NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati Lulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 : HAMPA

Di tengah riuk pikuk pesta yang riuh di lantai atas, Angga berdiri tenang di remang lantai bawah merengkuh erat sebuah buket bunga indah yang disiapkannya khusus untuk Ami menanti momen sempurna untuk memberikan kejutan manis di malam spesial adik kecilnya itu.

Suara musik yang mengalun pelan dan indah di tengah pesta seketika itu terdengar ketukan langkah kaki berirama dan serentak menuruni anak tangga. Di lantai bawah di antara lalu lalang tamu, mata Angga tidak berkedip sedikit pun melihat langkah kaki Lulu terasa berat saat menuruni anak tangga, diapit oleh Ami yang menggenggam erat jemarinya dan Bu Marni yang berjalan penuh kehangatan di sisinya.

Rasa malu akibat insiden pakaian basah tadi perlahan menguap, berganti dengan desir aneh saat matanya bersitatap dengan Angga yang menunggunya di dasar tangga.

Gaun anggun pemberian Bu Marni melekat sempurna di tubuhnya, membalas tumpahan minuman tadi dengan pesona yang tak terduga.

Pria yang biasanya tampil tegas sebagai managernya itu kini menatapnya tanpa kedip dengan raut lega yang tak mampu disembunyikan. Angga tertegun, matanya terkunci pada Lulu ada getaran samar di dadanya saat melihat gadis itu melangkah turun, tampak begitu terlindungi dan menyatu dengan keluarganya.

Di malam yang penuh keramaian itu, Lulu merasa benteng profesionalitas di antara mereka mendadak retak oleh perhatian yang terlalu nyata.

Sementara ​di tengah keriuhan pesta, Riko berdiri membeku di sudut ruangan yang remang. Matanya terpaku pada sosok yang baru saja menuruni tangga. Bukan lagi penampilan canggung dengan baju kotor yang ia bayangkan, melainkan Lulu yang tampak begitu cantik dan anggun dengan gaun baru yang dipakainya.

Tatapan sinis Riko perlahan memudar, tergantikan oleh keterkejutan murni. Gaun itu melekat sempurna di tubuh Lulu, menonjolkan kecantikan alaminya yang selama ini luput dari perhatiannya. Di bawah cahaya lampu kristal yang hangat, Lulu tampak bersinar didampingi senyuman hangat Bu Marni dan Ami.

Perasaan Riko mendadak kacau. Bukannya kepuasan karena berhasil mengacaukan harinya, ia justru merasakan debaran aneh yang tak terduga, campuran antara kekaguman yang tak diinginkan dan kejengkelan karena rencananya justru membuat Lulu tampil begitu memukau. Ia mengepalkan tangannya di samping tubuh, mencoba menahan desir yang mendadak menyerang dadanya, sementara egonya memberontak melawan ketertarikan yang tiba-tiba ini.

Di dasar tangga, Angga masih berdiri mematung. Matanya terkunci sepenuhnya pada sosok Lulu yang melangkah turun tampak begitu memesona dalam balutan gaun anggun pilihan ibunya. Dunia di sekitarnya seolah mendadak buram dan hening. Angga bahkan tak menyadari jika jemarinya makin meremas erat buket mawar merah di pelukannya. buket bunga yang sedari tadi ia siapkan untuk sang adiknya yaitu Ami, kini mendadak kalah telak dari pesona gadis yang sedang berjalan ke arahnya.

"Waah Kak Angga sampai nggak tahu cara berkedip ya ma ?" Ucap Ami mencoba menggoda kakaknya tersebut yang masih diam mematung.

"Udah,, jangan di gangguin gitu malah nanti nggak bisa ngomong sampai pulang, nanti kasian loh Lulunya" Timpa Bu Marni menambah rasa canggung diantara ke duanya.

​Ami yang melihat kakaknya berdiri kaku dengan mata tak lepas dari Lulu, langsung menyenggol lengan Angga sambil menahan tawa.

​"Kak Angga... itu bunganya pegangannya kenceng banget....takut diambil orang ya?" Bisik Ami dengan suara yang sengaja dicuitkan, cukup keras hingga membuat Bu Marni terkekeh.

"Kalau mau kasih Kak Lulu bilang aja, jangan cuma diliatin begitu. Kasihan Mbak Lulunya bingung!" Tambahnya lagi membuat Angga seketika tersentak, wajahnya memerah karena tertangkap basah. Ia hendak memprotes, namun Ami sudah keburu tertawa jahil. Ia sama sekali tidak menyadari kalau mawar merah di tangan kakaknya itu sebenarnya disiapkan khusus untuk menyambut hari ulang tahunnya.

​Angga terkekeh pelan melihat kepolosan adiknya. Tanpa mengalihkan pandangan dari Ami, ia merendahkan tubuhnya dan berlutut satu kaki di depan sang adik.

​"Kak Lulu memang cantik banget malam ini....tapi bunga paling indah di ruangan ini cuma buat yang lagi ulang tahun..." ucap Angga sambil mengusur lembut puncak kepala Ami dan menyerahkan buket mawar merah itu.

