NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Immortal

Kebangkitan Sang Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Di Kerajaan Awan, Kaisar muda bernama Jing Yan difitnah dan dibunuh secara keji oleh Tang Long, seorang Kultivator Pedang dari Sekte Pedang Roh Biru, dan Fang Zhelan, putri Perdana Menteri yang berkhianat demi merebut takhta. Keluarga Fang lalu mengambil alih kerajaan, mencoreng nama baik Jing Yan selamanya.

Namun, kematian bukanlah akhir bagi Jing Yan. Jiwanya ditarik ke dalam Peti Mati Perunggu Kuno milik seorang Pencipta Immortal yang telah mati. Dengan menggunakan sisa kulit sang Immortal, Jing Yan bereinkarnasi ke dalam tubuh baru yang sempurna. Ia ditemani oleh dua kesadaran dalam satu makhluk kecil bernama Bintang Biru dan Bulan Merah—yang merupakan jelmaan dari peti mati tersebut.

Jing Yan mengetahui bahwa ia mewarisi kekuatan Pencipta Immortal. Untuk menjadi kuat, ia harus mengumpulkan Benih Ciptaan, yaitu fragmen kekuatan sang Immortal yang tersebar di seluruh dunia. Tujuan utamanya: membalas dendam kepada Tang Long dan Fang Zhelan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 - Kau Ingin Aku Mati?

Pandangan semua orang beralih kepada seorang wanita cantik berkulit putih yang berjalan anggun mendekati mereka. Dia adalah Fang Zhelan, putri Perdana Menteri. Hari ini seharusnya ia dinobatkan sebagai Permaisuri, tetapi sejak fajar tadi ia menghilang tanpa jejak.

"Zhelan! Mundur!" Suara Jing Yan bergetar penuh kekhawatiran.

Namun yang membuat Jing Yan terkejut, Fang Zhelan justru melewatinya begitu saja dan berdiri di sisi Tang Long. Jelas sekali mereka saling mengenal.

"K-kalian berdua?" suara Jing Yan bergetar.

"Jing Yan, aku datang ke sini bukan untukmu," kata Fang Zhelan dengan nada dingin. "Justru, percobaan pembunuhan kecil hari ini adalah ideku."

"Kau ingin aku mati?" Jing Yan merasa seolah-olah disambar petir.

"Ya."

"Tapi kenapa?" Matanya menyala dipenuhi kemarahan dan ketidakpercayaan. Selama ini ia selalu bersikap baik kepada Keluarga Fang, terutama kepada Fang Zhelan.

"Karena ini." Fang Zhelan mengangkat tangannya, memperlihatkan sebuah pedang perak berkilauan sepanjang sekitar tiga inci yang sepenuhnya terbentuk dari energi murni.

Saat pedang itu melayang di atas telapak tangannya, pedang tersebut memancarkan aura dingin yang menusuk. Kehadirannya membuat suhu di sekitar istana kekaisaran turun drastis hingga orang-orang yang menyaksikan mulai menggigil.

"Jiwa Pedang!" Mata Jing Yan membelalak.

Fang Zhelan menyunggingkan senyum tipis. "Mengesankan. Rupanya kau mengenalinya. Benar, aku telah membangkitkan Jiwa Pedang Bulan Es dengan tingkatan Bintang!"

Sambil menatap Jiwa Pedang Bulan Es miliknya dengan penuh rasa terpukau, Fang Zhelan berkata, "Sebentar lagi Kakak Tang akan membawaku masuk ke Sekte Pedang Roh Biru. Aku akan menjadi seorang Immortal, sementara kau akan tetap menjadi manusia biasa. Sudah sewajarnya jalan hidup kita akan berpisah. Termasuk pertunangan kita."

"Di masa depan, orang-orang biasa sepertimu hanya akan bisa berlutut di hadapanku dengan penuh hormat!" tambahnya dengan sedikit kesombongan.

"Apa kau sudah gila?" Jing Yan meludah ke samping, amarahnya begitu jelas terlihat. "Baik, kalau memang kau punya bakat, pergilah berkultivasi. Aku tidak membutuhkanmu. Tapi kenapa kau harus menyeret begitu banyak orang yang tidak bersalah ke dalam rencanamu?"

Sebuah tragedi telah menimpa rakyat Negeri Awan. Tak terhitung banyaknya nyawa yang direnggut oleh ular-ular berbisa itu, dan sebagai penguasa mereka, setiap kematian terasa seperti anak panah yang menusuk jantung Jing Yan.

"Ada alasannya." Fang Zhelan mulai menjelaskan sambil menunjuk ke arah sosok di kejauhan, yaitu Perdana Menteri Fang Yutian.

