NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Listri Amanda Putri

SELAMAT MEMBACA🤗🤗🤗





Tentang perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka membuat Raffa dan Kaila tumbuh dewasa lebih cepat

Raffa Arsenio mau tak mau menyetujui permintaan papanya untuk menikah karena terlibat janji dengan sahabatnya.

Kaila Leteshia diam-diam menyukai Raffa namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada Raffa dan entah keberuntungan apa yang ia dapat hingga suatu hari orang tuanya menjodohkannya dengan laki-laki yang ia cintai.

Awal pernikahan mereka saling berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan Raffa berusaha untuk mencintai Kaila dengan hatinya.

Namun apakah cinta keduanya akan berjalan mulus? apa saja masalah yang akan dihadapi oleh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listri Amanda Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Hari

Pagi harinya Kaila bangun sebelum subuh, ia menatap Raffa yang masih terlelap tidur, sebenarnya ia ingin membangunkan Raffa dan mengajaknya untuk melaksanakan sholat berjamaah namun ia ragu untuk membangunkannya.

"Kalo gue bangunin dia bakalan marah gak ya?" Gumam Kaila.

"Tapi kalo gak gue bangunin ntar dosa karna gak sholat." Pikirnya lagi.

Akhirnya Kaila memutuskan untuk membangunkan Raffa, ia menggoyangkan tubuh Raffa perlahan sembari memanggil namanya.

"Raff.. bangun Raff..." Kaila menepuk-nepuk pipi Raffa.

"Raffa bangun udah subuh.."

Raffa menggeliatkan tubuhnya pelan, disaat itulah Kaila langsung berdiri dipinggir ranjang sambil memperhatikannya.

"Kenapa La?" Tanya Raffa dengan suara serak khas bangun tidur.

"Astaga suara Raffa jadi makin ehemm.. kalo baru bangun gini." Gumam Kaila pelan.

"Udah mau subuh Raf, ayo sholat berjamaah." Ajak Kaila.

Raffa mengeryitkan dahinya, ia sedikit terenyuh karena Kaila membangunkannya untuk beribadah. Selama ini Raffa jarang menunaikan ibadah sholat terutama sholat subuh.

Raffa menganggukkan kepalanya, Kaila menyuruh Raffa untuk membersihkan diri lebih dulu baru dirinya.

Setelah selesai melaksanakan sholat bersama, Kaila langsung menyalimi tangan Raffa walaupun awalnya Raffa merasa kebingungan.

"Lo udah biasa bangun jam segini?" Tanya Raffa.

Kaila menganggukkan kepalanya, "Gue selalu bangun jam segini buat sholat abis itu bantuin bunda masak di dapur, baru deh gue siap-siap buat sekolah." Jelasnya.

Raffa ngangguk-ngangguk, memori diotaknya berputar bagaimana ia selama ini. Biasanya ia baru bangun saat mamanya menggedor pintu kamarnya.

Jika mamanya tidak melakukan itu maka Raffa jamin ia akan terlambat untuk pergi ke sekolah.

"Gue ke dapur dulu nyiapin sarapan, lo kalo mau tidur lagi gak papa nanti gue bangunin." Kata Kaila, ia membereskan mukenahnya lalu berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

Raffa duduk bersandar diatas ranjang, sudah kepalang bangun ia tidak akan bisa tertidur lagi akhirnya Raffa memilih untuk bermain game di ponselnya.

Kaila memotong sosis dan juga udang yang sudah ia bersihkan, Kaila akan membuat nasi goreng sederhana saja untuk sarapan mereka berdua pagi ini. Begitu pula dengan bahan lainnya seperti cabai, bawang dan daun bawang.

Setelah semua bahan lengkap dan nasi yang ia masak sudah matang, Kaila langsung membuat nasi goreng andalannya itu.

Kaila jamin Raffa pasti akan suka dengan masakannya karena mama dan papanya saja sangat menyukai nasi goreng buatannya.