​Ami tersentak kaget, memegang buket mawar itu dengan kedua tangan kecilnya yang gemetar kegirangan.

"Jadi... ini buat Ami? Mas Angga sengaja nunggu Ami dari tadi?"

​Dari tempatnya berdiri Lulu terpaku, melihat betapa penyayang dan lembutnya sosok Angga sebagai seorang kakak sangat berbeda dari citra manajer dingin di kantor membuat dada Lulu berdesir hebat. Senyuman tipis terukir di bibir Lulu, mengagumi kehangatan keluarga itu dari dekat.

Melihat interaksi manis antara kedua buah hatinya, senyum Bu Marni mengembang sempurna. Matanya berkaca-kaca dipenuhi rasa bangga dan haru yang tak terbendung. Bagi Bu Marni, kelembutan hati Angga pada adiknya adalah cerminan dari betapa putranya itu telah tumbuh menjadi pria yang dewasa dan penuh kasih. Ia mengelus lembut bahu Angga yang masih berlutut, memancarkan rasa bahagia yang begitu kentara di hadapan para tamu.

Pemandangan kehangatan itu tak lantas membuat Riko ingin mengamuk, melainkan justru membuat dadanya terasa hampa. Ada denyut nyeri lama yang kembali menguat saat melihat betapa alaminya Angga berperan sebagai seorang kakak. Riko mengepalkan tangan di dalam saku jasnya, mencoba mengeras untuk melindungi dirinya sendiri dari rasa cemburu. Ia iri bukan pada bunga atau perhatian itu, melainkan pada perasaan "memiliki keluarga" yang tak pernah benar-benar ia rasakan sejak kecil. Dengan senyum tipis yang getir, Riko berbalik membelakangi keriuhan pesta untuk membawa kembali rasa terasing yang sudah terbiasa ia dekap.

Sedangkan di sisi lain Tawa renyah Ami dan kelembutan Angga menyunggingkan senyum tulus di bibir Mahenra. Namun, di tengah rasa bahagia itu pandangan Mahenra sempat secara refleks melirik ke sudut ruangan yang remang mencari keberadaan Riko, putra kandungnya. Ada bisikan penyesalan dan desir perih yang hinggap di hatinya. Mahenra sangat bersyukur atas kehangatan yang dibawa Angga ke dalam rumah ini, tetapi ia juga merindukan hari di mana Riko bisa ikut berdiri bersama mereka untuk merayakan kebahagiaan tanpa benteng gengsi dan luka lama.

...****************...

"Kak Lulu, jika nanti nggak sibuk sering - seringlah telfon aku atau main ke rumah " Ucap Ami mengayun manja di pelukan Lulu.

"Ya Kakak akan usahakan, tapi kalau kakak sibuk Ami harus bersabar dulu ya.." Ucap Lulu memeluk hangat adik kecil atasannya tersebut.

"Uuh Ami kesal deh, kak Lulu nggak bisa lama - lama disini dengan Ami. Padahal Ami pengen banget kak Lulu bisa bermalam disini dengan Ami" Ucapnya dengan sedih karena sebentar lagi sosok wanita dewasa yang sudah dia anggap kakak perempuan itu kini harus pulang meninggalkan kediaman orangtuanya.

"Udahlah nak,, biarkan kakak mu dan Lulu bisa pulang. Mereka juga harus bekerja esok hari" Ucap Bu Marni mencoba memberi pengertian kepada Anak bungsunya itu.

"Ugh, I'm so annoyed mom said that..." Ucap Lulu menatap kesal kepada kedua orangtuanya tersebut.

"Ya,, ya ,, kakak janji setiap hari libur kami akan kesini bersama" Ucap Angga menenangkan Adik kecilnya tersebut.

Lulu yang mendengar hal tersebut tiba - tiba saja perasaannya gugup dan deg degan bila harus setiap pekan mereka mengagendakan hal tersebut.

"Promise ?" Tanya Ami menatap kakaknya tersebut dengan mata bulatnya.

"I'm promise" Ucap Angga sembari mengikat janji di jari kelingking satu sama lain.

"Ya sudah, biarkan kakak mu pulang dulu dan istirahat. Mereka terlihat sudah sangat lelah" Ucap Mahenra dengan pelan menasehati anak bungsunya itu.

"Ugh,, okey.. hati - hati ya kak, sampai bertemu kembali di hari Minggu" Ucap Ami sembari melambaikan tangannya tanda perpisahan untuk sementara waktu.

Sementara itu bu Marni memberikan pelukan singkat namun hangat kepada Lulu dan juga Angga sebagai tanda terimah kasihnya atas kedatangan mereka di pesta ulang tahun Ami. Tak lupa juga Mahenra memeluk anak tirinya tersebut sebagai ungkapan rasa syukur dan terimah kasihnya karena telah menepati janji untuk hadir di pesta ulang tahun adiknya itu. Lulu pun hanya memberikan salam ringan kepada Ayah Manager itu sebelum akhirnya Angga dan Lulu pergi jauh meninggalkan kediaman mewah tersebut.

