NITA WULANDARI
Orangtuanya ditipu bisnisnya pun hancur gulung tikar, kedua orangtuanya bercerai dan parahnya lagi ia menjadi gelandangan dan pengemis.
......
REVAN PRADIVA WILSON
Seorang pemuda tampan yang tiba-tiba saja masuk kedalam kehidupan Nita mengangkat derajat hidupnya dan menjadi suaminya.
......
Menikah karena terpaksa akankah cinta bersemi dihati keduanya? Atau hanya akan saling meyakiti..?
......
copyright @Nona Kireina terbitan februari 2020
......
Jangan lupa untuk terus dukung Author dengan cara like, comment, dan jangan lupa vottngnya juga ya hehehe 😋
Novel ini tidak di buat dengan mencontek, asli buatan sendiri sesuai dengan apa yang ada di dalam fikitan author.. siang malam author ngetik membuat alur ceritanya sangatlah tidak mudah..
Author sedih saat ada yang mengatakan novel ini mirip dengan novel sebelah, author mau bilang karakter Revan tidak sama dengan yang di sebelah, begitu juga dengan Nita. jika kalian baca di chatper selanjutnya itu jelas berbeda..
selamat membaca readersku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9 - YONGMEORI BEACH
Nita mengikuti langkah kakinya dengan baik, masuk kedalam lift, kemudian mengikutinya masuk ke dalam mobil mewah dan turun di sebuah pusat perbelanjaan termegah di negeri gingseng itu, Kenapa dia membawaku kemari?
Nita menatap cermin besar yang tak jauh darinya, ia memperhatikan penampilannya dari ujung kepala hingga ujung kaki, tidak buruk kok..?! apakah dia malu dengan penampilanku yang seperti ini?!
Revan sedang asik mengobrol dengan seorang SPG dan menunjuk beberapa pernak pernik pakaian santai untuk berpiknik dan tak lama kemudian ia menunjuk Nita yang sedang berdiri bosan menunggunya sejak tadi.
SPG itu menganggukan kepala dan melempar senyum ramahnya kepada Nita.
Beberapa menit kemudian Nita sudah berganti pakaian santai lengkap dengan pernak perniknya.
"Bagus.. ini sudah cukup..” imbuh Revan.
Ternyata membawaku kesini untuk ini ya..
***
Di dalam mobil convertible Lamborghini Revan menambah speed mobilnya, “Tu.. tuan.. kita mau kemana?”
“Yongmeori Beach..”
“Yo.. yong..?? apa tuan..? ” Nita kesulitan untuk mengulangi kalimatnya.
Revan meghela nafas, “Yongmeori Beach.. jangan membuatku untuk mengulangi kata-kata yang sudah ku ucapkan..”
“Apakah itu sebuah rumah makan..?”
Mendengarnya mengucapkan rumah makan Revan mendelik, “Kau masih belum kenyang?”
Kenyang..? yang benar saja.. sarapan dengan salad buah.. seperti itu tidak bisa membuatku kenyang.. Nita menggeleng, “Ya.. tentu saja aku kenyang..” ia memaksakan senyuman itu terukir di wajah cantiknya.
“Baguslah...!”
***
Mereka berduapun sampai di Yongmeori Beach,
“Waow.. bukankah ini pantai..? tuan kenapa tidak bilang sejak awal jika kita akan pergi kepantai..?”
“Bukankah aku sudah mengatakannya?”
“Hahaha.. i.. iya..” Kau mengatakan Yongmeori Beach, mana aku tahu jika itu adalah nama sebuah pantai.. Tuan muda.. kau sangat tahu bagaimana caranya membuatku terlihat bodoh..
Tak jauh dari mereka berdiri beberapa teman Revan datang menghampiri, “Revan.. how are you? I heard you were married ... is it true..? (Revan.. apa kabar? aku dengar kau sudah menikah.. apakah benar..?)”
Ia tersenyum, “Yes .. you are not mistaken ... I was married.. (Ya.. kalian tidak salah dengar.. aku memang sudah menikah..)”
2 pasang mata temannya menatap Nita, “Hey .. is this little kid your wife? (hey.. apakah anak kecil ini istrimu?)”
Revan tersenyum licik, “No ... he's just a lucky beggar ... (Bukan.. dia hanya seorang pengemis yang beruntung..)” tanpa memikirkan perasaan gadis itu ia mencemooh dan merendahkannya dengan telak menginjak harga dirinya.
Nita terbelalak.. A.. apa..? jadi.. kau mengajakku kemari hanya untuk menghinaku..? seharusnya aku tahu itu.. terus saja menghinaku.. Nita terdiam menunduk dalam sembari menggigit bibir bawahnya, kedua tangannya mengepal dengan erat.
Teman-teman Revan tertawa saat mendengarnya, “Is it true? wow that means he's a wasted cinderella ... hahaha.. (benarkah? wah itu artinya dia adalah cinderella yang terbuang.. hahaha..)”
***
“Kenapa diam?! Tidak ingin berenang..?” Imbuh Revan sembari memasang earphone di kedua telinganya untuk mendengarkan musik klasik kesukaannya.
“Tidak.. aku hanya ingin santai..”
“Oh... gawat juga jika kau berenang dan tenggelam.."
Memang itu yang kuharapkan.. Dari jauh seorang pria tampan melambaikan tangannya kepada Nita, siapa orang itu? Sepertinya tidak asing..
Pria itu semakin mendekat, “Wulan.. kamu wulankan..?!” ucapnya dengan senang dan nafas yang tersengal-sengal.
“Kak Chandra...? Wah.. kakak tambah tampan aku jadi pangling..”
Mendengar nama Chandra membuat Revan tidak nyaman, “Jangan berisik! Pergi sana jangan mengobrol disini..”
“Siapa?” Tanya Chandra penasaran.
“Aaaah... hanya bodyguardku kak.. jangan di hiraukan.. ayo..”
Cih... bodyguard..?! hm... lihat saja nanti aku pasti akan menghukummu.. Ketus Revan mengumpat di dalam hatinya dan mendengus kesal.
udah biarin aja istri mu tenang ga usah di cari urusin aja tuh pacar jalang kesayangan km...