DALAM TAHAP REVISI
Update setiap Sabtu dan Minggu!
(Sequel dari ISTRI KU MAHASISWIKU, sebelum baca cerita ini baca dulu sequelnya supaya nyambung bacanya)
Kisah dari Dea Ananda Putri, gadis yang miliki paras rupawan dan lengsung pipi di wajahnya membuat gadis ini semakin cantik dan manis.
Tapi siapa sangka kepindahan Dea ke ibu kota membuat dia bertemu dengan teman masa kecilnya yang merupakan cinta pertamanya.
"Nanti kalau kita sudah besal, aku mau nikah sama kamu, Dea. Seperti ayah dan bunda yang selalu belsama dan punya anak" ujar Elang kecil menatap Dea dengan senyuman yang mengembang.
"Iya, nanti kita bakal hidup bahagia deh" jawab Dea mengaitkan jari kelingkingnya dengan Kelingking Elang sebagai perjanjian.
Tapi itu semua seakan hanya menjadi angan-angan bagi Dea karna dirinya telah di jodohkan dengan Arga sahabat dari kakak tirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai menjauh
ELANG 💔 DEA
🔱Seberusaha apapun kamu untuk melupakan
orang yang kamu cintai, maka itu hanya akan menjadi sebuah kesia-sian. Sebab semakin kamu berusaha melupakannya maka hati mu akan semakin terikat padanya~Agam Alvian~
"Lepasin aku!! " Dea melepaskan genggaman tangan Arga pada pergelangan tangannya.Gadis itu mendorong Arga hingga mundur dua langkah.
"Aku benci kak, Arga!! Kenapa kakak ngomong kaya gitu sama Elang hah!! Aku sudah bilang sama kakak kalau aku yang akan mengatakan ini semua sama Elang. Kak Arga egois! "teriak Dea dengan napas tersengal-sengal.
" Sekarang kak Arga puas?! Melihat Elang ninggalin aku? Kakak tidak tau betapa berartinya Elang di hidup aku! Kakak hanya memikirkan perasaan kakak sendiri tanpa tau kalau aku tersiksa dengan perjodohan ini. Dan ini pasti rencana kak Arga 'kan supaya ayah mempercepat pernikahan kita ? Aku pikir kakak pria yang benar-benar baik tapi aku salah,ternyata kakak itu egois dan mementingkan diri kakak sendiri! "setelah mengucapkan itu Dea pergi dari hadapan Arga yang terdiam mematung.
Pria itu menundukkan kepalanya sejenak dan menatap kearah Dea yang mulai menghilang dari pandangan matanya. Arga tersenyum getir dengan raut yang begitu nampak jelas kesedihan di wajah pria tersebut.Apa salah, dia cemburu dan marah melihat Dea dengan pria lain ?Dan apa salah dia mengatakan Dea adalah calon istrinya? Dia selalu salah di hadapan gadis yang dia cintai itu.
*****
Elang melepaskan pelukannya pada bundanya. Fira mengusap bahu putranya lembut, begitu jelas kesedihan di wajah Elang dan pria itu tidak akan bisa mengelak dari Fira bila berbohong dengan apa yang dia rasakan sekarang. Ia seorang ibu yang memiliki ikatan batin yang begitu kuat dengan anak-anaknya, masalah dan sesuatu apapun yang terjadi pada anaknya pasti Fira mengetahuinya.
"Kamu kenapa Elang? Coba cerita sama bunda" ujar Fira lembut. Elang tersenyum menutupi kesedihannya pada Fira tapi sehebat apapun ia menyembunyikan kesedihannya mata tidak akan bisa berbohong. Fira bisa melihat jelas sorot mata kesedihan di mata putranya.
"Elang enggak sedih bunda. Cuma lagi pusing mikirin tugas kuliah sama urusan kantor 'kan bunda tau sendiri om Skala sudah menyuruh Elang untuk terjun langsung memimpin perusahaan ayah " ujar Elang beralasan.
