NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 - Ingin Segera Menikah

Asraf mencekal tangan kanan Ruhi yang masih mendorong-dorong keningnya, kemudian berangsur menurunkan kaki ke lantai dan menarik pinggang Ruhi untuk didekapnya erat.

"Hii! Om apa-apaan sih?" kesal Ruhi, entahlah, tiap kali berurusan dengan calon suaminya ini Ruhi selalu saja merasa kesal.

"Kalau aku bilang pergi ya pergi, kenapa malah mendekatiku? ini balasannya," jawab Asraf, tubuh kecil ini benar-benar enak untuk didekap pikirnya.

"Ini kan kamarku, suka-sukaku mau masuk ataupun keluar, kenapa juga aku harus menuruti Om?" Dan Ruhi selalu saja menjawab.

"Diamlah, salah siapa kamu membuatku tak nyaman. Masih kecil kenapa Dada mu sebesar ini." Dagu Asraf menunjuk dada didepannya dengan mata yang menatap Ruhi.

"Dan ini." Asraf memukul bokong Ruhi pelan, "Masih kecil kenapa bisa berisi sekali? Apa karena kamu pendek? jadi pertumbuhan mu terhambat dan tersumbat ke dada dan bokong?"

"Om Asraaf!!!" Teriak Ruhi geram, dia benar-benar sudah merasa dilecehkan.

"Pelan kan suaramu, jika ibu melihat pasti dia pikir kamu kembali memukul ku."

"Lepas!" Ruhi mendorong bahu Asraf dengan tangan kirinya, namun sia-sia, tangan kecil itu benar-benar tidak membuat Asraf bergeming. Ia malah semakin mengeratkan dekapannya pada Ruhi.

Merasa percuma, akhirnya Ruhi kembali tenang. Tangan kirinya yang lelah ia gantungkan di pundak Asraf.

Tatapan keduanya terkunci, benar-benar membuat pria tua bangka kesepian ini terlena. Asraf tidak pernah bermain-main dengan anak kecil seperti Ruhi, dan ternyata itu malah membuatnya semakin tertarik.

"Om maunya apa sih?"

"Apa kamu benar-benar mau menikah dengan ku?" tanya Asraf, tatapannya berubah mejadi serius dan Ruhi pun mengikuti.

"Kemarin sih iya, tapi sekarang tidak."

"Kenapa kemarin iya dan kenapa sekarang tidak?"

Ruhi tidak langsung menjawab, ia menatap dalam-dalam mata Asraf.

"Aku mau menikah karena kakek memberiku uang, juga menjanjikan kehidupan yang lebih baik padaku, ibu dan juga Randu. Aku mau karena dengan uang itu Randu bisa operasi. Aku juga meyakini jika Om yang dijodohkan denganku adalah orang baik seperti kakek Bizar dan hidupku setelah menikah akan benar-benar membaik. Tapi ..."

Ruhi sedikit memberi jeda, ia sedikit menunduk dan mulai kembali melanjutkan ucapannya.

"Tapi ternyata Om tidak sebaik kakek Bizar, aku tidak mau menikah jika hanya menambah beban ku, aku tidak mau jadi istri yang teraniaya. Aku bisa mengembalikan uang kakek Bizar yang ku gunakan sekarang, aku masih bisa bekerja," jelas Ruhi, entah kenapa mendengar penjelasan panjang kali lebar anak kecil ini membuat Asraf merasa bersalah.

Padahal mereka tidak memiliki hubungan apapun, tapi kini seolah semuanya adalah salah Asraf. Wanita memang pintar memainkan kata-kata.

"Lihat mataku, kenapa malah semakin menunduk," ucap Asraf, ia juga semakin mengeratkan dekapannya.

"Kemarin aku tidak ingin menikah denganmu, tapi sekarang aku mau," jelas Asraf dan Ruhi terheran-heran.

"Kenapa?" tanya Ruhi penasaran.

"Karena warisan kakek hanya akan diberikan padaku jika aku menikah dengan mu," jujur Asraf dan membuat Ruhi mencebik, dasar tua bangka miskin, batinnya.

"Jadi ayo kita menikah dan buat kesepakatan," tawar Asraf dan Ruhi tampak berpikir.

Menimbang-nimbang baik buruknya tawaran Asraf. Jika pernikahan ini akan menguntungkan kedua belah pihak apa salahnya?

Ruhi teringat pesan Bizar beberapa waktu lalu, Bizar hanya ingin selama Ruhi menikah dengan Asraf, Ruhi tetap setia kepada Bizar dan memberi tahu semua hal yang dilakukan Asraf, hanya itu dan tidak ada yang lain.

"Pikirkanlah baik-baik, setelah Randu operasi dan pulih kita bicarakan hal ini lagi. Apa yang kamu inginkan dalam pernikahan kita dan apa keinginanku, nanti kita buat dalam surat perjanjian."

