Novel kali ini,menceritakan tentang gadis tomboy yang mencintai lelaki separuh perempuan.Lelaki yang membuatnya jatuh cinta karna tingah kemayunya.
"Omte... kalo kita habis ini ketemu lagi,Fixs kita Jodoh..Aku bakal lamar Omte ya,gak boleh nolak"ucap gadis itu dengan menatap netra coklat yang tengah memoles dirinya.
Lelaki separuh perempuan itu tampak tersipu "iisshhh,lucu banget sih kamu say.. andai aja aku masih doyan ciwiw udah aku embat kamu say"sahutnya mendayu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rain Sad story 1
Rania… Gadis remaja yang ceria tengah menikmati senjanya setelah pulang dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.Gadis ini baru masuk kelas 1 SMA.
"Doorrr…Sendiri aja Rain"ucap Doni mengagetkan Raina yang tengah asik memandangi langit yang mulai memancarkan cahaya jingganya di Taman komplek perumahannya.Ia duduk disebelah Raina.
"Ngagetin deh.. Iya nih,Amel sama Niko pada sibuk"sahut Rain menyesap minuman pop ice digenggamannya.
Entah sadar atau tidak seringai licik terpancar dari wajah lelaki yang sedari SMP sudah menyukainya itu.Rain tak pernah berfikiran negatif pada semua temannya,bahkan pada orang yang menyukainya.Rain sangat welcome,tapi tanpa ia sadari sikapnya itu membuat beberapa orang ingin menaklukan Raina sekalipun dengan cara yang licik.
Doni manggut-manggut mengerti "Eh Rain,besok ulang tahun Elang..Lo bakal dateng kan ke acara dia?"tanya Doni.
"Gue gak janji,soalnya gue gak tau kesana sama siapa.. Amel ada pemotretan dan Niko lu tau sendiri dia les piano besok"
"Ayolah Rain,lo kan deket juga sama gue.. Lu bisa dateng bareng gue kan,lagian kita sekomplek jadi tinggal gue lanjuin mobil dikit sampai kerumah lu"
Raina sempat ragu,tapi tak urung ia mengiyakan ajakan temannya itu.
*
*
Raina memandang dirinya di cermin,ia menggunakan gaun bermotif bunga selutut dengan kerah V dipadukan dengan sneakers warna pink miliknya.Meskipun dengan hanya menggunakan bedak,eyeliner,maskara serta lipgloss Raina sudah terlihat cantik.
"Perfect"ucapnya.
Ia pun melenggang pergi dari kamar untuk menghampiri temannya yang sudah stanby dirumahnya.Sang ibu pun tengah berbincang dengan Doni,karna emak Jenab yang terkenal ramah itu memiliki banyak teman para ibu-ibu rumah tangga termasuk ibu Doni.
"Mak,Rain pergi dulu sama Doni ya?"
"Jangan pulang malem-malem…Emak sama bapak nanti berangkat ke Bandung buat pembukaan hotel besok pagi "sahut emak menyambut Rain hendak mencium punggung tangannya "Don,titip anak emak ya… "lanjutnya pada Doni.
"Iya tante.. dijagain kok,ntar aku anter juga pas pulang tan"sahut Doni.
Emak yang percaya pun hanya mengembangkan senyum.
...PESTA ELANG ...
Rumah mewah berwarna keemasan itu menjulang tinggi di daerah perumahan elit.Mobil milik Doni dengan cepat memasuki area rumah milik Elang.Terlihat beberapa mobil berjejer di halaman rumah.
"Kok dikit sih orangnya Don? Gue liat cuma beberapa mobil doang"ucap Rain bingung.
"Banyak yang belum datang kali… "sahut santai Doni.
Doni pun berlari kecil menghampiri pintu penumpang untuk membukakan pintu tempat Rain duduk.
"Gue bisa sendiri Don" ucap Rain tak enak
"Gapapa… barang berharga harus diperlakukan dengan baik"
"Sialan.. lu pikir gue barang"sahut jutek Rain menabok lengan Doni.
