Ia mati sebagai manusia biasa…
dan terlahir kembali di dunia kultivasi sebagai bayi fana tanpa latar belakang.
Namun, bersama jiwanya, ia membawa sebuah rahasia besar—
Kitab Dao Surgawi.
Sebuah harta karun yang mampu meningkatkan pemahaman terhadap teknik dan mantra,
membuat yang mustahil menjadi mungkin. Harta yang menantang langit itu sendiri!
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya,
di mana klan kuat menginjak yang lemah,
dia memulai langkahnya dari nol.
Tanpa bakat luar biasa.
Tanpa dukungan siapa pun.
Hanya dengan satu kitab… dan tekad untuk naik ke puncak Dao.
Ini adalah kisah tentang perjalanan seseorang yang menantang langit itu sendiri!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.21 - Penyelamatan
Keduanya saling melirik dan tertawa masam. Dia benar. Bukannya mengawal, mereka justru akan menjadi beban.
Ini kali pertama mereka mengalami misi secanggung ini.
“Kalau begitu, anda hati-hati di jalan,” keduanya menangkupkan tangan hormat dan menghilang begitu saja.
Ling Yuanli mencoba mendeteksi mereka dengan Indra Ilahinya, namun dia tidak merasakan apa pun. Ekspresinya sedikit kagum.
Indra Ilahinya bertambah kuat sejak basis kultivasinya meningkat. Tapi bahkan dengan itu, dia masih belum mendeteksi keberadaan mereka.
“Sungguh teknik yang aneh,” ada keinginan di matanya. Teknik itu sangat praktis, terutama untuk menyelinap dan bersembunyi. Dia pasti akan mencoba memintanya pada klan.
Dia lalu melirik lima mayat di tanah dan tenggelam dalam pikirannya.
Istana Darah.
Leluhur Vampir.
Tanda Kutukan.
Para Pengikut Vampir yang gila.
Tiba-tiba masalah demi masalah mendatanginya. Dia bahkan hampir tidak menyadarinya. Matanya mengernyit. “Saya harus menghilangkan tanda ini dari jiwaku. Mungkin…mencari ahli kutukan dapat membantu.”
Tidak ada yang ingin hidup di bawah bayang-bayang Istana Darah. Kutukan mereka terkenal kuat dan misterius. Dia tidak ingin bertemu musuh yang merepotkan.
Akan menjadi masalah baginya jika Vampir Orde Kedua memburunya.
Ling Yuanli segera pergi. Sosoknya menghilang di antara padang pasir.
Namun masalah seolah menginginkannya. Dia mendengar teriakan histeris. Dia hendak mengabaikannya, namun suara itu entah bagaimana familiar di telinganya.
Ling Yuanli mengubah arah. Dan di sana, dia melihat delapan pria garang sedang tertawa terbahak-bahak. Salah satu dari mereka sedang menggendong wanita.
Ekspresi mereka mesum, penuh keinginan duniawi.
Tidak jauh, sebuah kamp bobrok berdiri di tengah padang pasir. Dinding kayu yang mengelilingi kamp tersebut compang-camping, seolah akan runtuh kapan saja.
Kamp Pemulung Gurun!
Ling Yuanli mengernyit dari jauh. Dia memfokuskan matanya, dan seketika tubuhnya membeku ketika mengenali identitas wanita itu.
“Yuanyue?” suaranya rendah. “Bukankah dia seharusnya berada di klan?”
Ling Yuanli hampir mengutuk. Dia tidak mengerti bagaimana bisa wanita itu berakhir di tangan orang-orang ini.
Dalam sekejap, Artefak pedang muncul di tangannya. Dia tidak mungkin mengabaikan Ling Yuanyue. Dia tidak sekejam itu!
“Ada yang salah,’ gumamnya. Ling Yuanyue bukanlah wanita yang naif. Dia tipe yang hati-hati. Dan kekuatannya tidak rendah. Dia tidak mungkin ditangkap semudah itu.
Dan…wilayah klan Ling terlalu jauh dari tempat ini!
Ling Yuanli menarik napas pelan. Dalam sekejap, dia menghilang.
Di sisi lain, Ling Yuanyue meronta-ronta panik. Wajahnya pucat pasi. Dia berusaha lepas dari tali yang mengikatnya.
“Haha, nasib yang baik.”
Seorang pria, dengan bekas wajah mengerikan, menyeringai dan menatap Ling Yuanyue yang ada di pundaknya dengan ekspresi mesum.
Seluruh pria ikut tertawa karena tawanya.
Dia mengangkat tangannya, menampar pantat Ling Yuanyue dengan keras. Tawanya menggema. “Wajah yang cantik, tubuh yang seksi. Kulit seputih susu. Sungguh, langit memberkati ku!”
“Bos, malam ini untukmu seorang!” Seorang pria berkata dengan menjilat.
“Hmm,” orang itu mendengus. Matanya menyipit tajam, memberi peringatan. “Bukan hanya malam ini. Saya akan menikmatinya setiap malam.”
