NovelToon NovelToon
Setia Dalam Diam

Setia Dalam Diam

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: Gentra

Naina mengira akan hidup bahagia, setelah berstatus sebagai istri dari Romi, seorang pengusaha kaya dan terkenal di negaranya, tapi ternyata banyak cobaan hidup yang harus ia jalani sesudah pernikahan itu.
Awalnya, mereka menikah hanya sebatas kerjasama bisnis, dan Romi tidak mencintai Naina karena gadis itu tuna wicara. Namun, seiring berjalannya waktu perasaan Romi mulai berubah pada istrinya, dan mereka mulai tertarik satu sama lain.
Suatu hari, hal naas terjadi kepada Romi yang mengalami kecelakaan hingga ia menderita kebutaan.
Setelah kecelakaan itu Naina di perlakuan sangat tidak baik oleh keluarga Romi, terutama sang ibu mertua, karena mereka menganggap perempuan itu pembawa sial.
Bagaimana sebenarnya kecelakaan itu terjadi, dan apakah benar Naina penyebabnya? Akankah Naina terus bertahan dalam penyiksaan mertuanya, dan akan hidup bahagia bersama Romi ?

Yuk ikuti terus kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BaB 10 Arisan

"Naina.... " teriak Rasti sambil menendang pintu kamar.

Astaga ini orang nggak bisa apa ya kalau bicara itu baik-baik, untung jantung ku masih kuat dari tegangan tinggi seperti ini.

Naina langsung bangun, lalu menatap ke arah ibu mertuanya. Yang sedang berkacak pinggang.

Rasti langsung menyeret Naina, di bawa ke ruang makan lalu dia berkata "makan apa ini? saya sudah bilang jangan lupa beli ikan, tapi mana? kenapa hanya ini yang kamu sajikan" kata Rasti desa nada bicara yang tinggi, sambil menunjuk ke arah menu masakan yang sudah tersaji di atas meja.

Ngasih uang nya juga sedikit, masa harus di beli semua ya... mana cukup. Aku mesti nambahin nya dari mana coba? dasar nggak punya otak mertua gila kali, ko ada orang macam ini di muka bumi ini.

"Kenapa malah diam, bukan nya jawab. Dasar tidak berguna, semua kerjaan nggak ada yang beres. Nih air biar otak mu bersih ku cuci " ucap Rasti sambil mengambil air yang ada di gelas lalu di guyur ke kepala Naina.

Naina mengusap air yang sudah membasahi kepala nya" kenapa yang ku lakukan semuanya salah, padahal ini salah nya. Jika saja dia memberi ku uang yang cukup sudah pasti semuanya yang di pesan ada, ini hanya catatan tapi uang nya tidak ada"Naina membatin, sungguh rasanya luar biasa perlakuan ibu mertuanya, semakin hari semakin menjadi.

"Jika sudah tidak mau tinggal di sini, ya tinggal pergi sana yang jauh jangan pernah datang lagi ke rumah ini . Setiap hari bikin naik darah saja, kapan sih membuat hidup saya tenang. Semenjak kehadiran mu di rumah ini terasa bagaikan neraka"

Astaga ibu mertua...justru hidupku yang menderita itu semua karena mu, kehilangan janin yang di kandung. Mendapatkan perlakuan kasar, seharusnya aku yang bilang rumah ini seperti neraka dan kamu seperti malaikat maut yang tiap hari mengawasi ku dan siap mencabut nyawa ku, saat kau menginginkan nya.

"Sabar Naina... tunggu waktu yang tepat, kamu pergi dari sini. Untuk saat ini bertahan demi kesehatan suami kamu, jangan hiraukan ibu mertua macam itu" ucap Naina dalam batin, ia berusaha untuk menyemangati diri sendiri.

"Sudah rapikan semua ini! sudah tidak selera lagi untuk makan, dan jangan lupa Romi bawain makanan ke kamar nya. Dengerin kalau saya ngomong jangan bengong seperti orang kesambet setan saja" ucap Rasti dengan nada bicara yang tinggi, dan menatap Naina dengan tajam. Setelah berbicara seperti itu ia langsung pergi meninggalkan Naina yang masih berdiri seperti patung.

Terus semua masakan ini mesti di apain, sudah capek masak ujung-ujungnya nggak di makan. Andaikan rumah ini dekat panti pasti sudah ku antar ke sana semua masakan ini, dasar orang kaya buang-buang makanan saja.

Naina merapikan kembali makan yang sudah ada di meja, lalu ia menyiapkan untuk sang suami maka. Beberapa hari terakhir ini Rasti tidak begitu fokus terhadap anaknya, sehingga semua urusan Romi, Naina yang menangani. Tetapi tetap saja Naina di kenal sebagai Mbak Ela yaitu pembantu baru yang mengurus semua keperluan suaminya. Tetapi nggak masalah bagi Naina yang penting bisa berdekatan dengan suaminya.

Setelah siap, Naina segera membawa makan ke kamar sang suami.

Setelah sampai di sana, terlihat Romi mau turun dari atas tempat tidur. Dengan gerakan cepat Naina langsung masuk dan menyimpan makanan di atas nakas lalu membantu suaminya untuk turun, meskipun tidak ada masalah dengan kakinya tetapi ia tidak bisa melihat jadi sulit untuk melakukan aktifitas.

