"Ini adalah novel khairin yang ke tiga ya,
Sempatkan juga baca novel khairin yang pertama yang berjudul" ( sang penakluk)
-"Dan novel khairin yang ke dua yang berjudul" ( putri yang kesepian) di tunggu ya kritik dan saran & juga jangan lupa beri bintang lima, serta tingalkan like dan komen ya terima kasih
Nama ku keyla Hans berusia 17 tahun terlahir di keluarga bangsawan namun karna sebuah kesalahan! membuat ku harus menikahi CEO play boy bernama Martin Kwang. . yang selalu berganti wanita tiap satu mingu sekali awalnya aku sangat membencinya tapi seiring berjalanya waktu aku malah jatuh hati padanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di antar pulang
Ferdi yang melihat Keyla berdiri sendiri di samping gerbang sekolah sembari berteduh dari terik matahari, Ferdi langsung tersenyum kegirangan dari dalam mobil karna bisa melihat gadis pujaannya tersebut,begitu juga yang di rasakan Keyla setelah melihat mobil Ferdi dari kejauhan dengan perasaan bahagia bercampur geram jika mengingat perkataan Rani yang masih terngiang ngiang di telinganya.
di sisi lain
Ferdi langsung mempercepat laju mobil nya dan berhenti persis di hadapan Keyla sembari menyungingkan senyuman manis nya Ferdi turun dari mobil dan melangkah mendekati Keyla ketika Ferdi hendak menyapa keyla, ponsel Keyla tiba-tiba berdering, "hallo!" Ucap Keyla pada seseorang di dalam telfon yang tak lain ialah supir Keyla.
"Nona Keyla, bapak tidak bisa menjemput karna bapak mendadak harus pergi ke desa selama dua hari." Tutur supir Keyla tersebut.
"Memangnya ada masalah apa? Kenapa bapak tidak bilang dari tadi," sambung Keyla dengan mulut mengerucut, peluhnya menetes dari dahi hingga ke lehernya karna cuaca hari itu terbilang sangat panas hingga tak jarang Keyla mengibas ngibas wajahnya dengan tangannya.
"Istri saya sakit Non," sahut Pak Hari di terfon.
Keyla yang mendengarnya merasah ibah dan setelah berpamitan dengan Pak Hari, Keyla segera menutup terfon nya! Tak lama kemudian suara ferdi mulai terdengar lagi di telinga Keyla.
"Ayo aku antar pulang," ajak Ferdi dengan menyungingkan senyuman nya. Keyla tak mempunyai alasan lagi untuk menolaknya, hati Keyla bahagia karna bisa dekat dengan orang yang di cintai nya namun tak bisa dipungkiri dirinya merasah gerogi, dengan jantung yang berdetak kencang bagai alunan drum yang tak beraturan.
"Baiklah." Jawab Keyla sembari menyungingkan senyuman bahagia, dengan pipi yang perlahan mulai memerah dan di dalam mobil terlihat sangat sunyi dan canggung, hingga Ferdi mulai memecahkan kesunyian dengan mengajak bicara Keyla yang sedari tadi menatap ke arah jalanan dari dalam mobil.
"Key, bisakah kita makan siang dulu?" Tanya Ferdi sembari melirik ka arah Keyla.
"Aku tidak lapar!" Jawab Keyla dengan menatap balik Ferdi yang sedang memfokuskan pandanganya ke arah jalanan, namun tiba tiba suara perut Keyla mulai berbunyi, dan membuat Ferdi menahan tawanya.
"Key ayolah kita makan?" Ajak Ferdi untuk yang ke dua kalinya, "karna aku tidak ingin mendengar cacing di dalam perut mu itu demo." ucap Ferdi yang langsung memberhentikan mobilnya di salah satu restoran di pinggiran jalan, Ferdi terlebih dulu turun dari mobil dan di ikuti Keyla.
"Aku rasanya tidak percaya bisa jalan berdua dengan orang yang ku sukai dan dia sangat ganteng jika di lihat dari dekat." Gumam Keyla yang berjalan di samping Ferdi dan diam diam curi pandang dengan nya begitu pula sebaliknya.
Setelah mereka sampai di restoran tak lama kemudian pelayan resto datang membawa daftar menu makanan, setelah Ferdi dan Keyla memesan makanan mereka, pelayan tersebut segera pergi meninggalkan mereka berdua.
"Keyla aku ingin berkata jujur padamu," kata Ferdi dengan beradu pandang dengan Keyla.
"Bicarakan Fer!" Sahut Keyla dengan wajah mulai serius namun tak di pungkiri Keyla juga merasa canggung
"Aku dan Rani tidak ada hubungan apa pun." Tutur Ferdi menjelaskan pada Keyla karna tak ingin Keyla salah faham.
"Kamu tidak perlu menjelaskan nya pada ku," sahut Keyla sembari menatap Ferdi dengan perasaan berkecamuk
"Menurut mu ini mungkin tidak penting, tapi menurut ku ini sangat penting!" Sahut Ferdi dengan wajah serius sembari menatap Keyla dan membuat jantung Keyla kembali berdebar debar
Tak lama kemudian pelayan datang membawa nampan berisikan makanan yang Ferdi dan Keyla pesan, pelayan menaruh makanan tersebut di atas meja dan berlalu pergi meninggalkan Ferdi dan Keyla. Tanpa bicara Keyla makan dengan sangat lahap karna perutnya memang sangat lapar Ferdi yang melihat Keyla makan dengan lahap diam diam menyunggingkan senyumannya tak lama kemudian Ferdi melihat sisah makanan di sudut bibir Keyla, Ferdi mencoba menahan tawanya karna tak ingin Keyla merasah malu, Ferdi segera mengambil kotak berisikan tissue dan mengambilnya satu helai lalu dengan segera tangan Ferdi mengarah ke bibir Keyla hendak menghapus sisah makanan di sudut bibir Keyla, namun segera di hentikan oleh Keyla.
"Ferdi, apa yang mau kau lakukan?" ucap Keyla sembari menepis tangan ferdi karna kaget.
"Aku hanya ingin menghapus sisah makanan di sudut bibir mu," sahut Ferdi dengan tangan yang masih memegang tissue, Ferdi meneruskan niatnya dan menghapus sisah makanan itu dengan rasa malu Keyla terpaksa membiarkan Ferdi menghapus nya.
Ferdi dan Keyla menjadi semakin akrab dan semakin dekat, jika di lihat mereka sudah seperti sepasang kekasih karna tak jarang sesekali mereka berbicara, dengan sesekali tertawa dan terlihat dengan jelas bahwa kedua jiwa itu sedang di mabuk cinta setelah selesai makan Ferdi mengantar Keyla pulang ke rumah.