Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
Semantara di tempat lain Nadia mempunyai firasat kurang enak, sejak siang bahkan tanpa sengaja Ia menyenggol gelas yang ada di sampingnya, bahkan gelas itu jatuh pecah dan melukai kakinya.
" Ada apa ini, hingga malam hari perasaan ku masih saja tidak nyaman, bahkan bersama Arya tetap saja hatiku tidak tenang " Gumam Nadia.
Ia melangkah perlahan turun dari ranjang melepaskan tangan Pria yang begitu erat memeluknya. Di raihnya ponsel miliknya dan melangkah menjauh keluar dari ruangan itu.
Berulang kali Ia menghubungi nomor Rayyan suaminya namun tidak terjawab.
Rayyan mengejab ngejabkan matanya ketika mendengar sering ponsel, karena takut sering itu mengganggu tidur Ayu akhirnya Rayyan pun meraih ponsel itu
" Nadia..... untuk apa dia menelpon malam malam begini "
Perlahan Rayyan bangkit dari tempat tidur dan keluar kamar.
" Ya ada apa "
Pertanyaan Rayyan yang bernada ketus membuat Nadia bingung dan semakin curiga kalau memang sedang terjadi sesuatu yang kurang menyenangkan.
" Ada apa, Mas Ray apa disana baik baik saja atau telah terjadi sesuatu " Tanya Nadia
" Disini baik baik saja Nad, kamu nya saja yang menelpon tidak lihat lihat waktu dan tempat. Ini sudah larut malam dan kamu masih saja menelpon, sudahlah aku lelah dan mau sambung istrahat, besok aku harus kembali bekerja "
Rayyan memutuskan panggilan secara sepihak dan justru membuat Nadia semakin curiga.
" Larut malam katanya, tumben Mas Ray tahu aturan malam. Biasanya juga jam segini dia belum tidur, dan itu kenapa Mas Ray bicara seperti berbisik bisik "
Nadia mengusik kecurigaan nya dengan menggeleng gelengkan kepalanya, Ia meyakinkan dirinya kalau semuanya baik baik saja.
" Ada apa lagi, sudah tidur gelisah sekarang malah pergi diam diam dan berbicara bisik bisik "
Sebuah suara mengejutkan Nadia
" Ah tidak apa apa sayang, hanya saja aku curiga telah terjadi sesuatu dirumah "
" Rumah lagi rumah lagi, mau sampai kapan kamu tidak memikirkan rumahmu itu disaat kamu sedang bersamaku. Kamu tahu kalau aku cemburu dan tidak suka setiap kali kamu menyebutkan namanya, tapi kamu tetap saja melakukan nya "
Arya berlalu pergi dan Nadia pun mengejarnya.
" Sayang, tunggu......! jangan seperti ini dong. Arya........! "
Arya menghentikan langkah nya ketika mendengar Nadia memanggil namanya tanpa embel embel apa pun.
" Arya ? kamu bahkan memanggil namaku dengan nama sekarang, tidak ada lagi kata kata mesra, kamu sudah berubah Nadia. Apa kamu mulai menyayanginya dan berpikir untuk meninggalkan ku "
Nadia melangkah mendekat dan memeluk Arya dari belakang.
" Bukan begitu sayang, cobalah mengerti. Biar bagaimana pun juga Mas Ray adalah suamiku dan aku juga punya hak untuk memikirkan nya. Seharusnya kamu tidak keberatan, bukankah ini sudah jadi keputusan kita bersama sejak awal "
***
Ayu terbangun di pagi hari, Ia terkejut ketika membuka mata yang di lihatnya adalah pemandangan yang indah. Seorang mahluk tampan sedang tertidur polos seperti bayi tidak berdosa. Hampir saja Ayu berteriak namun dengan cepat Ia menyadari kekeliruan nya.
Ia turun perlahan mengambil bajunya satu persatu yang berserakan di lantai, Ia bersegara membersihkan diri.
" Kak Ray....... kak Ray, bangun....... "
Ayu membangunkan Rayyan dengan senyum manis dan juga secangkir kopi yang mengganggu tidur Pria itu.
Ia membuka mata dan begitu bahagia melihat siapa yang ada di depan nya.
" Selamat pagi Kak, secangkir kopi menyambutmu "
Ayu meletakkan cangkir kopi itu di atas meja dan mulai membersihkan semua yang berantakan di kamar itu sisa pergulatan panjang mereka beberapa jam yang lalu.
Rayyan yang memang tidak tahan dengan aroma kopi langsung saja menyeruput kopi buatan Istrinya.
" Ih jorok Kak, cuci muka gosok gigi dulu sana jangan lansung minum seperti itu "
Rayyan hanya tertawa kecil mendengar ucapan wanita yang kini sudah merebut hatinya secara perlahan.
" Pahit, apa kamu lupa menaruh gula. Pahit sekali soalnya "
" Pahit ? masa sich perasaan tadi aku taruh gulanya pas dan kopi buatan ku selalu enak. Ya setidaknya itu menurut Ayahku "
" Enak dari mana, kalau tidak percaya coba cicipi dulu "
Ayu mengambil gelas berisikan kopi dari tangan Rayyan dan mulai mencicipi nya.
" Manis, pas, seperti yang biasa aku buat untuk Ayah " Ucap Ayu dengan mimik bingung karena dirinya tidak tahu apa yang salah.
Rayyan merebut cangkir kopi dari tangan Ayu dan meminumnya
" Em.......hmm ini baru manis, semanis orang yang membuatnya " Goda Rayyan.
Ayu terkejut ternyata Rayyan hanya menggodanya saja.
" Kak Ray ada ada saja " Ayu tersipu malu
" Ih ada yang malu ya, kamu tambah cantik kalau tersipu malu. Manis bahkan mengalahkan gula "
Entah mengapa bersama Ayu dia berubah seperti orang lain, dirinya bisa bercanda bahkan mengucapkan kata kata rayuan receh.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat