NovelToon NovelToon
Wanita Malam

Wanita Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Marisa putri

“Di balik senyum indahnya, tersimpan luka yang tak pernah terlihat.”

mas aku bukan orang baik pergih saja:"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Marisa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

wanita malam : nakal ya kamu

Aku duduk di kursi kerjaku, meletakkan buket bunga indah itu di meja. Tiba-tiba datang Dela — rekan kerjaku yang sangat baik, dia yang selalu menemani sejak aku baru masuk ke sini.

"Wah, Alya... ini dari pacarmu ya?" tanyanya antusias.

Aku tersenyum malu. "Iya nih..."

"Romantis banget sih!"

"Loh, makanan ini mahal banget lho, Alya. Kue manis ini edisi terbatas, cuma orang berada yang bisa beli. Gaji kita kalau mau beli ini langsung habis lho!" seru Dela takjub.

"Hah? Serius sih?" Aku terbelalak. Ya Tuhan... kue mini aja semahal itu? Kevin bener-bener boros banget ya.

"Kamu coba deh rasain, enak nggak?" ajakku.

Dela menggigit pelan. "Enak kok, Alya."

"Rasanya stroberi... agak asam ya?"

"Iya, asam tapi enak banget," jawab Dela sambil tertawa lepas. Aku pun ikut tertawa, suasana hatiku yang tadi sempat keruh kini cerah kembali.

"Enak banget ya, Alya. Jadi kamu udah cantik, punya pacar orang kaya pula," puji Dela tulus.

Alya tersenyum lembut, menggeleng pelan. "Enggak kok... dia itu orang biasa-biasa aja kok di mataku."

"Ih, kamu ini merendah banget sih!" seru Dela sambil tertawa.

"Alya, kamu mau tau nggak? Tadi kan Mbak Sinta, manajer kita, dimarahin tau sama Pak Kevin!" bisik Dela antusias.

"Kenapa? Kok bisa?" tanyaku penasaran.

"Katanya sih... Mbak Sinta itu suka sama Pak Kevin, tapi Pak Kevin-nya nggak suka sama dia lho!"

"Ooh gitu ya..." jawabku pelan, padahal aku sudah tahu sifat Kevin. Aku hanya diam mendengarkan.

"Ngomong-ngomong, Pak Kevin itu sebenarnya cari tipe yang gimana sih? Padahal Mbak Sinta itu cantik, pinter lagi. Sudah dikejar 4 tahun loh, tapi masih nggak dapet juga," Dela menggeleng takjub.

Alya baru saja mendengar hal itu dan hanya terdiam.

"Tapi ngomong-ngomong, Pak Kevin ganteng ya... cuma agak pemarah aja sih," lanjut Dela sambil tersenyum. "Kamu tau nggak pacarannya Pak Kevin siapa? Kan kalian kerja bareng tuh."

Alya menjawab pelan sambil tersenyum tipis, "Aku nggak tau, Dela."

"Siapa ya yang mau sama Pak Kevin yang galak begitu?" Dela tertawa lepas. Alya pun ikut tertawa, menyembunyikan senyum bahagia — karena dialah satu-satunya orang yang dimiliki hati pria itu.

Tiba-tiba Pak Kevin lewat di depan ruangan mereka. Dela langsung kaget setengah mati, menyenggol lengan Alya pelan.

"Alya... gawat! Bos ada di depan!" bisiknya panik.

Alya hanya diam, menunduk sedikit menahan jantung yang berdegup kencang.

"Gimana nih, Alya? Kita bakal dimarahin ya karena ngomongin dia tadi?" tanya Dela cemas.

Kevin berhenti sejenak, menatap mereka dengan wajah serius.

"Kalian kerja yang benar. Jangan berbicara terus," ucapnya tegas, lalu menatap Alya. "Dan kamu, Alya... ikut ke ruangan saya."

Dela melirik Alya dengan tatapan khawatir. Hati-hati ya, Alya...

Puput yang kebetulan lewat mendengar dan melihat semuanya, langsung bersuara sambil menyindir sinis.

