Arini tak menyadari jika dirinya telah menjalin hubungan dengan laki laki beristri dan saat Arini tau jika laki laki yang iya cintai dan yang telah menghamilinya merupakan pria beristri Arini pun memilih untuk pergi dan menjauh.
Terlebih saat tau dirinya hanya akan di jadikan alat untuk bisa memberikan keturunan untuk istri laki laki itu Arini pun memutuskan merahasiakan semuanya dan itu juga yang menjadi landasan untuk Arini memilih pergi dari laki laki yang sudah menipunya habis habisan.
" kamu boleh pergi dari ku tapi jangan pernah bawa anak ku karena aku menginginkan anak itu " ucap laki laki yang dengan sengaja menghamili Arini demi bisa memiliki anak.
Apakah Arini bisa benar benar lepas dari laki laki itu atau kah Arini harus benar benar memberikan anak yang selama ini iya rahasiakan dan sembunyikan demi bisa lepas dari laki laki yang ternyata masih memiliki istri yang sah ?
Dan bagaimana sebenarnya hubungan laki laki yang menghamili Arini dengan istri sahnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamparan Dari Tamu Tak Di Undang
Ketakutan yang selama lima tahun ini menghantui Arini akhirnya terjadi dan hal itu bisa terlihat jelas di mata Galuh, laki laki yang pernah memberikan bunga bunga indah di hati Arini tapi laki laki itu juga yang memberikan luka yang tak berdarah di hati Arini hingga saat ini.
" kenapa om berkata seperti itu ?" tanya Arini mencoba menguasai rasa takutnya karena hanya ini yang bisa Arini lakukan demi menjaga rahasia yang selama ini iya sembunyikan dan perjuangkan dalam hidupnya.
" maaf Arini harus masuk, tak baik seorang wanita bersuami berbicara terlalu lama dengan laki laki lain " ucap Arini yang lagi lagi mengatakan hal bohong demi menghindar dari Galuh.
" oh ya kamu benar " ucap Galuh yang berhasil membuat Arini bisa bernafas lega tapi itu hanya sesaat karena apa yang Galuh katakan selanjutnya malah membuat Arini mematung tak berdaya.
" biar om bertemu dengan suami mu jika memang benar kamu sudah menikah " ucap Galuh yang hanya ingin meyakinkan hatinya jika memang Arini sudah benar benar menikah.
" untuk apa ?" tanya Arini dengan wajah yang terlihat sangat gugup dan karena hal itu membuat Galuh semakin yakin jika Arini sedang berbohong.
" hanya untuk memastikan apakah kamu berbohong atau berkata jujur " ucap Galuh santai karena Galuh ingin melihat sejauh apa Arini akan berbohong padanya.
" jangan mengungkit tentang masa lalu karena kita sudah memiliki kebahagiaan kita masing masing " ucap Arini yang malah membuat Galuh melangkah maju tepat di hadapan Arini hingga dengan refleks Arini melangkah mundur menjauh dari Galuh.
" Om tak akan pernah mundur sampai om yakin jika kamu tidak berbohong " ucap Galuh.
" oh ya sepertinya panggilan om terlalu tua karena kini kamu sudah jauh lebih dewasa jadi panggil mas bukan om lagi " ucap Galuh yang ingin bisa lebih nyaman saat Arini memanggilnya.
" untuk apa ?"
" toh setelah ini kita tak akan pernah bertemu lagi " ucap Arini yakin tapi takdir lagi lagi mempermainkan Arini dimana tiba tiba saja Ghina keluar dari dalam rumah karena Arini terlalu lama berada di luar.
" bunda, sedang apa bunda di luar ?" tanya Ghina sambil melihat ke arah laki laki yang berdiri tak jauh dari ibunya.
" Ghina masuk du " belum selesai Arini menyelesaikan ucapannya Galuh malah menghampiri Ghina bahkan sebelum Arini berhasil menghalanginya.
" hai anak manis, siapa namanya " sapa Galuh setelah mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Ghina.
" Ghina om " ucap Ghina pelan tapi tak lama Ghina pun berlari menghampiri Arini dan langsung memeluk kaki Arini.
" Ghina masuk dulu ya, ada yang ingin bunda bicarakan sama om ini " ucap Arini yang tak ingin Galuh bertanya yang macam macam pada Ghina yang tak akan mungkin berbohong.
" boleh om tanya ?" tanya Galuh yang masih di posisinya mensejajarkan tubuhnya dengan Ghina yang semakin di perhatikan wajah Ghina begitu menenangkan hatinya.
" berapa usia Ghina sekarang ?" tanya Galuh yang membuat Arini kembali takut sambil terus memegang pundak Ghina putri kecilnya.
" empat tahun " ucap Ghina pelan.
" satu lagi setelah ini kita beli boneka, Ghina mau " bujuk Galuh sambil melihat ke arah Arini yang terlihat semakin pucat.
