NovelToon NovelToon
Don'T Leave Me This Way

Don'T Leave Me This Way

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Duda / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:84.2k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Aku ingin pulang...
Tapi seseorang mengatakan aku harus bertahan. Padahal ragaku sudah terlalu lelah.

Seseorang itu pun mengatakan padaku. Dia yakin aku masih kuat untuk melangkah meskipun langkah kakiku sudah tertatih, karena menurutnya meraih kebahagiaan sangat membutuhkan perjuangan.

Tapi logika ku berpikir,
jiwaku sudah terluka sedemikian dalam, untuk apa terus memaksa melangkah. jika hanya rasa sakit dan pedih yang terus mendera diri ini. Bukankah seharusnya aku berhenti.

Ya berhenti sejenak untuk mengobati atau berhenti selamanya untuk pergi. Amara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling mengancam

Brugh!

Amara ikut terjatuh karena ia tak bisa menyeimbangkan tubuhnya yang sempoyongan karena pengaruh minuman keras yang ia minum.

Alih-alih membalas pukulan Daniel. Erdi segera berlari menghampiri Amara yang terjatuh. Tak perduli dengan darah yang mengalir deras dari hidung dan sudut bibirnya karena pukulan keras yang dilayangkan Daniel. Pukulan tak biasa dari seorang Daniel yang memang terbiasa latihan boxing di akhir pekan.

"Jangan sentuh dia lagi brengs(e)k!" Pekik Daniel sembari mendorong kuat tubuh Erdi, agar menjauh dari tubuh wanitanya.

Daniel benar-benar tak rela Erdi menyentuh kembali Amara dengan tangan kotor pria yang terus menatap tajam dirinya saat ini.

"ANTO!" pekik Daniel memanggil assistennya, tanpa melepaskan tatapan tajamnya pada Erdi.

"Iya Pak." Jawab Anto yang tiba-tiba sudah ada di samping Daniel.

"Apa saya membayarmu untuk berdiam diri hah? Bereskan dia!" Perintah Daniel dengan suara yang memekakkan pendengar semua orang.

Baru kali ini para karyawan Daniel, melihat Daniel semarah ini pada seseorang.

"Baik Pak!" Jawab Anto yang kemudian bersama petugas keamanan club menghadang Erdi yang terus mencoba mendekati Amara.

Daniel segera mengangkat tubuh Amara yang pingsan dalam gendongannya. Sebelum membawa Amara pergi, Daniel menyempatkan diri untuk mengancam Erdi yang tak bisa lagi bergerak dengan leluasa.

"Tak perduli dengan seragam yang kau kenakan saat ini. Jika kau masih berani mendekati wanitaku. Aku pastikan karirmu dengan seragam kebanggaan mu itu akan ku hancurkan. Camkan itu baik-baik!"

"Cih, persetan dengan karirku. Tak akan ku biarkan kau mendapatkan Amara! Kau lihat saja nanti kalian tak akan pernah bisa bersatu." Balas Erdi yang tak gentar dengan ancaman Daniel.

Mendengar ketidak takutan Erdi pada ancaman Daniel, Daniel hanya menanggapi dengan tersenyum miring, kemudian segera membawa Amara pergi.

Mba Tri yang melihat Amara dibawa pergi oleh Daniel segera mengikuti langkah Daniel dengan membawa serta tas ransel Amara.

Sementara itu, tak jauh dari table mereka. Seorang pria tampan yang tengah duduk dengan sahabat kecilnya tanpa malu menitikan air mata dalam keramaian. Di mana saat ini ia melihat jelas kejadian yang menimpa sang kekasih di depan matanya sendiri.

Terlebih lagi hatinya begitu remuk melihat sang kekasih digendong mesra oleh pria yang ia ketahui adalah Bos dari kekasihnya itu. Sementara ia tak memiliki daya dan upaya untuk melindungi apalagi membela sang kekasih dari gangguan Erdi.

"Lihatlah Lin, sekarang tak hanya Erdi batu sandungan hubungan ku dengan Amara. Pria itu mengklaim pacarku, wanitanya. Dia akan menjadi orang keempat dalam hubungan kami. Hahaha...keempat..." Ucap Rendra dengan suara yang bergetar, merasakan kepiluan hatinya seorang diri.

