NovelToon NovelToon
Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: BumbleBee

Kau adalah milikku. Jika aku tidak mendapatkannya, maka tidak siapa pun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekacauan Megan

Alena melajukan mobil dengan kecepatan tinggi untuk mengalihkan pikiran, kemarahan, dan kegilaan jantungnya. Hari sudah malam, dan ia tidak peduli itu. Baginya berada di ruang yang sama bersama Pax jauh lebih berbahaya dibandingkan di luar yang memungkinan orang-orang yang menganggapnya musuh bisa saja menyerangnya. Alena tidak peduli itu, dan sepertinya ia butuh pelampiasan lebih.

"Hanya karena sebuah ciuman, lantas dia ingin meminta lebih menjadikan aku wanitanya, huh? yang benar saja," Alena menggeram marah. Begitu juga lah kalimat yang ia lontarkan kepada Pax. Ia menolak pria itu dan tentu saja ia juga melayangkan sebuah tinju di perutnya.

"Ya, ia berhak mendapat pukulan. Apa ia lupa, jika ia sudah mempunyai kekasih yang begitu cantik. Astaga, aku tidak percaya aku membiarkan pria itu menciumku dua kali. Inikah yang dikatakan pelakor? Hais,, sepertinya aku layak mendapat hujatan netizen emak lambe."

Alena menggerutu tidak jelas, selain marah dan malu kepada Pax, ia juga kesal terhadap dirinya sendiri, kenapa ia bertindak seperti seorang pelakor yang membawa kabur mobil pria itu tanpa permisi.

"Peduli setan, aku bisa mengembalikannya ke rumahnya dan sepertinya aku harus mencari tempat tinggal lagi. Jangan sampai aku berurusan dengan pria bule di sini. Aku cinta produk lokal, i love Indonesia." Alena menyemangati dirinya sendiri, tetapi tidak berhasil sama sekali. Ia justru menyapukan lidahnya di bibirnya dan meraskan pria itu di sana. "Aakhh! Dia seorang good kisser. Ini menyebalkan!" Alena menekan pedal gas, membuka atap mobil, ia butuh angin untuk menamparnya dengan keras agar kesadarannya kembali. Ia harus fokus pada tujuannya, dan ia tidak ingin tujuannya teralihkan oleh hal lain, termasuk masalah ciuman yang menurutnya adalah sebuah kesalahan.

"Akhirnya," gumamnya, begitu sampai di depan rumah. Ke luar dari mobil, ia segera memasuki rumah. Ia memutuskan akan mengembalikan mobilnya besok begitu pria itu sudah berangkat bekerja. Untuk sementara waktu lebih baik menghindar daripada kesehatan jantungnya terancam.

Megan kembali datang dengan membawa dua karyawannya. Ia tidak ingin melakukan hal yang sama dengan datang sendirian hanya untuk berduaan bersama Pollux. Ia tidak ingin terlihat mengenaskan disaat pria itu tidak menoleh padanya.

Melalui arahannya, ia memberi tugas pada kedua karyawannya. Ia juga tidak tinggal diam, bahkan tidak segan-segan ia ikut turun tangan untuk mencat dinding rumah pria itu. Ya, Megan memutuskan untuk menukar warnanya dan Pollux juga sudah setuju.

Kegiatannya terhenti tatkala kuasnya hampir mengenai bingkai foto Pollux bersama istrinya. Foto pernikahan mereka.

Megan terpaku, memandangi Pollux yang terlihat begitu sangat mengagumi Maria. Tatapan matanya memancar, membuktikan betapa Pollux sangat mencintai istrinya.

Megan tersenyum miris, kembali ia merasa rendah diri dan tidak layak. Ia menarik napas panjang, mengenyahkan Pollux dari fikirannya, foto itu perlu diturunkan untuk sementara.

Menaiki anak tangga, Megan berusaha melepaskan kaitannya. Ia mengalami sedikit kesulitan, tapi tetap mencoba untuk berusaha.

Kedua karyawannya juga terlihat sibuk mengerjakan sisi dinding yang lain.

"Akhirnya," Megan bergumam, kaitannya terlepas.

"Aku pergi."

Suara Pollux yang tiba-tiba terdengar membuat Megan tersentak kaget, ia menoleh cepat, membuat tangga yang menjadi pijakannya bergoyang dan kehilangan keseimbangan. Ia melayang jatuh dengan bingkai foto besar di tangannya.

"Akhh," pekiknya bercampur takut dan khawatir dengan bingkai foto yang ada dalam genggaman kedua tangannya.

Prang...

Bruk...

Mati aku, habis lah aku, bagaimana ini. Megan menutup matanya rapat-rapat.

Tanpa harus ia lihat, ia tahu bingkai foto itu pasti sudah hancur lebur. Tapi yang menjadi pertanyaannya kenapa ia tidak merasakan sakit. Bokongnya juga tidak merasakan ngilu sama sekali.

"Menyingkir lah dari atas tubuhku," kalimat tidak bernada itu kembali membuat Megan terpekik dan spontan memutar tubuhnya yang akhirnya menciptakan suasana canggung yang luar biasa.

