NovelToon NovelToon
Seikhlas Awan Menemani Hujan

Seikhlas Awan Menemani Hujan

Status: tamat
Genre:Pengganti / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:803.5k
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

Aku menatap dirinya dalam kedukaan yang tak berangsur mereda. Sebuah kebahagiaan yang hilang dalam sekejap mata membawanya pada hari-hari penuh awan hitam.

Dimana pendar mentari yang selama ini menghiasi paras manisnya, berganti hujan yang tak pernah selesai.

Ayudia... gadis itu meraung-raung di atas pusaran suaminya yang pergi untuk selama-lamanya. Meninggalkan benih dalam kandungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan di jalur pendakian

Hari Minggu yang cerah, dimana sinar matahari mulai menghangatkan bumi. Qonni sedang berada di taman depan rumahnya. Merawat tanaman yang sekarang menjadi temannya menyendiri.

Setelah menyiraminya dengan air, perempuan dengan hijab instan warna hitam itu menggunting daun-daun yang sudah mulai menguning.

"Nduk, udah mulai panas loh di luar." Seru Aida dari ambang pintu ruangan menjahitnya. Karena sejak tadi Qonni tak kunjung beranjak dari tempatnya.

"Iya, Bu. Dikit lagi, kok," saut Qonni tanpa menoleh. Tangannya masih terus menggunting satu persatu daun kering dengan gerakan pelan.

"Katanya, Bu Nyai Nur mau jemput kamu. Mending siap-siap, gih."

"Ummi kesini-nya habis Dzuhur, Bu."

"Oh, tak kira sekarang. Ya, udah makan gih. Kamu belum sarapan, loh."

Perempuan yang sama sekali tak menoleh kebelakang itu tak lagi menjawab. Sekarang ia sedang melamun ke suatu masa, saat dirinya dan Harun mendaki gunung Semeru walau tak sampai puncak dan hanya sampai di Ranu Kumbolo.

# Flashback on

Perjalanan yang rupanya sudah di idam-idamkan pasangan itu akhirnya datang. Dengan persiapan fisik selama lebih dari satu bulan, dan juga barang bawaan, merekapun sudah siap untuk mendaki melewati jalur Ranu Pani, Tumpang.

Di sana, mereka tak hanya berdua. Namun ada sekitar sepuluh orang yang tiga di antaranya perempuan. Ya, jadi ada tiga pasangan suami-isteri termasuk Harun dan Qonni. Mereka di anjurkan menggunakan kendaraan jeeb hingga sampai ke Ranu Pani tepat pukul setengah tujuh pagi. Perlu di ketahui, rombong itu memang tiba di Malang pada hari sebelumnya.

Sengaja mereka menginap dulu di penginapan, karena jalur pendakian tutup di pukul 4 sore. Sekaligus, beristirahat demi menambah stamina setelah perjalanan jauh dari Jakarta.

Setelah mendapatkan Briefing mengenai situasi dan tips demi mempersiapkan mental sebagai pendaki yang akan menaklukan Mahameru. Sekaligus pemeriksaan barang, mereka pun beristirahat sebentar sambil menikmati camilan seperti mie instan dalam cup, roti, gorengan dan lain sebagainya.

"Udah siap, 'kan?" Tanya Harun sambil menyerahkan roti sobek yang sudah di buka bungkusnya untuk Qonni.

"Udah, dong. Liat, aku semangat banget nih. Pokoknya, harus sampai puncak."

Harun tersenyum. "Sampai puncak Semeru itu nggak gampang."

"Iya, kah?" Tanyanya sambil mengarahkan roti dengan kedua tangannya ke dekat bibir Harun, yang seketika pria itu langsung menggigitnya sebelum mengangguk.

"Kita cuma mendaki semampunya. Terutama, kita-kita yang bawa pasangan."

"Emang seberat itu jalurnya?"

"Lumayan, Bii." Harun mengusap bibir Qonni yang terkena coklat menggunakan ibu jarinya.

"Aku pasti, bisa. Ku usahakan nggak akan merepotkan A'a." Perempuan itu nyengir, sebelum memasukkan potongan terakhir kedalam mulut suaminya. Karena semua yang masuk dalam daftar rombongannya sudah mulai berdiri.

"Ngerepotin juga nggak papa. Sudah resiko aku bawa kamu kesini." Harun beranjak dari posisinya duduk tadi, setelah itu mengulurkan tangan pada Sang isteri. "Jadi, aku harus bertanggung jawab penuh atas kondisi kamu."