Tak butuh waktu lama masakan buatan Kaila terhidang diatas meja makan, tak hanya nasi goreng saja ada tempe dan juga telur mata sapi yang Kaila siapkan. Ia juga menuangkan dua gelas susu untuk dirinya dan Raffa.

Setelah selesai ia naik ke atas untuk bersiap berangkat sekolah, begitu masuk ke dalam kamar ia bersitatap dengan Raffa yang tengah bermain game.

"Udah selesai?" Tanya Raffa dan Kaila menganggukkan kepalanya.

"Gue siap-siap dulu." Raffa menganggukkan kepalanya.

Kaila langsung masuk ke dalam walk in closet, ia dan Raffa sudah mandi sebelum sholat subuh tadi jadi sekarang ia tinggal memakai seragam sekolahnya saja.

Selesai bersiap-siap Kaila memasukkan buku mata pelajaran hari ini tak lupa pula ia menyiapkan seragam Raffa di atas meja yang ada di walk in closet.

Kaila keluar dan mempersilahkan Raffa untuk berganti pakaian, begitu selesai mereka berdua langsung turun ke bawah dan sarapan bersama.

Sarapan pagi eksklusif sebagai sepasang suami istri di apartement mereka. Kaila menatap Raffa yang makan nasi goreng miliknya dengan lahap.

"Enak?" Tanya Kaila.

Raffa menganggukkan kepalanya, "Enak, lo pandai masak ternyata." Ucapnya.

"Mau gue masakin kaya gini setiap hari?" Tanya Kaila.

Raffa menganggukkan kepalanya, "Boleh." Ucapnya membuat Kaila tersenyum bahagia.

Selesai makan mereka berdua memakai sepatunya. "La, ini buat belanja bulanan sekaligus uang jajan lo."

Raffa menyodorkan sebuah kartu atm kepada Kaila dan Kaila langsung menerimanya.

"Inget, jangan boros La!" Titah Raffa.

"Iya gue inget, lo tenang aja." Ucap Kaila.

"Eh tunggu!" Ucap Raffa.

Kaila yang baru saja akan membuka pintu langsung menatap ke arah Raffa. Ada apa? Begitulah ekspresi wajah yang ditangkap oleh Raffa.

"Lo berangkat sekolah naik apa?" Tanya Raffa.

"Naik bis." Jawab Kaila.

"No! Mending lo berangkat sama gue aja." Ucap Raffa.

Kaila langsung membelalakkan matanya, jika dirinya berangkat bersama dengan Raffa maka semua orang akan bertanya-tanya hubungan dirinya dengan Raffa.

"Enggak Raf, gue naik bis aja gak papa." Tolak Kaila halus.

"Gue gak terima penolakan La, lagipula lo yakin mau ngebantah apa kata suami lo ini? Setau gue sih, kalo istri gak nurut sama suami bakalan dosa.." ucapnya.

Kaila langsung bergidik, ya dirinya juga tau hal itu namun ia tidak mengingat hal itu dengan jelas. Baru inilah ia mengingatnya dan sepertinya kata-kata itu akan melekat erat di otaknya mulai hari ini hingga seterusnya.

"I-iya ya udah gue pergi sama lo." Kaila pasrah sedangkan Raffa hanya tersenyum tipis.

Mereka berdua berangkat ke sekolah dengan menaiki motor sport milik Raffa, ia tidak terbiasa membawa mobil jika hanya ke sekolah lagipula akan sangat repot menurutnya. 

"Raf, gue turun di simpang depan aja ya." pinta Kaila begitu mereka hampir sampai di sekolah. Kaila menunjuk ke simpang yang ada di depan mereka membuat Raffa mengeryitkan dahinya.

"Tapi La itu lumayan jauh dari sekolah." 

"Gak papa Raf gue jalan dari sini aja beneran. Gue gak mau ada yang curiga sama kita berdua." ucap Kaila.

