NovelToon NovelToon
Dinikahi Bocil

Dinikahi Bocil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Komedi / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ericka's

[sedang di revisi dan alurnya berbeda dari yang sebelumnya. Karena untuk di cetak menjadi novel] 🙏🏻

Terjebak dalam suatu insiden yang melibatkan banyak pihak dan berakhir menikah secara tidak terduga. Ana tak pernah menyangka, hidupnya akan senaas itu. Akibat kecerobohannya sendiri, yang dengan senang hati membiarkan seorang lelaki muda memasuki diri ke dalam kamar kosannya. Kendatipun demikian, Bara tak melakukan apapun. Lelaki itu hanya sekadar menumpang untuk ke kamar kecil. Namun, suara mereka terdengar hingga ke sebelah kamar kos Ana. Yang ternyata ialah kamar pemilik dari kos-kosan itu. Hingga terjadilah kesalahpahaman, dan membuat Ana di cap jelek sebagai wanita murahan.

Bagaimana kisahnya? Baca terus sampai tamat.

follow IG: erickaghaniya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ericka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Setelah beberapa menit menempuh perjalanan untuk sampai kosan ini, sambil membopong tubuh Bara yang berat, kami pun sampai tepat didepan pintu kosan. Beruntung juga karena yang punya kosan sudah menunggu dan menyerahkan kuncinya. Rupanya Bara sudah membayar uang sewanya. Tapi kapan ya? Mungkin saat aku masih ada kelas matakuliah tadi sepertinya.

“Terimakasih, Pak.” Ucapku sambil mengambil kunci pada pemiliknya.

Untunglah bukan Ibu-ibu lagi yang punya. Trauma aku gara-gara kejadian itu. Huh.

“Iya, saya tinggal dulu ya. Langsung dibawa masuk aja Suaminya. Kayaknya udah kesakitan itu.” Ucap Bapak kos, sepertinya Bara sudah cerita dengan sang empu. Makanya, Bapaknya gak marah saat aku membopong tubuh Bara.

Aku pun langsung membuka kunci pintu kamar kos setelah Bapak kos nya sudah pergi menaiki kendaraannya. Syukurlah dia tidak tinggal dikosan ini juga. Setelah membuka pintu, aku langsung menutup pintu dan tak lupa mengunci dari dalam. Takut ada yang tiba-tiba buka pintu, kayak Ibu kos yang dulu main gebrak pintu dari luar. Aku jujur masih agak trauma.

Ternyata didalam kosan ini juga sudah disediakan tempat tidur, lengkap dengan sprei dan bantal yang sudah terpasang. Sepertinya Bara sudah menyiapkan semua ini untuk kami. Duh, Bara. Aku jadi gak tega sama kamu. Pelan-pelan ku rebahkan tubuhnya diatas kasur, saat aku ingin meninggalkannya sebentar tapi dia malah menepis tanganku untuk tetap disampingnya.

“Jangan kemana-mana kak. Disini aja, perutku masih sakit.” Keluhnya. Duh aku gak tega. Apa dia habis operasi perut ya?

“Coba aku lihat perutmu, aku kasih minyak kayu putih ya. Biar sakitnya hilang.” Dia mengangguk. Perlahan ku buka baju nya, karena merasa iba dengan kondisi wajahnya nya yang agak pucat.

Aku tak melihat ada bekas luka jahitan apapun diperutnya. Tapi kenapa dia terus meringis kesakitan ya? Apa dia masuk angin? Ah, aku jadi merasa bersalah padanya. Dengan lembut ku oles minyak kayu putih di perutnya. Ini bagian menegangkan, perutnya bisa mirip roti sobek gitu sih. Duh, Bara. Aku jadi deg degan.

“Kak.”

“Iya? Masih sakit gak?”

“Hm. Aku mau dipeluk kakak.” Rengeknya manja.

Duh makin manja deh nih anak. Aku menurut saja, karena gara-gara aku dia jadi begini.

Aku merasakan hembusan napasnya yang hangat. Dia nampak nyaman berada dalam pelukanku. Aku pun juga begitu. Dia mengelus-elus punggungku. Padahal dia yang kesakitan, kenapa jadi aku yang dielus?

“Kalau masih sakit, kamu tidur aja.” Tuturku padanya. Aku bisa merasakan detak jantungnya yang berdebar cepat. Sepertinya dia deg degan. Haha!

“Tapi, kakak juga temanin aku ya.” Rengeknya lagi.

“Iya. Yaudah tiduran aja, biar cepat sembuh sakitnya.” Dia mengangguk.

Aku tidak ikut tidur dengannya, melainkan posisiku selonjoran disampingnya sambil mengelus-elus kepalanya. Duh, aku jadi kangen adikku dikampung. Sedang apa ya, dia disana.