Bu Marni dan Mahenra hanya menatap sendu kendaraan mereka yang telah berjalan jauh, namun Ami tak henti - hentinya mencari kendaraan seseorang yang dicarinya sedari tadi. Langkah kaki Ami begitu cepat, ia segera menapaki tangga satu persatu sementara kedua matanya terus mencari sosok keberadaan kakaknya itu di sekitar rumah.

"Mam .. dady.. dimana Kak Riko ?" Tanyanya dengan raut wajah bingung karena setelah kejadian Lulu saat di pesta tadi Riko pun nampak tak terlihat seolah pergi entah kemana.

Pertanyaan sederhana itu menghantam dada Pak Mahenra. Pria itu menatap sudut-sudut rumah yang sepi dengan raut wajah penuh kesedihan. Dirinya pun merasakan sejak insiden tumpahnya minuman ke baju Lulu tadi, Riko menghilang tanpa jejak. Mahenra menghela napas berat, merasakan kepedihan mendalam menyadari betapa putranya sendiri memilih mengasingkan diri dan terus memelihara benteng permusuhan ini.

"Mungkin Kak Riko, ada urusan penting di kantornya sehingga ia belum sempat berpamitan sama kita semua" Ucap Bu Marni dengan lembut mencoba menenangkan suasana tersebut.

"Uuh,, Ami kan pengen juga bilang ke Kak Riko terimah kasih" Ucap Ami, begitu sedih mengetahui kakaknya tersebut pulang lebih dulu tanpa berpamitan dengannya.

Bu Marni menyadari jika Riko telah pergi tanpa sepatah kata pun, senyum hangat yang sedari tadi menghiasi wajah Bu Marni seketika luntur. Ada hening yang menghimpit di dadanya, kesedihan dingin yang merayap perlahan setelah keriuhan pesta padam. Ia menatap pintu depan yang terbuka lengang, merasakan kepedihan khas seorang ibu yang sadar bahwa putra tirinya masih merasa terasing di rumah sendiri. Usahanya merangkul Riko seolah selalu membentur dinding kaca yang tak kasat mata yaitu rapat, dingin dan tak tersentuh.

Mahenra menyadari raut kesedihan yang mendalam di wajah istrinya. Dengan lembut, ia meraih tangan Bu Marni, menggenggamnya erat untuk mengalirkan kehangatan dan kekuatan.

​"Sayang,,terima kasih sudah selalu berusaha memahami Riko" Bisik Mahenra halus, matanya menatap Bu Marni dengan penuh rasa bersalah sekaligus rasa sayang.

​Bu Marni menghela napas dalam - dalam membalas genggaman tangan suaminya tersebut. Genggaman sederhana itu seolah menjadi penopang bagi hatinya yang rapuh, mengingatkannya bahwa dalam menghadapi pelitanya luka masa lalu anak-anak mereka, ia tidak pernah sendirian.

1
Cimol krispy
vibesnya mengerikan sekali. jadi apakah pria itu adalah tokoh utama atau justru sang villaines?
-Thiea-
kenapa wanita itu bisa sampai dibunuh? Apa yang menjadi dasar dari tindakannya itu kira-kira?"
ginevra
astaga!!! tokoh utamanya meninggal dari episode pertama.
Myz Pena: penasaran kan.. ?? 🤭
total 1 replies
ginevra
ada apa ini? awal udah disuguhi adegan bekap membekap.
sinnox
Hayoloh lulu🫢
Myz Pena: Lulu OTW kerja keras 💪
total 1 replies
Wawan
Salam kenal untuk Lulu 💪✍️
Wawan
Waow /Toasted/
Myz Pena: ini karya pertama ku,, mohon selalu dukungannya ya... dan mari kita saling mendukung 🥹❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
ciber ara
makin suka sama ceritanya
semangat thor
Myz Pena: mohon dukungannya ya,, jalan ceritanya akan tetap mendebarkan hanya saya menyesuaikan bab2 sebelumnya karena terlalu panjang..terimah kasih sudah memberi banyk dukungan 🥹❤️❤️
total 2 replies
Anisa Nur Afifah
haii kak mampir lagi nih aku, semangat yaa . jngan lup mampir lagi di novelku🥰
Myz Pena: siap 🤩🤩
total 2 replies
Myz Pena
terimah kasih 😍❤️❤️❤️
Anisa Nur Afifah
seruu banget kaa, aku balik lagiii nih🥰
ciber ara
lnjut💪
Myz Pena: siap, updatenya setiap hari ya.. 😍
total 1 replies
Nisaicha
wah menarik kak ada visualnya juga 😍
jadi penasaran nih lanjut baca..
Myz Pena: di tunggu ya... updatenya tiap hari 😍
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
lanjut kakkk
Myz Pena: terimah,, kasih ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!