NovelToon NovelToon
My Director My First Love

My Director My First Love

Status: tamat
Genre:CEO / Cintapertama / Kehidupan di Kantor / Romansa / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: arsyazzahra

Pernahkah kalian membayangkan, bagaimana rasanya bertemu mantan, yang tak lain merupakan cinta pertamamu?

Bella tak menduga jika ia kembali dipertemukan Arfa. Sosok mantan kekasih sekaligus cinta pertamanya, yang tak lain adalah Direktur baru tempatnya bekerja. Semula ia merasa percaya diri menganggap jika keadaan masih sama. Namun, sikap Arfa yang dingin dan ketus terhadapnya, membuatnya harus sadar diri, rasa percaya dirinya itu seketika terenggut dengan paksa. Bella memaksakan diri untuk membuang jauh-jauh perasaannya.

Namun, bagaimana jika keadaan justru membuatnya harus terus berdekatan dengan Arfa. Membuat rasa cinta itu tumbuh semakin besar. Seiring sesuatu alasan yang membuat Arfa berubah pun terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arsyazzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sawan

Ingatlah, jangan menjanjikan apapun pada seorang perempuan. Meski janji itu hanya sekecil batu kerikil. Karena perempuan adalah pengingat yang sangat hebat.

Isabella Puspita

****

Mendengar hal itu Bella hanya mencebik malas menanggapi gombalan Bakti. Sedangkan Sima langsung berpura-pura muntah.

“Memangnya banyak yang dipecat ya Bell?” tanya Sima penasaran.

“Banyak!" seru Bella pikirannya kembali mengelana kejadian tadi di ruang meeting. Ia masih merasa takjub dengan kelakuan Arfa yang begitu tegas pada orang yang curang.

“Terus mereka diam aja gitu di pecat?" tanya Sima penasaran karena tadi ia memang tidak ikut meeting.

Bella menoleh ke arah ketiga sahabatnya yang tampak menanti jawabannya penasaran. Ia pun menghentikan makannya dan berpikir sejenak.

“Awalnya sih mereka protes dan menolak. Namun, saat Pak Arfa memberikan penawaran untuk dipecat secara terhormat mendapatkan pesangon. Atau tidak terhormat tidak mendapatkan pesangon, dan Pak Arfa juga menjamin nama mereka akan langsung blacklist daftar hitam, otomatis tidak akan ada perusahaan manapun yang menerimanya lagi, karena saat itu Pak Arfa sudah membawa bukti yang cukup kuat untuk mendepak mereka. Ya dan akhirnya tidak ada pilihan lain untuk mereka, selain dipecat secara terhormat dan mendapatkan pesangon,” tutur Bella menerangkan kejadian tadi di ruang meeting, bagaimana sikap Arfa yang tampak berwibawa dan tegas, sudut bibirnya terangkat sedikit ia merasa bangga pada lelaki itu.

“Ya ampun hebat banget ya Pak Arfa. Di saat seperti itu saja, ia masih bersikap bijak. Duhh, makin buat aku kesengsem aja itu Pak Direktur,” puji Sima seraya menangkup kedua pipinya.

“Gak jelas,” omel Bakti. Sima hanya mencebik tak peduli.

“Tapi cepat juga ya meetingnya,” ujar Sima.

Bella membenarkan ucapan Sima. “Mungkin karena udah memasuki jam makan siang,” tebak Bella asal.

Sima mengangguk.

“Lahh namanya atasan mana bisa mikir ke arah sana. Yang mereka tahu hanyalah kerjaan itu beres. Buktinya saja tadi Bella disuruh menyiapkan ruang meeting seorang diri, bukankah itu sama saja seperti penindasan. Padahal itu kan bukan wewenang Bella. Belum lagi perihal ia membawa berkas hingga keseleo, beruntung Pak Agus membantunya,” timpal Dimas yang sejak tadi hanya diam menyimak kali ini ikut bersuara.

Bella terdiam mengingat kembali saat pandangannya bertemu dengan kedua mata biru Arfa. Lelaki itu mungkin tak sengaja melihat dirinya tengah meringis akibat rasa ngilu di kakinya, juga perutnya. Bella tadi sempat mengusap perutnya berkali-kali, mungkinkah Arfa.... Ah, tidak. Bella segera mengenyahkan pikiran baiknya tentang Arfa, karena pendangan yang tangkap hanyalah sepasang mata tajam darinya. Bella menduga lelaki itu pasti sangat kesal mengingat berkasnya berantakan akibat dirinya yang tak becus saat membawanya. Entah Omelan atau hukuman apa yang akan didapatkan nanti, Bella hanya pasrah.

