Vikayla Marino kabur dari keluarganya yang toxic dengan di bantu adik angkat dan temannya menuju kota lain.
Pada saat di kota lain dia bertemu dengan seorang lelaki misterius bernama Alvaro Bastian. Dia yang membantu Vikayla Marino melewati trouma yang cukup mendalam.
《 CERITA CHAT STORY YG DI RILIS KE NOVEL DENGAN CERITA BERBEDA SEDIKIT 》
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SIVIKAYLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Mahesa dan Cheril melihat video cctv yang di berikan oleh Alvaro. Mereka langsung terkejut sambil menatap satu sama lain dan memandang kecewa ke Dahlia.
"Ke-kenapa Mom... Dad... Jangan mudah percaya dengan yang kalian lihat. Pasti aku di fitnah!"bantah Dahlia.
Alvaro mengernyit menatap Dahlia dengan penuh amarah.
"Fitnah kata lo?? Sejak kapan gue fitnah?! Dari kecil sampai sekarang gue selalu bela lo! Gue selalu menjadi tameng lo! Dan gue selalu mengalah buat lo! Dan sekarang lo nuduh gue fitnah?? Buat apa gue fitnah lo?!"protes Alvaro yang semakin memojokan Dahlia sampai tembok.
Dahlia tak berkutik dia menatap Mahesa dan juga Cheril.
"Mom.. Dad.. Kenapa kalian diam saja? Aku di pojokkan seperti ini loh..,"Dahlia masih mencari belas kasihan Mahesa dan Cheril.
Tapi kedua orang tua Alvaro sebenarnya keras. Mereka kalau sudah kecewa pasti sudah tidak akan bisa ditoleri. Yang penting sudah ada bukti nya.
"Sayang... kamu kan tahu, seberapa sayang kami samaa kamu. Tapi bukan berarti kamu mencelakai orang lain. Jelas kami juga tak terima tindakkan mu nak,"lirih Cheril.
Dahlia menggeleng tegas. Dia mendorong Alvaro dan menghampiri Cheril sambil mengenggam tangannya.
"Mom.. Kenapa Mom gapercaya sama Dahlia. Ini tuh fitnah. Pasti cctv itu rekayasa Mom,"bela Dahlia.
"Dahlia.. Sudah lah. Akui saja kesalahanmu. Mungkin kalau kau mengakui semua ini. Mom sama Dad akan memaafkan mu,"ucap Zefran.
Dahlia sekarang berpaling ke Zefran. Dia pun menatap Zefran dan berteriak histeris.
"Arrggghhh....!!! Kenapa??? Kenapa??? Kalian semua menyalahkan ku!!!"
"Cukup Dahliaaaaa!!! Ini rumah sakit!"bentak Mahesa.
Bentakan Mahesa membuat Dahlia kaget. Dia baru pertama kali di bentak oleh Mahesa. Dan baru pertama kali juga melihat Mahesa semarah itu.
"Kau sudah mengecewakan kami. Sekarang kau sudah tidak bisa berdalih..,"ucap Mahesa kemudian.
"Tapi Dad.. Aku memang di jebak! Perempuan itu banyak tipuan muslihat nya!"
Mahesa dan Cheril menatap Dahlia datar. Mereka sudah mulai meragukan setiap omongan Cheril. Karena mereka pun diam diam telah membuktikan sesuatu dan kejadian ini pun menjadi keterbukaan pikiran mereka.
Mereka sudah tidak meragukan isi hati mereka lagi. Hanya saja mereka menyayangkan sikap Dahlia yang sudah mengecewakan. Padahal mereka menyayangi Dahlia melebihi mereka menyayangi Alvaro anak kandung mereka sendiri.
Polisi pun datang bersama dengan Gimz. Membuat Dahlia semakin ketar ketir menatap mereka.
"I-itu polisi buat apa??"tanya Dahlia panik.
"Maaf Dahlia.. Pertanggung jawaban itu penting bagiku. Dan aku menganggap Vikayla sudah seperti saudara ku sendiri. Silahkan tangkap dia Pak!"tegas Zefran.
"Kau gila yaa. Hanya karena cewek kampung itu aku yang kau korbankan. Ga.. Aku ga mau ke kantor polisi!"tolak Dahlia dengan kencang.
"Maaf Nona Dahlia. Kami harus bawa anda paksa! Karena sudah ada bukti dan saksi nya anda melakukan tindakan kriminal!"
Mereka pun memaksa Dahlia untuk ikut dan memborgol nya. Dahlia meronta dan menangis. Dia memohon sekali lagi pada Mahesa dan Cheril.
"Mom.. Dad.. Tolong aku... Aku ga mau dibawa. Aku ga mau di penjara. Tolong Mom.. Dad...!!!"
Teriakan Dahlia tidak ada yang menggubrisnya sama sekali. Dengan sulit polisi menyeretnya. Karena Dahlia memberontak dan teriak membuat semua orang di rumah sakit menatap nya.
