NovelToon NovelToon
Perjodohan Berkedok Taruhan

Perjodohan Berkedok Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Romansa
Popularitas:271k
Nilai: 5
Nama Author: Na_Les

Kakek Abraham mempunyai cara licik untuk menjodohkan cucu ketiganya sekaligus cucu perempuan satu-satunya, Zemira Pieters.

Ia pura-pura mengajak Zemira taruhan. Taruhannya adalah jika Zemi bisa hidup tanpa fasilitas dari Kakek Abraham selama setahun, maka Kakek Abraham tidak akan lagi memaksa Zemi untuk menikah. Tapi jika Zemi tidak bisa, maka Zemi harus menikah dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.

Padahal tujuan sebenarnya Kakek Abraham membuat taruhan adalah untuk mendekatkan Zemi dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.

Tapi ternyata laki-laki yang ingin Kakek Abraham adalah laki-laki yang pernah menolak Zemi waktu SMA.

Akankah rencana Kakek Abraham berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Penjamin

"AAARGH...." teriak pria mabuk itu kesakitan.

Melihat temannya di aniaya Zemi, dua orang teman pria mabuk itu ikut-ikutan hendak menghajar Zemi, tapi ujung-ujungnya nasib mereka tak jauh beda dengan teman mereka. Yang satu hidungnya sudah mimisan dan yang satu rahangnya sudah bergeser Zemi buat.

Melihat keributan itu, sekuriti datang mengamankan tapi sayangnya terlambat, tiga orang itu sudah babak belur di buat Zemi. Zemi, Camel dan tiga orang itu pun di gelandang ke kantor polisi terdekat.

💋💋💋

Apartemen Ravin.

Ravin baru saja selesai mandi. Dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, Ravin keluar dari dalam kamar mandi.

KRIING...

Saat Ravin hendak berjalan menuju ruang ganti, tiba-tiba ponselnya yang sedang di charge di nakas berdering.

Ravin pun beralih menuju nakas untuk menjawab teleponnya.

Zemi. Itulah nama yang tertera di layar ponsel.

Melihat nama Zemi, Ravin pun menggeser tombol hijau di layar ponselnya.

"Halo..."

"Halo Ravin, ini Camel. Bisa datang ke kantor polisi yang ada di dekat The O Night Club?" ucap Camel.

"Ada apa? Kenapa kalian bisa ada disana?" tanya Ravin.

"Zemi butuh penjamin. Makanya aku menelpon mu. Sekarang Zemi sedang di ruang penyidik." jawab Camel.

"Baik, baik, aku segera kesana." jawab Ravin.

Panggilan pun berakhir.

Cepat-cepat Ravin memakai bajunya dan tanpa mengeringkan rambutnya terlebih dulu. Setelah itu dengan menggunakan motor balapnya, Ravin pergi ke kantor polisi yang Camel katakan.

💋💋💋

Kantor polisi.

Sepuluh menit setelah Camel menghubungi Ravin, Zemi pun keluar dari ruang penyidik.

"Sudah menelpon Kakek?" tanya Zemi pada Camel.

Camel menggelengkan kepalanya.

"Kenapa belum? Kakek gak jawab teleponnya?" tanya Zemi.

"Aku sengaja gak telepon Kakek, karena aku takut Kakek terkena serangan jantung kalau mendengar kamu di kantor polisi." Jawab Camel.

"Aku di kantor polisi karena aku membela diri, bukan karena sengaja mau mukul pria mabuk itu! Lagian, Kakek gak akan kena serangan jantung hanya karena mendengar aku di kantor polisi, Kakek kan udah sering dengar aku buat masalah, jadi jantungnya sudah kebal kalau mendengar aku buat masalah." balas Zemi.

"Sini, biar aku yang telepon Kakek, biar kita cepat pulang!" Zemi meminta ponselnya yang ada ditangan Camel.

"Aku sudah menghubungi seseorang kok." jawab Camel.

"Siapa?" tanya Zemi.

"Um..."

"Zemi..." belum juga Camel menjawab, orang yang di telepon Camel sudah datang.

