Aku bisa menghalau semua rintangan dan menebas semua rumput liar yang akan merusak tamanku.
Aku juga sanggup untuk menunggumu kembali.
Namun, apakah akan ada jaminan untukku jika aku memutuskan untuk menunggumu di sisa umurku
Dapatkah engkau memastikan penantianku tidak akan sia-sia?
Aku menunggumu di Festival Bunga Cherry di Jinhae.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Normalitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan
NANTI SAYA JEMPUT HABIS MAGHRIB. KIRIM ALAMAT KAMU YA. Surya mengirim WA.
"AAAAAAAA...😍 SO SWEET," kata Mirna.
"Cie..yang mau kencan.." kata Nila.
"Siapa yang mau kencan? Cie cie.." Robin penasaran. Lalu Nila mengernyitkan alis dan memandangi Mirna.
"Oalah, Mirna. Tau gitu kukasih OT kamu ya ," kata Robin gemes.
"Sama anak mana? Ehm.." tanya Robin.
"Rahasia.." kata Mirna.
"Awas kamu ya...pelit.." kata Robin.
"Mas Rob, kami pulang dulu ya.." kata Mirna & Nila.
***
"Doi pulang jam berapa sis?" tanya Nila yang datang ke kamar Mirna.
"Jam 5, udah pulang dia. Sebentar lagi magrib," kata Mirna.
"Sholatlah dulu baru kamu jalan," kata Nila.
"Iye, neng.. kami sholat dulu," kata Mirna.
Nila memandangi Nila dengan perasaan senang sekali.
"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Mirna.
"Seneng gue melihatnya . Aiiih," kata Nila.
"Can't wait," kata Mirna bahagia sekali.
Tepat setelah Magrib Mirna keluar.
"Titip kamar gue ya! Bye bye!" kata Mirna.
"Hati-hati," teriak Nila.
"Ayo!" kata Surya merasa gugup.
"Wah, aku pendek sekali ya," kata Mirna mencoba mencairkan suasana.
"Udah samaan belum?" Surya merendahkan badannya agar tampak sejajar. Lalu keduanya tertawa.
"Aiiihh...aku jadi iri melihatnya," kata Nila sambil tersenyum dari balik jendela.
"Nonton apa kita?" tanya Mirna dengan suara keras karena takut Surya ga dengar. Anginnya begitu dingin.
"Nanti kita lihat dulu judulnya ya. Sebenarnya ada kemarin film action kubaca sinopsisnya seru banget," kata Surya mengeraskan suaranya juga.
"Oke, baiklah..!" kata Mirna.
"Maaf ya kalau agak canggung. Aku malu," kata Mirna.
"Kita santuy aja ya! Ini bukan ujian akhir semester kok," kata Surya menenangkan. Meski sebenarnya juga gugup.
"Iya.." teriaknya pas berhenti di lampu merah. Kanan kiri orang menengok ke arah mereka.
"Ups. Maaf ya terlalu kencang," kata Mirna. Surya tertawa.
"Lihat tuh, semua nengokin kita. Pura-pura aja cuek!" kata Surya.
"Iya, aku juga cuek , pede aja. hihii..!" kata Mirna.
Sekuter itu membuat acara kencan makin romantis.
"Tuhan, aku bahagia dengan dia. Bisakah aku?" gumam Mirna dalam hati.
"Ramai ya mallnya.." kata Mirna.
"Iya. Lewat sini.. Eh, kamu kedinginan enggak?" tanya Surya.
"Lumayan sih," kata Mirna.
"Sayang nih, aku ga bawa jaket. Lain kali aku bakal bawa," kata Surya tersenyum.
"Masih ada kata LAIN KALI? Yes!!!" bisik Mirna dalam hati. Langkah kaki Surya panjang banget. Mirna sampai ngos-ngosan.
"Capek ya? Pelan aja kalau gitu ya jalannya," kata Surya.
"Iya," kata Mirna tersenyum. Akhirnya mereka sampai di lantai 2.
Pas naik ke lantai 3 dengan eskalator tiba-tiba berpapasan dengan Pak Jay memakai masker bergandengan dengan seorang gadis cantik.
