NovelToon NovelToon
Sebening Cinta Aisyah

Sebening Cinta Aisyah

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Aisyah Safitri, menerima pinangan dari Hanif, seorang dosen yang terkenal soleh dan baik hati.

Awal pernikahan mereka, memang terlihat seperti rumah tangga orang lain pada umumnya, yang bergitu romantis dan harmonis.

Tapi siapa sangka, dibalik keharmonisannya itu, tersimpan sebuah rahasia, yang membuat rumah tangga mereka berada di ujung tanduk.

Akankah perceraian terjadi di antara keduanya? Dan mampukah, Aisyah mempertahankan rumah tangganya? Apa sih rahasia penyebab itu semua?

Yang penasaran, yuk lanjut baca aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesan Pertama

Aisyah segera berbalik, dan kembali berlari meninggalkan Adam ditengah jalan.

"Astagfirullah, apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku harus mengejarnya sampai sini? Dan apa yang terjadi dengan mataku ini. Astagfirullah, kenapa bisa-bisanya aku memandangi wajah dia," ucap Adam, mengusap kasar wajahnya yang sudah basah terkena air hujan.

Adam pun kembali, ke warung tadi. Dan sepanjang ia menunggu sopir menjemputnya, untuk mengangkut barang-barang belanjaannya. Selama itu pula Adam, memikirkan hal tadi.

"Ya Allah, maafkan Adam. Kenapa bisa sampai begini? Astagfirullah, astagfirullah." Adam terus beristigfar. Ia sendiri menyadari akan kesalahannya. Tak seharusnya ia mengejar bahkan sampai berani memandangi wajah Aisyah sampai seperti itu.

Padahal, sedari dulu tak pernah Adam bersikap seperti ini kepada Wanita. Adam juga sempat dijodohkan oleh kedua orang tuanya, namun Adam menolak, dan memilih untuk pergi melanjutkan kuliahnya di Mesir, sekalian mengajar menjadi guru SMA di sana. Dan sepulangnya dari Mesir, untuk pertama kalinya, Adam tertarik kepada seorang wanita, yang tak lain ialah Aisyah.

Sungguh, Adam menyesali perlakuannya sendiri.

"Apa harus seperti ini, kesan pertama yang aku berikan padanya? ... Sungguh tidak beretika sekali diriku," gumamnya, dengan perasaan bersalah.

"Ah... ya Allah, harus istikharah kalau begini jadinya."

***

Sementara Aisyah, kini ia sudah sampai di rumahnya. Ia segera masuk ke dalam rumahnya, dengan menyoroti ruangan menggunakan lampu senter yang sempat di belinya. Meskipun lampu senter itu terkena air hujan, namun senternya masih berfungsi dengan baik.

Aisyah segera pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya yang sudah basah kuyup. Setelah itu, Aisyah kembali ke ruang tengah, menyalakan beberapa lilin untuk disimpan di dapur, ruang tengah dan di meja makan.

Aisyah, duduk di atas kursi meja makan. Sambil memperhatikan pintu teras rumah, berharap suaminya segera pulang.

"Uda... Uda dimana? Kenapa jam segini belum pulang juga," lirih Aisyah, menatap pintu.

Matanya melihat ke sekeliling, membuat dirinya kembali merasa ketakutan.

Duar ....

Suara petir menyambar terdengar jelas di telinga Aisyah. Membuat Aisyah semakin ketakutan, ia menaikkan kedua kakinya ke atas kursi, mengimpit telinganya dengan kedua telapak tangannya.

Sungguh, malang sekali Aisyah. Di malam yang sunyi seperti ini, ia harus tenggelam ketakutan dalam gelapnya malam. Ditambah, suara derasnya hujan yang membuat suasana malam ini begitu mencekam.

"Abah ... Umi," lirih Aisyah, menitikkan air matanya.

Rasanya ia begitu sangat merindukan kedua orang tuanya, terlebih adiknya, Yusuf. Aisyah kembali mengingat momen-momen indah dirinya bersama keluarganya, di mana, kalau mati lampu seperti ini, Aisyah dan Yusuf akan bermain bayangan tangan, menebak setiap gambar yang tercipta lewat bayangan lilin.