Dia melirik setiap pria, dan aura tingkat Kesembilan terpancar dari tubuhnya dan menekan setiap orang. Suaranya rendah dan dingin. “Ingat! Tidak boleh ada yang menyentuhnya sedikit pun. Dia milikku pribadi.”
Yang lain menggerutu, namun tidak ada yang berani bersuara.
“Kau…” Ling Yuanyue menggertakkan gigi mendengar percakapan itu. Sedikit darah keluar dari mulutnya karena mengigit terlalu keras. “Saya bukan barang murahan! Bunuh saja saya!”
“Oh..sayangku,” Bos itu terkekeh, mengangkat tangannya, dan sekali lagi menampar pantat Ling Yuanyue. “Jangan terburu-buru. Ku jamin, kau juga akan menikmatinya.”
Ling Yuanyue mencibir. Dia meludah dan mengenai wajah orang itu. “Lihat dirimu. Bahkan binatang tidak sudi bersamamu.”
“Oh, “ alis bos itu terangkat naik. Senyumnya tipis. Dia menyeka ludah di wajahnya dengan tenang. “Kau ingin memprovokasiku? Sayang sekali. Taktik mu murahan.”
Ekspresi Ling Yuanyue membeku. Dia tidak berharap rencananya dilihat begitu jelas.
“Hahaha, sungguh wanita yang naif. Hidup nyaman di klanmu membuatmu tidak memahami dunia yang kejam, ya?”
Ling Yuanyue mengigit bibirnya. Ekspresinya putus asa. “Tidak mungkin…”
Dia tidak ingin berakhir bersama binatang jelek ini!
Dia semakin meronta-ronta. Mulutnya tidak pernah berhenti mencaci maki. Namun orang itu setenang gunung batu.
Dia di bawa ke dalam kamp, ke dalam sebuah rumah. Tubuhnya dibaringkan di atas kasur.
“Jangan!” Ling Yuanyue bergetar hebat. Ini kali pertama dia setakut ini.
“Oh… tenang saja,” orang itu terkekeh saat pedang di tangannya dengan hati-hati menyentuh leher gaun Ling Yuanyue.
Dengan suara srek, sedikit gaunnya dibelah.
“Tidak!” Ling Yuanyue meronta. Kulitnya memerah saat bergesekan hebat dengan tali. Matanya panik.
Orang itu tidak bergeming. Matanya semakin dipenuhi nafsu. Tubuhnya terengah-engah. Dia nyaris tidak tahan lagi!
Dia menggeser ujung pedangnya dengan hati-hati, merobek perlahan gaun Ling Yuanyue. Hingga sampai ke dada.
Gaun itu robek. Dan dua mutiara tersembunyi mencuat keluar, yang hanya ditutupi oleh kain putih tipis.
“Sungguh,” pria itu menelan ludah. Wajahnya begitu gembira saat kedua tangannya hendak menyentuh itu.
“Tolong!!!” Ling Yuanyue berteriak histeris. Matanya terpejam kuat.
Dan akhirnya, tangan menyentuh sesuatu. Ling Yuanyue langsung membeku.
Dia tidak merasakan apa pun.
Dia membuka kelopak matanya perlahan. Dan di sana, dia melihat orang itu, yang berdiri diam. Ekspresinya masih sama, penuh dengan nafsu duniawi.
Namun terdapat luka menganga di lehernya. Darah mengucur deras dari luka itu.
Di detik berikutnya, dia terjatuh. Hanya ratapan sembelih yang terdengar.
Pikiran Ling Yuanyue kosong. Dia tidak mengerti apa yang terjadi.
Tiba-tiba, sebuah kain menutupi dadanya, saat suara terdengar dari belakangnya.
“Kau sungguh ceroboh.”
Kepala Ling Yuanyue refleks berbalik, dan wajahnya langsung terkejut. “Yuanli?”
Ling Yuanli mengangguk pelan. Dia memotong tali yang mengikat Ling Yuanyue dan langsung membalikkan badannya.
“Jangan banyak bicara, pakai baju dulu.”
Ling Yuanyue tertegun, lalu melirik kain yang menutupi dadanya. Itu adalah baju. Baju pria.
“Terima kasih,” Ling Yuanyue meraih baju itu dengan gemetar. Dia masih takut. Pikirannya berkecamuk. Butuh lima menit baginya hanya untuk memakai baju dengan benar.
Ling Yuanli tidak menganggunya. Dia berjalan keluar dan berkata, “seluruh musuh sudah mati. Ambil waktumu dan coba tenangkan diri. Tidak ada lagi bahaya di sini.”
Ling Yuanyue mengangguk lemah. Dia langsung berbaring dan menutup kedua matanya dengan lengannya. Napasnya cepat.
“Saya..”
Seketika, Ling Yuanli mendengar tangis yang pecah. Itu bukan tangis kesedihan, tapi tangis penuh lega dan syukur.
“Dia mungkin trauma,” Ling Yuanli menghela napas pelan.
Butuh satu jam sebelum tangis itu mereda. Ling Yuanli dengan teguh menunggu di luar.
Pintu berderit saat Ling Yuanyue perlahan berjalan keluar. Rambutnya acak-acakan. Matanya bengkak dan merah.