NovelToon NovelToon
Gairah Satu Malam Wanita Dewasa

Gairah Satu Malam Wanita Dewasa

Status: tamat
Genre:Berondong / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:466.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sopi_sopiah

Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.

Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!

Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.

Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.

Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Bandar Udara Charles de Gaulle Paris, Mateo dan Claire landing dengan selamat saat hendak keluar dari bandara Claire mengeluh perutnya sakit dan mualnya semakin parah.

"Teo, a-aku,"

Melihat wajah istrinya itu pucat dan seperti sedang menahan sakit, Mateo pun khawatir dan kebingungan dengan apa yang dirasakan oleh Claire.

"Kau kenapa?"

"Perutku kram, aku juga ingin muntah dan badanku lemas Teo!"

"Bagaimana ini,"

"Teo aku mual ingin muntah,"

"Ya sudah, aku gendong ke toilet ya!"

Claire mengangguk kemudian Mateo pun menggendongnya, Claire mengalungkan kedua tangannya keleher Mateo sambil kepalanya bersandar dipundak Mateo, satu tangan Mateo menyeret koper yang berisi pakaian dirinya dan Claire.

Ternyata seperti ini repotnya seorang suami jika sudah memiliki istri, bukan hanya bingung dan tidak mengerti, tapi juga khawatir tidak bisa menjaga kandungan Claire agar baik-baik saja.

Jika dulu Mateo liburan penuh gelak tawa dan penuh canda dengan teman-temannya, kini justru berbanding seribu persen terbalik situasinya.

Setelah mengantar Claire ke toilet dan gadis itu terus muntah-muntah, Mateo pergi membeli minuman untuk Claire siapa tau dengan berisitirahat sebentar dan meminum minuman hangat, kondisi Claire bisa lebih baik.

Claire keluar dari dalam toilet sambil memegangi perutnya, buru-buru Mateo menghampiri Claire dan menggandengnya untuk duduk dibangku.

"Kak, sebaiknya kau minum dulu minuman hangat ini!" diberikannya minuman yang tadi Mateo beli.

Kemudian diraihnya minuman hangat itu, Claire pun meneguk minuman hangat itu dan lumayan bisa membuat rasa mualnya berkurang.

"Apa perutnya masih kram?"

"Sudah tidak, hanya mualnya yang masih dan kakiku pegal-pegal,"

"Biar aku pijat, kakak minum lagi saja,"

"Hmm,"

Kemudian Mateo bersimpuh dilantai sementara Claire masih duduk dibangku, dipijatnya kedua kaki Claire secara bergantian oleh Mateo, membuat kedua mata Claire berkaca-kaca.

Disini Claire merasa sangat jahat pada Mateo, laki-laki muda yang masa depannya masih panjang itu terpaksa harus bertanggungjawab atas hal yang tidak dia lakukan. Bahkan Mateo tidak pernah mengeluh, padahal Claire sangat tau, Mateo pasti sangatlah kesulitan dengan kehidupan barunya sebagai seorang suami dan calon ayah dari wanita yang sama sekali dia tidak cintai.

"Teo, maafkan aku!"

"Kak Claire minta maaf untuk apa?" tanya Mateo sambil memijat kedua kaki Claire.

"Karena aku hamil, masa depanmu jadi hancur! Bahkan kau harus menghabiskan waktumu untuk mengurus aku dan anak yang bukan darah dagingmu sendiri, jika dipikir-pikir aku sangat jahat bukan?"

Membuat Mateo berhenti memijat kedua kaki Claire kemudian menatap kedua mata Claire yang berkaca-kaca.

"Sudahlah jangan di bahas,"

"Jika kau mau, kita bisa berpisah setelah anak ini lahir,"

Mendengar ucapan Claire yang lagi-lagi menyinggung masalah perceraian, Mateo pun kembali mengalihkan pembicaraan.

"Apa masih mual dan pegal?"

"Sudah tidak,"

"Kalau begitu kita ke hotel sekarang untuk istirahat!"

"Teo,"

"Ayo!"

Membelakangi Claire untuk kembali menggendongnya.

"Aku sudah bisa jalan sendiri kok,"

"Tidak apa-apa aku gendong saja!"

Akhirnya Claire kembali digendong oleh Mateo untuk menuju taxi. Sekitar sepuluh menit kurang taxi pun berhenti di lobby hotel de la Bourdonnais. Keduanya turun kemudian melakukan check-in disana.