"Kamu yang salah Ren. Gak seharusnya kamu terus berlaku kasar dengan Amara. Mengikuti semua keinginan Erdi itu sangat konyol. Seharusnya kamu sadar semua yang dilakukan Erdi, semata-mata hanya ingin merusak hubungan kalian berdua. Dia masih tidak rela melepas Amara. Dia pria serakah dan kamu pria yang lemah. Amara wanita yang cantik dan pintar. Wajar saja jika banyak pria yang akan tertarik dengannya, termasuk Bosnya itu. Mungkin tak akan hanya keempat, aku yakin akan ada pria lain lagi yang datang ingin merebut Amara dari mu." Balas Evelin.

"Aku melakukan ini semua, hanya untuk melindungi Amara, Lin. Aku tidak ingin dia dibenci kedua orang tuanya, karena kesalahanku."

"Tapi sekarang jadi seperti ini Ren. Dia sudah tersingkir dari keluarganya, seharusnya kamu bisa jadi sandarannya. Dia rapuh kenapa kamu malah menjauhi dia, hanya karena mengikuti mau kakak iparnya yang brengs(e)k itu. Dia jelas-jelas punya rasa sama Amara. Seandainya pun kedua orang tuanya tahu apa yang telah kalian lakukan. Tentunya kamu akan bertanggung jawab menikahinya 'kan? Jadi kenapa harus takut akan ancaman kakak iparnya itu, Ren?" Evelin terus mencoba membuka pikiran Rendra tentang kesalahan yang sudah ia lakukan.

"Aku memang akan menikahinya. Tapi aku gak bisa menghancurkan impiannya dengan pernikahan yang akan menghalangi mimpi-mimpinya. Pastinya setelah mengetahui semua ini kedua orang tuanya akan menuntut ku segera menikahinya. Kamu tahu bagaimana karakter anggota keluarga ku,Lin?"

Evelin tak lagi dapat membalas perkataan Rendra yang sudah membawa karakter keluarganya. Di mana keluarga Rendra tidak menyukai wanita yang mementingkan karir dari pada urusan rumah tangga.

Jika kalian bertanya bagaimana bisa Rendra berada di club yang sama dengan Amara? Tentunya Rendra dan Evelin mengikuti kemana Erdi pergi membuntuti Amara.

Semula Rendra yang memang pergi meninggalkan Amara, kembali lagi ke restoran. Karena ia tahu pasti ada Erdi di sana dengan rencana busuk yang sudah disusun oleh pria itu.

Rendra dan Evelin ingin tahu, apa yang ingin dilakukan Erdi setelah meminta Rendra datang bersama seorang wanita ke restoran. Saat Erdi meminta Rendra datang ke restoran, Erdi sama sekali tidak memberitahukan pada Rendra. Jika ada Amara dan rekan kerjanya sedang makan malam bersama di restoran tersebut.

Saat baru datang ke restoran Rendra dan Eveline lah yang lebih dahulu melihat Amara yang tengah menyantap menu kesukaannya itu. Keduanya sempat terkejut dengan keberadaan Amara di restoran itu.

Namun keduanya langsung paham mengapa Erdi menyuruhnya datang cepat-cepat ke restoran itu. Hingga akhirnya mereka berakting begitu mesra dan membakar kecemburuan Amara.

Erdi begitu pandai memanipulasi keadaan, agar Amara membenci Rendra. Dan pada akhirnya Amara akan meninggalkan Rendra. Sesuai dengan keinginannya selama ini.

Erdi ingin menghilangkan Rendra dari hidup Amara agar ia tak lagi merasakan setitik cemburu direlung hatinya. Ketika ia kerap kali melihat kebahagiaan Amara bersama Rendra yang sangat mengusik dirinya. Tidak rela adalah satu alasan besar Erdi melakukan semua ini.

Sebuah mobil sedan mewah milik Daniel sudah terparkir tepat di lobby club. Daniel segera membawa masuk Amara ke dalam mobilnya. Ketika Mba Tri ingin ikut masuk. Danie menghadangnya.

"Berikan tasnya! Kamu tidak perlu ikut. Percayakan dia pada saya." Ucap Daniel dengan wajah datarnya.