Ruhi terdiam, sepertinya bukan tawaran yang buruk.

"Apa Om akan menjalin hubungan dengan wanita lain meski kita sudah menikah nanti?" tanya Ruhi penasaran, biasanya di cerita novel-novel perjodohan selalu ini yang menjadi masalah utama.

Dilihatnya Asraf yang mengulum senyumnya, seolah menahan agar tidak menertawakan Ruhi.

"Tidak, tidak akan ada wanita lain selama kamu menjadi istriku," jawabnya dengan yakin.

"Sudah sana keluar, aku mau mandi!" ketus Asraf lalu mendorong tubuh Ruhi untuk menjauh.

Ck, Ruhi berdecak kesal, memperhatikan Asraf yang dengan cepat berlalu keluar kamar dan menuju dapur untuk mandi.

Dasar aneh!

Di dalam kamar mandi, Asraf langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Membunuh hasrat yang nyaris membuncah. Hampir saja ia ingin mencium bibir gadis buduk itu.

Tidak tidak, itu bukan karena aku tertarik padanya. Ini karena masih pagi. Tiap pagi aku memang lebih sensitif. Ya, benar begitu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jam 8 pagi semua keluarga Rina sudah bersiap untuk ke Rumah Sakit. Tinggal mengunci pintu maka semuanya bisa langsung pergi. Namun niatnya tertunda, ketika mengingat ada 1 manusia yang menumpang hidup di rumah ini.

"Ehem! Nak Asraf belum mau pulang?" tanya Rina dengan tak enak hati, pasalnya kini mereka semua mau ke rumah sakit dan tidak pulang sampai besok pagi. Sehabis operasi pun Randu mereka belum bisa langsung pulang, Randu masih harus menjalani masa pemulihan.

"Begini Bu, sebenarnya saya mau pulang dan nanti malam menjenguk Randu, tapi_"

"Tapi apa?" potong Ruhi dengan cepat dan ketus.

Kedua saling pandang dengan tatapan sama tajamnya.

"Sudah sudah, malah bertengkar lagi." Lerai Rina, Randu hanya terkekeh saja melihat keduanya. Bagaimana jadinya jika kedua orang ini menikah? pikir Randu.

"Tapi apa As?" tanya Rina pada Asraf.

"Tapi saya tidak punya ongkos untuk pulang Bu."

"Pff, hahahaha." Ruhi terbahak-bahak mendengar penuturan Asraf, dasar miskin.

Tawa Ruhi terhenti ketika sang ibu memukul lengannya cukup kuat, tawa itu diganti bibir yang cemberut.

"Ini Nak, pakailah untuk ongkos." Rina menyerahkan uang 500 ribu rupiah, langsung diletakkannya ditangan Asraf.

"Terima kasih Bu," jawab Asraf, dalam hatinya berjanji akan membalas kebaikan Rina nanti.

Akhirnya setelah ribut masalah ongkos, mereka semua pergi ke tujuannya masing-masing. Asraf pulang dan keluarga Rina ke Rumah Sakit.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ternyata Asraf tidak langsung pulang, taksi yang ia naiki melaju menuju perusahaan sang kakek.

Tanpa babibu, dia langsung berjalan memecah kerumunan karyawan. Berjalan dengan angkuh menuju ruangannya.

Berulang kali ia mencoba membuka pintu itu namun selalu gagal.

Siapa yang mengunci pintu ruangan ku?

Sial!

Asraf menatap kesal ke arah sekretarisnya Luna, yang ditatap merasa takut, langsung menunduk.

"Siapa yang mengunci pintu ruangan ku?!" tanya Asraf sedikit membentak, ia berjalan dan berhenti tepat didepan meja Luna.

"Ma-maaf Tuan, saya tidak tahu," jawab Luna gugup, ia benar-benar merasa takut. Sudah sangat dikenal, jika di perusahaan ini Asraf memiliki sifat sombong, angkuh, dan bossy, berlagak ialah yang paling berkuasa dan semena-mena memecat karyawan yang baginya tidak berkompeten.

"Dimana Dion?"

"Maaf Tuan, pak Dion sedang menemui Tuan Aksa."

"Apa? Aksa? apa maksudmu? Dion itu asistenku kenapa dia menemui Aksa?" Bentaknya tanpa ampun dan Luna benar-benar takut.

"Maaf Tuan," lirih Luna, wajahnya masih setia untuk menunduk.

"Maaf maaf, selalu maaf yang kamu ucapkan. Memangnya dengan maaf mu itu bisa menjawab semua pertanyaan ku."

"Asraf!"

Asraf langsung berbalik ketika mendengar namanya dipanggil keras oleh suara yang tak asing, kakek.

Dan benar saja, Bizar datang bersama dengan Dion dan Aksa.

Melihat pemandangan itu, Asraf mengepalkan tangannya kuat. Keinginan untuk segera menikahi Ruhi semakin cepat ingin ia laksanakan.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!