“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Vivi memperhatikan suaminya yang sedang memijat kakinya , “ sial bisa bisanya dia begitu sexy” umpatnya dalam hati , saat melihat dada bidang suaminya ,' mimpi apa coba bisa punya suami tampan seperti ini' Vivi segera menepis isi pikiran yang mengkhianati dirinya
“ apa kau begitu mengagumi ketampananku” sindir Dicky yang dari tadi menyadari jika istrinya memandanginya , sambil menatap wajah istri nya yang merona.
“ apaan PD banget , aku hanya penasaran apa sebelumnya kamu ambil jurusan pijat kenapa pijatanmu terasa enak” sahut vivi kesal dengan kenarsisan suaminya , segera dia memalingkan wajahnya kearah lain z ya memang dia tidak memungkiri jika suaminya itu sangat tampan namun dia tidak akan mengakuinya di depan suaminya , bisa bisa laki laki itu besar kepala
Bukanya tersinggung atas pujian vivi , dicky malah sengaja menggoda istrinya “ bahkan aku bisa memijat kamu dengan layanan plus plus” sahutnya santai
Mendengar ucapan suaminya yang narsis itu sontak membuat wajah vivi bertambah blusing seketika “ dasar mesum” sahutnya , kurasa udaranya semakin panas” imbuhnya sambil mengipas wajah nya dengan tangan kosong,
“ mesum” dicky mengulang kalimat vivi , kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah vivi “ ini yang namanya mesum” ucapnya kemudian ******* bibir istrinya ,
Vivi membulatkan mata saat suaminya sudah ******* bibirnya dan menyesap bibirnya dengan lembut , vivi tak membalas atau pun melawan dia hanya mematung menerima perlakuan suaminya , saat dia merasakan oksigen dalam paru parunya mulai menipis vivi mendorong kuat kuat tubuh pria berwajah tampan itu sampai ada jarak antara mereka , Keduanya menarik nafas dalam terlebih vivi “ dasar kau! Bisa bisanya kau merenggut ciuman pertama ku” umpat vivi sambil memukul mukul suaminya dengan bantal.
“ bukan kah kau juga menikmatinya sayang , ku rasa pelayanan ku tidak buruk , aku jamin kau tidak akan menyesal saat kita bercinta nanti” ucapnya dengan nada menggoda , sambil menghalangi wajah nya dari pukulan bantal yang dilakukan istrinya.
“ dalam mimpi mu” sahut vivi menghentikan gerakan tangan nya karena , dia tak perlu membuang tenaga untuk berkelahi dengan suaminya akan banyak waktu untuk melakukan itu , yang terpenting saat ini adalah dia bisa tidur nyenyak .
Dicky terkekeh saat mendengar ucapan istrinya itu “ untuk saat ini aku akan melepaskanmu , karena kaki mu terluka” ucapnya , kemudian pergi ke kamar mandi setelah mengambil baju ganti
“ sial bisa bisanya dia sangat mesum” gerutu vivi , saat melihat tubuh dicky sudah hilang dibalik pintu kamar mandi , vivi menyentuh bibirnya sambil mengingat apa yang baru saja terjadi “ apa apaan kenapa aku tertular mesum” umpatnya sambil memukul mukul bayangan yang seolah ada di depan matanya.
Satu jam kemudian
Vivi sudah memberi pembatas di atas ranjang dengan boneka beruang berukuran beras yang lebih besar dari tubuhnya dia menaruh boneka itu di tengah tengah ranjang sebagai pembatas antara dia dan suami mesumnya itu , kini dia sudah bersiap untuk tidur “ lama sekali dia kalau mandi” ucapnya tak sabar , karna kantuk sudah mulai menyerang dirinya
“ apa apaan ini” ucap Dicky yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut dengan handuk , saat melihat boneka beruang berukuran besar di atas ranjang .
“ seperti yang kau lihat , kau jangan melewati batasi ini” ucapnya sambil menepuk beruang yang ada di samping nya “ jika kau melanggar , besok kau tidur di sofa” imbuhnya sambil melirik sofa yang ada di pinggiran jendela
Dikcy menarik nafas dalam mendengar aturan yang baru saja disampaikan oleh istrinya, kemudian melempar handuk yang dia pegang ke atas kursi yang berada di depan meja rias “ terserah kau” sahutnya , karena tak ingin berdebat sampai pagi dengan istrinya
“ bagus kalau begitu” ucap vivi “ oh ya tolong matikan lampunya” perintah vivi , kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut ,
Dicky merebahkan tubuhnya setelah dia mematikan lampu yang memang sakelarnya berada di samping tempat tidurnya , “ dasar beruang sialan” umpatnya sebelum memejamkan matanya .
Subuh
Mendengar suara alarm smartphone vivi berusaha menggerakkan tangannya untuk mencari smartphone nyavitu , namun tubuhnya tak dapat dia gerakkan sama sekali “ apa aku ketindihan” gumamnya dalam hati masih memejamkan mata , “ oh my ” ucapnya sambil membuka mata lebar lebar “ Aaaa” teriaknya saat mendapati tubuhnya berada di pelukan suaminya ,
“ apaan sih berisik banget” ucap dicky , kemudian membuka matanya .
“ lepas , kenapa kau memelukku” ucap vivi , sambil meronta
“ hei bukannya kau yang melewati batas” tuduh dicky , kemudian melepas pelukannya dan beranjak duduk
Vivi melihat posisinya saat ini , memang benar apa yang dikatakan suaminya jika dialah yang melewati batas yang dia buat tadi malam , kemudian dia beranjak duduk “ kenapa bisa aku pindah” ucapnya heran , karna bagai mana mungkin dia melewati boneka beruang yang sangat besar itu “ terus kenapa kamu memeluk ku” tuduh vivi yang masih tak mau mengalah
“ apa kau tak ingat apa yang terjadi semalam , bukankah kau meminta dipeluk karna kedinginan” ucap dicky , kemudian beranjang dari ranjang melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi , meninggalkan istrinya yang masih bergelut dengan ingatannya , dicky menahan tawa saat memasuki kamar mandi iya karna dia yang sudah menarik tubuh istrinya dalam pelukannya .
“ sungguh memalukan apa benar aku melakukan itu tadi malam” gerutunya , sambil mengingat igat apa yang terjadi , namun dia tidak mengingat apa pun
bersambung