"Tapi La..." Raffa tidak tega jika membiarkan Kaila berjalan seorang diri dari sini, karena bagaimanapun ia adalah suaminya sudah seharusnya Raffa menjaga Kaila dengan baik. 

"Gue mohon Raff, plis...." pinta Kaila dengan lirih.

Raffa dapat melihat wajah memohon Kaila dari kaca spion jadi mau tak mau, tega tak tega akhirnya Raffa berhenti di persimpangan, Kaila langsung turun dengan cepat.

"Udah lo bisa pergi sekarang." kata Kaila, ia celingak celinguk melihat apa ada yang melihat mereka atau tidak. 

Tiba-tiba saja Raffa mendapatkan ide cemerlang agar dirinya bisa tetap memantau Kaila yang tengah berjalan menuju ke sekolah mereka.

"Lo jalan duluan, gue ikutin dari belakang." ucapnya.

Kaila membelalakkan matanya, "Haa? nanti ada yang liat gimana Raff.." 

Raffa menggelengkan kepalanya, "Gak ada La, udah lo tenang aja lagipula udah kewajiban gue sebagai suami untuk menjaga dan melindungi elo."

Deg

Jantung Kaila langsung berdetak kencang mendengarnya, pipinya juga terasa memanas. 'Apa Raffa udah mulai terima gue sebagai istrinya dan bakal segera mencintai gue?" pikir Kaila.

"Hei malah bengong lagi." Raffa menjentikkan jarinya di depan wajah Kaila saat gadis itu malah terdiam dan senyum-senyum sendiri membuat Raffa langsung bergidik ngeri melihatnya.

"Gue jalan duluan, lo jangan terlalu deket sama gue." ucap Kaila memperingati, sebisa mungkin ia menyembunyikan perasaan senangnya didalam hati.

Kaila berjalan lebih dulu, ia berjalan dengan langkah agak cepat dan Raffa terus memperhatikannya dari arah belakang dengan wajah datar namun terlihat tampan, ia juga menjalankan motornya perlahan mengikuti langkah Kaila, istrinya.

1
Hasma Semma
.
Inaya irdina
ko ortunya bisa g tau kalo mereka satu sekolahan? kan kenal deket seperti sodara
Nurhayati
seru banget nih
Tuningsih
lanjut thooor makin seru ceritanya
Arif Nur Muhammad
kalo ngantuk TDR dulu thour jangan ngetik kan typo tulisannya, jadinya nggak bagus bacaannya kebanyakan typo tulisannya
Amelia Lia
wah ternyata si raffa msh limbung dg hati n perasaanx sm Kayla hmmmm.... mayak 😏
Amelia Lia
nie si alvaro yg punya sklh apa yyy...... gitu amet ngmongx 🤔🙄
Amelia Lia
wah siapa penguntit misterius itu yyyy 🤔🤔
Amelia Lia
si micin msh krg paham sm bahasa manusia 🤣🤣
Amelia Lia
so sweet.......
btw siapa yg d'pesan raffa TF uang yyyy 🤔
Amelia Lia
jungkir balik dunia raffa..... 😱😱🤪🤪
Amelia Lia
keren 😎😎😎😎
Amelia Lia
affa Iyah tu first kissx si raffa 🤔🤪
Amelia Lia
meleleh liat sikap raffa ke kaila.....
moga aja celine g'ada niatan n rencana jahat buat misah'in kaila n raffa 😏
Amelia Lia
jgn smpai si micin jd jahat sm kaila setelah d'putusin raffa 😟
Amelia Lia
klo cemburu yg bnr donk jgn semua d'pertahanin 🙄
Amelia Lia
woow ternyata kaila si juara umum 😱😱
Amelia Lia
jomblo berisik 🤣🤣
Amelia Lia
ntix ada hati yg tersakiti entah hati yg mana 🤪
Amelia Lia
tu para sahabat knp mrh segitux sm raffa.... saat tau raffa uda nikah 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!