"Sakit banget sumpah Rain.. lu naboknya gak kira-kira" Doni mengusap-usap lengannya.
"Lu nyebelin sih"
"Udah ayok masuk.."sahut Doni lagi sambil terus meusap lengannya sambil diam-diam menyeringai.
Cklek
Pintu utama pun dibuka oleh Doni dan saat mereka masuk.Malapetaka hidup Rain pun dimulai.
*
*
"Aaaaaaaa ……… "Raina berteriak histeris melihat kekacauan dibadannya bercak merah sangat nampak saat ia membuka dress yang ia kenakan setelah sampai didalam kamar miliknya.Gadis yang baru masuk kelas 1 SMA itu tak menyangka semua jebakan yang dilakukan oleh teman-temannya sendiri.
Mereka balas dendam dengan Rain yang mereka anggap aneh karna tak ada satupun laki-laki yang bisa menjadikan Rain kekasih,maka dari itu Elang kakak kelasnya yang terobsesi denganya menggunakan cara licik untuk mendapatkan Rain dengan cara menjebak untuk ke acara pesta ulang tahunnya dan mencecoki alkohol saat pesta tadi lalu menelanjangi Rain di dihadapan 3 sahabatnya salah satunya Doni dsn merekam semuanya untuk meancam Raina nantinya.Rain yang sudah mabuk berat tak tau lagi apa yang mereka lakukan padanya.Ia hanya merasa beberapa tangan dan benda basah menjamah setiap inci kulitnya.
Gadis itu tak ingat lagi apa yang selanjutnya terjadi,karna ia sudah pingsan dan saat ia bangun ia sudah berada di mobil milik Elang lalu Elang langsung meancam Rain dengan memperlihatkan video yang direkam oleh salah satu temannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 tengah malam,saat Edo akan turun untuk meambil minum ia tak sengaja mendengar teriakan dari kamar sang adik.Ia yang penasaran menempelkan telinganya pada dinding pintu.Teriakan itu terdengar lagi.Karna emak dan Bapak baru saja berangkat untuk acara pembukaan hotel milik keluarga di luar daerah dan Ines adik keduanya tengah kuliah diluar kota juga membuat Edo jadi bingung untuk menghubungi siapa.
"Rain… buka Rain"gedor kakak pertama.
Tak ada sahutan dari dalam.
"Rain.. buka atau abang dobrak kamar kamu.. Rain"teriak abang Edo.
Cklek
Pintu kamar Rain pun terbuka,terlihat wajah kacau sang adik dengan wajah sembab dan lebam kebiruan disudut bibir sang adik.
"Kamu kenapa dek?"tanya Edo langsung.
"Abang …. Hiks….hiksss….. abang Rain… hiks… hiks"suaranya tercekat di tenggorokan,ia tak bisa mengeluarkan suaranya seperti orang bisu.Hanya tangisan yang terus terdengar ditelinga Edo dan sekarang yang dapat Edo lakukan hanya menenangkan sang adik sebelum menanyakan yang terjadi sebenarnya.
Setelah terlihat tenang,Edo mulai menggenggam kedua tangan sang adik.
"Me...me...reka,kasih aku minuman itu bang.. Rain...Rain...disuruh minum semuanya..Mereka...mereka pegang-pegang Rain,me...mereka lepas baju Rain bang… Hiks…."ucap Rain terus menangis "Aaaaaaaaaaaaaaaa…….."teriaknya mengingat kembali kejadian tadi.
Edo sekarang paham apa yang terjadi,dia mengepalkan tangannya membawa sang adik kepelukannya yang tengah menangis histeris.Wajahnya memerah menahan amarahnya.
Seorang pembantu paruh baya masuk menghampiri ke dikamar Rain.
"Ya Allah… non Rain kenapa den?" Tanya bik Sum khawatir.
"Bik,tolong telfon bapak sekarang"ucap Edo pada Bik Sum yang langsung wanita paruh baya itu patuhi.
