Update 2 hari sekali 🍒
Kisah ini menceritakan 2 saudara yang saling memperebutkan semuanya, prinsip mereka adalah jika dia punya aku juga harus punya, jika hanya ada 1 di dunia maka itu adalah milikku.
"Selagi janur kuning belum melengkung, masih berlaku hukum tikung tikung, wlee" kata Andika sambil mengejek.
Awalnya mereka memperebutkan satu wanita yang sama tapi setelah salah satu dari mereka dijodohkan akhirnya wanita tersebut jadi benci dengannya karena perempuan yang ingin dojodohkan dengannya malah mencelakainya...
Siapakah yang akan dipilih wanita tersebut?
Apakah perjodohan akan berlanjut?
"Bapak tidak usah ganggu mereka ya pak, saya akan gagalin semua rencana bapak, ingat itu" kata sesosok wanita tiba tiba datang
Siapakah wanita tersebut?
Akankah mereka berempat berakhir bahagia?
Nantikan kisahnya ya teman teman 🤗
Jangan lupa tap tombol like, karena apa? karena like itu gratis 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perjodohan (2)
Bintang dan Nana telah menyelesaikan sebuah rapat membuat mereka lega dengan hasil yang memuaskan
Saat jam pulang kerja tiba
"Na kamu pulangnya mau bareng saya atau nggak?" tanya Bintang
"Nggak usah pak saya soalnya sudah ada janji mau keluar belanja bersama Sinta" ucap Nana
"oh yasudah saya pulang dulu kalau gitu" ucap Bintang pasrah, Bintang segera melajukan mobilnya, saat sampai di rumah
"Assalamualaikum Bintang pulang" ucap Bintang sambil membuka pintu
"wa'alaikumsalam Bintang" ucap Hendri
"jangan lupa nanti malam kamu harus makan malam sama papi" ucap Hendri
"iya pi Bintang nggak akan lupa kan Bintang udah janji sama papi, kapan sih Bintang bohong sama papi" ucap Bintang
"hehehe kamu memang anak papi yang terbaik" ucap Hendri
"oh iya pi Andika mana? udah pulang atau belum?" tanya Bintang
"Andika udah pulang tuh sekarang ada di kamar" ucap Hendri sambil menunjuk ke arah lantai 2
"yaudah Bintang ke atas dulu ya pi" ucap Bintang, tok tok tok Bintang mengetuk pintu kamar Andika
"masuk tidak dikunci kok" sahut Andika dari dalam
"eh kakak tumben mampir ke kamar aku" ucap Andika
"iya sengaja, soalnya bosen di kamar sendiri" ucap Bintang
"ohh, sini kak kita main PS aja" ucap Andika, walaupun saat bekerja mereka terlihat seperti seorang lawan namun saat di rumah mereka seperti kakak adik yang tidak terpisahkan
"oke siapa takut, kakak pasti akan mengalahkan kamu" ucap Bintang
"jangan percaya diri dulu, gini gini aku udah pernah ngalahin lebih dari 100 orang yang pernah menantang aku" ucap Andika dengan bangga
"ayo mulai" ucap Bintang
ternyata permainan tidak berlangsung lama karena Andika kalah telak 10:0 oleh Bintang
"hahaha mana nih yang katanya juara bertahan" ejek Bintang
"Cih apaan tadi aku hanya pemanasan doang" elak Andika
"yaudah kakak kembali ke kamar kakak dulu mau mandi soalnya" ucap Bintang
"yaudah sana sana" ucap Andika
Bintang segera keluar dan masuk ke kamarnya, jarak antara kamar Andika hanya dibatasi oleh sebuah lorong yang berarti kamar mereka bersebrangan
Bintang segera mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi, setelah selesai mandi dia bersiap siap untuk makan malam bersama papi
"oh iya pi Andika sama mama nggak ikut emangnya?" tanya Bintang yang baru saja turun dari kamarnya
"nggak papi hanya pesan 2 meja khusus untuk papi dan kamu, ayo kita segera berangkat" ucap Hendri
"oke" ucap Bintang
Tidak biasanya Hendri bersikap begini apalagi sampai menyiapkan mobil yang telah lama dia simpan tapi Bintang tidak menaruh rasa curiga sedikitpun kepada Hendri, Bintang terpaksa menuruti kemauan papi nya itu karena dia tidak mau mengecewakannya apalagi Bintang sudah berjanji
Bintang menyetir di depan sedangkan ayahnya duduk di sampingnya
"Kita mau kemana nih pah?" tanya Bintang
"ke Dream time cafe ya" ucap Hendri
"siap pa" ucap Bintang dia segera melajukan mobilnya menuju Dream time
Saat mereka sampai Bintang merasa aneh karena semua kursi sudah diduduki kcuali 2 kursi yang masih tersisa di tengah
"Ayo kita kesana" ucap Hendri
"wah pak Hendri apa kabar pak? Oh ini anak bapak yang selalu diceritakan itu ya memang tampan dan menawan sesuai cerita" ucap seorang laki laki yang duduk di hadapannya
"baik pak Dedi, bapak apa kabar? iya ini anak saya yang selalu saya ceritakan itu namanya Bintang" ucap Hendri ternyata laki laki itu bernama Dedi
"oh ini anak saya yang selalu saya ceritakan namanya Devita" ucap Dedi sambil menunjuk ke arah gadis yang berada di sebelahnya
"Ayo kalian berkenalan" ucap Hendri dan Dedi
"Bintang"
"Devita"
mereka saling berjabat tangan
"ini sebenarnya ada apa ya pi" tanya Bintang bingung, dia dari tadi tidak bisa memprediksi suasana yang sedang berlangsung
"papi kan udah bilang mau kenalin kamu ke anak kenalan papi, ya ini Devita" ucap Hendri sambil menunjuk ke arah Devita
"Bagaiman Dev kamu suka nggak sama Bintang?" tanya Dedi kepada Devita
"Emm anu suka kok pa" jawab Devita malu malu
"Bintang nggak mau ya pah, Bintang udah bilang nggak mau karena Bintang sebenarnya udah punya seseorang yang Bintang sukai" ucap Bintang marah dan melangkah pergi
"kamu nggak bisa nolak Bintang" ucap Hendri tapi Bintang sudah terlanjur pergi
"Maaf ya pak Dedi saya akan berusaha bujuk Bintang" ucap Hendri
"sebaiknya begitu pak Hendri, saya nggak mau kalau anak saya sampai kecewa" ucap Dedi
Devita hanya diam sambil menunduk dan mengepalkan tangannya
seumur hidup saya nggak pernah ditolak oleh laki laki tapi kita lihat saja besok wanita seperti apa yang telah merebut Bintang dariku
makasih udah mampir baca 🤗