"Kakak Tang mengatakan kepadaku bahwa mereka yang lahir dari keluarga kekaisaran akan mendapat perlakuan istimewa ketika memasuki sebuah sekte. Jadi, kupikir akan menjadi ide yang bagus jika ayahku menjadi penguasa Negeri Awan. Dengan begitu, bukan saja aku bisa menyingkirkanmu, tetapi nama dan warisanmu juga akan tercoreng selamanya!"

"Yang lama harus disingkirkan agar yang baru bisa menggantikannya. Bukankah itu alasan terbaik untuk mengganti sebuah dinasti?" ujarnya dengan seringai dingin.

Fang Zhelan sama sekali tidak khawatir percakapannya dengan Jing Yan akan didengar orang lain.

Bagaimanapun juga, Tang Long adalah murid dari sebuah sekte besar, dan ia memiliki cara untuk memastikan percakapan mereka tetap tersembunyi dari siapa pun.

"Menjatuhkan seorang Kaisar biasa sepertimu? Itu hanyalah permainan anak-anak bagi seorang kultivator." Suara Fang Zhelan dipenuhi kesombongan.

"Mulai hari ini, negeri yang kau pijak ini akan dikenal sebagai Negeri Fang dan berada di bawah perlindungan Sekte Pedang Roh Biru. Kekuasaan Keluarga Jingmu yang telah berlangsung selama lima ratus tahun berakhir di sini. Mulai sekarang, negeri ini akan berkembang di bawah perlindunganku. Terimalah nasibmu."

Fang Zhelan menyilangkan kedua lengannya, sikapnya menjadi semakin dingin.

"Bahkan sebelum Jiwa Pedang ini bangkit, sejak kita masih kecil, aku sudah tahu kalau aku ditakdirkan untuk sesuatu yang jauh lebih besar! Sekarang setelah aku menapaki jalan menuju keabadian, aku sudah berada jauh di atas orang sepertimu!"

Jing Yan tertawa pahit, penuh amarah. "Di bawah perlindunganmu? Kau, seorang Immortal? Kalian yang penuh kebohongan murahan dan tipu daya keji masih berani menyebut diri kalian sebagai Immortal? Hahaha!"

Tang Long mendengus meremehkan. "Kenapa kita masih mau mendengarkan ocehan seorang manusia fana tentang apa itu Immortal?"

"Sudah, cukup bicara kakak Tang. Habisi dia!" Fang Zhelan mulai kehilangan kesabarannya.

Mata Jing Yan berkobar penuh perlawanan. "Walaupun seumur hidup ini aku tidak pernah menjadi seorang Immortal, kalian berdua tetap tidak lebih dari sampah yang menyalahgunakan kekuatan demi mencelakai orang-orang yang tidak bersalah. Mungkin sekarang kalian bisa berbuat sesuka hati, tetapi jalan yang kalian pilih itu akan menjadi kehancuran kalian sendiri. Ingat kata-kataku. Suatu hari nanti kalian akan menemui kematian yang menyedihkan! Satu-satunya penyesalanku hanyalah aku tidak bisa membunuh kalian berdua sendiri demi membalaskan dendam rakyat Negeri Awan."

"Diam!" Tang Long membentak, wajahnya dipenuhi amarah. "Kau hanyalah setitik debu di alam semesta ini, tetapi masih berani berbicara tentang jalan para Immortal? Manusia fana sepertimu sama sekali tidak memahami kultivasi ataupun pantangan-pantangan di dalamnya!"

"Bahkan serangga yang hidup hanya sesaat pun mampu melintasi lautan luas dan langit yang tinggi. Jadi kenapa aku, seorang manusia, tidak bisa memahami Jalan seorang Immortal?" Jing Yan tersenyum sinis penuh tantangan.

Tang Long tertawa mengejek. "Kalau begitu, coba jelaskan padaku. Apa arti sebenarnya menjadi seorang Immortal?"

Sambil menggenggam pedangnya, Jing Yan berdiri tegak di atas bangkai iblis ular. Tatapannya menyala penuh semangat, sementara tekadnya tetap tak tergoyahkan. "Berani mengorbankan diri demi rakyat, serta memiliki hati yang menyatu dengan dunia. Itulah arti sebenarnya menjadi seorang Immortal.”

Jing Yan tahu dirinya bukan tandingan Tang Long.

Namun pada saat itu, dengan pedang di tangan dan tekad yang memenuhi hatinya, ia melangkahi mayat-mayat ular dan menerjang ke arah Tang Long sambil berteriak, "Membasmi iblis, memberkati umat manusia, serta melindungi Jalan Langit, itulah hakikat seorang Immortal!"

Suasana seketika menjadi tegang.