Lalu Mirna menunduk pura-pura tidak melihat sebelum Pak Jay sadar.
"Itu Pak Jay. Sekalipun bermasker takkan bisa mengelabuhi orang-orang lama," kata Surya pas sampai di lantai 3.
"Apa itu anaknya ?" tanya Mirna
"Apa wajar anaknya akan berpakaian minim seperti itu saat bersama ayahnya? Kurasa hampir tidak masuk akal kalau dilihat dari gestur & ekapresi mereka. Kalau aku jadi si anak pasti akan lebih memilih nonton sama temanku daripada dengan ayahku. Menurut kamu bagaimana?" tanya Surya balik.
"Setuju!" kata Mirna.
"Ehm..jadi ada pakar ekspresi nih di sini?" sindir Mirna.
"Yaps! sama.. Abaikan saja pura-pura tidak tahu. Meski sebenarnya orang-orang lama sudah pada tahu," kata Surya.
"Wah, sudah kuduga dia seorang playboy," kata Mirna.
"Terkadang saya sangat lihai menilai ekspresi seseorang.Ehm.." kata Surya menyombong.
Lalu Mirna menarik lembut baju Surya bagian belakang.
"Hmm..Apa seperti itu yang kamu lakukan ketika merasa gemas dengan seseorang?" tanya Surya tersenyum.
Lalu mereka naik ke lantai 4.
"Mirna mau film yang mana?" tanya Surya.
"Mas, yang itu bagus deh," kata Mirna.
"Boleh. Action.. Hmmm...sepertinya menarik," kata Surya.
Lalu Surya mengambil tiket.
"Kita duduk di agak belakang saja ya..biar viewnya pas," kata Surya.
"Oke siap!" kata Mirna. Pas, deh 10 menit lagi filmnya tayang.
"Ayo masuk," kata Surya. Mereka pergi ke Studio 5.
5 MENIT KEMUDIAN MUNCULLAH SESEORANG.
"Tundukkan kepalamu, di samping sana ada Pak Jay & ceweknya," kata Surya.
"Wahhh, kupikir dia sudah selesai nonton," kata Mirna.
"Jadi kucing-kucingan gini ya acara kita. SSSSTTTTT!" kata Surya.
"AAAAAAAAA!!" banyak orang kaget pada adegan tokoh utama yang hampir terbunuh oleh sebilah pisau.
Namun ,mata Mirna justru tersita oleh selingkuhan Pak Jay yang memeluk erat pria gila itu. Lalu Surya menengok ke arah Pak Jay.
Tiba-tiba saja Pak Jay memperhatikan Surya dan Mirna. Seketika Surya berusaha menutupi wajah Mirna dengan badannya.
"Sepertinya dia kesulitan mengenali kita. Matanya minus. Apalagi tempat remang-remang seperti ini," kata Surya.
"Bahaya kalau kita ketahuan. Kita bisa dimusuhinya bahkan disingkirkannya. Saya tidak mau Mirna kena masalah," kata Surya.
Lalu 18 menit sebelum film itu bungkus, Surya menarik Mirna keluar dari studio.
"Ayo kita cabut, sebelum Pak Jay melihat kita," kata Surya. Mirna mengangguk.
"Tutup muka kita dengan tangan supaya tidak keliatan." kata Surya.
Setelah berhasil keluar Surya meminta maaf karena acara hari ini begitu kacau.
Mirna tidak masalah karena semua ini tidak terduga. Jadi ia meminta Surya untuk tidak perlu merasa bersalah karena gagal.
"Laper nih. Yuk cari makan," kata Surya.
"Iya, nih. Mau makan dimana kita?" tanya Mirna.
"Saya tahu tempat paling bagus. Ayo kita ke lantai 3!" kata Surya. Mereka menuju ke Beverly Lounge.
"Nah, di sebelah sana kita," kata Surya.
"Wah, bagus banget viewnya romantis ya," kata Mirna. Surya tersenyum karena merasa lega.
"Jakarta jadi seperti taburan bintang ya dari atas," kata Surya.
"Iya," Mirna mengangguk senang.
