NovelToon NovelToon
Elvan

Elvan

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:327.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fira Anjelita

"Jangan deket-deket!" teriak Aleta galak saat mengetahui Elvan cowok genit yang kerap dipanggil pecinta banyak wanita itu hendak meraih tangannya.

"Hari ini lo boleh nolak gue. Tapi lihat aja cepat atau lambat lo bakalan ngejar-ngejar gue!" Elvan berkata dengan nada meremehkan lalu terkekeh pelan. "camkan itu!" lanjutnya sambil mendorong pelan kening Aleta dengan jari telunjuknya.

"Gak akan!"

"Berani apa?"

"Gue bakalan tembak lo di depan lapangan upacara kalau sampe gue suka sama lo!" kata Aleta penuh keyakinan.

"Fine. Gue bakalan putusin semua cewek gue kalau sampai gue suka sama lo!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Anjelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

010

010

Elvan 2

"The Charmer, itu nama geng kita."

......

Area balap telah penuh dengan beberapa muda mudi yang asik berpacaran sekaligus menunggu balapan. Kali ini bukan ketua geng yang akan adu balap di sini. Tapi tangan kanannya. Entahlah apa ambisinya, namun berita ini telah tersebar di seluruh kota. Para remaja penggemar balap itu pun berkumpul tak sabar menyaksikannya.

Elvan dan juga Gavin sibuk berdebat. Gavin tampak menolak mengikuti balapan liar ini, sedangkan Elvan masih asik menghisap rokok dengan Karin yang bersandar di pundaknya sambil bermain ponsel.

"Mau lo apa sih, Van? Gue gak mau ikut balapan liar gini!" tolak Gavin dengan nada begitu serius.

Gavin tidak pernah suka dengan yang namanya taruhan. Ia memang berandal, merokok, tawuran, suka membolos, dan lainnya. Tapi ia tak pernah menyukai taruhan. Ia masih waras untuk melakukan hal itu.

"Ribet. Tinggal naik motor gas sekencang mungkin. Selesai," ucap Elvan kemudian menghisap rokoknya dalam.

"Van, lo tau taruhannya apa. Gue gak sudi!"

Gavin masih saja menolak. Ia tetap teguh pada pendiriannya. Ia tak akan ikut balap liar.

Elvan menoleh malas ke arah lawan. Ben, tangan kanan geng Conqueror atau lebih dikenal dengan geng penakluk wilayah barat telah siap. Bahkan cowok di seberang sana sedang sibuk mengecek motornya.

Kemudian Elvan memandang Gavin. Anak buahnya ini pandai dalam segala hal. Bahkan kemampuan balap Gavin tak jauh beda dengan Elvan dan Aksa. Sayang, Aksa tak ada disini sekarang. Aksa sebenarnya lebih bisa diandalkan dalam balap seperti sekarang. Dulu cowok itu pernah menang melawan Elvan dalam balap persahabatan.

Elvan mengepulkan asap rokoknya pelan. Cowok itu mengernyitkan alis tampak berpikir.

"Lo ikut gih. Jangan malu-maluin geng kita. Kalau lo menang, gue bakalan resmiin geng kita pake nama," yakin Elvan dengan sedikit sogokan. Ia tahu Gavin sangat ingin geng mereka memiliki nama resmi, sehingga dapat dikenal seluruh masyarakat dan menjadi penakluk.

"Gak mau." Gavin masih kukuh dengan pendiriannya membuat Rio dan Kavin sedikit gemas.

"Udahlah, Vin. Ikut gih demi kita. Ayok lah!" bujuk Rio menaik turunkan kedua alisnya.

"Udah sih, dia gak mau. Ganti lo aja, Yo," ucap Kavin datar sambil melirik Rio yang ada di sampingnya.

"Sembarangan!" Rio menabok kepala Kavin keras. "mana bisa gue kalahin Ben. Dia terlalu jago, man. Cuma Gavin, Aksa atau Elvan yang bisa."

"Lo denger 'kan? Sekarang siap-siap sana. Jangan bikin geng kita dicap pecundang," suruh Elvan dengan tangannya yang sibuk membeli pipi Karin yang asik bermain ponsel.

"Huft ... Iya deh iya."

Akhirnya Gavin menyerah. Coba saja ada Aksa di sini pasti dia tak perlu mengikuti balapan ini. Ah dasar Aksa anak mama!