"Beneran? Bukan karna pusing mikirin Dea kamu jadi sedih seperti ini " celetuk Fira.
"Bunda apaan sih, kenapa malah bahas Dea " ujar Elang mengerucutkan bibirnya.Fira terkekeh.
"Iya, iya bukan karna Dea. Tapi kapan kamu ajak Dea kesini? Bunda mau lihat Dea, kata kamu di cantik banget sekarang" goda Fira.
"Lebih baik bunda keluar ya Elang mau mandi. Elang malu buka baju kalau ada bunda" rengek Elang. Fira malah tertawa mendengar rengekkan putranya.
"Ya sudah bunda keluar ,tapi setelah mandi dan sholat kamu ke meja makan ya,kita makan bersama " ujar Fira.
"Siap bunda " ujar Elang semangat dengan senyuman yang merekah.
Setelah Fira keluar dari kamar putranya. Senyuman di wajah Elang perlahan memudar di gantikan dengan raut wajah yang penuh kesedihan. Elang menatap kosong pada foto Dea saat kecil dulu yang tergantung di dinding tembok. Setelah hatinya terluka di tinggalkan ayahnya untuk selama-lamanya kini hatinya harus terluka kembali karna kehilangan cinta pertamanya. Sungguh waktunya menunggu Dea untuk mewujudkan janji mereka saat semasa kecil dulu kini menjadi tidak berarti lagi.
"Aku memang salah, karna terlalu berharap Dea menjadi istri ku. Sekarang dia akan menjadi istri pria lain " gumam Elang tersenyum miris.
******
Almeera membantu Fira meletakkan makanan yang baru di masak Fira ke meja makan. Sebentara Alma dan Dari sibuk mengerjakan PR mereka di ruang tamu.
"Kak aku enggak paham soal yang ini " tunjuk Dafi pada soal yang tidak dia paham di bukunya pada Alma yang juga tengah sibuk mengerjakan PR nya.
"Aku juga tidak paham Dafi, kita beda kelas. Guru aku belum mengajarkan tentang hitungan kuadrat seperti itu. Coba kamu tanya sama bang Elang pasti dia paham " ujar Alma.
Dafi mengerucutkan bibirnya dan bangkit dari tempat duduknya menuju meja makan dengan membawa buku PR nya. Elang keluar dari kamarnya setelah melaksanakan sholat, hatinya lebih tenang dan lebih lega saat melakukan sholat dan bermunajat pada sang Pencipta walau hatinya masih sedikit sedih dan masih tak rela Dea dengan pria lain.
Elang berjalan menuju meja makan. Ia menarik kursi dan duduk di sana. Almeera melirik Elang yang hanya diam, tentu dia sudah tau gelagat abangnya yang akan banyak diam saat ada masalah. Dafi mendekati Elang dan duduk di sebelah abangnya itu.
"Bang tolong bantu Dafi. Tolong kerjakan soal yang ini Dafi enggak paham " ujar Dafi menyodorkan buku PR nya pada Elang. Fira menggelengkan kepalanya dengan tingkah anak bungsunya ini. Selalu minta kerjakan tugas sekolah dengan Elang.
Elang mengambil buku itu dan melihat soalnya terlebih dahulu sebelum menjawabnya. Pria itu langsung mencatat jawaban pada soal yang di anggap susah oleh Dafi.
Himpunan penyelesaian persamaan kuadrat x2 + 11x – 26 \= 0 adalah …
A. -13 atau 2
B. -2 atau 13
C. 0 atau 11
D. 11 atau 26
Penyelesaian soal / pembahasan
x2 + 11x – 26 \= 0
(x + 13) (x – 2) \= 0
x1 + 13 \= 0
x1 \= -13
x2 – 2 \= 0 maka x2 \= 2.
Jadi himpunan penyelesaian soal diatas adalah -13 atau 2. Jawaban A.
