NovelToon NovelToon
Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Hnislstiwti.

Semuanya nampak baik-baik saja, dia ceria , bahagia , ramah , kuat dan tegar! Tetapi itu hanya cover nya saja, dan yang kenyataannya adalah?

Dia rapuh, cengeng dan juga sakit!

Dan semua nya berubah ketika dia sembuh dari sakit yang membuat mental nya terganggu.
Dia bukan lagi wanita ramah dan ceria, melainkan wanita cuek dengan wajah datar dan segudang frestasi dan kekayaan!

*

Zahra Khoerunisa, memilih untuk pergi dan meninggalkan cinta pertama nya daripada bertahan dengan sakit yang teramat sakit.


-Di ambil dari kisah nyata-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Siang itu, di Rumah belakang suasana sangat hening dan juga agak tidak kondusif ya hehe.

Diam nya Zahra adalah hal yang sangat menyakitkan bagi Wendi, tetapi itu tak berlangsung lama karena Zahra selalu saja dengan segera melupakan semua nya.

"Mas, mau kopi?" tanya Zahra.

"Tidak usah, Mas ingin yang dingin ada gak?" balik tanya Wendi.

"Ada, sebentar aku buatkan" jawab Zahra yang langsung bergegas ke dapur kembali.

Wendi mengikuti nya dari belakang, ia menghembuskan nafas kasar dan memeluk Zahra dari belakang.

"Mas, awas dulu nanti tumpah" ucap Zahra dengan meronta.

"Sebentar saja" balas Wendi lirih.

Zahra menghela, ia lalu membiarkan Wendi memeluk nya meski sebenarnya ia sedikit agak risih karena takut ada sang mertua.

"Ini minumannya sudah jadi, aku mau packing dulu buat besok" ucap Zahra dengan melepaskan pelukan Wendi.

"Kamu beneran akan kesana?" tanya Wendi menatap Zahra.

"Yasudah aku tidak akan jadi ke Rumah Ibu, sebentar aku telepon dulu biar Ibu tidak usah menunggu ku pulang karena aku belum tentu kapan akan pulang" ucap Zahra dengan tegas.

Zahra sedikit tersinggung saat Wendi menanyakan hal itu, baru saja ia akan melupakan masalah nya eh Wendi sudah seolah lupa dan berulah lagi.

Wendi gelagapan dan langsung berlari menghampiri sang Istri ke kamar nya.

"Halo Bu, Zahra tidak jadi kesana Maaf ya. Gak tau kapan Zahra kesana" ucap Zahra sambil menahan sesak.

"Tidak apa Nak, kamu sehat-sehat saja disana" balas sang Ibu dengan lembut.

Zahra berpamitan dan mengucapkan salam, ia lalu mematikan sambungan teleponnya dan menyimpan ponsel nya di meja rias.

"Sayang, pergilah jika memang ingin kesana" ucap Wildan dengan segera.

Zahra membalikan tubuh nya, ia menatap nanar kepada Wendi.

Tanpa menjawab sepatah kata pun Zahra langsung melangkah ke arah ranjang, ia akan istirahat dan mengabaikan semua nya.

"Zah, ayo aku antarkan ke Desa dan nanti aku akan kembali lagi" ucap Wendi kembali menghampiri Zahra.

"Tidak usah, Ibu juga akan ke Kota ke Rumah nya Abang Doni" balas Zahra pelan.

Wendi mendekat kembali, ia sangat tidak enak pada sang Istri.

"Yasudah nanti kita kesana saja, aku antarkan kamu ya sayang" ucap nya lagi.

"Tidak perlu, aku akan kesana bersama Aeni. Aku takut mengganggu mu" balas Zahra

"Aku ingin tidur dulu Mas, kepala ku kembali pusing" ucap Zahra dengan cepat sebelum Suami nya kembali berbicara.

"Yasudah , Mas akan pergi dulu ke pemancingan depan ya" pamit Wendi.

"Pergilah, aku sudah biasa sendiri" balas Zahra menatap Wendi dengan nanar.

Zahra lalu bangun dari duduk nya dan pergi ke dapur, ia sudah sangat muak dengan Suami nya yang selalu mementingkan hobby nya sendiri.

"Aku kira kamu bakal peka, Mas. Nyatanya kamu tidak ngerti sama sekali" gumam Zahra dengan terus melangkah.

Sedangkan Wendi, ia langsung pergi setelah membawa alat-alat nya.

Ia hanya menatap Zahra sebentar yang sedang makan dan pergi begitu saja.

Zahra meneteskan air mata nya kembali, makan sambil terisak dengan pelan.

Hingga setelah selesai makan, pusing yang di rasa Zahra belum juga sembuh bahkan tubuh nya terasa panas dingin.

Zahra memutuskan untuk istirahat , mungkin ia kelelahan karena memang belum sembuh benar.

Ia memejamkan mata nya, tetapi tidak tidur ia malah semakin mengigil karena suhu tubuh nya yang panas dingin.

"Ya Tuhan, kenapa badanku jadi begini" gumam nya dengan merasakan panas di sekujur tubuh nya.

"Mas, apa kamu tidak pernah melihat bagaimana keadaan ku. Kamu mengira aku baik-baik saja apa? Aku merasa semua nya hambar Mas" ucap Zahra dengan meneteskan air mata nya kembali.