"Aisyah, takut," isak Aisyah, dalam deraian air matanya. Menenggelamkan wajahnya, dalam lututnya yang di tekuk.

"Uda ... Uda di mana? Kenapa Uda tega sekali, membiarkan Aisyah sendirian seperti ini," lirih Aisyah terisak-isak.

Waktu berlalu begitu saja, hingga tak terasa jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Aisyah terlihat duduk tertidur, dengan wajahnya yang menumpu di atas meja makan.

Hanif melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Dilihatnya lilin yang menyala tinggal tersisa sekitar 2cm lagi. Hanif mematikan lilin-lilin itu dengan meniupnya, karena keadaan rumah yang sudah terang.

Kemudian ia segera menghampiri Aisyah, yang duduk tertidur di meja makan. Hanif menyibakkan rambut Aisyah ke belakang telinganya, dipandangnya wajah Aisyah yang polos tanpa makeup. Kemudian matanya menyorot ke arah piring-piring yang berisi masakan.

"Maafkam Uda, Aisyah," gumam Hanif pelan. Ia tahu, Aisyah pasti sudah menyiapkan ini sedari sore. Terlebih ia baru mengingat, kalau tadi pagi, ia sempat bilang kepada Aisyah untuk pulang cepat. Namun akhirnya ia tak bisa menepati omongannya sendiri.

Hanif segera mengangkat tubuh Aisyah, perlahan dan di boyongnya menuju kamar tidur mereka. Kemudian membaringkan tubuh Aisyah di atas tempat tidur.

Hanif bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dan berganti pakaian. Sebelum akhirnya ia membaringkan tubuhnya di samping Aisyah, dan tidur terlelap ke alam mimpinya.

Di tengah malam, Aisyah terbangun dari tidurnya. Ia menyipitkan kedua bola matanya. Dilihatnya Hanif sudah berada di sampingnya, sedang terlelap tidur.

"Uda sudah pulang," gumam Aisyah pelan. "Jam berapa Uda pulang, kenapa Aisyah tidak mengetahuinya."

Aisyah mengingat kembali perkataan Abi Arif, bulan lalu. Kalau Hanif biasanya pulang terlambat sampai jam 19.00 tapi sudah beberapa malam ini, Hanif sering pulang di atas jam 21.00.

"Apa Uda sebegitu sibuknya ya? Apa Aisyah harus terus seperti ini, kesepian di rumah sendirian," lirih Aisyah, hingga tak sadar, setetes air mata lolos begitu saja dari matanya.

.

.

.

Bersambung.

1
Nani Sumarni
masih me nyimak alur ceritanya
Vivi Bidadari
Wanita siluman berwajah manusia ga terima ditinggal nikah eehhh mau merebut pula suami org... haduhhh beginian mau jadi dosen gimana mahsiswa/i yg diajar ya minus akhlak..

Mau menyamakan. Aisyah ya beda level lah Nara kamu mah ga ada apa apanya
Vivi Bidadari
Suami macam apa kamu Hanif lebih mementingkkan wanita lain dari istri Mu sendiri ...

Kamu selingkuh Hanif

Biar Aisyah sama Adam aja
Kasna Wati
lanjut jangan lama2 x
Annie Caem
lanjut dink cerita x rme bnget
Samsidar Mnk
lanjut
Muna Muna
lalnjut
Tetty Manik
lanjut
Siti Sarfiah
movelx seru bangat, lanjutkn
NuryamahFatmah
Thor...apa Hanif pacaran sama Nara?
NuryamahFatmah
thorr..kalo panggilan nya Abang lebih mesra deh
Ros Diana
kasihan aisyah dibohongi.
Nurdaidah
ga suka sama hanif. alim tp pegang tangan nara. dasar oon
Nurdaidah
kalau hanif alim ga spt itu. g pernah lht org alim ketempat paxar hehe
Alenia Askiya
katay tamat kok menggangtung....
Alenia Askiya
kok g ada lanjutannya...
Fitrah Fitrah
tlong klo nara mau Hanif
minta ke Aisah baik2
jngan pake cra yg keji , jahat
Novi Handayani
Lanjut
Andi Wati Mallaniung
sama adam aja,hanaf kan ada pacarx.
Rita Handayani
tetap Hanif aja...kasih hati Hanif untuk Aisyah Thor... kasihan Aisya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!