Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aletta Xaviera Alexander
Pada malam hari seorang gadis cantik tengah berjalan-jalan santai di pinggir jalan menelusuri jalan raya yang padat akan kendaraan yang sedang berlalu lalang.
Gadis itu bernama Aletta Xaviera Alexander yang begitu menyukai buah jeruk, mereka seperti sahabat sejati tak terpisahkan jika Aletta kemana-mana dirinya akan selalu membawa buah kesukaannya itu. bahkan di tempat tinggalnya yang sekarang banyak sekali pohon jeruk di berbagai sudut mansionnya.
Aletta terus berjalan berceloteh sambil memakan buah jeruk, mengomentari apa saja yang dia lihat sambil mulutnya terus-terusan mengunyah.
"Ya ampun itu mas nya kurang romantis masa nembak cewek kayak gitu sih kamu udah banget." Grutu Aletta.
Pasalnya Aletta tengah melihat sepasang kekasih yang berada di bawah pohon besar dan ceweknya nangkring di atas motor Beat lalu yang cowok nembak si cewek dengan bunga yang dia petik di samping pohon besar itu yaitu bunga kamboja.
Aletta terus saja pakai kerudung sebal sambil melihat ke arah sepasang kekasih itu, bukannya Aletta iri tapi dirinya merasa kasihan dengan sang cewek punya cowok yang gak modal plus kere lihat saja cara nembaknya seperti itu sangat tidak estetik bukan.
Dimana-mana kalau ingin mengungkapkan perasaan di tempat romantis dan membawa bunga yang bagus dan cantik bukan malah di bawah pohon besar dan pakai bunganya Kamboja satu biji, yang benar saja.
"Ck, dasar gak modal ya kali nembak di bawah pohon besar begitu nanti kalau kesurupan baru tau rasa lo." Grutu Aletta.
"Gue teriakin aja lah kasian gue sama tuh cewek ya kali dia mau sama cowok gak modal begitu alias kere." Kesal Aletta.
"MBAK JANGAN DI TERIMA JANGAN MAU PUNYA COWOK KERE MBAK MASA NEMBAK AJA GAK MODAL PAKE BUNGA KAMBOJA LAGIAN ITU TANDANYA DIA NYUMPAHIN MBAK NYA METONG KAN BUNGA KAMBOJA BUNGA ORANG METONG." Teriak Aletta sambil tertawa lalu dirinya lari untuk ngumpet di balik tembok yang gak jauh dari dia berdiri tadi.
"Hoshh....hoshh...gila cape gue seru banget ternyata jailin orang hihihi." Ucapnya cengengesan.
"Kurang Baek apa coba gue membantu percewean dari para laki-laki kere hahahaha." Ucapnya tertawa ngakak.
Aletta menyembulka kepalanya sedikit untuk mengintip sepasang kekasih yang ia teriaki tengah bertengkar.
"Anjir beneran berantem dong." Ucap Aletta terkekeh geli.
Sedangkan di tempat sepasang kekasih itu tepatnya di bawah pohon besar mereka tengah bercek-cok. tentu saja mereka berdua menjadi tontonan umum sebab sudah banyak orang yang melihat mereka berdua tengah bertengkar tapi mereka gak mempedulikannya.
"Maksud Lo apa?" Teriak cewek itu.
"Sayang jangan dengerin omongan anak kecil itu." Ucap cowok itu.
"Gue gak mau nerima lo benar kata bocil tadi itu bunga kamboja buka kematian lo doain gue mati hah?" Sungut cewek itu.
"Enggak sayang aku tulus cinta sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku?" Ucap cowok itu lalu mengarahkan bunga Kamboja yang ia pegang ke arah wajah cewek itu.
"Gue gak akan mau jadi cewek Lo hubungan temen tapi mesra kita cukup sampai di sini gue gak mau lagi kenal sama Lo bay." Ucap marah cewek itu lalu bergegas menjalankan motornya meninggalkan cowok itu.
Sedangkan si cowok tengah marah-marah karena cintanya ditolak dan selalu mengumpati Aletta karena Aletta dirinya gagal menembak pujaan hatinya.
"Aarrgghhhhhh sial gagal rencana gue gara -gara bocil itu." Ucapnya marah mengacak-acak rambutnya sendiri meninju pohon besar itu lalu bergegas pergi.
Sedangkan di posisi Aletta dirinya tengah tertawa terbahak-bahak menyaksikan penderitaan orang itu kesenangan baginya.