Elang memberikan buku itu kembali setelah selesai mengerjakannya. Dafi menatap kagum dan juga senang pada soal yang sudah di kerjakan oleh Elang.
"Makasih ya bang, alhamdulillah selesai juga PR nya " ujar Dafi.
"Alah, itu'kan soal anak SMP masa kamu yang sudah SMA enggak paham sih " cibir Almeera. Dafi mendengus kesal dengan lontaran Almeera padanya.
"Aku sudah lupa sama pelajaran ini jadi wajarlah minta kerjakan sama abang Elang" sahut Dafi tak mau kalah.
"Sudah jangan bertengkar, tidak baik bertengkar di depan makanan " tegur Fira.
"Maaf bunda " ujar Dafi dan Almeera bersamaan.
Fira mengambil nasi dan lauk untuk Elang dan memberikannya pada putranya itu.
"Makasih bunda" ujar Elang mengambil piring yang di berikan Fira dan wanita itu tersenyum.
"Bunda, Dafi mau ayam goreng bunda" ujar Dafi menunjuk ayam goreng yang ada di dekat Alma.
"Kamu bisa ambil sendiri Dafi , kenapa nyuruh bunda yang ngambilin" celetuk Almeera.
"Kenapa sih kak sewot gitu sama aku?Abang Elang aja bunda ambilin makanannya masa aku enggak " sahut Dafi.
"Karna abang Elang itu lebih tua dari kita " ujar Almeera.
"Ssssttt, jangan banyak bicara cepat makan " tegur Fira. Mereka berdua menghentikan adu mulutnya dan mulai makan.
******
Dea duduk melamun di kamarnya. Dia malas melakukan apapun suasana hatinya saat ini sangat buruk. Gadis itu mengambil undangan pernikahan dirinya dengan Arga. Kakak tirinya datang kesini dan memberikan undangan ini untuk di sebarkan ke teman-teman kampusnya. Dea menelungkupkan kepalanya di kedua telapak tangannya,menangis merasakan sesak di dadanya, dua hari lagi dia akan pulang ke kampung dan akan melangsungkan pernikahan dengan Arga.
Entah apa yang sedang Tuhan rencanakan hingga takdirnya tidak bisa mempersatukan dirinya dengan orang yang dia cintai. Apa doa yang setiap malam dia langitkan tidak terkabul agar pernikahan ini tidak akan terjadi.Tapi ia yakin Tuhan mempunyai rencana yang terbaik untuknya.
"Maafkan aku Elang. Aku mencintai kamu tapi takdir tidak merestui kita untuk bersama" lirih Dea menghapus air matanya kasar.
******
Elang memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Ia turun dari mobil dan matanya tak sengaja menatap kearah Dea yang berdiri tidak jauh di tempat dia berdiri sekarang . Gadis menatap kearahnya dan berjalan mendekati dirinya. Elang berusaha menutupi kesedihany, sungguh melihat Dea membuat hatinya semakin sakit.
"Elang aku mau bicara sebentar sama kamu " ujar Dea menatap Elang yang memalingkan wajahnya.Gadis itu menunduk sedih dengan sikap Elang yang sudah berubah.
Elang melirik Dea yang tertunduk dan raut sedih gadis itu karna sikapnya. Sungguh hatinya terasa nyeri melihat raut kesedihan Dea. Tapi mungkin ini yang terbaik bersikap dingin dan seakan menjadi orang asing yang tak pernah kenal agar hatinya tidak terlalu berharap dengan Dea.
"Aku sibuk tidak bisa bicara dengan kamu " ujar Elang meninggalkan Dea begitu saja. Gadis itu menatap nanar kepergian Elang, dia meremas gamisnya kuat . Sungguh ini sangat menyakitkan bagi Dea .
Bersambung....
kejam banget thor.
kalau mau baca karya yg lain jadi malas krn takut sad ending. kaya Dafa, masih membekas.