"Kau sering pergi ke sini?"

"Lumayan, aku sering menjelajahi berbagai negara, "

"Untuk buang-buang uang?"

"Oh my God, aku tidak seburuk itu kak,"

Sampai di salah satu kamar hotel tipe classic double menjadi pilihan Mateo untuk menghabiskan waktu satu Minggu kedepan nantinya. Saat jendela kaca itu dibuka, pemandangan yang terlihat langsung gedung-gedung mewah dan tinggi dan yang tak kalah penting adalah menara Eiffel yang menjulang tinggi dan terlihat cantik.

"Apa masih pegal-pegal?"

"Tidak kok,"

Mateo kemudian memandangi pemandangan malam dari jendela kaca kamar hotelnya. Kemudian Claire pun menghampiri untuk melihat pemandangan kota juga.

"Wah cantik,"

"Hmm sangat cantik seperti wanita cerewet dan galak disampingku!"

"Kau mulai lagi?" ketus Claire.

Ckckckck..

"Tuh kan, galak sekali galak di ranjang juga tidak?" tanya Mateo yang berusaha menggoda Claire ingin melihat wanita itu wajah malu-malu wanita dewasa itu.

"Kau itu terlalu banyak menonton, makanya isi kepalamu hanya ranjang terus,"

"Wajar, aku sudah dewasa,"

"Dewasa apanya? Masih diberi jajan oleh orangtua mana bisa dikatakan dewasa,"

"Ah iya, ngomong-ngomong uang jajan,"

Mateo mengeluarkan dompetnya dan memberikan satu kartu ATM miliknya.

"Ini uang belanja bulanan untukmu, eh tunggu! Bukan yang ini,"

Terlihat Mateo menukar ATM semula dengan ATM yang lain lalu disodorkannya pada Claire, tapi dengan sigap Claire menampiknya.

"Tidak usah, aku punya uang sendiri itu simpan saja untukmu,"

"Aku sudah menyimpan uang juga, yang ini memang untukmu ini hasil kerjaku bukan hasil pemberian siapapun," kata Mateo.

Ckckckck...

Claire tidak percaya dengan ucapan Mateo karena yang dia tau Mateo belum bekerja dan masih kuliah, darimana pikirnya Mateo memiliki uang hasil kerjanya.

"Kau tidak percaya?"

"Memang tidak! Kau kan masih kuliah, mau coba membohongiku agar terlihat keren ya?"

Sebenarnya ingin sekali Mateo menjelaskan tentang dirinya lebih dalam pada Claire, hanya saja dia lebih memilih diam agar nantinya Claire tau sendiri saja.

Claire dikasih ATM engga mau, coba kalau emak engga dikasih sama suami juga kekeratak ngerampok dompet suami😁 kalau perlu semua kartu diambil biar suami tidak ada daya dan upaya buat jajanin cewek lain bener ga buibu??😂

1
ayu cantik
bagus
Rita Juwita
bagus thor.. /Good//Good/
SariRani
👍🏻
Linda Antikasari
Luar biasa
Adila Ahmad
bgus
Dewi Ansyari
Astaga 😱 Mateo pelakunya ya 😔
Dewi Ansyari
Jadi degdegan siapa pelakunya
Dewi Ansyari
Astaga 🤦🏻
Safa Almira
yey
Warningsih Ningsih
kok udah tamat sih lagi seru seru 😔😔😔
🌺Ulie
Luar biasa
bhunshin
udah tamat ja padahal kurang mau lagi ah🤭🤭🤭🤭mana Thor
bhunshin
kasihan si teo Claire udah Napa kasih jatahnya🤭🤭🤭
bhunshin
tuh kan sudah ku duga itu si Mateo pelakunya 🤭🤭🤭
bhunshin
duh jadi kau yg deg degan
bhunshin
OMG bikin ser seran/Awkward//Awkward/
bhunshin
sepanjang aku membaca novel yg beraneka ragam judulnya baru kali ini nemuin nama ticia...wiiiihhhhh imut bgt ticia ticia 😍
bhunshin
pasti si teo panas dingin🤣🤣🤣
bhunshin
ah pasti itu si teo pelakunya emng dasar mabok kg inget apa²
bhunshin
si teo lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!