Suhu badan Zahra begitu panas, ia terus saja meracau tak jelas karena badannya sangat panas.

Hingga tak berselang lama Zahra kehilangan kesadarannya.

Tepat saat itu pintu terbuka dan masuklah Fera bersama dengan orangtua Zahra dan Abang nya.

"Kak Zah" panggil Fera dengan kencang.

"Mungkin di kamar nya, Bi. Coba aku cek dulu" ucap Fera pada Ibu Aminah dan yang lainnya.

Fera melangkah ke arah kamar Zahra, ia membuka nya dan melihat Zahra yang tidur dengan menyelimuti dirinya.

"Tidak biasanya Kak Zah tidur jam segini" gumam Fera bingung

Fera lalu mendekat dan memegang tangan Zahra untuk membangunkan nya, tetapi ia sangat kaget saat tahu suhu tubuh Kakak nya yang panas.

"Bibi, Paman" teriak Fera dengan panik.

Brak.

"Ada apa Fera?" tanya Doni sang Abang Zahra.

"Kak Zahra badannya panas sekali, terus aku bangunin tidak bangun-bangun" jawab Fera dengan takut.

Doni dan kedua orangtua nya langsung saja menghampiri Zahra , dan ternyata Zahra pingsan karena suhu tubuh nya yang sangat tinggi.

Tanpa banyak tanya, Doni langsung menggendong sang Adik dan membawa nya keluar menuju mobil nya yang ada di depan.

Ibu Aminah dan Suami nya ikut serta bersama Doni dan Fera menutup pintu serta mengunci nya.

Di depan, Bu Rt dan yang lainnya kebetulan sedang berkumpul di halaman Ibu Jeni.

Mereka sedikit kaget saat melihat Zahra yang tak sadar di gendong Abang nya.

"Bu, ada apa dengan Zahra?" tanya Ibu Jeni panik.

"Dia pingsan, kami akan membawa nya ke Rumah sakit dan tolong hubungi Wendi" jawab Ibu Aminah dengan cepat.

Tanpa menunggu jawaban sang besan, Ibu Aminah langsung ikut masuk dan Doni melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.

Ibu Aminah memeluk sang Putri yang suhu tubuh nya terus saja tinggi.

"Ya Tuhan, cepat Don" ucap Ibu Aminah dengan terisak.

"Sabar Bu, sebentar lagi kita sampai" balas Doni dengan panik.

Hingga tak lama kemudian mereka sampai dan Zahra langsung di bawa ke ruang darurat.

Ayah, Ibu dan Doni menunggu Zahra dengan wajah cemas dan juga khawatir nya.

"Tenanglah Bu, Putri kita tidak akan kenapa-napa" ucap Ayah dengan lembut.

"Dia itu kenapa tidak bilang kalau sakit , Pak. Padahal tadi kita habis teleponan" balas Ibu dengan terisak.

"Bu, sebenarnya ada apa sama Zahra sampai kalian ingin sekali menengok nya? Pasti ada apa-apa kan?" tanya Doni dengan penasaran.

Ibu Aminah lalu menceritakan semua nya pada sang Putra, ia menceritakan rumah tangga Putri nya tanpa ada yang di tutupi.

Terlihat wajah Doni yang menahan amarah, ia memang baru kembali dari Jakarta setelah perjalanan bisnis nya dan ia tentu kaget saat kedua orangtua nya sudah ada di Rumah nya.

Dan yang lebih kaget nya , ia tidak tahu bahwa Zahra bernasib sangat tragis tetapi Adik nya itu memilih bertahan walaupun tersakiti.

Doni tahu bahwa Zahra akan selalu menutupi semua nya dari oranglain, tetapi ia paling tidak bisa menutupi nya dari dia dan kedua orangtua nya.

.

.

.

1
Nazia wafa abqura
bagus thor
buna nisa
emang seriweh itu ya Sampek harus nyamar segala
Dayu Dayu
persalin mu ????
ini perkataan atau sekedar kalimat cerita
Ariyani Sudir Jr.
Luar biasa
Betty
bagus
Naufal hanifah
Lumayan
Naufal hanifah
Biasa
duhwi indartiningsih
Luar biasa
Khairul Azam
sama seperti mantan suamiku, tp dia hobby nya ke motor tiap hari motoooor aja nympk lupa waktu, tp akhirnya cerai jg km
Yuliawati Sajo
Krn bos Wendy itu suaminya Zahra,,,
pasti yg mandul itu Wendy scra pamannya kn GK BS punya ank dengan Tante mila
Yuliawati Sajo
sesuai dengan tempat tinggal Zahra kota malang,nasibmu juga malang,,😭
Annie Soe..
Trm kasih karya yg bagus thor..
Rini Maryani
bgs certanya thooor
Earlyn
Luar biasa
Fitrian Delli
mampus lo wendi dan ibu bapaknya sykurin anak lo yg bermasalah
Fitrian Delli
mampus lo yg mandul wendi dan penyakitan karma lo
Katherina Ajawaila
keren thour, ceritanya, 🥰
Katherina Ajawaila
hamil nih Zahra ya thour
Katherina Ajawaila
mantap Niko kalau perlu masih pakai kolor
Katherina Ajawaila
orang serakah nanti mati ketiban harta, terkubur semuanya 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!