Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.
Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.
Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Ribut Terus.
setelah sampai di tempat yang di tuju, Arjuna yang masih menggandeng tangan Laila menghampiri pelatihnya.
" izin coach, cewek gue duduk di sini ya. kasian kalau di sana kepanasan nanti jadi makin ciut badannya kalau di jemur terus." Izin Arjuna yang di selipi candaan. Laila hanya melirik sebal ke arah Arjuna.
Arga hanya terkekeh pelan melihat Arjuna menggoda kekasihnya, " Ya silahkan saja, tumben sekali kamu bawa wanita kesini. sepertinya yang ini serius." ucap Arga yang memang lumayan dekat dengan Arjuna dan bahkan ia tahu kalau Arjuna sering berganti ganti perempuan seperti dirinya.
" Ohh ya jelas, yang ini limited edition. susah di carinya, makanya harus di jaga ketat." kelakar Arjuna.
Karina yang memang ikut dengan Laila dan Arjuna langsung mendekati coach Arga, ia menyelipkan rambutnya kebelakang telinga lalu ia mengulurkan tangannya kepada coach Arga, "Halo kak, kenalin nama aku Karina. cewek cantik dan imut, usia 18 tahun, masih jomblo dan sedang mencari pasangan. kalau berminat mendaftar menjadi pasangan aku masih ada lowongan kak, apa kakak berminat?" ucapnya dengan tersenyum yang di buat semanis mungkin, walaupun kenyataanya memang Karina berparas cantik.
Arga yang memang sebelas dua belas sifatnya dengan Arjuna cuma bedanya Arga tidak sampai menjalin hubungan, ia pun membalas salam itu di tambah usapan lembut dari ibu jarinya dan ia tersenyum lembut membuat Karina makin terpana dengan ketampananya, " Halo, salam kenal juga ya. nama saya Arga, baru kali ini saya melihat wanita secantik kamu."
" Coach kapan kita mulai latihannya? jangan godain cewek terus dong." seru Gibran sambil berjalan mendekat ke arah mereka.
Arga langsung melepaskan jabatan tangan dari Karina, lalu ia berbicara lembut. " maaf ya kita ngga bisa ngobrol lama, kapan-kapan kita ngobrol lagi." sambil tersenyum lembut ke arah Kirana yang sudah cemberut karena kesal di ganggu waktunya.
" ck ganggu aja kesenangan gue." gerutu Kirana dan ternyata terdengar oleh Gibran yang memang sudah di samping nya.
" Dih genit banget sih jadi cewek, lagian emang udah waktunya latihan." ketus Gibran.
" nyenyenyenye." ejek Kirana.
" emang bener-bener lu ya, ngajakin gue ribut terus... sini lu." Tinggi badan Gibran emang jauh lebih menjulang, kepala Kirana cuma sampai dada cowok itu. Tanpa basa-basi lagi, Gibran langsung menjepit kepala Kirana di bawah ketiaknya.
Karina yang mendapatkan serangan mendadak langsung meronta-ronta. " iihhh lepasin, ketek lu bauu banget sihh. kak Arga...tolong aku lepasin dari ketek Fir'aun ini."
" Haha.. sukurin lu. mamam tuh ketek gue, kebetulan dari pagi gue belum mandi." Gibran senang sekali mengerjai Kirana.
" heh udah udah.. nih waktunya sudah mepet, Ayo cepat kelapangan." seru coach Arga.
Akhirnya Gibran melepaskan Kirana dan langsung berlari menuju lapangan dengan senyuman puas sedangkan Kirana langsung mual-mual karena ulah kejahilan Gibran.
sedangkan di pojok sana Arjuna masih betah duduk di sebelah Laila dan Kepalanya bersandar di pundak Laila, " tuh udah mulai, sana kelapangan."
" hmm.. gue masih pengen sama lu. apa gue pura-pura sakit aja ya biar ngga usah latihan." celetuk Arjuna.
Laila langsung menabok pelan bibir Arjuna, "hus kalau ngomong, nanti kalau beneran sakit mau?."
" jangan di tabok dong sayang, di cium aja kayak waktu lu lompat dari jendela gudang." ucap Arjuna yang sudah menatap jail dengan menarik turunkan alisnya.
Laila yang memang sengaja melupakan kejadian itu malah harus teringat kembali karena Arjuna. "ck diem deh, udah sana sana kelapangan." usir Laila dengan pipinya yang sudah memerah malu mengingat kejadian itu.
" Hahaha.. salting nya lucu, yaudah gue kelapangan dulu ya. jangan lupa teriakin nama gue yang paling kenceng biar gue makin semangat, oke sayang." Arjuna mengedipkan satu mata lalu ia beranjak pergi.
wajah Laila makin memerah saat Arjuna memberi kedipan itu, " sadar Laila... sadar.. lu boleh suka sama dia tapi jangan terlalu suka, soalnya kan ngga tau. Arjuna memang beneran suka sama gue atau kayak seperti biasanya yang bakal ninggalin gitu aja. jadi lu jangan terlalu baper La, inget itu." ucapnya pada diri sendiri.
