Masa remaja Natasya yang indah, harus berakhir menyedihkan. saat mahkota yang selama ini dijaganya, direnggut oleh laki-laki yang merupakan cinta pertama dan sahabat sekelasnya Farrel.
Bagaimana kisah perjalanan pernikahan dini mereka berdua? yang dipenuhi bumbu-bumbu pertengkaran, hingga cinta itu benar-benar hadir diantara mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehancuran Natasya
Farrel kembali ke ruangan dimana dia mengajak Natasya kesebuah ruangan karoke, khusus tamu istimewa yang diperuntukkan untuk dua orang, makanya teman-teman mereka tidak menyadari jika Farrel dan Natasha masih di Club.
"Ayo sayang aku akan mengajak mu sesuatu tempat yang nikmat, sudah lama sekali aku ingin merasakan tubuh seksi mu ini. sekalian mengobati rasa penasaran ku terhadap tubuh wanita yang sebenarnya. aku bosan main sendiri dan nonton bokep terus, aku ingin yang benar-benar nyata sayang..." bisik Farrel ditelinga Natasya yang Masih tertidur karena pengaruh minuman yang telah dicampur Farrel barusan dengan obat perangsang yang akan bekerja sesaat lagi. makanya Farrel segera minta kunci kamar pada pelayan.
"Uuhhh upsss....." Farrel mengangkat tubuh Natasya menuju kamar khusus, yang sengaja disediakan oleh pemilik Club untuk para tamu mereka yang mabuk berat, atau bagi para tamu yang sengaja menyewa untuk kencan cinta satu malam.
Farrel menurunkan tubuh Natasya, dan duduk disisi tempat tidur sambil menatap nya penuh gairah. tersungging senyuman di sudut bibirnya, melihat Natasya yang mulai menggeliat tubuh dan mendesah pelan.
"Panas....panas... mulai membuka jaketnya"
"Teruszz.... terus buka semuanya sayang...." ucap Farrel yang sudah kehilangan akal sehatnya
Natasya membuka mata nya, mendengar suara Farrel.
"Farrel dimana kita sekarang" Natasya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kamar hotel mewah itu, meskipun sempat takut. namun rasa cinta pada Farrel mengalahkan segalanya.
"Kita.....kita....Kamu tidak perlu memikirkan dimana posisi keberadaan kita sekarang, Natasya tatap mataku dan dengarkan kata hati mu sekarang bahwa kamu menyukai dan mencintai ku, begitupun aku sebaliknya Natasya yang sangat mencintai mu semenjak dahulu. jadi jangan takut dan berpikiran buruk. okey sayang....." bujuk Farrel.
"Benarkah itu kak Farrel" menatap wajah Farrel, tangan Natasya membelai lembut wajah Farrel. dan tubuhnya yang semakin terasa panas itu mulai bergetar menyalurkan sensasi yang aneh yang belum pernah dirasakan nya sebelum ini.
Farrel yang sudah terbakar gairah, mulai mencium pelan Bibir Natasya yang terasa begitu manis, dalam hati nya Farrel merasa bahagia dan senang bisa mencium dan menikmati bibir Natasya, yang tidak kalah dengan kecantikan Davina. sesuatu yang baru dan pertama kali juga bagi Farrel, meskipun sebelumnya dia sudah sering pergi ke Club dan menyaksikan teman-teman nya melakukan itu. namun dia masih mampu mengendalikan dirinya. namun pesona dan keseksian tubuh Natasya mampu merombak benteng pertahanan nya, dan mengenyampingkan nasehat-nasehat mama dan papanya selama ini.
Natasya yang sudah terpengaruh obat perangsang yang didapatkan Farrel dari salah seorang pelayan Club. tidak merasa malu lagi, tubuhnya merespon setiap sentuhan lembut Farrel. bahkan Natasya tidak merasa malu lagi membuka seluruh pakaiannya dan tampil polos dihadapan Farrel yang sadar tanpa pengaruh apapun.
Tangan Farrel terus bermain disetiap lekukan tubuh indah Natasya, yang terus mendesah nikmat
"Farrel teruskan Sayang......" terdengar suara serak Natasya yang sudah pasrah
"Teruslah mendesah, aku suka mendengarkan ******* mu" bibir Farrel turun dari leher hingga kebawah dan berhenti disana seperti bayi yang menikmati minuman nya.
"Aku tidak tahaaaaan....la...lagi........,,
Farrel pun melakukan perbuatan yang belum pantas mereka berdua lakukan, namun karena pengalaman yang kurang. serta tidak mudah bagi Farrel menerobos benteng pertahanan Natasya. Akirnya Farrel menyerah dan memilih mu**** Natasya, serta jari tangan nya untuk memuaskan Natasya . setelah melihat Natasya tertidur tidak berdaya Farrel kembali memasang pakaian mereka. hingga selanjutnya tertidur begitu saja dengan permainan setengah jadi itu.
"Sabar Farrel, untuk selanjutnya kamu akan mendapatkan gadis ini seutuhnya. " sambil tersenyum licik.
Belum berapa lama Farrel kembali terbangun, gairah nya kembali naik melihat tubuh Natasya. untuk membuat keberanian nya bangkit. Farrel meneguk minuman yang sudah dipesan nya terlebih dahulu, tidak begitu lama Farrel tidak memiliki keraguan lagi, hingga dia berhasil mendapatkan mahkota Natasya.