Perempuan dengan hijab warna coklat susu itu tersenyum lebar, sambil meranggai tangan Harun yang sigap menggenggamnya erat sambil menariknya bangun.

"Ayo jalan, kalau nanti capek, bilang ya."

"Iya, By."

Langkah-langkah kaki mereka mulai terayun. Starting point pendakian rombongan itu adalah Ranu Pani, Tumpang, melewati perkebunan warga dengan jalan beraspal hingga gerbang akhir di kaki Gunung Semeru sekitar 500 meter ke depan.

Ketika gerbang akhir mereka lewati, jalanan yang sebelumnya beraspal berganti menjadi paving block. Adrenalin Qonni mulai terpacu ketika itu. Dengan santai tanpa terburu-buru sedikit pun mereka menikmati waktu selama pendakian.

"Gimana, masih okay?" Tanya Harun sambil tertawa melihat Qonni yang mulai ngos-ngosan.

"Okay!" jawabnya serak dengan ibu jari dan dan jari telunjuk membentuk lingkaran.

"Semangat, Sayang. Masih jauh banget loh. Belum ada setengahnya."

"Iya, bawel banget. Jadi tambah capek, nih," protesnya hingga membuat Harun tertawa. Pria itu merengkuh pinggang isterinya sambil berjalan bersama menikmati perjalanan.

Jarak total dari Ranu Pani menuju Landengan Dowo adalah 3,5 KM. Atau rata-rata memakan waktu 1,5 hingga 2 jam untuk pendakian santai. Tenang, mereka berkali-kali berhenti kok untuk istirahat.

Dari Landengan Dowo menuju Watu Rejeng, jalur pendakian sudah mulai memasuki hutan. Butuh waktu yang sama untuk tiba di Watu Rejeng. Meski sudah mulai merasakan suasana hutan, jalurnya masih bisa dikategorikan sebagai jalur mudah. Harun dengan tasbih digital di jari kanan tak henti-hentinya membaca dzikir sambil mengusap-usap tangan isterinya yang ia gandeng menggunakan tangan kiri.

Di sini suhu dingin sudah mulai terasa meski belum membuat tubuh mereka menggigil. Di sepanjang jalur ini, mereka juga akan melewati ‘Jembatan Cinta’, sebuah jembatan kecil di atas sebuah kali atau sungai.

"Bii, kamu kedinginan, nggak?"

Qonni mengangguk. Ia sudah benar-benar merasakan lelah. Tapi masih aman lah. Senyumnya pun masih terlihat. Hal itu pula yang menandakan semua baik-baik saja. Harun jadi merasakan tenang.

Setelah total mendaki Gunung Semeru selama kurang-lebih 4 jam, atau 2 jam dari Watu Rejeng, rombongan Mereka tiba di Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo sendiri sudah sangat populer keindahannya, bahkan di luar Negeri sekalipun.

Banyak sesama pendaki kala itu yang hanya mendaki Gunung Semeru untuk berkunjung ke Ranu Kumbolo, tidak sampai ke Puncak Mahameru.

Begitu juga dengan rombongan Harun. Yang memang sudah di niatkan mendaki hanya sampai di danau tersebut.

Saat ini mereka sedang beristirahat sebentar sebelum membangun tenda seperti yang lainnya di tepi danau yang indah dan tenang.

Harun merebahkan tubuhnya di atas rumput yang hijau dengan nafas masih naik turun. Adapun Qonni tak mau turut tiduran seperti suaminya karena banyak laki-laki di tempat tersebut.

"Kita udah sampai puncak?" Tanya Qonni polos yang membuat Harun tertawa sambil memejamkan mata. "Kok ketawa sih?"

"Puncak masih lumayan, Bii." Pria itu menarik tangan isterinya dan menciumnya sekali.

"Hah! Sejauh ini masih belum sampai puncak?"

"Iya–" jawabnya sebelum bangkit untuk duduk. "Mana ada puncak gunung kaya begini, Bii. Tapi untuk pemula sepertimu, sampai sini aja udah keren, kok. Kamu hebat!" Harun mengapresiasi.

"Yeeeaaay, Alhamdulillah ..." Qonni bertepuk tangan tanpa suara saking senangnya. Hingga mendapatkan usapan lembut di pucuk kepalanya dari Harun. "Terus, nanti malam kita menginap di sini?"

"Iya," jawabnya. "Esok pagi, baru kita turun."