"Lagi-lagi anak magang... belagu banget sih. Cari masalah mampus kan dipanggil atasan begitu," ucapnya penuh dengki, berharap Alya kena marah yang berat.

Di dalam ruangan kerja yang tertutup itu, Kevin menatapnya sambil tersenyum tipis.

"Oh jadi kamu anggap aku pemarah dan galak, Sayang?"

"Ih... nggak, Kevin! Aku cuma bercanda saja kok," jawab Alya malu.

"Kalau begitu, menurut kamu aku orangnya gimana?" tanyanya lembut, lalu menarik pinggang Alya hingga duduk di pangkuannya.

"Kamu orangnya... baik, tampan, dan sedikit nyebelin," jawab Alya pelan.

"Kok nyebelin sih?"

"Ngeselin lah."

Kevin menatapnya lembut, suaranya berubah lebih pelan. "Kamu masih ngambek soal kejadian tadi sama Sinta?"

"Nggak, Kevin. Aku tau kok... cintanya cuma buat aku," ucap Alya yakin.

"Syukurlah kalau begitu. Hadiah dari aku sudah kamu terima?"

"Sudah, Kevin. Bunga mawarnya indah sekali ya."

"Terus hadiah dari aku?"

"Hah? Kok kamu minta hadiah juga?"

"Aku mau juga," godanya.

Alya berpikir sejenak. "Apa ya..."

Kevin menunjuk pipi Alya pelan. Wajah Alya memerah seketika.

"Ini kantor, Kevin. Nanti saja di rumah ya."

"Aku mau sekarang. Boleh?"

"Ih... kamu nakal banget, Kevin. Nanti kedengaran suaranya."

"Tenang saja, ruangan ini kedap suara kok."

Alya menunduk malu. "Hmm... aku malu. Ini kantor lho."

"Tidak ada yang akan tahu. Aku ingin, Alya... boleh ya?"

Dengan hati yang berdebar, Alya mengangguk pelan lalu mendekat, mencium bibir Kevin perlahan. Detik itu juga, kehangatan menyelimuti tubuh mereka berdua. Tangan Kevin perlahan meraba lekuk tubuh Alya dengan lembut, membuat gadis itu tak kuasa menahan desahan pelan.

"Ahh... ahhh... Kevin... pelan-pelan..."

Nafas Kevin memburu, membuat suasana di ruangan itu terasa begitu panas dan mendebarkan.

"Ahh... ahhh... Sayang..." desahku pelan saat Kevin akhirnya melepaskan pelukannya.

Aku terengah-engah, tubuh terasa lemas. "Ih... kamu ini nggak bisa tahan sedikit saja?"

Kevin menatapku dengan tatapan yang masih memancarkan kehangatan. "Aku nggak sanggup, Alya... kalau kamu begitu menggodaku, mana bisa aku tahan."

Aku merapikan kancing bajuku yang kusut berantakan. "Lihat nih... bajuku jadi berantakan gara-gara kamu sih."

"Nanti aku belikan yang baru untukmu," jawabnya lembut.

"Ih, kamu ini pemborosan banget! Sedikit-sedikit suruh beli, sedikit-sedikit belanja," cibirku malu-malu.

Kevin tersenyum lembut, lalu mengusap kepalaku pelan. "Aku cuma mau kasih yang terbaik untukmu, Alya. Selalu.

"Alya, nanti sore kita ada jamuan makan ketemu investor penting. Kamu ikut bersama aku ya," ucap Kevin lembut namun tegas, menatapnya penuh keyakinan.

"Iya, aku ikut," jawabku mantap.

Kevin tersenyum lega. "Oke, Sayang. Soalnya jamuan ini penting banget buat perusahaan yang sedang berjalan ini. Nanti kamu siapkan berkas dan semua dokumen yang dibutuhkan ya."

"Nanti kamu ganti juga pakaiannya ya. Sepertinya kurang pas dan terlalu ketat untuk jamuan sore nanti," ucap Kevin lembut, menatapnya dengan perhatian penuh.