Bodoh, apa lagi yang kulakukan sekarang. Ingin rasanya Megan menangis. Pollux ada di bawah tubuhnya, dan sekarang keduanya saling menatap.

Bingkai foto yang pecah, posisi canggung yang membuatnya terlihat seperti wanita mesum, seakan semua itu tidak cukup memperburuk keadaan, kini Megan bisa melihat dengan jelas genangan cairan cat yang sudah mengenai tubuh Pollux, tepatnya setelan baju kerjanya.

"Menyingkir dari atas tubuhku," Pollux mengulangi kalimatnya, seperti biasa dengan nada datar minim ekspresi sehingga sulit bagi Megan untuk mengartikan apa pria itu sedang marah atau tidak.

"Ma-maaf. Ba-bajumu, bingkainya, cat... a-aku." Megan terlihat gugup dan takut, bahkan sekuat tenaga ia harus menahan air matanya agar tidak jatuh. Ayolah, menangis di usia 28 tahun di hadapan pria yang kau sukai adalah hal yang sangat memalukan ditambah dengan dua karyawan yang tidak membantu sama sekali. Keduanya hanya bisa melongo, menatap tidak percaya atas kekacauan yang diciptakan oleh atasan mereka.

"Menyingkir dari atas tubuhku, Megan. Itulah yang harus kau lakukan." Ujar Pollux dengan melembutkan nada suaranya.

"Oh, ya. Ma-maafkan aku." Megan segera berdiri.

Ia meremas kedua tangannya, ia merasa gugup, walau ia sudah mempersiapkan diri untuk menerima amukan pria itu.

Pollux segera berdiri, belum berdiri secara sempurna, Pollux mengalami kesulitan untuk menjaga keseimbangannya. Sepatu mahalnya tergelincir akibat tumpahan cairan cat.

Megan yang melihat hal itu, spontan bergerak untuk menolongnya. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Pollux dan berhasil menarik dasi pria itu yang justru membuat Pollux tercekik.

Pollux menarik tangannya, hingga Megan mendarat di pelukannya dan keduanya kembali terjatuh. Pollux menggeram, dan mengumpat lirih, Megan bisa mendengarnya dengan jelas.

"Maaf. Oh, astaga! Kenapa aku ceroboh sekali. Pollux.." Megan merasakan kedua matanya sudah panas. Sekali mengerjap saja, ia yakin genangan di matanya akan tumpah. Dan benar saja, ia tidak bisa menahanya lagi, ia mengerjap dan sebulir air mata lolos membasahi pipinya. Hidungnya kembang kempis, dan sudah memerah.

Lagi, Pollux menggeram. "Jangan menangis."

"Pollux..."

"Ya, Megan. Jangan menangis."

"Aku tidak menangis," elak Megan dengan dengan deraian air mata yang semakin deras.

"Lalu cairan apa yang ke luar dari manik indah sialanmu itu."

Megan mengusap wajahnya dengan kasar yang justru meninggalkan noda cat di wajah cantiknya.

"Mintalah kedua karyawanmu itu berhenti menonton kekacauan konyol yang tak terkendali ini. Perintahkan mereka untuk membantu kita dari genangan cat yang luar biasa ini."

Tanpa diminta Megan, kedua karyawannya segera berjalan mendekat untuk melakukan pertolongan pertama, yaitu penyelamatan dua insan dari genangan cat yang mungkin akan mencetak sejarah di mana kisah kembali terulang.

"Bersihkan dirimu," Pollux berbalik, dan berjalan menaiki tangga setelah melempar sepatunya begitu saja.

Megan menarik napas panjang begitu punggung Pollux tidak terlihat lagi. Ia pun berbalik untuk melihat sebesar apa kekacauan yang sudah ia perbuat. Seketika ia terduduk lemas dan menangis, "Fotonya... Fotonya... kenapa cat sialan itu dengan tega merusaknya. Mati lah aku."

1
pika shu
koq GK up² thor
lyani
GPL y Meg
lyani
aku sih iyesssss
lyani
kepemilikan bro
lyani
😀😀😀
lyani
Krn cintanya bukan utk Maria
iis nuriyah: kak up 2 ajj kurang ini malah up 1✌️✌️✌️✌️🤣🤣🤣🤣 ayo semangat lgi up,a🥰🥰🥰
total 1 replies
lyani
Lux
lyani
tunggu....
lyani
kurang jitu
iis nuriyah
kak mw tnya cerita ortu triple GK ad ya
BumbleBee: ada dong kak. Di judul Menikahi Pria Tidak Sempurna di season duanya. Lucas dan Angel
total 1 replies
iis nuriyah
best👍👍👍👍
iis nuriyah
kak up,a yg bnyak donk🤣🤣🤣gk puas bca,a saking seru,a🥰🥰
lyani
wani Piro 😅
lyani
ciyeeeee
lyani
🤣
lyani
Wilson Rodriguez bodoh soal wanita 🤣
lyani
/Facepalm/
lyani
😂
lyani
nah begini harusnya
lyani
😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!