"Siapa yang bikin kamu kayak gini dek.. bilang sama abang.."
Rain menggeleng dengan terus menangis histeris.
"Cepet bilang ke abang Rain…"bentak Edo "siapa yang bikin kamu kayak gini,biar abang bunuh semua sampah itu"lanjutnya.
"Me...me...reka ancam mau nyebar video tadi bang… hiks...hiks… Rain takut….hiks…."
Mata Edo melotot "Para sampah.. bajingan,brengsek.. Aku bersumpah akan memberikan pelajaran setimpal untuk kesakitan Rain"sumpahnya dalam hati.
*
*
Orang tua Rain langsung pulang setelah mendapat kabar dari bik Sum tentang kondisi Rain.Pukul 4 subuh kedua orang tua Rain datang dengan emak yang berlari menghampiri kamar sang bungsu.
Emak melihat Rain tengah tidur meringkuk dengan memeluk kedua kakinya.Pundaknya naik turun karna sesegukan.Sepertinya Rain baru terlelap.Sedangkan Edo,lelaki itu tengah menelfon seseorang di balkon kamar Rain.
Emak menghampiri sang bungsu untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi.Tangan emak yang baru menyentuh pundak Rain membuat Rain tergejolak dan langsung berteriak histeris lagi dengan mata yang masih tertutup.
"Ya Allah.. Rain kenapa nak?"tanya emak khawatir melihat respon anaknya. "Rain"terus panggil emak
Edo yang mendengar teriakan adiknya langsung menghampiri,melempar ponselnya kesembarang arah.
"Aaaaaaaaa…..Abang….aaaaaaaa"teriak Rain terus,seakan tuli tak mendengar emaknya memanggil namanya sedari tadi.
Edo langsung memeluk adiknya "Abang disini.. udah gapapa,ini emak sama bapak udah dateng… tenang ya.."ucap Edo lembut membuat Rain perlahan membuka matanya dan melihat emaknya yang juga menangis melihat dirinya.
"Maafin Rain mak… Rain.. Rain… kotor"ucap Rain memeluk sang emak dengan erat.
Bapak yang baru masuk kekamar Rain pun tak kalah terkejut saat tadi mendengar teriakan sang bungsu.
"Ada apa ini Do?"tanya bapak melihat Rain yang masih menangis.
"Rain dilecehkan Pak,tapi sepertinya bukan satu orang saja.. Dari tadi Rain bilang mereka.."ucap Edo beranjak dari ranjang Rain karna sang adik sudah memeluk emaknya.
"Maksut kamu apa Do?"
Edo pun menceritakan semua,menceritakan juga bahwa Rain tak mau buka suara tentang siapa yang melecehkannya.
Bapak Adrian murka,siapa yang berani menyentuh putrinya.Bapak Adriano Syahreza yang terkenal sabar bisa murka jika ada yang berani membuat masalah dengan keluarganya.
"Bik,panggil pak Budi sekarang"perintah pak Adrian dengan wajah yang murkanya.
"Baik tuan" Bibik yang baru meletakkan teh untuk mereka pun akhirnya undur diri untuk memanggil pak Budi yang tak lain adalah satpam kediaman keluarga Syahreza.
💔
💔
💔
💔
Tinggalin jejak kalian ya guys... Komen,like n Vote kalian benar-benar berharga buat aku semangat nulisnya.. 🤗
Salam sayang dari Kak Cecek dan Rain anak Emak Jenab 🥰🥰🥰
Kamu berhasil memasak dengan baik
Rain mengisi sendok
bukan meletusnya
Mengapa selalu, setelah tanda baca, tidak spasi dulu. Jadi tulisan nya kumpul begitu 🙏🙏
Atau beku mungkin.
Atau....... hidungnya, matanya, bibir nya..... kuping nya, ada yang hilang ga 🤔🤔
Ini tidak boleh terjadi
Sembuh lah kau Yuan
enak tahu ga
Nyosor kayax bebek 🦆🦆🦆
mengayun-ayunkan