"Iya, Kevin sayang... tapi kamu juga sih, bikin bajuku jadi berantakan begini," jawabku sambil tersenyum malu, menunjuk kancing baju yang masih belum rapi.

"Aku sudah pesankan dari tadi. Nanti ada orang yang mengantarkan pakaian ke sini, dan kamu pakai saja ya," ucap Kevin lembut.

Alya tersenyum bahagia, mendekat lalu mencium pipinya pelan. "Makasih ya, Sayang..."

"Kamu nih... makin gemesin aku tau," ucapku pelan sambil menatapnya tak kuasa menahan senyum bahagia.

"Udah deh... gombal terus nih, Om-Om!" ucapku sambil mencibir manis, pipi memerah merona.

"Aku nggak bertampang Om-Om ya, Alya... Ganteng begitu kok!" jawab Kevin sambil sedikit cemberut pura-pura kesal, lalu tersenyum lebar bangga.

"Om-Om yang gemesin ini... aku makin cinta tau," ucapku pelan, matanya memancarkan cinta tulus tanpa batas.

1
Ikhsan Ramadhan
cerita seru semangat
vegaa
bagus
Didi Mulyadii
bagus banget
nurulmarisa: terimakasih dukunganya🤩
total 1 replies
Didi Mulyadii
kenapa alya harus berkorban kaya gitu ya
nurulmarisa: demi uang pak🤣
total 1 replies
putri_raisa
kesel deh sama orang tua kevin mandang status banget😵‍💫
nurulmarisa: bisa lah orang yang beradaa maunya sama satu kasta🥲
total 1 replies
Naura Azizah
apa gak merinding ya si Alya di deketin om om kaya Kevin kalo ganteng mah hayu aja gemes alurnya Manarik KA update dong aku kepo kelanjutannya 😍🤣🤭
nurulmarisa: awal awal takut dia pas di perhatin om om ganteng🤣
total 1 replies
Naura Azizah
kayanya si Raka suka Alya deh segitu capernya bejir🤭🤣
nurulmarisa: cinta bertepuk sebelah tangan dia😵‍💫🤣
total 1 replies
vegaa
suka banget sama perhatian Kevin,tapi Alya bakal suka gak si soal dia udah om om tuh jadi kepo kelanjutannya di tunggu updatenya ya KK seru nih aku ada gemes gemesnya🤣
nurulmarisa: siap Kaka Kaka ku dak sabar nich💪🤭🤣
total 3 replies
Andira
jadi makin seru ni ceritanya lanjut kk semnggtt🤭
nurulmarisa: terimakasih KK aku makin semangat KK♥️🫶
total 1 replies
Andira
aku kalo jadi Alya baper parah seperhatian itu kevin
Andira: semua cowo gitu love bombing hehe🤣
total 2 replies
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak ceritanya Bagus banget aku suka alur yang terakhir lanjut kak bagaimana nih makin seru kak bisa komen ya kita semangat ya semangat yah kak bikin karyanya oh iya pak aku punya 3 novel kalau kakak suka mampir-mampir ya kak terima kasih
Feni sang penulis novel: terima kasih ya kak semoga kakak suka ya dengan karya aku ada tiga karya aku tolong baca semuanya ya kak semoga kakak suka dan tolong berikan bintang 5 dan tolong berikan komentar untuk ketiga novel aku kak terima kasih
total 2 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
semangat buat author 💛💛
nurulmarisa: makasih komen kk ,kk juga semangat ya 🙏💪
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
sampai segitunya banget yah🤭
nurulmarisa: sebener ke paksa aja kerja begitu karna nominal gede maklum dunia malam🥲🫠
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
lagian cowoknya gragas banget sih/Smug/
nurulmarisa: kaya itu efek mabuk itu sepeleng🤣
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
kenapa Alya melakukan itu?
nurulmarisa: lagi enak enak kerja,malah di godain om om kk, mana ganteng lgi🤣👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!