Lalu Kirana berjalan mendekati Laila dengan wajah yang di tekuk.Laila yang melihat raut sahabatnya yang tidak enak hanya tersenyum tipis." jangan cemberut gitu nanti ngga ada yang naksir baru tau rasa." ucap Laila yang membuat raut wajah Kirana kembali ceria.
Di lapangan peluit panjang berbunyi, tanda latihan telah dimulai. Semua langsung fokus, tapi Arjuna rasanya pengen tampil paling keren hari ini — soalnya ada penonton spesial yang lagi lihatin dia.
Pemanasan selesai, giliran latihan serius. Tiap kali lewat di depan tempat duduk Laila, Arjuna sengaja melirik dan senyum kecil. Bikin Laila buru-buru buang muka malu tapi senyum-senyum sendiri.
Begitu bola masuk ke tangannya, Arjuna langsung berubah total. Lari kencang menyusuri pinggir lapangan, lawan yang coba ngehadang malah ditinggal jauh berkat gerakannya yang sangat lincah. Tanpa ragu dia melompat dan BYARR!! bola masuk mulus lewat tengah ring.
Penonton yang lihat langsung bersorak, tapi mata Arjuna cuma melirik satu orang aja — Laila. waktu tatapan mereka ketemu, Arjuna tersenyum bangga. Laila buru-buru tepuk tangan pelan, pipinya merah merona senang melihat Arjuna begitu hebat.
Gibran sampai geleng-geleng kepala lihat Arjuna. “Emang ya cinta membuat segalanya berubah,” gumam Gibran sambil tersenyum geli.
Arjuna makin semangat. Bola datang, langsung dia oper dengan akurat ke teman yang posisinya kosong. Lalu dia lari memotong jalur lawan, rebut bola, melangkah mantap, lalu melompat lagi. BYARR!! Masuk lagi! Kali ini lebih indah dari yang tadi. Kakinya melangkah gesit, badannya seakan ringan banget, sekuat tenaga dia main sebaik mungkin — semata-mata biar Laila makin bangga punya pacar kayak dia.
Istirahat sebentar pun Arjuna nggak langsung minum. Dia buru-buru jalan ke arah Laila sambil senyum lebar, keringat membasahi dahinya tapi wajahnya kelihatan bahagia banget. “Gimana tadi? Keren kan gue?” tanyanya sambil napasnya masih agak terengah.
Laila senyum tipis sambil menyerahkan sapu tangannya. “Iya deh iya... si paling keren. nih elap keringet lu."
" elapin dong, kan sekarang lu pacar gue." sambil mendekatkan wajahnya ke arah Laila.
Kirana yang masih di sebelah Laila berasa tak terlihat oleh Arjuna, " ihh ya ampun gue berasa jadi nyamuk, yaudah deh gue ke kakak Arga dulu." ucap Kirana langsung beranjak pergi.
Niat Kirana ingin menghampiri Arga untuk memberikan minuman tapi belum sempat ia sampai tujuan tiba-tiba botol airnya sudah di rampas oleh Gibran dan Kirana terkejut botol airnya sudah raib di minum oleh Gibran.
" IHH KENAPA DI MINUM, ITUKAN BUAT KAK ARGA." teriak Kirana yang sangat kesal dengan Gibran.
Gibran dengan santai meminum sampai habis, "Sstt berisik banget, cuma air minum doang kok ribut."
" APAAA? KATA LU ITU CUMA AIR MINUM..." emosi Kirana memuncak tanpa fikir panjang ia meraih rambut Gibran dan menarik rambutnya sekuat mungkin.
"AAARRGGHHH.... " suara teriakan Gibran menggema, sampai semua orang menengok kearah mereka.
Arjuna yang baru saja hendak ingin menyender ke bahu Laila langsung terkejut mendengar suara teriakan itu dan ia langsung mencari sumber teriakan yang ternyata dari suara Gibran yang meringis kesakitan karena rambutnya di tarik kuat . Arjuna tidak bisa menahan ketawa, "Hahahaha... Anjir baru liat gue ada yang berani narik rambutnya." Arjuna tertawa ngakak sedangkan Laila hanya tercengang melihat keributan itu. " TARIK TERUS SAMPAI PITAK." seru Arjuna yang sangat senang sekali melihat sahabatnya tersiksa.
semua murid yang menonton pun juga ikut tercengang melihat aksi Kirana yang begitu berani melawan salah satu anggota inti Geng petir.
Kirana tetap terus menarik rambut Gibran, "Rasain... nih akibatnya main ambil aja hak orang, bukannya minta maaf malah nyepelein masalah!" Geram Kirana dengan Gibran.
tubuh Gibran sampai tertunduk sebab tarikan Kirana yang begitu kuat, " AARGGHH.. IYA AMPUN, GUE MINTA MAAF. CEPET LEPASIN RAMBUT GUEE.."
Kirana belum puas menyiksa Gibran tapi Arga datang dan memisahkan mereka, " hey sudah.. ya ampun kalian ini ribut terus, lama-lama kalian saya nikahkan ya."
"OGAH." ucap serempak Kirana dan Gibran.