Biasanya aku sering melakukan hal ini pada adikku saat ia sedang lelah ataupun saat sakit. Tapi sekarang, Bara yang berada di posisi itu. Tak terasa rupanya dia jadi terlelap dalam pangkuanku. Aku jadi susah buat bergerak kalau begini jadinya. Pelan-pelan ku geser posisi tidurnya agar aku bisa terlepas darinya. Tapi sepertinya dia menyadari saat aku beranjak pergi darinya.

“Kakak mau kemana?”

“Aku mau beli makanan dulu buat kita. Kamu pasti lapar kan?”

“I.. Iya, Kak. Kita pesan lewat aplikasi Go-Food aja, kak. Kakak gak perlu pergi keluar.”

“Kamu ada aplikasinya?”

“Ada.” Terlihat dia tengah mengambil ponsel dari saku celananya.

“Nih, kakak yang pesan.” Ucapnya sambil memberikan ponselnya padaku. Kali ini ponselnya berbeda dari yang kemarin waktu dijadikan mahar untuk menikahiku. Sekarang warnanya berubah jadi warna biru. Sejak kapan dia gantinya? Setahuku dia tidak pergi kemana-mana. Lalu, kemana ponselnya yang itu?

“Kamu mau makan apa?”

“Aku nasi ayam teriyaki aja kak.”

“Oke, aku pesan ya.”

“Kakak pesan apa?”

“Disamain aja kayak kamu, biar cepat.” Jawabku. Dia sekilas tersenyum.

Sewaktu aku lihat saldo gopay nya, hampir saja aku dibuat terkejut. Banyak sekali, bahkan aku sendiri tak pernah mengisi saldo gopay ku sebanyak itu. Paling banyak ya tidak sampai lima ratus ribu, sementara dia saldonya sekitar tiga juta lebih. Apa dia sering memesan makanan diaplikasi itu ya? Ah entahlah. Aku jadi gerah sekarang, ingin mandi rasanya.

Aku memutuskan untuk mandi barang sebentar, sambil menunggu pesanan makanannya datang. Kebetulan juga jarak yang ditempuh oleh ojolnya lumayan jauh, berjarak sekitar 3km. Tapi sepertinya Bara tak suka jika aku tinggal pergi. Padahal kan aku masih di dalam kosan. Tidak kemana-mana. Manja sekali dia. Huh!

“Kakak mau kemana lagi?” Tanyanya menahanku agar tidak pergi. Sudah seperti momong anak kecil yang tak ingin ditinggal pergi.

“Aku mau mandi.”

“Jangan lama-lama ya, Kak.”

“Iya, iya. Sebentar doang kok, Bar. Kamu kayaknya gak suka kalau aku tinggal sebentar aja.”

“Aku takut sendirian, Kak.”

Gemas juga lihat ekspresi wajahnya yang tegang gitu saat dia bilang takut kalau aku tinggal. Haha!

“Kan aku disini, sama kamu. Kalau ada apa-apa, teriak aja panggil kakak.”

Ucapku sambil mengusap telapak tangannya. Aku jadi teringat dengan adikku.

“Kakak bisa romantis juga ternyata.” Ucapnya sambil cengengesan. Mulai lagi deh dia buayanya.

“Emang ya? Perasaan biasa aja, ah. Yaudah kamu diam aja gak usah banyak gerak. Aku mandi gak akan lama kok.”

“Tapi setelah mandi gak usah dipakai lagi kerudungnya.”

“Iya, iya. Bawel banget kamu.” Gerutuku. Dia tersenyum menyeringai. Hilih, pengin tak jewer telinganya.

Aku bergegas untuk mandi, tak lupa membawa pakaian dan handuk serta peralatan mandi yang sudah kuambil dari koperku. Aku memang belum sempat beres-beres, karena tak sempat yang harus merawat Bara yang tiba-tiba jatuh sakit.

Tanpa membuang banyak waktu, hanya sepuluh menit waktu yang kubuang untuk melakukan ritual mandiku. Buru-buru ku mengeringkan rambutku yang basah, dan tak lupa setelah itu memakai pakaian ala kadarnya. Hanya memakai kaos panjang berbahan sutra dan celana bahan biasa kupakai di dalam rumah.

Tapi sayangnya Bara melarangku untuk menggunakan hijab jika di dalam rumah. Huh, belum juga jadi Suami sungguhan, tapi sudah banyak ngatur.