Cahaya pedang Jing Yan bergulung bagaikan ombak yang mengamuk, membuat semua orang yang menyaksikannya terperangah.

Tang Long justru merasa geli melihat keberanian manusia fana di hadapannya.

"Biar kuperlihatkan kepadamu apa arti sebenarnya menjadi seorang Immortal. Dengan satu serangan saja, aku akan mengakhiri hidupmu. Itulah arti menjadi seorang Immortal."

Hanya dengan satu jentikan jari, Jiwa Pedangnya melesat menembus dahi Jing Yan.

Penguasa muda yang sebelumnya dipenuhi semangat dan perlawanan itu langsung membeku di tempat, tubuhnya berhenti tepat di gerakan terakhirnya saat hendak menyerang.

Bahkan ketika darah terus mengalir dari luka di dahinya, kedua mata Jing Yan tetap menatap tajam ke arah mereka berdua.

"Jadi kau menganggap dirimu seorang pahlawan? Kau pikir kau akan selalu menang? Kau pikir dunia tidak mengakui kemampuanmu hanya karena usiamu masih muda?" Tang Long tertawa kecil.

Namun, bahkan setelah Jing Yan mati, ada sesuatu dalam tatapannya yang membuat Tang Long tidak sanggup menatapnya terlalu lama.

Setelah semuanya berakhir, ia dan Fang Zhelan pun meninggalkan tempat itu.

~ ~ ~ ~ ~

Zaman telah berubah di Negeri Awan.

Fang Yutian naik takhta menjadi Kaisar, sementara nama serta warisan Jing Yan dicemarkan dalam catatan sejarah.

‘Apa sebenarnya seorang Immortal itu?’

‘Dan apa sebenarnya Jalan Keabadian itu?’

Setelah tusukan mematikan yang menembus kepalanya, Jing Yan terus memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu tanpa henti.

Konon katanya, setelah seseorang meninggal, jiwanya akan tetap tinggal. Dan Jing Yan sama sekali tidak berniat melepaskan semuanya begitu saja.

Ia mulai berlatih bela diri sejak usia enam tahun. Pada usia delapan tahun, seluruh meridiannya telah terbuka. Saat berusia dua belas tahun, semua orang telah menyebutnya sebagai seorang jenius Negeri Awan. Di usia lima belas tahun, hampir tidak ada seorang pun yang mampu menandinginya.

Namun dunianya ternyata terlalu kecil.

Karena Tang Long berasal dari alam yang lebih tinggi, seluruh kerja keras, impian, dan usahanya seolah menjadi sesuatu yang tidak berarti.

"Kalau aku diberi kesempatan sekali lagi... aku akan mempertaruhkan segalanya demi mencapai tingkat Immortal." gumam Jing Yan.

Anehnya, setelah kematian menjemputnya, tekadnya justru menjadi semakin kuat.

Jiwanya melesat menembus angkasa raya.

"Ke mana sebenarnya aku sedang pergi?"

Jiwanya yang telah hancur berkeping-keping melayang di dalam kehampaan.

Dari sudut pandangnya, dunia tempat ia tinggal perlahan menjadi semakin kecil.

Tiba-tiba, ia melihat sebuah pemandangan yang sangat mengejutkan.

Tanah tempat ia hidup selama enam belas tahun itu, jika dilihat dari kejauhan, ternyata menyerupai sebuah pemakaman raksasa yang tak berujung.

Di sana berdiri sebuah batu nisan yang luar biasa besar, diselimuti kabut keabadian. Batu nisan itu menjulang tinggi bagaikan tiang yang menopang langit sekaligus menahan bumi. Dan tepat di bawah pemakaman raksasa itu terdapat sebuah peti mati perunggu kuno yang ukurannya sangat besar.

"Jadi beginikah rasanya setelah mati? Apa ini hanya mimpi yang aneh?" pikir Jing Yan, merasa ketakutan sekaligus kebingungan.

Terlalu tenggelam dalam pikirannya, ia hampir tidak menyadari bahwa ada kekuatan mengerikan yang sedang menyeret jiwanya ke bawah.

Kekuatan itu menariknya tanpa bisa dilawan menuju peti mati perunggu kuno tersebut.

Raungan yang memekakkan telinga memenuhi pendengarannya.

Saat jiwanya memasuki peti mati itu, sebuah suara agung bergema di sekelilingnya.

"Peti mati ini menopang langit dan menahan dunia bawah, memurnikan jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya sepanjang zaman. Ia menelan alam-alam tertinggi dan melahirkan ribuan dunia. Dan di antara semua itu, hanya ada satu Jalan yang dapat mengantarkan seseorang menjadi Pencipta Immortal.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!