"Sekarang kamu sudah mengambil keperjakaan sayang, begitu juga sebaliknya. sehingga dalam hal ini kita sama-sama diuntungkan dan dirugikan, jadi kamu tidak bisa menuntut macam-macam terhadap ku nantinya." Farrel tersenyum puas.
"Mmmhhh....." Natasya mengeliat pelan, menikmati tidur dan mimpi yang terasa begitu indah baginya. senyum mengembang disudut bibirnya yang mungil begitu teringat percintaan panjang mereka semalam.
"Apa ini yang dikatakan mimpi basah.?" Gumamnya kembali mengeliat dalam balutan selimut tebal yang melilit tubuh polos nya.
"Apa ini?"
"Aaaagghhh tidak....tidakkk...." Natasya berteriak histeris dan syok, begitu menyadari jika yang tidur disampingnya bukanlah guling kesayangannya, melainkan Farrel.
"Ada apa Tasya?" ucap Farrel terbangun sambil mengucek matanya yang terasa begitu berat.
"J...jadi ini tidak mimpi, dan kira berdua sudah benar-benar melakukan nya?" tangis Natasya pecah, meskipun dia sangat mencintai Farrel. namun dia tidak rela sesuatu yang selama ini dijaga nya telah direnggut tanpa dia sadari.
"Kamu jahat kak Farrel, kenapa kamu melakukan semua itu terhadap ku hu....hu... apa salahku kak." Ucap Natasya.
"Ingat Natasya! aku tidak pernah memaksamu, kita melakukan atas suka sama suka, jika kamu tidak percaya ini buktinya." Farrel memperlihatkan tanda merah di tubuh nya, melihat Natasya yang menggelengkan kepalanya syok sambil menangis, bukanya mersa bersalah. Farrel kembali bangkit dan membuka ponselnya yang menyimpan adengan panas semalam.
"Apa perlu, aku memperlihatkan bukti-bukti ini agar kamu tahu jika aku tidak pernah memaksamu. atau ke orang-orang termasuk para sahabat dan kedua orang tuamu. agar mereka tahu gadis seperti apa kamu sesungguhnya ha....Ha..." Farrel tertawa lepas mersa menang karena sudah berhasil menjebak Natasya.
"Jangan kak, hu....hu..." Natasya menangis tubuhnya berguncang menahan isakan nya.
"Bayangkan lah Natasya, apa ya reaksi mereka setelah melihat betapa liarnya dirimu sesungguhnya." ucap Farrel.
"Mama, papa maafkan Natasya hu...hu, kak Farrel aku mohon hapus video itu, karena semua ini tanpa aku sadari. aku yakin kamu sudah menjebakku." ucap Tasya.
"Memang cantik." balas Farrel.
"Kenapa, apa salahku?"
"Aku ingin, bantu aku untuk dekat dengan Davina. buat dia mencintai ku... jika tidak terpaksa Vidio ini aku sebarkan. bagaimana sayang?" bisik Farrel
"Tidak...aku tidak mau hu....hu...kamu bajingan, penjahat kelamin Farrel. aku menyesal dan benar-benar menyesal pernah jatuh cinta pada laki-laki seperti mu." teriak Natasya disela-sela isak tangisan nya.
Natasya berusaha untuk bangkit, dan memungut pakaian nya berserakan di lantai.
"Aduuuuuh... sakiiit." berusaha untuk turun sambil mengenakan pakaian, menahan rasa perih dibagian intinya.
"Sementara Farrel berjalan masuk ke kamar mandi, berendam dalam bactub untuk meredakan kepalanya yang memanas.
Sesekali Natasya mengusap pipi nya, air mata tidak pernah berhenti membasahi wajah cantik nya, berjalan kaluar dari kamar hotel. sambil menunduk dalam-dalam. dia terus melangkah mengabaikan tatapan dan cemoohan orang-orang yang melihat nya kekuar dari tempat yang menurutnya seperti neraka ini.
Natasya langsung naik taksi online dan pulang, sebisa mungkin dia berusaha untuk bersikap wajar.
"Syukurlah, ternyata Mama dan papa belum pulang." Gumam Natasya naik kelantai dua kamarnya.
Tangis Natasya kembali pecah, mengisi setiap sudut ruangan kamarnya. dia menyalakan shower dan meringkuk dibawah guyuran air yang membasahi tubuhnya.
"Aku kotor.... kotor....awas kamu Farrel, aku akan membalasnya." teriak Natasya kembali menangis.
Cukup lama Natasha menangis, hingga deringan ponselnya yang kesekian kali, membuat nya menyudahi tangisan dan kembali berpakaian bersih.
"Aku harus bersikap wajar, tidak ada yang boleh mengetahui hal ini. termasuk teman-teman ku." Gumam Natasya lalu mengangkat panggilan dari Davina.
"Natasya kamu ngak sekolah ya, udah jam delapan tapi kamu belum nyampe." ucap sahabat baiknya itu.
"Vina, hari ini aku izin ya...badanku lagi ngak enak. sepertinya aku demam." alasan Natasya.
"Okey nanti aku bilangin guru, pulag sekolah kami kerumahmu ya." ucap Davina khawatir.
"Boleh, ditunggu ya."