"Jalan lagi?"

"Iya lah, masa iya naik becak?"

"Gendong bisa, kali?"

"Ya Allah... gendong kamu sampai bawah, bisa kena encok di usia muda akunya," ledek Harun yang menciptakan tawa di antara keduanya.

Qonni merebahkan kepala di bahu Harun. Sambil memandangi danau yang benar-benar cantik, sementara di belakang mereka terdapat dua bukit yang orang sebutnya dengan tanjakan cinta yang merupakan jalur menuju puncak. Kenapa di sebut tanjakan cinta? Karena dua posisi bukit yang besebelahan itu membentuk lambang cinta.

# Flashback Off

Kraaaak! Qonni mematahkan tangkai mawar yang sudah kering. Hingga bunga itu terjatuh ke tanah yang di penuhi rumput-rumput Jepang.

"Nduk!" Panggil Aida lagi.

"Iya, Bu." Qonni pun menghela nafas, dimana kedua air matanya mulai menganak sungai karena mengingat pengalaman indah di Ranu Kumbolo yang sejatinya ingin ia datangi lagi dengan Harun.

Bersamaan dengan itu, sebuah motor berhenti tepat di depan gerbang yang memang selalu terbuka. Mata Qonni terangkat pelan, melirik siapa sekiranya yang datang.

Kedua tangannya kemudian meremas gunting tanaman yang sedang ia pegang di depan dada saat melihat Ilyas dengan sopan berjalan melewati gerbang tersebut.

"Assalamualaikum–" sapanya pelan. Tatapan mata Ilyas tertuju pada perut Qonni yang udah membesar itu sebentar. Di sana lah percikan rasa bersalahnya kembali membara.

"Walaikumsalam warahmatullah," jawabnya lirih. Ia tidak tahu apa tujuan laki-laki itu kemari. Namun, tak ingin berburuk sangka. Mungkin ada satu hal yang ingin ia lakukan, entah apapun itu. Yang jelas kedatangannya sudah membuat Perempuan hamil itu membeku di tempatnya. Bingung antara dia harus masuk begitu saja atau basa-basi dulu mempersilahkan pria lajang itu masuk ke rumahnya.

1
Anjellita
aku sudah otw thor
moga bisa up teratur
Wisang Geni
Alhamdulillah, setelah beberapa purnama akhirnya bisa melepas rindu pada othor ustadz Irsyad 😍😍😍
Ai yuli
jazakillah,,neng imut,
g kerasa dah abis aja,
semangat bikin cerita baru lagi ya
Ai yuli
bajagiaanyaa kaka beradik ini,
Ai yuli
alhamdulilah dapat ilmu lagi dengar kajiannya ustadz irsyad.makasih thor
Ai yuli
hmm ademnyaa,,banyak banget pelajaran yg bisa di ambil buat pasangan dalam RT,sehat selalu neng imut.
Ai yuli
alhamdulilaah,,sabar yg membuahkn hasil yg manis
Ai yuli
sakit banget rasanya,,tapi ilyas se iklhas itu meski yg disebut selalu nama masa lalu nya Qonni,
Ai yuli
cinta oh cinta,g ada yg bisa nebak seperti apa kedepannya,
yg tadinya kekeh nolak malah sekarang mulai merasakan cinta yg menguat,
Ai yuli
hmm kangen sama rahma&irsyad,
Ai yuli
berkat ke iklhasan&ketulusan ilyas membuahkan hasil yg amat luar biasa
Ai yuli
alhamdulilah, makasih neng udah bikin cerita yg selalu diselipin kisah2 dari lara rosul kita,walau belum bisa memcontoh minimal tau&bisa jadi pengingat diri,🙏👍
Ai yuli
jangan sampe atuuh Qonni kehilangan suami yg kedua x nya mana udah mulai ada rasa lagi,
Ai yuli
masya allah,beekah selalu neng imut,
Ai yuli
😭😭
Ai yuli
dah mulai normal,alhamduliah.
Ai yuli
nah kan sekarang mulai g rela ada cewek lain yg cinta banget sama suami kamu
Ai yuli
ya allah se iklhas itu ilyas mencintai Qonni,sampe bilang walau cukup jadi suami di dunia jika kelak Qonni leboh milih harun,,aku nangis bagian itu nya,😭😭
Ai yuli
si ilyas ada2 aja masa harun persi sushet,😂😂
Ai yuli
ya allah paak ko gitu amat ya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!