size miliknya. Kemudian ia ikut membaringkan tubuhnya dan mulai menyusul sang istri berlayar ke pulau kapuk terbang kedalam alam mimpi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 subuh waktu setempat Alea terbangun merasakan berat di bagian perutnya melihat tangan kekar dipenuhi bulu-bulu halus melingkar di perutnya.
Siapa lagi kalo bukan si Bule kwnya, dengan perlahan ia memindahkan tangan si bule lalu bergerak perlahan dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu lalu menunaikan solat.
Setelah selesai ia pun membangunkan sang suami untuk bergantian sholat.
“Kak ... bangun!” dengan menggoyangkan lengan kekar suaminya ia mencoba membangunkanya.
Bukanya bangun Gio malah menarik tangan Alea dan langsung memeluknya dengan dekapan erat.
“Sepuluh menit lagi,” gumam Gio, yanh masih memejamkan matanya
“Jangan suka menunda-nunda sesuatu kak, itu nggak baik apalagi ibadah,” ujar Alea.
“Hmm ... ”
“Cepatlah kak, aku sulit bernapas jika harus seperti ini terus,” imbuh Alea kesal, karena memang Gio tak memberikan pergerakan sedikitpun pada Alea.
“Morning kiss dulu!” kata Gio
Dengan cepat Alea mencium pipi suaminya
“Bukan di situ ... tapi di sini!''
Gio langsung menyambar bibir sang istri dan memperdalam ciumanya.
Alea hanya pasrah dengan perlakuan suaminya hingga ciuman berubah menjadi panas.
Dengan cepat Alea tersadar dan melepaskanya.
“Cepat kak! jangan mengulur waktu lagi atau aku tak mau lagi melayanimu,” mendengar ancaman sang istri Gio langsung bergegas ke kamar mandi mengambil wudhu, dan menjalankan kewajibanya semenjak ada Alea ia semakin rajin beribadah.
Mentari nampak muncul malu-malu dari ufuk timur menandakan hari mulai terang, Alea kemudian mendekatkan diri ke jendela lalu membuka tirai terlihat pemandangan indah yang langsung mengarah ke tengah laut.
Betapa indahnya ciptaan yang maha kuasa menciptakan bumi beserta isinya dan mahluk-mahluk indah di dalamnya.
“Huh ... nikmat mana lagi yang engkau dustakan?” lirih Alea
Alea masih terpaku, menatap indahnya pemandangan. hingga tanpa sadar sepasang lengan kekar sudah melingkar di perutnya.
“Apa kamu menyukainya sweatheart?”
Bersambung...
Jangan lupa likenya ya 😘
aku prnh bca pas di link fb. ini sdh ada apknya, jd cri2 lg. bru ktmu. 🤣🤭