NovelToon NovelToon
Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: cici aremanita

Vina Aulia mengalami nasib buruk yang menimpanya selama satu hari penuh, bertekad pindah keluar negeri demi kehidupan baru. Bertemunya dengan wanita bernama Gladi membuatnya tahu apa arti saudara, saudara tidak perlu harus memiliki hubungan darah namun dia yang baik pada kita pantas menjadi saudara.

Siapa yang tahu dirinya hamil hanya karena di tiduri satu malam oleh Rengga Cafanza. Rengga yang ingin meyakinkan bahwa wanita yang di tidurinya hamil anaknya atau tidak terus melakukan pencarian tanpa henti, hingga saat menemukan Vina dirinya menggunakan seribu cara untuk kembali mengambil anaknya.
" Jodoh Tuan Kejam "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Setelah dua hari dua malam Vina akhirnya di perbolehkan pulang, Andreas yang membawa mobil bergegas mengantar Vina dan Gladi kembali ke rumah.

Tepat setelah sampai di rumah Gladi mendapat telepon dari atasannya, Gladi mendapat tugas memata-matai sebuah perusahan yang di curigai terlibat bisnis Ilegal.

"Haaaaah, Mama tua sudah harus pergi nak" ucap Gladi yang sebenarnya masih enggan meninggalkan Vina dan bayinya.

"Sudah mama tua pergi saja, nanti siapa yang membelikan susu untuk ku" sahut Vina berbicara mewakili bayinya.

"Tapi kamu masih belum boleh banyak bergerak, siapa yang akan membantu mu" ucap Gladi.

"Paman Andreas siap membantu" sahut Andreas yang bergaya seperti seorang pahlawan bersiap membantu banyak orang.

"Pufff, Hahahaha" Gladi yang tidak tahan melihat gaya Andreas langsung tertawa sangat keras.

"Tapi kalau di pikir lagi benar juga, biar Andreas yang membantu mu di rumah" ucap Gladi.

"Tidak perlu, Andreas masih harus kuliah" sahut Vina.

"Tidak masalah kok kak, aku pasti bisa mengaturnya " ucap Andreas.

"Akhirnya aku bisa tenang meninggalkanmu di rumah Raka, kamu harus perhatikan mama mu sama paman Andreas ya jangan sampai(bisik-bisik)" sahut Gladi sambil tersenyum mencubit kecil pipi Raka.

"Jangan sampai apa?" tanya Vina.

"Emmmm, jangan sampai aku tidak tahu lagi" sahut Gladi yang langsung berjalan ke kamarnya.

Andreas tertawa kecil sambil menutupi mulutnya, berada di tengah-tengah dua wanita yang lebih tua darinya membuatnya bisa menjadi semakin dewasa.

"Aku pergi dulu" ucap Gladi sambil membawa koper kecilnya.

"Hati-hati mama tua" sahut Vina melambaikan tangannya.

"Kalian juga hati-hati di rumah, Andreas aku titip Vina kalau terjadi sesuatu kamu yang harus bertanggug jawab" ucap Gladi.

"Tenang saja kak" sahut Andreas sambil tersenyum.

Gladi yang sudah merasa tenang langsung berjalan keluar, dirinya yang sudah menganggap Vina sebagai saudaranya tidak ingin jika sesuatu terjadi pada Vina dan bayi kecilnya.

"Kak Vina beristirahat saja, biar aku yang masak" ucap Andreas.

"Memangnya kamu bisa masak" sahut Vina sambil tersenyum, Vina merasa ragu jika Andreas bisa memasak.

"Kakak lihat hasilnya saja" ucap Andreas yang langsung berjalan ke dapur.

Andreas yang berada di dapur bergegas membuka pintu kulkas dan mengambil beberapa sayuran, tidak lupa Andreas mengeluarkan udang beku dan langsung di rendamnya dengan air.

Andreas mulai memotong sayuran yang baru di ambilnya dari kulkas, potongan sayuran yang terpotong rapi di tumis andreas menggunakan bumbu tambahan yang sudah di siapkannya, udang yang juga sudah tidak lagi beku bergegas di masak oleh Andreas.

Setengah jam berlalu setelah Andreas berada di dapur, Vina yang masih belum percaya jika andreas bisa memasak langsung ke dapur sambil menggendong bayinya.

Vina terdiam melihat beberapa hidangan yang sudah tersedia hanya dengan waktu setengah jam, Andreas yang melihat Vina hanya terdiam sambil memperhatikan makanan yang baru di masaknya bergegas menghampirinya.

"Sudah kak Vina makan dulu saja" ucap Andreas yang berdiri di depan Vina.

Vina menelan ludah setelah melihat makanan di depannya, ingin rasanya dia segera mengambil piring mencicipi makanan di depannya itu.

"Kak Vina" panggil Andreas yang melihat Vina terdiam mematung di depannya.

"Eh" sahut Vina yang langsung tersadar.

"Kak Vina makan saja dulu, Raka biar aku yang menggendongnya" ucap Andreas.

"Kamu makan saja duluan, nanti kita gantian" sahut Vina.

"Aku masak buat kak Vina loh, kalau aku makan duluan bukannya" ucap Andreas yang tidak melanjutkan perkataannya, Andreas menundukan kepalanya berpura-pura merasa sedih.

"Baiklah, aku akan memakannya, kalau begitu kamu bantu aku gendong Raka dulu ya" ucap Vina.

"Ya" sahut Andreas yang langsung mengambil Raka dari gendongan Vina.

Vina yang dari awal sudah tidak sabar bergegas mengambil piring, beberapa makanan yang berada di depannya di cobainnya satu persatu.

"Emmmm, enaknya" ucap Vina.

"Kakak habisin saja" sahut Andreas.