" ayah Ghina "
" cukup om " ucap Arini sambil memeluk Ghina.
" jangan ganggu hidup Arini lagi Arini mohon" ucap Arini penuh ketakutan.
" hiduplah dengan bahagia bersama istri dan anak om, dan biarkan Arini hidup dengan keluarga Arini sendiri " ucap Arini yang kini sudah melangkah masuk ke dalam rumah tanpa menunggu jawaban Galuh.
" apa mungkin yang mas pikirkan itu benar ?" tanya Galuh yang berhasil menghentikan langkah Arini tapi tak lama Arini kembali melanjutkan langkahnya tanpa menjelaskan apapun pada Galuh.
" baiklah jika kamu tak ingin menjawabnya saat ini, tapi satu yang harus kamu pahami jika mas masih belum memiliki anak " ucap Galuh sebelum Arini benar benar menutup pintu rumah kontrakannya.
Arini bersandar di balik pintu sambil memeluk erat tubuh mungil Ghina putri satu satunya yang iya lahirkan dan besarkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan.
Berbeda dengan Galuh yang masih berdiri sambil menatap ke arah pintu rumah Arini yang juga membawa Ghina masuk tanpa sempat iya peluk.
" mas akan kembali dan saat mas kembali nanti mas hanya ingin kejujuran dari mu " ucap Galuh yang yakin Arini masih bisa mendengar ucapannya.
Tak ingin membuat Malika curiga karena dirinya pulang terlambat, Galuh pun memutuskan untuk pulang dan besok sepulang bekerja akan kembali mengunjungi Arini untuk memastikan semuanya.
Tok tok tok
Mendengar ketukan di pintu rumahnya membuat keringat dingin mengucur deras di tubuh Arini karena menduga jika Galuh kembali untuk mengusik dirinya.
" permisi " ucap seorang wanita yang berhasil membuat hati Arini jauh lebih tenang karena bisa di pastikan jika itu bukan lah Galuh.
" Ghina masuk dulu ya ke kamar, bunda mau lihat siapa yang datang bertamu " ucap Arini setelah jauh lebih tenang dan setelah memastikan Ghina mauk ke dalam kamar Arini pun baru membuka pintu rumahnya.
Ceklek
Pintu pun terbuka dan saat melihat siapa yang datang bertamu ke rumahnya membuat jantung Arini berdetak sangat cepat karena ini kali kedua Arini bertemu dengan wanita di hadapannya.
" mba disini ?"
Plakk
Bukannya mendapat jawaban atas kebingungannya karena Malika datang ke rumahnya tapi sebuah tamparan yang Arini dapatkan dan karena hal itu membuat pipinya terasa panas dan perih.
" dasar wanita murahan tak tau diri " ucap sarkas Malika penuh amarah.
" kamu pikir karena kamu dan suami ku pernah memiliki hubungan lima tahun lalu kamu bisa merebutnya dari ku, itu tak akan pernah terjadi !" ucap Malika ketus dan tegas.
" dan satu lagi, meski pun anak itu adalah anak mu dengan mas Galuh tapi aku tak akan pernah Sudi menganggapnya sebagai anak kami "
" jadi jangan pernah bermimpi untuk bisa menggunakan anak itu sebagai senjata untuk menekan suami ku !!" tunjuk Malika yang sudah benar benar terbakar cemburu dan amarah saat melihat pancaran mata Galuh saat melihat Ghina anak kecil yang memang terlihat mirip dengan Galuh suaminya.
" sudah !!"
" lebih baik mba pergi dari sini karena saya tak seperti yang mba pikirkan !! " usir Arini sambil mencoba tegar dari semua tuduhan yang Malika lontarkan padanya.
" lagi pula, Ghina hanya anak saya dan saya tak akan pernah menyerahkannya pada siapapun apalagi anda !" ucap Arini yang tak ingin terlihat lemah di mata Malika.
" cih, munafik " ucap Malika tak percaya dengan apa yang Arini katakan.
" terserah anda mau percaya atau tidak dengan apa yang saya katakan, tapi jika anda bersikap kasar dan arogan seperti ini saya akan laporkan anda atas perbuatan tidak menyenangkan karena anda ada di rumah saya " ucap Arini tegas.
" silahkan pergi sebelum saya kehilangan kesabaran saya !! " ucap Arini lagi sambil menutup pintu tepat di wajah Malika.
" lihat saja, apa yang akan aku lakukan jika kamu terus mendekati suamiku !!" teriak Malika yang masih bisa di dengar oleh Arini.
✍️✍️✍️ apa Arini akan mengadukan apa yang Malika lakukan saat ini pada Galuh saat Galuh kembali lagi besok ? Ataukan Arini punya cara lain untuk bisa menghentikan apa yang di lakukan Galuh dan Malika ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