Daniel merebut begitu saja tas Amara yang ada di tangan Mba Tri. Mba Tri hanya bisa diam mematung mendengar ucapan atasannya itu, terlebih ia mendapati tatapan tajam yang membuat Mba Tri tak berani berkutik.

"Ara, semoga lo baik-baik aja ya!" Ucap Mba Tri saat melihat mobil Daniel mulai melaju menjauh darinya.

Daniel membawa Amara ke apartemennya yang tak jauh dari perusahaan. Aparteman yang letaknya hanya terhalang satu gedung dari gedung perusahaannya. Apartemen yang biasa ia gunakan untuk menyendiri ketika sedang ada masalah.

"Frans, datanglah ke apartemen ku sekarang. Ada pasien yang harus kau periksa." Ucap Daniel melalui sambungan teleponnya.

Tanpa menunggu jawaban lawan bicaranya, Daniel segera menutup sambungan teleponnya dengan sahabatnya yang berprofesi sebaik dokter pribadi keluarganya.

"Dasar Bastard. Tidak bisa menghargai orang. Menyebalkan sekali kau Kudanil." Umpat Frans kesal.

Kebiasaan Daniel yang tak suka menunggu jawaban lawan bicaranya sungguh sangat menjengkelkan. Wajarlah jika Frans kerap kalai mengumpat ketika sahabatnya ini menghubunginya.

Meski kesal dengan Daniel. Ia tetap memenuhi panggilan Daniel untuk datang ke apartemen sahabatnya ini.

Setibanya di apartemen. Daniel kembali membawa Amara dengan menggendong Amara yang masih belum sadarkan diri. Tarman, sang sopir dengan setia membantu Daniel membawa tas Amara dan membantu Daniel menekan tombol lift.

Hingga sampai di depan pintu unit apartemen Tuannya. Daniel meminta Tarman untuk kembali pulang ke rumah utama. Namun sebelum Tarman pergi, Daniel menitipkan pesan untuk putrinya semata wayangnya.

"Katakan pada Clara, saya ada pekerjaan mendadak di luar kota untuk beberapa hari. Pastikan dia tak menangis dan mencari-cari saya."

"Baik pak."

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
menguras air mata kayaknya nih banyak taburan bawang merah bawang bombai dan bawang bawang lainnya
Risa Virgo Always Beau
Keluarga Daniel semakin harmonis saat tinggal di apartemen
Risa Virgo Always Beau
Amara bingung kenapa mamanya Daniel menyuruh dokter Frans memanggil dokter obgyn
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Kasihan sekali Mona di nikahi Adam secara siri
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Daniel pasti senang Amara hamil apalagi calon anaknya Daniel itu laki laki
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Keterlaluan mamanya Daniel sama memanggil Dokter obgyn pasti merencanakan sesuatu yang jahat ke Amara
Risa Virgo Always Beau
Daniel berusaha menjadi kepala keluarga buat Amara dan putrinya Daniel
Risa Virgo Always Beau
Amara kesal karena Daniel tak menjaga anaknya
Risa Virgo Always Beau
Amara sangat bahagia karena Daniel selalu ada untuknya
Risa Virgo Always Beau
Tara kamu sepertinya ingin Daniel menikah dengan kamu
Risa Virgo Always Beau
Daniel sangat geram melihat semua kebusukan Tara
Risa Virgo Always Beau
Rendra tak mengetahui kepergian Amara karena sibuk mengurusi pemakaman mertua Rendra
Risa Virgo Always Beau
Akhirnya Amara dan Daniel sah juga menjadi suami istri
Risa Virgo Always Beau
Kasihan Daniel lamarannya di tolak oleh Tomo
Risa Virgo Always Beau
Amara ngga mau di ganggu oleh keluarganya yang selalu membuat kecewa
Risa Virgo Always Beau
Tomo dan Riana mendengar Daniel berbicara kedekatan Daniel dan Amara
Risa Virgo Always Beau
Daniel berbicara kepada Amara supaya jangan bersedih
Risa Virgo Always Beau
Rendra melihat Tomo sedang di papah oleh sukarelawan
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Amara bingung di suruh minum vitamin padahal sedang tidak sakit
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Amara di boyong Daniel ke rumah keluarga besar Daniel yaitu rumah utama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!