"Aku tidak mungkin bisa menghabisinya, ngomong-ngomong aku benaran tidak menyangka loh kamu bisa masak" ucap Vina.

"Aku waktu tinggal berdua sama paman tidak ada yang memasak, jadi aku terbiasa masak sendiri" sahut Andreas.

"Ohhh, tapi bukannya ada pembantu rumah tangga di rumah kalian dulu" ucap Vina.

"Memang ada tapi paman yang tidak mengizinkannya memasak, paman orangnya sangat pemilih dia tidak biasa makan masakan orang kecuali koki di restoran khusus" sahut Andreas.

"Pasti kamu tertekan ya tinggal sama paman mu" ucap Vina.

"Semenjak dia kehilangan calon istrinya sifatnya jauh berbeda dari yang dulu" sahut Andreas.

"Hemmm, kasian juga. Aku sudah selesai sekarang kamu makan dulu biar Raka aku yang gendong" ucap Vina.

"Ya" sahut Andreas yang langsung menyerahkan Raka ke Vina.

Andreas yang kebetulan juga sudah lapar langsung duduk bersiap menikmati makanan yang di masaknya, belum saja Andreas mengambil piring suara ponsel di sakunya berbunyi. Rasa malas karena tidak ingin di ganggu membuat Andreas mengabaikan suara ponselnya yang terus berbunyi.

"Angkat dulu saja siapa tahu penting" ucap Vina yang berdiri di belakang Andreas.

"Haaaaah" Andreas menghela nafas panjang sambil mengambil ponselnya, di lihatnya layar ponselnya nama Rengga masih terus menelponnya tanpa henti.

"Hallo" ucap Andreas.

"Kamu pergi kemana? pelayan bilang kamu jarang di rumah" sahut Rengga di telepon.

"Bukannya kamu bilang aku harus mandiri, sekarang kenapa kamu ingin mencampuri apa yang ku lakukan" ucap Andreas.

"Apa begitu caramu berbicara pada ku" sahut Rengga.

"Memangnya kenapa, sudahlah aku sibuk" ucap Andreas yang langsung mematikan ponselnya.

Vina yang baru saja menidurkan bayinya kembali menghampiri Andreas, sampai di dapur Vina melihat Andreas menggenggam ponselnya sambil menggerutu pelan.

"Siapa yang menelpon, sepertinya kamu terlihat sangat kesal" ucap Vina.

"Aku tidak tahu operator sekarang kurang kerjaan" sahut Andreas yang sengaja berbohong, dia tidak ingin Vina tahu bahwa yang baru saja menelponnya adalah Rengga.

"Ya sudah lanjut makan saja, ku temanin" ucap Vina.

Andreas yang mendengar perkataan Vina langsung kembali duduk, menikmati makanan yang di masaknya sendiri di dampingi wanita yang di sukainya membuat nafsu makannya meningkat.

1
Arik Kristinawati
kok prianya gatelin sasi sih thorr....gak bersih sma sekali....tebar benih dmna2...
Arik Kristinawati
thorr kok buat karakter jagoan prianya gitu sih....kom g ada rasa kmnusiaan....gk ada orsaan bucin2 k lawan jenis....ini ni kmu nulis novel...ato perebutan harta....
Arik Kristinawati
crita ini kyaknya agak gila ya....pmeran pria somplak....kakeknya jga edan....kok critanya g ada kalem2nya n...ksannya main sruduk terus....gimna ya mo jelaskan....gak enak aja bcanya
Arik Kristinawati
kok pemeran semua sifatnya gak sda yg lembut ato kalem....vina kasar....rengga kasar....semuanya trus ksannya tdk ada tnda2 ktertarikn sama skli....ctita gimna gitu
Arik Kristinawati
kok lucu ya...andreas n vina dulunya tdk tlalu akrab kok lgsung dkat...lgian pria n wanita.brdhbat luvu dkli🤭
NFIA
kalau mau ya nikahin mayatnya
Herta Siahaan
duh kakek tua. mending kamu mati teraniaya
Herta Siahaan
kakek tua serakah yg tak sadar umur dah bau tanah dan Brian masih ingin melukai vina
Herta Siahaan
g asik masih saja derita buat perempuan.
Herta Siahaan
Aldo kok jahat sich
Herta Siahaan
aneh rengga. ingin anaknya tapi lupa akibat ulahnya masa depan vina hancur. g sadar dgn kesombongan
Herta Siahaan
kasihan anaknya kalau rengga berbuat semena-mena.
AndrinaCa
hmm
rednow
wkwkwkwkkk sang cassanova ternoda
Silvia Karim
wow 4 pria sekaligus😂
Kartini Jamil
itu si Ranga seperti anak kecil
kip Pitik
mas ooo aq kurang ayu
opo aq kurang seksi mas
Nazwa Aozora Aurora Lavender.
Mia anak pertama rengga bersama anggi calon istrinya yang dah tiada,raka pula anak kedua rengga bersama vina,jadi anggi adalah wanita pertama yang melahirkan anak rengga tanpa ikatan perkahwinan dan membuang mia kerana mia buta dan vina pula wanita kedua yang melahirkan anak rengga tanpa ikatan perkahwinan selepas rengga kehilangan anggi untuk selamanya.jadi status Mia dan Raka samalah anak haram yang lahir tanpa ikatan perkahwinan dari Ayah yang sama tapi Ibu berlainan,adik beradik kandung satu ayah berlainan Ibu.🙄🙄😏😏
Nazwa Aozora Aurora Lavender.
akte kelahiran atau akta kelahiran, yang benar akta bukan akte.
❄️ sin rui ❄️
si rengga ke si vina aja kasar banget, sampe namparr segala, giliran ke si naina di suruh2 mau dasar gaje
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!