Cheril memeluk Mahesa sambil menangis. Membuat Alvaro kesal melihatnya.
"Ck... Kenapa Mom?? Kau menangis karena anak kesayanganmu di penjara sekarang??!"ketus Alvaro.
Cheril menggelengkan kepala nya dan melepas pelukkan nya. Dia menghampiri Alvaro lalu memegang tangan Alvaro.
"Maafkan Mommy ya nak. Selama ini Mommy terlalu mempercayai Dahlia. Dan selalu mengabaikanmu. Maafkan lah Mommy mu,"lirih Cheril.
Dia nampak menyesal telah membuat Alvaro kecewa. Dari lubuk hatinya dia tahu Alvaro sudah merasa tersisihkan semenjak mereka memperhatikan Dahlia.
"Sudah lama kami menyelidiki sikap Dahlia. Banyak juga yang mengadu macam macam. Kami fikir dia hanya khilaf dan mungkin akan berubah setelah kami perhatikan dan kami jodohkan dengan Zefran. Tapi ternyata kami salah. Maafkan kami nak. Dan Nak Zef.. Maaf atas semua ini,"ucap Mahesa.
Zefran hanya tersenyum tipis. Dia tidak ingin menyalahkan siapapun. Meski karena didikan manja dari Mahesa dan Cheril membuat kepribadian Dahlia besar kepala.
"Tak apa Om.. Tante.. Yang penting semua kebenaran sudah terungkap. Malah saya terima kasih. kalian masih terbuka dan tidak membela Dahlia yang salah,"kata Zefran.
"Mana mungkin kami bela yang salah. Kami juga ada ketegasan sendiri. Meskipun kami gampang luluh asal ada bukti dan saksi yang kuat. Pasti kami akan mencari tahu kebenaran nya. Dan salah tetap lah salah!"ucap tegas Mahesa.
"Anak sama bapak tegas nya sama aja ya. Kirain beda pendapat,"kata Damian yang terontar begitu saja.
Mereka semua menatap Damian sedangkan Damian sendiri malah malu.
"eh maaf... Ga maksud,"kata Damian sambil menyeringai kecil.
"Nak.. Boleh Mommy melihat perempuan yang sudah di celakai Dahlia itu,"kata Cheril tiba tiba.
Mereka saling menatap. Alvaro pun mengangguk dan mengantar kedua orang tua nya ke ruang rawat Vikayla.
...----------------...
Vikayla sudah sadar dan dia bingung karena di sampingnya sudah ada Echa dan Velin. Meskipun kepala nya sedikit pusing tapi dia dengan berat berkata.
"C-cha.. V-vel..,"lirih nya kecil.
"Iya Kak. Sebentar ya aku panggil kan Dokter dulu,"kata Echa yang memencet bel.
"Ke-kenapa aku disini??"tanya vikayla yang sudah mulai sadar seratus persen.
"Kaka itu pingsan di toilet. Yang nemuin tadi Mas Varo dan Mas Damian. Terus di bawa kesini. Masih sakit kah kak?"tanya Velin pelan.
Vikayla menggeleng dan tersenyum menanggapi pertanyaan Velin.
"Kenapa kalian ada disini?? Terus dimana Pak Alvaro dan Damian??"tanya Vikayla lagi.
Alvaro dan kedua orang tuanya pun muncul saat Vikayla berucap. Mereka menatap ke arah Alvaro dan kedua orang tuanya.
"Kau sudah sadar Vikay?"tanya Alvaro
Vikayla mengangguk dan tersenyum lalu dia berucap "makasih ya pak, sudah menolong dan membawa saya."
"Sama sama Vikay. Yang penting kondisi mu dulu. Kalian sudah panggil Dokter?"tanya Alvaro pada velin dan Echa.
Mereka mengangguk dan datanglah Dokter yang di maksud Alvaro. Yang di luar pun masuk kembali karena ingin tahu kondisi Vikayla.
"Saya periksa dulu ya Nona. Jika semua sudah normal kita akan lakukan operasi,"ucap sang Dokter.
Ucapan Dokter membuat Vikayla dan kedua orang tua Alvaro kaget. Hanya mereka yang belum tahu tentang itu.
"Op-operasi apa Dok?"tanya Vikayla dengan wajah cemasnya.
"Anda mengalami gegar otak ringan. Cedera di bagian kepala. Jadi harus melakukan operasi agar tidak membentuk tumor atau benjolan nantinya,"jelas Dokter.
Vikayla merasa takut karena seumur hidupnya dia belum pernah melakukan operasi apalagi di bagian kepala yang menurut dia riskan selamat.
"Dok... Tidak usah operasi yaa.."
...----------------...
lanjut thor 🙏
berprasangka buruk terus.
lanjut thor
mohon maaf lahir bathin. jg🙏
lanjut