"Kamu itu pembantu baru di rumah ini kan! mungkin jika istri ku ada nggak mungkin merepotkan semua orang. Na... kamu di mana sih? ko nggak pulang-pulang sih, saat ini aku lagi butuh kami. Maafkan aku jika selama ini terlambat menyadari rasa ini"

Naina hanya diam dan membantu Romi untuk naik ke atas kursi roda, lalu naina dorong keluar kamar dan menikmati udara segar dari atas balkon. Sebab Naina tahu betul jika sang suami suka nongkrong di sini.

Setelah berada di luar Naina memberikan makan yang di bawanya untuk segera di nikmati.

Setelah cukup lama mereka berada di balkon, Romi bercerita panjang lebar ia mengutarakan niatnya untuk segera mencari sang istri dan ingin segera menemukan donor mata yang pas. Agar segera bisa mencari keberadaan sang istri.

Mendengar perkataan dari sang suami, Naina sedikit menghangat perasaan nya. Jadi ada alasan yang kuat ia terus bertahan di sini, untuk memperjuangkan cinta nya untuk sang Suami.

Cukup lama Naina menemani Romi dan pada akhirnya, Naina harus mengerjakan yang lain. Dengan terpaksa ia membawa masuk Romi dan pergi dari kamar itu untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang lain.

Waktu bergulir begitu cepat, siang telah berganti dengan malam. Semua orang sudah berada di alam mimpi, tetapi beda lagi dengan Naina. Ia harus menyimpan untuk acara esok hari yaitu arisan ibu-ibu sosialita, mereka akan mengadakan di rumah ini. Rasti meminta Naina untuk membuat beberapa kue yang akan di suguhkan terhebat teman-teman Rasti yang datang. Kali ini Naina tidak ingin mendapatkan perlakuan kasar lagi dari sang mertua, jadi sebisa mungkin ia menyiapkan yang terbaik.

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi,

Astaga ternyata sudah pagi, ya sudah aku istirahat sebentar terus pasang alarm agar jam 5 pagi aku sudah bangun dan langsung pergi ke pasar untuk membeli barang yang belum ada, jadi setelah itu baru siap masak untuk di sajikan. Ahh hampir saja lupa ternyata aku punya ponsel baru dari Kak Adam, coba ku cek terlebih dahulu.

Kenapa banyak sekali pesan dari Kak Adam, hanya. menyuruh ku makan dan istirahat. Sudah lah nggak perlu di jawab, sudah lelah aku mau tidur dulu.

Keesokan harinya.

Hari ini ada acara arisan sosialita teman-temannya Rasti, Naina sudah mempersiapkan menu masakan yang di minta oleh ibu mertua nya. Bahkan tadi malam ia hanya tidur satu jam, sebab banyak pekerjaan yang harus di selesaikan dari bangun tidur sampai larut malam nggak ada hentinya. Sungguh nikmat sekali tinggal bersama ibu mertua.

Teman-teman Rasti sudah pada datang, semuanya dengan dandanan super mewah tetapi ada satu perempuan yang sudah tidak lagi muda, datang bersama wanita cantik dan masih muda. Rasti menyambut hangat kedatangan nya, dan memperlakukan dengan istimewa. Mereka semua sudah berada di ruangan yang sudah di siapkan, dan Rasti meminta Naina untuk melayani tamunya yang hadir pada hari ini.

"Eh, jeng anak cantik sekali nggak nyangka sekarang sudah seperti ini... seperti nya Romi pasti suka jika sudah bertemu dengan Sandra, dia kan perempuan yang sangat cantik dan terhormat pasti semua pria menyukai nya" kata Rasti sambil memuji Sandra, lalu menatap Naina dengan tatapan yang membunuh. Jadi tujuan Rasti yaitu hanya ingin Naina tahu bahwa ia tidak layak untuk Romi.

"Ahh, jeng ini bisa saja... banyak ko perempuan yang lebih cantik di luar sana"

Acara arisan berjalan dengan lancar, hari ini sangat bahagia bagi Rasti sudah berhasil membuat Naina capek dan di hina oleh semua tamu yang hadir. Bahkan mereka semua minta di layani oleh Naina meskipun itu hanya mengambil minum.

1
Winsulistyowati
Ya Allah.. Pengorbanan Naina Sampai seperti itu mski Mertua n Kel nya jahat..
Winsulistyowati
😞😢😡
Winsulistyowati
Duuuh..Kasihan Thor.ibu mertua jahat n sadis..
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
ee ladalah kok wes Tamat blm bahagia Lo 🤭
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Naina bersama Adam kah
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Kakak dan mamamu memang sungguh terlalu
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
apakah Rasti akan selamat atau dia malah akan cacat
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
menyedihkan sekali nasib Rasti tp itu adalah akibat dr perbuatannya sendiri
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
😭 jadi ikutan nangis bacanya...sedih banget
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
rasakan sekarang penderitaan hadir untuk kalian berdua
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Sandra ya wanita itu hhhh
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
rencana Rasti Gatot ( gagal total )
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
betapa kejamnya Mak Lampir menyiksa Naina ... teruslah bersabar Naina
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
jangan" Rini yang hamil wah jd semakin semrawut kehidupan keluarga Mak Lampir
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
siapa lagi tu apakah ini kejutan dr Adam
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
MasyaAllah Mak Lampir ngamuk lagi
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
adakah itu yang datang atau siapa ya
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
akhirnya aku bisa selesai baca novel ini..
Buktikan kepada Naina bahwa kamu mencintainya
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
Adam dan Naina ya??
Wahai emakkkk kenapa sifatmu bikin orang darah tinggi ga ada baiknya sedikitpun
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
ketika Rasti butuh bantuan Rini anak kesayangan malah ga bisakasih pertolongan gegara hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!