NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIPAKSA TANGGUNG JAWAB

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat celah tirai jendela, membuat Hendra membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa berdenyut hebat, seolah ada ribuan palu yang memukul di dalam sana. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam, namun ingatannya terasa samar dan putus-putus.

Saat hendak bergerak, ia merasakan ada seseorang di sampingnya. Hendra menoleh cepat, dan matanya terbelalak lebar penuh keterkejutan.

Siska duduk di sampingnya,tubuhnya hanya tertutup selimut tipis sampai di dada, bahunya terbuka. Wanita itu menunduk kebawa bahunya berguncang pelan seolah sedang menangis tersedu-sedu.

"Siska... kamu ngapain di sini?" tanya Hendra dengan suara serak dan penuh ketakutan.

Siska perlahan menoleh , wajahnya basah oleh air mata, matanya merah dan sembab.

"Mas... aku... aku nggak tahu harus bagaimana..." isak Siska, suaranya terdengar sangat rapuh.

Hendra menatap dirinya sendiri, ia juga hanya berbalut selimut di bagian pinggang. Ingatan semalam perlahan kembali menghantam pikirannya: rasa panas yang tak tertahankan, ciuman liar, dan perbuatan yang tak seharusnya dilakukan.

"Ya Tuhan... apa yang sudah aku lakukan..." gumam Hendra lemah, wajahnya pucat pasi.

Tepat saat itu pintu kamar terbuka lebar secara tiba-tiba. Ibu Sari dan Dinda berdiri di ambang pintu, mulut mereka terbuka lebar seolah sangat terkejut melihat pemandangan di dalam sana.

"Astaga! Apa yang terjadi di sini!" seru Ibu Sari keras, melangkah masuk dengan wajah seolah tak percaya.

Dinda langsung menutup matanya dengan tangan sambil berseru. "Ya ampun! Kak Hendra... ini bagaimana bisa terjadi!"

Siska semakin menangis kencang, ia menarik selimut menutupi wajahnya. "Maafkan aku Bu... maafkan aku... aku nggak bermaksud..."

Ibu Sari langsung mendekati Siska, mengelus punggung wanita itu seolah sangat iba.

"Sudah... sudah Nak... jangan menangis lagi. Ibu mengerti... Ibu tidak menyalahkanmu," hibur Ibu Sari lembut, lalu menoleh ke arah Hendra dengan wajah berubah tegas.

"Hendra! Apa maksud semua ini? Kamu sudah menghancurkan masa depan gadis baik ini!" bentak Ibu Sari keras.

"Bu... aku... aku juga nggak tau kenapa ini bisa terjadi aku ngga ingat apa apa... tadi malam rasanya aneh sekali..." jawab Hendra terbata-bata bingung.

"Jangan cari alasan! Kamu laki-laki! Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan!" Ibu Sari memukul meja di samping kasur.

"Tapi Bu... aku masih suami Alena! Aku nggak bisa menikahi Siska begitu saja!" tolak Hendra.

Mendengar itu Siska langsung menangis lebih histeris lagi. Ia menunduk dalam, bahunya bergetar hebat.

"Jadi... Mas Hendra mau membuangku begitu saja setelah semuanya terjadi? Aku sudah memberikan segalanya pada Mas... aku nggak tahu harus menghadapi siapa lagi..." isak Siska sampai suaranya tercekat.

Ibu Sari langsung menatap tajam ke arah Hendra.

"Kamu dengar itu Ndra? Kamu mau jadi laki-laki pengecut yang meninggalkan wanita yang sudah kamu sentuh? Apakah kamu mau menanggung dosa membuat gadis ini malu seumur hidupnya?"

"Tapi Bu... ini tidak adil..." Hendra masih berusaha menolak.

"tidak Adil bagaimana? Kamu yang mulai, kamu yang harus menyelesaikan! Atau kamu mau Ibu yang datang ke rumah orang tua Siska dan meminta maaf sambil berlutut?" ancam Ibu Sari.

Dinda ikut menyela. "Iya Kak. Siska wanita yang baik. Dia tidak pantas disakiti begitu saja. Kakak harus bertanggung jawab."

Siska menatap Hendra dengan mata berkaca-kaca penuh harap sekaligus takut.

"Mas... aku nggak menuntut banyak... aku hanya ingin Mas tidak meninggalkanku saja..."

Hendra menatap mereka bertiga bergantian. Pikirannya kacau balau, rasa bersalah mulai menyelimuti hatinya. Ia sadar secara tidak sengaja sudah melukai Siska.

"Baiklah..." ucap Hendra pelan dengan suara berat. "Aku akan bertanggung jawab."

Mendengar itu, wajah Ibu Sari langsung berubah cerah. Siska tersenyum tipis di antara tangisnya.

"Bagus! Itu baru anak Ibu yang bertanggung jawab!" puji Ibu Sari.

"Kita laksanakan secepatnya saja Bu. Supaya tidak banyak orang yang tahu dan menggosip," saran Dinda.

Ibu Sari mengangguk setuju. "Benar juga. Kita laksanakan minggu depan saja. nggak perlu pesta besar-besaran, cukup acara saksi saja."

Sejak hari itu persiapan pernikahan dilakukan dengan sangat cepat dan tertutup. Ibu Sari menjual beberapa perhiasan emas peninggalan ibunya sendiri untuk membeli kebutuhan pernikahan sederhana, menyewa baju pengantin, dan menyiapkan tempat akad.

Hari-hari menjelang pernikahan itu, Hendra terlihat selalu murung dan diam saja.

"Kenapa kamu keliatan nggak senang Ndra? Kamu akan mendapatkan istri yang jauh lebih baik dari wanita sialan itu" tanya Ibu Sari saat mereka sedang duduk di ruang tengah.

"Ini salah Bu.aku dipaksa melakukan sesuatu yang tidak benar," jawab Hendra lemas.

"Kamu tidak dipaksa. Kamu hanya menebus kesalahanmu. Sudahlah, jangan banyak pikiran. Siska akan membuatmu bahagia," jawab Ibu Sari tenang.

Semua persiapan dilakukan secara diam-diam. Mereka hanya mengundang kerabat dekat dan dua orang saksi dari pihak Siska. Tidak ada pemberitahuan ke mana-mana, tidak ada undangan yang disebar luas.

Akibatnya, kabar pernikahan mendadak itu sama sekali belum sampai ke telinga Alena. Ia masih menjalani hari-harinya dengan tenang, berusaha menyembuhkan luka hatinya tanpa tahu bahwa suaminya baru saja melangsungkan pernikahan dengan wanita lain.

Hari pernikahan pun tiba. Suasana di rumah itu terasa dingin dan canggung. Hendra mengenakan baju koko hitam sederhana, wajahnya datar tanpa ekspresi. Siska tampak cantik dengan gaun pengantin putih polos, tersenyum lebar seolah menang sebuah kemenangan besar.

Saat ijab kabul diucapkan dengan cepat, tangan Hendra terasa dingin dan gemetar. Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia merasa seolah sedang mengubur sisa-sisa perasaannya yang dulu pernah tulus untuk Alena.

Setelah acara selesai dan tamu pulang, rumah kembali sepi. Siska duduk di sebelah Hendra dengan wajah bahagia.

"Terima kasih ya Mas... kamu sudah mau menikahi aku," ucap Siska lembut sambil memegang tangan suaminya yang baru.

Hendra hanya diam dan mengangguk pelan, matanya menatap kosong ke arah dinding. Ia baru menyadari, pernikahan ini bukanlah awal kebahagiaan, melainkan awal dari kesalahan besar yang tak tahu sampai mana ujungnya.

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!