Ceklek

1
Sulaiman Efendy
GK DIBUAT KISAH ARBY & TASYA THOR,, DISELINGI KISAH TWIN AREZ & ARA...
Sulaiman Efendy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
BENAR2 PASANGAN TER UWU....
Sulaiman Efendy
PARAHNYA LAGI, LO BAWA BUKET BUNGA BUAT ISTRI ORANG..
Sulaiman Efendy
BETUL SEKALI, MKSUDNYA APA...? SDH TRBACA NIAT PEBINOR LO. APA BARA GK MMPU BLIIN BARANG2 BUAT ANAK2NYA... BEDA KONTEKNYA KLO LO BERI HADIAH MMG BUAT BAYI, DN SEBAGAI SHABAT BARA, SDGKN LO MSKI LO ABANGNYA ARKA SHABAT BARA. TPI LO GK BRSAHABAT DGN BARA, DGN ADEK LO SJA BRMUSUHAN.
ADEK LO SAJA BISA MNCINTAI WANITA LAIN, MSKI SMPAT MNCINTAI ANA,, NMUN ARKA MSH NORMAL DN BRAKAL., TDK SPRTI LO YG TDK TAU MALU..
Sulaiman Efendy
HRS PANDAI2 BICARA KPD ANAK, MMBERITAU SKALIGUS MMBRIKN EDUKASI, BNYK ORTU HNY TAU MELARANG DN MMARAHI ANAK, NMUN TDK MMBRIKN MASUKN ATAU EDUKASI KPD ANAKNYA..
Sulaiman Efendy
SETELAH 3 TH JDI NAPI, TH 1997 AKU BEBAS DARI LAPAS, PAS KERUSUHAN ETNIS DI DAERAHKU KALIMANTAN BARAT,, SBLM TRAGEDI SAMPIT, DN AMBON, SETAHUN KMUDIAN AKU MNIKAH LGI, DN SAAT PNY ANAK PRTAMA, 2 BLN AKU BARU SENTUH ISTRI, 5 THN KMUDIAN, DPT BABY KMBAR SPASANG KYAK BARA & ANA, LWAT CESAR, KRN FAKTOR UMUR ISTRI, SETELAH 3 LBH BRU AKU SENTUH ISTRI..
Sulaiman Efendy
PENASARAN, KNP ORTU DN KLUARGA ANA GK DIHUBUNGI, HINGGA ARBI SDH 5 TH BLM LIAT EYANGNYA, HNY SAAT LAHIR ARBI DLU AZA... HRSNYA MRK DIBERITAU, MASA ANA LUPA DGN KDUA ORTU DN ADIKNYA..
Sulaiman Efendy
KNP GK SHOLAWAT, ATAU BACA SURAH YUSUF, SURAH MARYAM, SURAH LUKMAN, ATAU SURAH AR RAHMAN...
Sulaiman Efendy
NAHH BEGITU LBH INDAH, MNCINTAI WANITA YG JUGA MNCINTAI KITA,, BUKAN MNCINTAI ISTRI ORG, YG ISTRI ORG ITU HNYA MNCINTAI SUAMINYA SPENUH HATI, BGITU JUGA SUAMINYA...
Sulaiman Efendy
KERAS KPALA JUGA SIANA, PNY BABY KMBAR DIAM DI APARTEMEN GK LLUASA, LBH BAIK DI RMH UTAMA..RAMAI YG MNGAWASI
Sulaiman Efendy
SEKARANG SDH TDK ADA SI BRAMA LAGI... SDH MAMPUS AYAH IBLISNYA SI BARA, IBUNYA BARA JUGA SDH MAU TRIMA LO SKRG, DRUMAH UTAMA LO AMAN DARI GANGGUAN SI ARYA.. ADA PENGAWAL, ADA ART DRMH..
Sulaiman Efendy
MAKANYA JGN TUNJUKAN HAL2 SPRTI ITU DIDEPAN ANAK2.. APA YG DILAKUKAN ORG DEWASA AKN DI CONTOH OLEH ANAK2..
Sulaiman Efendy
BENARKN SI ARYA..
Sulaiman Efendy
CURIGA SI ARYA TUHH, DRIMANA DIA TAU ALAMAT UNIT APARTEMEN BARA & ANA..
Sulaiman Efendy
JGN DIEMIN WANITA LO, TPI KASIH PRINGATAN KERAS KE LAKI2 YG GANGGU ISTRI LOO...
Sulaiman Efendy
SELESAI ARKA, NI ABANGNYA PULA YG MSH GK TAK TAU MALU MAU JDI PEBINOR, DN TRANG2AN MINTA NO HP ANA DIDEPAN BARA, JATUH LAGI HARGA DIRI BARA
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Sulaiman Efendy
SETELAH SEMBUH AMNESIANYA, MKIN JDI TUH TINGKAT KMESUMAN BARA
Sulaiman Efendy
BACA AZA NOVELNYA KARYA EMAK LENA LENOL (THALINDA LENA), VERY2 HOT PENJABARAN MAKING LOVE NYA... BACA YG SUAMIKU GEMULAI, DN MY HOT OLDMAN..😁😁😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!