Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Coco
"Selamat pagi host" ucap sistem menyapa Elisa Su yang baru saja bangun dari tidurnya "Selamat pagi juga" ucap Elisa Su sembari bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diriny, setelah selesai dia pun segera mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual lalu menuju ke arah dapur untuk membuat sarapan, tak berselang lama sarapannya pun kini selesai dibuat dan Elisa pun segera menata makanannya di atas piring dan menuang susu ke dalam gelas lalu dia pun membawa makanannya ke arah meja makan yang tak jauh dari dapur itu, sesampainya di meja makan itu dia pun duduk dan segera menikmati sarapannya, setelah selesai dia pun segera membersihkan semua alat makannya dan menatanya kembali ke tempatnya semula.
"Baiklah karena kita akan bekerjasama dalam waktu yang lama, mulai sekarang aku akan memanggil mu coco, jadi kapan kita akan memulai misi pertama untuk mengubah takdir ini" tanya Elisa Su yang sekarang tengah duduk di balkon kamarnya sembari menikmati pemandangan yang indah ditempat tersebut, mendengar pertanyaan dari hostnya sistem pun menjadi sangat semangat "Baiklah host saya sangat suka dengan nama yang host berikan, kalau host sudah siap kita bisa menjalankan misi ini kapanpun juga" ucap sitem tersebut dengan suara yang riang lalu kembali berubah menjadi kucing kecil gemuk yang menggemaskan dan berjalan ke arah El dan tanpa aba-aba langsung naik kepangkuan El, melihat itu El pun hanya diam saja dan tanpa sadar tangannya pun mengelus pelan kepala sistem yang sedang berubah menjadi kucing tersebut yang nantinya akan kita panggil dengan sebutan coco.
"Baiklah kalau begitu, coco coba cek apa misi pertama kita" ucap Elisa Su sembari mengambil gelas teh yang terletak di sampingnya dan meminumnya pelan "Host misi pertama kita adalah mengubah takdir seorang putri jenderal asli yang selalu ditekan oleh ibu tiri juga saudari tirinya karena kurang mendapatkan perhatian dari ayah kandungnya karena terus berperang di perbatasan hinga bertahun-tahun lamanya, berdasarkan alur cerita aslinya ayah kandung dari pemilik asli akan segera kembali ke kota dengan membawa kemenangan namun sebelum ayahnya kembali ibu tirinya ingin memutuskan hubungan keluarga dengannya, di kehidupan yang lalu dia pun menolak memutuskan ikatan keluarga tersebut sehingga membuatnya hidup semakin menderita di kediaman itu meskipun ayah kandungnya telah kembali, karena itu pihak pusat pun ingin kita mengubah takdir putri asli ini dengan cara memutuskan ikatan keluarganya dengan kediaman jenderal dan menjalani hidup dengan baik, karena semasa hidupnya hal itulah yang paling dia sesalkan" ucap Coco sembari membaca tugas yang diberikan kepada mereka, mendengar itu Elisa Su pun menganggukkan kepalanya "Baiklah kalau begitu ayo segera kita jalankan saja misinya" ucap Elisa Su sembari tersenyum smirk karena sudah memikirkan apa saja yang akan dia lakukan nantinya, selain itu dia juga ingin melihat sehebat dan sekuat apakah orang-orang yang nantinya akan menjadi ibu tiri dan saudara tirinya itu bahkan dia juga sangat penasaran dengan tampang ayah kandung yang tidak peduli dengan anaknya sendiri. "Ternyata tanganku bisa merasakan gatal karena ingin memukul orang lain juga" ucap Elisa Su di dalam hatinya, Coco yang tidak mengetahui pikiran hostnya pun dengan riang menghitung mundur waktu untuk berpindah ke dimensi lain "5, 4, 3, 2, 1" ucap coco yang kemudian membuat Elisa Su pun memegang kepalanya karena merasakan sakit saat ingatan-ingatan pemilik asli pun tergambar dengan sangat jelas di kepalanya.