.....

Gavin telah siap di atas motor. Cowok itu memakai helm full face berwarna putih senada dengan motornya, tak lupa jaket cokelat melekat pas di atas tubuhnya. Gavin duduk dengan gelisah, dia tidak suka balap liar. Dia tidak suka balapan ini. Taruhan kali ini bukan cewek, bukan juga uang, melainkan anggota geng. Siapa yang kalah dia akan menjadi asisten pemenang selama sayu bulan. Sungguh menyebalkan!

Di sebelah kanan Gavin ada Ben. Dia lawannya kali ini. Cowok itu tak jauh berbeda dengan Gavin. Hanya saja Ben suka taruhan. Bahkan cowok itu menyeringai di balik helmnya. Ia sangat yakin Gavin akan kalah.

Bendera telah dilambungkan kedua cowok itu langsung menarik gas motor mereka dengan begitu dalam. Semua penonton bersorak mendukung salah satu di antara mereka.

Balapan yang berbeda. Bukan ketua, tapi tangan kanannya yang maju ke perlombaan. Bisik-bisik kecil mulai terdengar. Mereka asik menebak siapa yang akan memenangkan balapan kali ini. Bukan rahasia lagi jika Gavin tidak menyukai balap liar dengan taruhan seperti sekarang. Dan bagi mereka, Gavin itu pengecut. Mereka banyak yang mendukung Ben. Selain lebih cool, Ben juga jauh lebih berani mengambil risiko.

Elvan masih setia duduk dengan kepala Karin bersandar pada bahunya. Wajahnya cenderung datar dan santai tidak seperti yang lain, sibuk memikirkan nasib geng mereka. Bahkan cowok itu dengan santainya menghisap dan mengepulkan asap rokoknya.

"Yang, kira-kira Gavin bisa menang gak?" tanya Karin yang kini mendongakan kepalanya meski masih bersandar pada bahu Elvan.

Elvan menjatuhkan puntung rokoknya pelan kemudian menginjak ujungnya yang memerah. Mulutnya masih mengeluarkan sedikit asap sebelum ia menjawab pertanyaan Karin.

"Urusan menang atau kalah itu gampang. Yang penting Gavin berani maju."

"Ya iya sih. Ngomong-ngomong tadi telat jemput kenapa?" kali ini Karin telah duduk dengan posisi tegak di sebelah Elvan. Mata cewek itu melirik ke arah teman-teman Elvan yang asik mengobrol.

"Tadi Megan sedikit ribut. Maaf ya?" jawabnya santai sambil mengelus pipi Karin lembut.

Awalnya Karin ingin marah, namun sentuhan Elvan berhasil membuat perutnya menggelitik penuh dengan kupu-kupu. Bahkan pipinya kini telah merona merah membuat amarahnya meredam terganti dengan rasa tersipu.

"Oh ... Balapan yang kemarin pasti sama Megan?"

"Iya 'kan udah jadwalnya, be. Besok aku sama Agatha."

"Iya."

Setelah itu tak ada percakapan. Elvan sibuk memerhatikan jalan kosong di mana akan muncul pemenang jika mereka telah tiba.

Dari kejauhan nampak lampu motor menyala terang. Semua langsung memandang jalan itu dengan fokus menanti si pemilik cahaya datang. Dalam hati mereka telah menyebutkan satu nama. Ben. Pasti itu Ben.

Dan benar saja. Ben muncul dengan kecepatan berbeda tipis dengan Gavin. Cowok itu lebih tegang daripada Gavin yang terlihat santai. Ben bahkan melupakan jika jarak Gavin tidak terlalu jauh darinya. Dengan ceroboh cowok itu sedikit memelankan laju motornya karena tangannya sedikit kebas.

Tanpa pikir panjang Gavin memacu motornya lebih cepat. Ia berhasil menyalip Ben. Ben sendiri langsung melotot kaget. Ia ceroboh. Dengan cepat Ben juga menambah laju motornya. Gavin menyeringai kecil. Dia menang, akan menang. Cowok itu tertawa keras saat berhasil menembus garis finish.

Penonton kecewa berat saat si Gavin, cowok petakilan dan yang mereka anggap pengecut memenangkan pertandingan. Mereka memberengut kesal. Berbeda lagi dengan teman-teman Gavin, mereka bersorak bahagia, bahkan Rio dan Alam sampai berpelukan karena itu.