"Anjir gue di katain bocil tadi gak tau apa gue udah SMA huh." Ucapnya kesal. tentu saja Aletta gak terima di katain bocil.
lalu Aletta melihat ke arah jam tangannya yang ternyata sudah larut malam. "Eh udah jam 11 malem lebih baik gue pulang deh." Ucap Aletta lalu keluar dari tempat persembunyiannya melanjutkan langkahnya menelusuri malamnya Jakarta yang padat.
Aletta terus berjalan sambil memakan buah jeruk yang tinggi satu buah. "Nyam...nyam...nyam...enak banget gila buah jeruk tuh cinta sekebon deh gue sama ini buah." Ucapnya sambil mengunyah.
"Gue pengen cepet cepet sampe deh gak sabar pengen telponan sama Galen hihihi gila si calon tunangan gue ganteng banget." Ucap Aletta sambil membayangkan wajah Galen.
Berbicara tentang Galen tiba-tiba dirinya teringat dengan keluarganya sudah satu tahun lebih dirinya gak pulang dan gimana kabar mereka semua.
"Gimana ya sama kabarnya Daddy, Mommy sama Abang Abang lucknut? Hah, gue jadi merasa bersalah sama mereka karena udah durhaka dan gak dengerin omongan mereka." Ucap Aletta sedih.
"Apa benar ya kali Galen sama si Cherly cuma manfaatin gue doang? kali iya gue gak nyangka banget sih gue akan hancurin mereka dan minta maaf sama keluarga besar Alexander." mendoakan kepalanya ke atas Aletta berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Yaudah gue jangan terlalu mikirin lebih baik gue makan jeruk aja." Ucapnya melanjutkan makan jeruknya.
"Yah jeruknya tinggal 5 butir lagi dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya.
Aletta memasukkan 5 butir jeruk langsung ke dalam mulutnya mengunyah dengan nikmat dan menelannya saat sedang asik tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh, Aletta baru ingat kalo ia menelan 7 biji jeruk secara bersamaan.
"S....sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam apa ini." Ucapnya kesal sambil merasakan jantungnya yang begitu sakit.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa ke pada Tuhan untuk minta kehidupan yang ke dua di akhir akhir keadaannya.
"Tuhan jika ini akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya Aletta yang kesadarannya langsung menghilang.
Aletta Xaviera Alexander seorang gadis cantik 17 tahun bertubuh tinggi yaitu 170 cm berkulit putih mempunyai otak jenius ketua Mafia nomer 2 di dunia yaitu Black Anggel dan punya perusahaan terbesar ke 2 di dunia yang bernama AL'Group. Aletta memiliki sifat bar bar, penyayang, dingin, datar jika sama orang yang gak di kenal.
Aletta sendiri terlahir dari keluarga konglomerat yaitu keluarga Alexander keluarga terkaya nomer 2 di dunia. keluarga Alexander sangat amat menyayangi Aletta apapun yang dirinya inginkan langsung dituruti.
Akan tetapi keluarga mereka gak bisa mewujudkan salah satu permintaannya yaitu bertunangan dengan seorang laki-laki yang bernama Galen Damian Sanjaya yang sayangnya Galen sudah punya tunangan Cherly cewe PPB yang berusaha mengambil posisi Aletta dari dulu di keluarga Alexander.
Katakan Aletta bodoh karena obsesinya Aletta termakan omongan Galen untuk membenci keluarganya sendiri dan meminta keluarganya untuk menjadikan Cherly bagian dari keluarga Alexander.
Tentu saja permintaan Aletta yang satu itu tolak mentah-mentah sampai Aletta berantem hebat dengan keluarga besar Alexander. karena kesal permintaannya gak dituruti Aletta memutuskan untuk pergi dari keluarga Alexander dan membenci keluarganya sendiri.
Satu tahun lebih Aletta meninggalkan kediaman Alexander orang tua dan abangnya tetap mencari keberadaan permata mereka akan tetapi pencarian mereka buntu semua sia sia mereka belum juga menemukan di mana keberadaan Aletta sampai sekarang.
Bahkan Mommy Aletta sampai sakit sakitan karena terus menerus memikirkan anak bungsunya itu. Daddy dan abangnya Aletta sedih melihat kondisi istri dan Mommynya, mereka semua menyalahkan dirinya sendiri dan merasa gagal untuk menjaga adik dan anak bungsu mereka.
Bahkan bukan tanpa alasan kenapa mereka tidak mengabulkan permintaan anak mereka untuk bertunangan dengan Galen dan menerima Cherly menjadi bagian dari keluarga Alexander.
Karena mereka tau bahwa Galen dan Cherly hanya memanfaatkan Aletta saja dan mereka juga tau bahwa perasaan yang Aletta miliki untuk Galen bukan cinta tapi obsesi.
•
•
•
Selamat membaca di cerita pertama ku semoga suka:)