“Benar katamu Dimas. Orang kaya mana mungkin sih memikirkan bawahan seperti kita."

Usai makan siang, Bella dan ketiga rekan kerjanya berniat kembali ke kantor. Di depan pintu lift ia berpapasan dengan Arfa. Lelaki itu tampak menatap Bella dengan datar. Bella menelan ludahnya, masih mencoba menahan nyeri pada kakinya, hal itu membuat Arfa tak sengaja menatap langkah kaki Bella yang sedikit pincang.

“Siang Pak,” sapa Bella hormat, begitu dengan ketiga temannya yang menyapa. Namun, Arfa hanya diam acuh kemudian berlalu pergi. Bella menatap sendu punggung tegap lelaki itu yang perlahan menjauh. Ia sudah bersikap biasa, menganggap tidak pernah terjadi apapun sebelumnya. Namun, sekali lagi hatinya memberontak, kini rasa sesak kembali menghampirinya.

“Bell, Ayo.” Goncangan lengan yang Sima berikan menyadarkan ia dari lamunannya. Perempuan itu segera masuk ke dalam lift dengan pelan, karena kakinya masih pincang.

“Kamu ngelamunin apa sih Bell? Terpesona ya melihat ketampanan Pak Arfa?” tanya Sima.

“Enggak. Dadaku tiba-tiba sesak gitu melihatnya gitu,” jawab Bella lirih.

“Waduh, jangan-jangan kamu kena sawannya Pak Arfa, Bell.” Bakti menimpali. Seperti biasa lelaki itu memang paling heboh.

“Sembarangan!” omel Sima. “Ganteng-ganteng gitu masa bawa sawan," sambungnya tak terima.

“Ganteng kalau sombong buat apa,” ejek Bakti.

“Tapi dia terlihat cool gitu loh,” ujar Sima memuji.

Dimas dan Bella hanya menggelengkan kepalanya, melihat perdebatan keduanya. Hingga tidak lama pintu lift pun terbuka, Bella dengan pelan keluar dari sana.

“Pulang kerja, kayaknya aku perlu mampir ke tukang urut deh,” keluh Bella yang semakin merasa sakit pada kakinya. Mungkin semua juga karena efek ia bawa jalan-jalan.

.

.

.

Guys cerita ini itu ringan ya, konfliknya nanti gak akan seberat cerita Dave dan Alana.

1
kaki novel
terbaiklah🥰🥰❤️😍
MamDeyh
Cowok nya kurang ahh visual nya menurut aku yaaa
Susanti Susanti
Luar biasa
Eniharyati
cocok banget dengan visual karakter alfa
Ranita Rani
tuh kan si cwe d hujat,,,
Sunarmi Narmi
Seru deh nyanyi ditinggal rabi
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Harusnya kamu ngak datang Bell..ngapain nambah sakit hati..toh itu undangan bukan untk pribadimu...goblok atau apa kmu Bell...🤔🤔
Sunarmi Narmi
Usul nih Bell..beli sepeda Listrik saja..lebih murah dn tanpa hrs bikin SIM
Sunarmi Narmi
Kamu terlalu gegabah Bella..dri awal Arfa sdh ngk merespon mgapain jg tawarin kopi..klo aku mending menghindar krn ditolak secara nyata itu menyakitkan..Kloemang Arfa ingat kamu biarin dia yg mendekat itu lbih baik buat lindungi hati kita dri penolakan...tpi ya terserah Author sih Bel
Murni Asih
mau dong muda lg...
Maya Mawardi
ceritanya bagus
Maya Mawardi
malah assisten yg orangnya pengertian
Maya Mawardi
jadi penasaran masa lalu Bella dan Arfa, dan kenapa sikap Arfa demikian dan Bella agak PD nya mendekati arfa
Maryana Fiqa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👌
Endang Sulistia
bela terlalu pede....
RatuElla11: halo ka, mampir juga yuk kekaryaku, "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
gee
ibunya bukannya bernama melisa? diganti maya?
RatuElla11: halo ka, mampir juga yuk kekaryaku, "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
gee
disini ky dicky difie mix aming
Nadhira💦
Cheng Xiao... syukaaa thor
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
Nadhira💦
Luo Yunxi...aktor drachin /Kiss/
MamDeyh
Dia yg minta putus lah dia yg penasaran. Loe sm Arfa artinya udah end.. Bukan siapa2 lg.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!