Elvan? Dia hanya tersenyum miring. Cowok itu sudah menduga jika Gavin dapat diandalkan. Mungkin jika Aksa di sini dia akan lebih memilih Aksa untuk maju, namun sayangnya anak satu itu, anaknya mama. Susah untuk keluar malam seperti ini.

Pekikan kaget seluruh penonton mengiri jatuhnya Gavin. Cowok itu terlalu senang, hingga motornya sedikit oleng dan menabrak trotoar jalan. Hanya pelan, namun mampu membuat Kavin segera berlari menolongnya.

Kavin memang yang paling dingin, tapi dari semua anggota geng dia yang paling peduli. Tak hanya Kavin, tetapi Rio, Alam, dan beberapa teman menyusulnya.

Ets, jangan tanyakan Elvan. Karena cowok itu justru tetap diam di saat semuanya menolong Gavin, bahkan dia mengabaikan ajakan Karin untuk menolongnya. Bukan karena jahat, tapi Elvan tahu Gavin tidak terluka sedikitpun, mungkin hanya akan mendapat memar karena terbentur trotoar.

Kavin dan Rio memapah Gavin mendekat pada Elvan. Sedangkan Alam dan Jeck berboncengan mesra menaiki motor Gavin.

"Selamat. Lo menang sesuai prediksi gue.," kata Elvan sambil menepuk pundak Gavin bangga.

"Gue emang udah tau gue hebat. Tadi gue cuma kasihan sama Ben aja, makanya nolak." Keduanya tertawa pelan diikuti yang lainnya. Gavin itu aneh dan sok-sok'an.

"Sesuai janji gue. Kita kasih nama geng kita. The Charmer. Gimana?" tanya Elvan sambil menarik turunkan kedua alisnya lucu.

"Apaan tuh The Charmer?" tanya Karin yang baru saja datang membawa air mineral untuk Gavin.

"Sang pemikat. Pemikat hati hehehe.." Bukan Elvan yang menjawab, tetapi Rio.

"Tumben pinter, Yo," kata Alam mendorong bahu Rio keras, membuat Gavin dan Kavin hampir terjatuh.

"ALAM SEMESTA!!!" teriak ketiganya keras, Alam langsung lari ngacir sebelum ketiga cowok itu membuatnya babak belur.

Sementara Alam, Gavin, Kavin dan Rio asik kejar-kejaran, Riko dan Ben atau ketua Conqueror dan tangan kanannya itu mendekati Elvan. Keduanya menjabat tangan Elvan dengan ekspresi sinis.

"Selamat, geng abal-abal lo memang. Sesuai perjanjian, Conqueror bakalan jadi asisten kalian," ucap Riko dengan nada sinis. Cowok itu langsing pergi meninggalkan Ben yang asik memperhatikan Gavin.

"Geng lo aneh. Konyol, kayak anak-anak," ucap Ben sambil memperhatikan keempat cowok yang sedang asik kejar-kejaran, bahkan kini Gavin telah menduduki perut Alam, Rio asik mencopot sepatu milik Alam berniat menggelitiki telapak kakinya, dan Kavin sedang asik menjambak rambut milik Alam.

Ben mengalihkan pandangannya kepada Elvan lalu tersenyum simpul.

"Tapi gue salut, kalian satu. Hebat," katanya sebelum pergi mengikuti Riko.

.....

1
shimaizha
lanjutt dong Thor.. nanggung in critanya
Dinda
Luar biasa
Nurmalasari
ku kira nyium ahahaha
Nur Hayati
aku mampir thor 🥰
Ipulgita Ipul
ipul
Muna Maulina Maulina Muna
lnjut dong thorrrt
Neno
tukang bw besi kuningan😂😂😂
astaga thor,2X aku ngulang bc dialog ini baru ngeh maksudnya apa...
Lola banget kyknya aku😂😂😂😂
Agus Purnama
up up up up up up up
Agus Purnama
up upup up up
Nurwana
lnjut....
Elvandraa
mana lanjutanya
Tina Chu
like
Kirana
oke sipp
Naa
like
Naa
like
Biruuuu
Up terus thor.
Semangatt..
Jangan lupa mampir juga dicerita ku yaa🙏😉
Biruuuu
Semangat
Biruuuu
Hadir thor
Biruuuu
😍
Maryati Subur
ayah nya kok jahat banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!