Lalu datang seorang waitress memberikan daftar menu.
"Dinner yang perfect . Suasana tenang yang ditambah alunan lagu yang touchly," gumam Mirna. Ia merasa spesial sekali malam ini.
"Orang tua masih ada semua, Mir?" tanya Mirna.
"Alhamdulillah masih ada , Mas.." kata Mirna.
Kemudian mereka bertukar cerita. Mereka juga membahas tentang latar belakang pendidikan masing-masing.
Seorang waitress datang mengantarkan makanan mereka.
"Terima kasih," kata Surya dengan ramah kepada waitressnya.
"Sama-sama," kata waitress tersebut.
Mirna senang melihatanya. Selain rupawan ia juga sangat sopan.
"Enak ga sih mas jadi Engineer?" tanya Mirna.
"Pusing. Tapi yah, ada enaknya juga. Semua pekerjaan pasti ada susah senangnya. Tapi kalau udah nemu pasionnya ya pasti gakkan berat jalaninya. Definisi ikhlas," jawab Surya.
"Kamu sendiri bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Surya.
"Alhamdulillah Mirna merasa bersyukur. Meskipun harus dorong-dorong trolly. Tapi Mirna bisa menikmatinya. Mas Robin dan kawan-kawan yang baik. Itulah yang bikin kita senang," kata Mirna.
"Bagus deh," kata Surya.
"Mir, coba deh beefnya lunak banget bumbunya pas," kata Surya memotong beefnya untuk Mirna terlebih dahulu sebelum ia makan.
"Wah, first nih. Makasih ya.." kata Mirna.
"Anytime.." jawab Surya.
"Oiya, seminggu lagi kami ada project. Tim yang berhasil menangin project tersebut dapat sejumlah uang dan liburan ke SGP. lomba project tersebut antar departement," kata Surya.
"Wah, menarik ya. Mirna berharap tim Mas Surya yang menang," kata Mirna.
"Makasih ,Mir.." kata Surya.
Bersama orang yang kita sukai saja itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi ruang hati kita.
Waktu menunjukkan pukul 22:00 WIB. Tampak Pak Jay dan selingkuhannya sedang menuruni eskalator yang telah off.
"Dia ada dimana-mana ya," kata Mirna. "Kebanyakan yang memergokinya lebih memilih jalan lain daripada terlibat masalah dengannya," kata Surya.
Pas sampai di kosan. Dengan wajah mengantuk Nila membukakan pintu.
"Gimana nontonnya? Seru? Cerita dong!" Nila penasaran.
"Kacau, gara-gara Jaenab!" kata Mirna.
"Kok jadi Jaenab?" tanya Nila heran.
"Kami kucing-kucingan gegara orang itu bawa ceweknya. Takut ketahuan sama dia nanti bisa bermasalah. Di 15 menit terakhir sebelum bungkus , kami kabur duluan," Nila terus mendengarkan cerita Mirna. Nila ketawa-tawa mendengarnya.
Akhir yang bahagia buat semua nya😊😊😊
Sukses untuj karya selanjutnya ya thor dan tetap semangat 🥰🥰🥰
Dari awal kurang tegas soalnya, klo emang ga serius sama Mirna lepasin aja.
Karena Mirna orang nya tulus dan baik dan banyak yang suka sama Mirna.
Semoga Mirna bahagia ya thor....
Semangat ya thor 😊😊😊😊
Akhirnya semuanya aman 😊😊
Semangat ya thor 🥰🥰🥰
Semakin dewasa Mirna tapi masih berharap dengan Surya.
Dan semoga Hyeo Ri mendapatkan pasangan yang baik 😍
Semangat ya thor dan lanjutkan ceritanya 😘😘😘
Semakin seru kisah Mirna, Hyeo Ri dan Ruumi....
Semangat ya thor, sehat selalu agar bisa up terussss 😍😍😍😍
Semangat ya thor....
5 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
10 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Belum bisa wujudin apa harapan ibu nya, semoga jodoh Mirna yg baik n tegas n sayang ya thor....
Ditunggu crazy up nya thor hehehehe
Semangat ya 😍😍😍