"CK, sialan ternyata memulihkan ingatan pemilik tubuh asli sakit juga, untung saja aku sudah pernah mengalami hal yang lebih menyakitkan dari ini" ucap Elisa Su sembari mengingat kembali saat-saat dimana tubuhnya di regenerasi ulang, pada saat itu sakit yang dirasakannya tidak dapat digambarkan dengan apapun juga. Dari ingatan pemilik tubuh asli ini jelas bahwa tubuh ini memiliki nama yang sama dengannya yaitu Elisa Su, pemilik tubuh asli ini merupakan nona pertama keluarga Su dan satu-satunya putri sah dari nyonya kediaman Su yang telah meninggal dunia sejak ia berusia lima tahun, selain itu semenjak ibunya meninggal ayahnya pun mengangkat seorang selir untuk mengurus kediaman itu, selir itu juga masuk ke kediaman Su dengan membawa seorang putri yang kini menjadi nona kedua keluarga Su, awalnya ibu tiri itu bersikap cukup baik padanya tapi setelah tuan besar Su yang merupakan ayahnya pergi berperang untuk waktu yang lama sikapnya pun berubah, bahkan kini dia ditempatkan di paviliun terpencil yang tidak terawat bahkan tak ada seorang pun pelayan yang ditugaskan untuk melayaninya.
"Baiklah dengan begini semuanya akan jauh lebih mudah" ucap Elisa Su sembari tersenyum smirk, perlahan tubuhnya yang lemah karena racun dan luka-luka yang di deritanya dalam waktu lama pun pulih dengan cepat "Untung saja regenerasi tubuh ini berlaku di dimensi manapun sehingga aku tak perlu berusaha keras memulihkan tubuh ini lagi" ucap Elisa Su di dalam hatinya sembari melihat luka-luka di tubuhnya menghilang dengan seketika bahkan kini tubuhnya telah mengeluarkan cairan hitam yang merupakan racun yang mengendap sangat lama di tubuhnya.
"CK, aku harus mandi dan bersih-bersih dulu, selain itu juga aku harus menyamar menjadi nona muda yang seperti dulu agar tak ada yang curiga sehingga aku dapat segera memutuskan ikatan keluarga ini" ucap Elisa Su yang kemudian langsung masuk ke ruang ajaibnya setelah itu dia pun segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah cukup lama akhirnya dia pun selesai membersihkan tubuhnya dan kini dia pun sedang berada di depan meja rias untuk kembali merias dirinya menjadi sama persis seperti tubuh pemilik aslinya dulu "Benar saja ternyata menguasai semua kemampuan memang sangat berguna" ucap Elisa Su yang menatap wajahnya di cermin sembari mengagumi kemampuan yang diberikan sistem kepadanya, setelah mengubah seluruh tubuhnya seperti dulu Elisa Su pun segera mengenakan pakaian yang sebelumnya dia kenakan tentu saja pakaian itu sudah lebih dahulu dicuci dan dikeringkan dengan mesin cuci diruang itu.
"nona pertama, cepat buka pintunya nona, kalau tidak saya akan menendang pintu kamar nona ini" ucap seorang pelayan dengan suara yang keras sembari memukul-mukul pintu paviliun miliknya dengan sangat keras, mendengar itu Elisa Su pun segera keluar dari ruang ajaibnya dan menatap dingin ke arah sumber suara itu. "Kriet" bunyi pintu yang di buka Elisa Su "Kenapa nona lama sekali, benar-benar membuang-buang waktu saja" ucap pelayan tersebut yang langsung menarik tangan Elisa Su dengan sangat kuat, melihat hal itu Elisa Su pun melepaskan tangan yang menariknya dan langsung menatap pelayan itu dengan tatapan tajamnya.
"Ada apa dengan nona pertama, kenapa hari ini terlihat begitu menakutkan" ucap pelayan tersebut di dalam hatinya sembari mencuri-curi pandang menatap ke arah nona pertamanya itu yang entah kenapa menurutnya terlihat sangat menakutkan saat ini, menyadari pikirannya pelayan itu pun segera menggelengkan kepalanya "Tidak, tidak mungkin itu pasti hanya ilusi ku saja" ucap pelayan tersebut kembali di dalam hatinya, lalu dia pun segera ingin menarik tangan nona pertamanya itu kembali "Plaaakkk" bunyi suara tamparan yang berhasil membuat pelayan itu pun mematung untuk sesaat karena tak menyangka jika dia akan menerima tamparan dari nona pertama yang terkenal lemah dan penakut itu.