Sontak Zemi dan Camel menoleh ke arah orang itu.

"Ravin..." lirih Zemi saat melihat Ravin.

"Kamu manggil Ravin?" tanya Zemi pada Camel dan di jawab dengan cengiran kuda oleh Camel.

"Hish kamu ini!" geram Zemi.

"Ada apa ini? Kenapa bisa kamu disini?" tanya Ravin begitu berada di dekat Zemi dan Camel.

"Interogasinya nanti saja, sekarang kalian temui saja dulu penyidik." ucap Camel.

Ravin menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju ruang penyidik dan diikuti Zemi dari belakang.

💋💋💋

Sementara di Kediaman Pieters, Tuan Abraham yang sedang asyik menonton sinetron, terganggu karena telepon dari Alshad.

"Dasar laki-laki kurang ajar! Seandainya aku orang tua si perempuan, sudah ku masukkan laki-laki seperti itu ke kandang Pitbull!" geram Tuan Abraham gara-gara menonton sinetron.

KRIING...

"Haish!!! Siapa sih malam-malam begini menelpon! Mengganggu kesenangan orang saja!" dumel Tuan Abraham lalu mengambil ponselnya.

Kakek Abraham mengernyitkan keningnya saat melihat nama bodyguard bayangan untuk Zemi sekaligus mata-mata untuk Tuan Abraham.

"Alshad? Untuk apa dia menelpon malam-malam begini? Apa ada sesuatu dengan Zemi?" gumam Tuan Abraham.

Tuan Abraham menggeser tombol hijau di ponselnya.

"Halo." jawab Tuan Abraham.

"Tuan, ada sedikit masalah." ucap Alshad tanpa basa-basi.

Tuan Abraham menghela nafasnya kasar.

Sudah kuduga! Gumam Tuan Abraham dalam hati.

"Cepat katakan, masalah apa yang di buat Tuan Putri itu?" tanya Tuan Abraham.

"Nona Zemi sekarang di kantor polisi Tuan, dia memukul tiga orang sampai babak belur di klub malam." jawab Alshad.

"Apa? Klub malam? Untuk apa dia ke klub malam?" tanya Tuan Abraham sambil menegakkan punggungnya kaget. Kaget bukan karena sang cucu membuat masalah tapi kaget karena sang cucu membuat masalahnya di klub malam. Baru kali ini Tuan Abraham mendapat laporan cucu perempuan satu-satunya pergi ke klub malam.

"Saya juga kurang tau Tuan." jawab Alshad.

"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Tuan Abraham.

"Tiga orang yang di buat babak belur ngotot tidak mau berdamai dengan Nona Zemi, tapi Nona Zemi bisa keluar asal ada yang menjamin." jawab Alshad.

"Hemh... baiklah, nanti aku suruh Leo untuk menyelesaikan masalah ini." balas Tuan Abraham.

"Tidak perlu Tuan." balas Alshad.

"Apa maksud mu tidak perlu? Apa kamu mau melihat cucu ku tidur di balik sel tahanan, hah?!"

"Bukan begitu maksud saya Tuan. Maksud saya, Tuan tidak perlu menyuruh Asisten Leo mengurus untuk penjamin karena sudah ada yang menjamin Nona Zemi." jawab Alshad.

"Kalau sudah ada yang menjamin lalu kenapa kamu menghubungi saya, hah? Kamu tidak tau kalau saya sedang nonton sinetron!" omel Tuan Abraham.

"Maaf Tuan, saya menelpon hanya ingin memberitahu saja." jawab Alshad.

"Dasar kau! Kalau begitu urus tiga orang yang di pukuli Zemi." balas Tuan Abraham.

"Baik Tuan." balas Alshad.

Panggilan pun berakhir.

"Mengganggu saja! Kalau sudah ada penjamin lalu kenapa harus menelpon! Jadi ketinggalan beberapa adegan kan!" dumel Tuan Abraham.

Namun tak lama, Tuan Abraham menyadari sesuatu.

