Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.
"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.
Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.
Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menggodanya
Malam harinya Justin sudah duduk pada salah satu bangku VIP di klub malam milik Jack. Guna melampiaskan kegalauan yang melandanya sepanjang hari ini. Pria itu tampak menikmati minuman yang sudah dipesannya tadi.
Khusus malam ini pria yang sedang dilanda kegalauan itu. Menegak minuman beralkohol langsung dari botolnya. Tidak memikirkan kelanjutan nanti dirinya setelah itu. Ditambah lagi dia datang ke klub malam sendiri. Tidak ada yang akan bertanggungjawab untuk pulangnya nanti.
"Selamat malam Tuan," sapa Erika yang langsung duduk berdekatan dengan Justin.
"Bolehkah saya menemani malam anda?" tawar Erika sembari tersenyum manis.
Pria yang setengah mabuk dengan mata yang terbuka separuhnya itu menatap Erika yang duduk disampingnya. Melihat senyum manis yang sama seperti milik sang kekasih, Chelsea. Setiap mabuk Justin selalu menanggap Erika adalah Chelsea. Karena keduanya memang sangat mirip, apalagi senyum manis dengan dua gigi kelincinya.
"Chel--- sea say--- ang," panggil Justin dengan nada berat khas orang mabuk.
Tangan kekar pria itu sudah reflek merangkul pundak perempuan seksi itu. Menempelkan wajahnya ke wajah Erika, mengendus lalu menciumnya. Hampir seluruh wajah perempuan itu dia cium dan tidak ingin menghentikan.
"Jang--- an pergi dari--- ku say--- ang," ucapnya lagi.
Setelah puas menciumi wajah cantik milik Erika. Pria itu langsung merengkuh tubuh perempuan itu. Mendekapnya dengan erat, seolah tidak ingin ada yang memisahkan mereka.
"Say--- ang kena--- pa kamu meng--- khianati aku," lirih dengan menyandarkan kepalanya pada bahu Erika.
"Jang--- an pergi la--- gi," pintanya memohon.
Ternyata pria yang bersandar dibahu Erika dengan kepala menunduk itu. Sudah mengeluarkan air matanya. Dia menangis tersedu-sedu mengeluarkan kepiluan dihatinya. Mengungkapkan perasaan yang saat ini dia rasakan.
"Jan---jilah kepada---ku untuk selalu bersama---ku," ucapnya lagi.
Sepertinya orang mabuk pada umumnya, berperilaku diluar kendali. Sesuai dengan perasaan di hatinya, pria itu terus berceloteh tanpa henti. Memanggil nama sang kekasih, meminta jangan meninggalkannya, dan sesekali mengeluarkan kata-kata umpatan.
"Ternyata payah sekali tuan muda ini," batin Erika seraya mengelus-elus rambut Justin yang masih bersandar padanya.
Seorang pria datang dengan membawakan segelas air mineral yang berada didalam gelas kaca. Menaruhnya diatas meja tersebut dan kemudian pergi.
"Tuan sebaiknya anda minum air mineral dulu. Agar lebih tenang," ucap Erika meraih gelas tersebut lalu meminumkannya pada Justin. Dan pria itu pun meneguk air dalam gelas itu hingga habis.
"Terima kasih say--- ang. Kamu memang orang yang paling memahami aku," ucapnya mendongakkan kepalanya dengan senyum menyeringai khas orang mabuk.
"Tetap--- lah bersama---ku. Jang--- an pergi deng--- an si breng$3k itu," sambungnya dengan mata sayu yang menatap Erika dengan intens.
Perempuan yang dikira kekasihnya itu hanya tersenyum, menganggukkan kepalanya, dan tetap memberikan sentuhan-sentuhan mengelus pria itu.
"I Love you baby," ucap Justin yang langsung menyambar bibir seksi dengan lipstik merah merona itu.
Tanpa aba-aba lagi Erika juga melayani ciuman beringas dari Justin. Perempuan itu membalas dengan memberikan sentuhan-sentuhan pada area yang sekiranya sensitif bagi seorang pria.
"Lanjutkan baby," pintanya.
Mendengar perintah dari Justin bukannya menuruti. Perempuan seksi itu justru menggelangkan kepalanya, kemudian beranjak dari tempat duduknya. Berjalan meninggalkan tempat itu. Tanpa diminta pun Justin langsung mengejarnya.
##
Yang mancing Erika. Eh kok malah dia kabur?
Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
biarkan aja Erika diculik...
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
cocok sama jastin...
Erika yg bodoh...