"Sudah ada penjamin? Siapa? Siapa yang berani menjamini anak itu?" monolog Tuan Abraham bertanya-tanya.

Karena penasaran, Tuan Abraham kembali menghubungi Alshad dan menanyakan siapa yang sudah bersedia menjadi penjamin cucu-nya.

Tuan Abraham senyam-senyum sendiri kala mengetahui kalau yang menjadi penjamin Zemi adalah Ravindra Ganesha, yang tak lain dan tak bukan adalah laki-laki yang ingin Tuan Abraham jodohkan dengan Zemi.

"Nampaknya kali ini aku tidak salah langkah. Membuat taruhan dengan Zemi adalah cara efektif untuk menjodohkan Zemi dengan anak Tuan Ryan Ganesha." gumam Tuan Abraham.

💋💋💋

Kantor polisi.

Urusan dengan pihak polisi selesai. Zemi pun sudah bisa pulang, meski masih harus melapor dua kali dalam dua puluh empat jam karena tiga orang yang Zemi pukuli tidak mau berdamai dengan Zemi. Kedatangan Ravin hanya sebagai penjamin Zemi. Kalau urusan dengan tiga orang yang bonyok itu, nanti Alshad yang akan mengurusnya.

"Sekarang jelaskan, kenapa kalian ada di klub malam? Bukannya tadi kalian bilang ingin pulang, hah?" tanya Ravin dengan dengan tangan yang dilipat di dada.

"Um..." Camel ingin menjawab tapi ragu karena Zemi memberi tatapan tajam padanya.

Ravin yang menyadari Zemi sedang mengintimidasi Camel, langsung menyuruh Camel untuk pulang lebih dulu.

"Camel, kamu pulang lah dulu. Biar Zemi nanti aku yang antar." ucap Ravin.

Camel menoleh ke arah Zemi. Zemi menggelengkan kepalanya agar Camel tidak menuruti kata-kata Ravin.

"Baiklah, aku pulang dulu kalau begitu. Tolong antar Zemi yah." jawab Camel lalu buru-buru pergi dari hadapan Zemi dan Ravin.

"Camel!!! Awas kamu yah!! Cameeel!!!" teriak Zemi sambil hendak mengejar Camel, tapi tangannya langsung di tahan oleh Ravin dan diberi tatapan tajam oleh Ravin.

Zemi hanya bisa menghela nafasnya kasar.

Sudah lah, ketahuan lah sudah kalau aku tidak bisa membuat game!! gerutu Zemi dalam hati pasrah.

💋💋💋

Bersambung...

1
lindsey
lanjutin dong
Indaharoen
ya ampuun thorr....aku sampai ketawa ngakak...zemi kentuut
Febriana Merryanti
wkwkwwkkkkkkk
lindsey
ini kenapa ga dilanjutin thor?
Musniwati Elikibasmahulette
dasar bejat ,lelaki iblis 😡
Musniwati Elikibasmahulette
si ravin , bar bar seperti kakek juga ya
😂😅
Musniwati Elikibasmahulette
🤣😅😅😅🤣🤣
lucu bangat thoor
Musniwati Elikibasmahulette
kamu terlalu lambat dan egois ,ravin
Musniwati Elikibasmahulette
tapi ,ada jodohku 😂😂😂😂😂
Musniwati Elikibasmahulette
lucu ya
menarik sekali karya mu ini
aku sangat suka
Ida Rosidah
ini lagi kemana ngga up", ??
lindsey
lanjut dong!!! kok mandek gini ceritanya
Trisni
lanjut kk aku tunggu
Dina Sutarlim
bagus
fian widy
👍🏻
Retno
hahahaaaa... Raviiiin... kamu jadi keringetan lg tuch,, jd bau lg kan gara" latihan push up
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
gercep ya semua
Ida Rosidah
up lagi dong?
Lyn
terniat banget Revin Ama Zemi sumpah sihh pasangan terabsurd, parahhhh bikin gregett.
Lyn
sabar yh Kakek, dpt cucu mantu yg sama aja kelakuannya bikin nda tenang hidupmu. wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!